Kumpulan 478 Lirik Lagu Kj (Lagu Kidung Jemaat) Lengkap Yang Terkenal Sering Dinyanyikan

Kumpulan 478 Lirik Lagu KJ (Lagu Kidung Jemaat) Lengkap Yang Populer Sering Dinyanyikan. Shalom teman-teman. Kali ini saya ngepost List lagu Kidung Jemaat yang familiar dan Lengkap paling sering saya dengar. Ya walopun di daerah saya beribadah ga pake KJ, but i truly love the songs … Yukkk sembari dibaca, dinyanyiin juga

 Lengkap Yang Populer Sering Dinyanyikan Kumpulan 478 Lirik Lagu KJ (Lagu Kidung Jemaat) Lengkap Yang Populer Sering Dinyanyikan

Kumpulan Lagu Kidung Jemaat) Lengkap Yang Populer Sering Dinyanyikan


Kj. 1 - 100
KJ.1 HALELUYA, PUJILAH

Haleluya! Pujilah Allah Yang Agung, Mahaesa!
Dalam Kristus kita kenal Allah Yang Hidup, Bapa kekal!
Langit, buana semesta patut memuji kuasaNya tak henti,
Limpah kasihNya tak terperi.
Haleluya! Pujilah Allah Yang Agung, Mahaesa!
Dalam Kristus kita kenal Allah Yang Hidup, Bapa kekal!
Wahai dunia, soraklah! Angkat suaramu, nyanyilah!
Tabuhlah tifa dan gendang, iringi puji dalam tembang!
KJ.2 SUCI, SUCI, SUCI

Suci, suci, suci Tuhan Maha kuasa! Dikau kami puji di pagi yang teduh.
Dikau kami puji di pagi yang teduh. Suci, suci, suci, murah dan perkasa,
Allah Tritunggal, agung namaMu!
Suci, suci, suci! Kaum kudus tersungkur di depan takhtaMu memb’ri mahkotanya
Segenap malaikat sujud menyembahMu, Tuhan, Yang Ada s’lama-lamanya.
Suci, suci, suci! Walau tersembunyi, walau yang berdosa tak nampak wajahMu,
Kau tetap Yang Suci, tiada terimbangi, Kau Mahakuasa, murni kasihMu
Suci, suci, suci! Tuhan Mahakuasa! Patut Kau dipuji seluruh karyaMu.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa, Allah Tritunggal, agung namaMu!
KJ.3 KAMI PUJI DENGAN RIANG

Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
Bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar.
Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap.
Sumber suka yang abadi, b’ri sinarMu menyerap.
Kau memb’ri, Kau mengampuni, kau limpahkan rahmatMu
Sumber air hidup ria, lautan kasih dan restu.
Yang mau hidup dalam kasih Kau jadikan milikMu
Agar kami menyayangi, meneladan kasihMu.
Semuanya yang Kaucipta memantulkan sinarMu.
Para malak, tata surya naikkan puji bagiMu
Padang, hutan dan samud’ra, bukit, gunung dan lembah,
Margasatwa bergembira ‘ngajak kami pun serta.
Mari kita pun memuji dengan bunyi menggegap,
menyanyikan kuasa kasih yang teguh serta tetap.
Kita maju dan bernyanyi, jaya walau diserang,
Ikut mengagungkan kasih dalam lagu pemenang.
KJ.4 HAI MARI SEMBAH

Hai mari sembah Yang Maha besar,
Nyanyian syukur dengan bergemar.
Perisai umatNya, Yang Maha esa,
Mulia namaNya, takhtaNya megah.
Hai masyhurkanlah keagunganNya;
cahaya terang itu jubahNya.
Gemuruh suaraNya di awan kelam;
Berjalanlah Dia di angin ribut kencang.
Buana penuh mujizat ajaib,
ya Khalik, Engkau membuatnya baik.
Engkau memisahkan daratn dan laut
Dengan kuasa firman : besarlah Engkau!
PengasuhanMu betapa megah:
udara dan t’rang menyatakannya,
embun bertetesan dan hutan sejuk,
lembah maupun bukit cermin kasihMu!
UmatMu lemah dan dari debu,
tetap memgang janjiMu teguh.
Kasih setiaMu berlimpah terus,
Ya Khalik, Pembela dan Kawan kudus!
Ya Mahabesar, kekal kasihMu;
malaikat memb’ri kebanggaan merdu,
pun kami, mahlukMu kecil dan lemah,
mengangkat kebanggaan serta menyembah.
KJ.5 TUHAN ALLAH, NAMAMU

Tuhan Allah, namaMu kami puji dan masyhurkan;
isi dunia sujud di hadapaMu, ya Tuhan!
Bala sorga menyembah Dikau, khalik semesta!
Kerubim dan serafim memuliakan Yang Trisuci;
para rasul dan nabi, martir yang berjubah putih,
G’reja yang kudus, esa, kepadaMu menyembah.
Bapa agung dan kudus, mahamurah dan rahmani,
Putra Tunggal, Penebus, Roh, Penghibur yang sejati,
Langit-bumiMu penuh kemuliaan namaMu!
Kristus, Raja mulia, Putra Bapa yang abadi,
Kau tebus insan oleh kurbanMu di salib.
Kuasa maut menyerah, sorga pun terbukalah!
TakhtaMu kekal teguh pada sisi kanan Bapa;
dalam penghakimanMu, tolong umatMu yang papa:
diri kami yang lemah dalam Dikau s’lamatlah!
Tiap hari namaMu kami puji dan muliakan,
kini dan selalu t’rus hingga kesudahan zaman.
Buat kami bertekun hingga Hari DatangMu.
Tuhan, kasihanilah! Kasihani kami ini;
dalam cahya kurnia tuntun yang telah Kaupilih.
Kau Harapan umatMu : kasihMu kekal teguh!
KJ.6 HAI MASYHURKANLAH

Hai masyhurkanlah Allahmu yang kudus:
besar namaNya maklumkan terus.
Agungkanlah Dia yang jaya megah;
kekal dan mulia kerajanNya.
Yang Tinggi, Alhak di sorga baka
pun hadir dekat dengan abdiNya.
Nyanyikan jayaNya, hai umat kudus:
“Kekal Yesus Raja, kekal Penebus!”
Muliakanlah Sang Bapa kekal;
muliakanlah Sang Putra serta;
malaikat di sorga dengan bersujud
sembah Anakdomba yang mahakudus.
KepadaNyalah syukur abadi!
KepadaNyalah sembah tak henti,
Kuasa dan hikmat, kebanggaan merdu,
Kemuliaan, hormat dan kasih penuh!
KJ.7 YA TUHAN, KAMI PUJI NAMAMU BESAR

Ya Tuhan, kami puji namaMu besar.
Ya Bapa, mahlukMu menyanyi bergemar.
Langit, buana, maritim bersyukur semua
Malaikat segenap memuji Dikau jua.
KemuliaanMu tetap senantiasa.
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Mahakuasa!
Para rasul di sorga kemuliaanMu
serta nabi dan martir mengagungkanMu.
G’reja yang t’lah menang dan yang diperjuangan
Mengaku namaMu, madahnya berkumandang.
Terpuji rahmatMu di bawah dan di atas.
Ya Bapa yang kekal, kasihMu tak terbatas!
Kristus di sisi kanan Allah, BapaMu,
di hari sangkakala akan menderu
memanggil kami pun menghadap arasy Tuhan,
o tolong, biar kami jangan di hukumkan,
kar’na telah Kau tanggung dosa semuanya;
olehMu kami hening dengan Allah Bapa.
Ya Roh Kudus, berilah kepercayaan yang teguh,
sucikan kami di persekutuanMu,
supaya kami jangan mengandalkan diri
dan janganlah sesat ke kanan dan ke kiri.
Ya Bapa, Putra, Roh, kiranya Kauberikan
Kepenuhan harapan yang kami nantikan.
KJ. 8 BAGIMU, TUHAN, NYANYIANKU

BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar’na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu,kidungku berkenan kepadaMu.
O tuntun saya ke PutraMu,
biar padaMu ‘ku dituntunNya:
dan RohMu membisu dalam rohku,
menciptakan mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu
dan kuungkapkan dalam kidungku.
Beri berkatMu, Maha Tuhan,
gar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur,
bersama bala sorga bermazmur.
Doaku yang tak terucapkan,
Roh kudusMu yang mengungkapkannya
Dan bahwa saya anak Allah,
Roh kudus juga mengatakannya,
sehingga dalam Kristus, PutraMu,
‘ku berseru, “Ya Abba, Bapaku!”
Padaku RohMu mengajarkan
berdoa yang sesuai maksudMu;
ya Bapa, pasti Kaudengarkan
doaku dalam nama PutraMu:
di dalam Dia kuterimalah
karunia demi karunia.
Betapa saya bahagia
dan sukacita hatiku penuh:
‘ku yakin, Kau memperhatikan
semua yang kumohon padaMu.
Berkelimpahan pemberianMu,
Jauh melebihi perkiraanku.
Di dalam Kristus ‘ku terjamin:
Ia sendiri Perantaraku;
di dalam Dia “ya” dan “amin”
yang dalam Roh kuminta padaMu.
Kupuji Dikau kini dan kekal
kar’na senang itu kukenal.
KJ. 9 PUJI, HAI JIWAKU, PUJI TUHAN

Puji, hai jiwaku, puji Tuhan selagi ada nafasmu!
Allahku patutlah ku agungkan sepanjang umur hidupku!
Hayatku Dia yang beri: Dia kupuji tak henti.
Haleluya, Haleluya
Jangan engkau pertaruhkan nasib
kepada insan yang fana.
Juga ningrat yang paling baik
hilang bersama niatnya.
Hidup insan lenyap,
Hanyalah Allah yang tetap.
Haleuya, Haleluya!
Jika penolongmu Allah Yakub,
betapa kau bahagia!
Ia penuhi pengharapanmu,
Tuhan seta s’lamanya.
Maha Pencipta dunia
Tak meninggalkan makhlukNYa.
Orang tertindas dibela haknya
dan orang lapar pun kenyang;
yang diperbudak dibebaskanNya,
mata si buta pun terang.
Orang tertunduk, bangunlah:
Tuhan tegakkan kaum lemah.
Haleluya,Haleluya!
Orang benar diberiNya kasih,
pun orang rantau amanlah;
yatim dan janda tegak kembali,
tapi penjahat kandaslah.
Tuhanlah Raja yang baka,
Bagimu, Sion, s’lamanya!
Haleluya, Haleluya!
KJ. 10 PUJILAH TUHAN, SANG RAJA

Pujilah Tuhan, Sang Raja yang Mahamulia!
Segenap hati dan jiwaku, pujilah Dia!
Datang berkaum, brilah musikmu bergaung,
Angkatlah puji – kebanggaan !
Pujilah Tuhan; segala kuasa padaNya!
Sayap kasihNya yang kondusif mendukung AnakNya!
Tiada ter’pri yang kepadamu dib’ri;
Tidakkah itu kaurasa?
Pujilah Tuhan yang bijak menggubah tubuhmu;
dalam kasihNya seluruh hidupmu tertuntun;
hatimu tahu: berulang kali engkau
oleh sayapNya terlindung.
Pujilah Tuhan yang sanggup dan mau melakukan
jauh melebihi doamu dan yang kau rindukan.
Ingat teguh: Ia berkuasa penuh!
KasihNya t’rus kautemukan.
Pujilah Tuhan! Hai jiwaku, mari bernyanyi!
Semua mahluk bernafas, iringilah kami!
Puji terus Nama Yang Maha Kudus!
Padukan suaramu: Amin.
KJ. 11 ANAK – ANAK, MARI NYANYI

Anak – anak, mari nyanyi, riang dan gembiralah!
Puji Tuhan Mahakasih, kar’na murah hatiNya!
Pujilah namaNya! Haleluya!
Haleluya! Puji Tuhan s’lamanya!
Limpah ruah, tak terkira
kasih Allah nampaklah:
angkat syukur bagi Dia
dengan hati yang rendah!
Orang suci dan malaikat
nyanyi di hadapanNya;
juga bunyi anak – anak
ikut nyanyi beserta!
KJ. 12 ANAK – ANAK, PUJILAH

Anak – anak, pujilah nama Tuhan yang Esa,
puji Bapa, Anak, Roh, Mahaesa!
Hari Minggu yaitu hari suci bagiNya.
Puji Bapa, Anak, Roh, Mahaesa!
S’kolah Minggu inilah daerah baik memujiNya.
Puji Bapa, Anak, Roh, Mahaesa!
‘Ku mencar ilmu firmanNya, biar tahu kehendakNya.
Puji Bapa, Anak, Roh, Mahaesa!
KJ. 13 ALLAH BAPA, TUHAN

Allah Bapa, Tuhan, dimuliakanlah namaMu!
Allah Bapa, Tuhan, dimuliakanlah namaMu!
Langit bumi ciptaanMu, kamipun anak-anakMu.
Datanglah dengan kasihMu!
Yesus Kristus, Tuhan, yang membawa kes’lamatan,
Yesus Kristus, Tuhan, yang membawa kes’lamatan,
Lahir dalam dunia ini, mati tapi bangun lagi,
Kaulah Jurus’lamat kami!
Ya Roh Kudus, Tuhan, tolong kami lawan dosa.
Ya Roh Kudus, Tuhan, tolong kami lawan dosa;
Sucikanlah hati kami, b’rilah hidup yang sejati;
Tingallah bersama kami!
Allah kami Yang Esa, Bapa, Putra dan Roh Kudus,
Allah kami Yang Esa, Bapa, Putra dan Roh Kudus,
Kami tiba menyembahMu, memasyhurkan kuasaMu.
Puji syukur kepadaMu!
KJ. 14 MULIAKANLAH TUHAN ALLAH

Muliakanlah Tuhan Allah, muliakan Tuhan Allah,
muliakan pimpinanNya dalam kasih sayangNya.
Kami tiba kepadaMu, kami tiba kepadaMu,
bersyukur sebulat hati, kar’na kasihMu besar.
Kau dekat dengan firmanMu, kau dekat dengan firmanMu,
Ya, berfirmanlah Tuhan, kami siap mendengar.
KJ. 15 BERHIMPUN SEMUA

Berhimpun semua menghadap Tuhan dan pujilah Dia, Pemurah dan benar.
Berakhirlah segala pergumulan, diganti dengan kedamaian yang besar.
Hormati namaNya serta kenangkan mujizat yang sudah dibuatNya.
Hendaklah t’rus syukurmu kaunyatakan di jalan hidupmu seluruhnya.
Berdoa dan jaga supaya jangan penggoda merugikan jiwamu.
Di dunia tegaklah kemenangan dan dasarnya imanmu yang teguh.
KJ. 16 YA KHALIK SEMESTA

Ya Khalik semesta, umatMu tolonglah memujiMu:
Bapa yang mulia, Kau Raja dunia; kami sujud sembah kepadaMu.
Firman dan Putera, mohon dengarkanlah yang berseru.
SabdaMu jadilah, RohMu turunkanlah! Tuhan, berkatilah jemaatMu!
Datang, ya Roh Kudus, dan hati umatMu yakinkanlah!
Dengan kuasaMu pimpin jemaatMu; b’ri sukacitaMu tinggal serta.
BagiMu, Yang Esa, kekal abadilah puji syukur!
Yang Mahamulia, b’ri kami s’lamanya dalam terang abadi memujiMu!
KJ. 17 TUHAN ALLAH HADIR

Tuhan Allah hadir pada ketika ini. Hai sembah sujud disini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan.
Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan dalam sorga siang – malam
“Suci, suci, suci” untuk selamanya dinyanyikan malak sorga.
Ya Allah, t’rimalah kebanggaan jemaat beserta malaikat.
Kami menanggalkan hasrat sia – sia, keinginan manusia;
jiwa raga kami, hidup seluruhnya, Tuhan, kaulah yang empunya.
Dikaulah, Yang Esa, patut dimuliakan seberhana alam.
Raja yang mulia, biarlah hambaMu mengagungkan selalu,
hingga saya ini sungguh beribadat sama mirip malaikat,
dan benar mendengar firmanMu, ya Tuhan, biar kulakukan!
Kau bagai udara sumber kehidupan dan daerah gerak semua.
Laut tak tehingga, buatlah diriku layak menyelami Dikau:
Kau penuh dalamku, saya didalamMu: Kau kerinduanku!
Surya Mahasuci biarlah cahyaMu hangat menyentuh wajahku.
Bagai kuntum bunga, bila disinari, memekar ke matahari,
‘ku telah berserah: biar Kau berkarya dalam segalanya.
Jadikanlah saya hamba bersahaja daalam hening dan sejaht’ra.
Sucikanlah aku, biar Kau kupandang dalam roh dan kebenaran.
Arahku padaMu: wajahMu kucari kin da abadi.
KJ. 18 ALLAH HADIR BAGI KITA

Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat,
melimpahkan kuasa RohNya bagai hujan yang lebat.
Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.
Allah hadir, sungguh hadir di jemaatNya yang kudus;
biar kasih kurniaNya meyegarkan kita t’rus.
Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.
Allah hadir! O, percaya dan berdoa padaNya
gar kita dikobaarkan oleh nyala kasihnya.
Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.
Penebus, dengarkan kami yang padaMu berseru:
buka tingkap anug’rahMu, b’rikanlah berkat penuh!
Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.
KJ. 19 TUHANKU YESUS

Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia,
Kau kasihi, Kau Junjunganku, Bahagiaku yang baka.
Indah tamasya, indah sawah ladang, sunggu elok berseri;
yang lebih indah Kau, Tuhan Yesus: Engkau menghibur yang sedih.
Indah t’rang surya, indah sinar bulan, alam bintang yang megah;
Jauh lebih indah, Yesus, terangMu di sorga dan di dunia.
Indah kesuma, insan lebih indah pada masa mudanya;
bunga ‘kan layu, insan berlalu. Yesus kekal selamanya.
5. Apa yang indah dalam dunia ini nampak dalam diriMu.
Yang Mahaindah, Harta sorgawi, hanya Engkau, ya Tuhanku!
KJ. 20 O HARI ISTIRAHAT

O Hari Istirahat, ceria dan cerah, pelipur hati hasrat,
o hari mulia! Bernyanyilah semua bersatu menyembah:
“Kudus, kudus, kuduslah” kepada Yang Esa.
Padamu, Hari Ahad, terciptalah terang
dan Kristus, Jurus’lamat, t’lah bangun dan menang;
padamu pun terjadi Roh Kudus diberi:
tepat tiga kali terangmu berseri.
O Hari perteduhan di angin ribut dunia,
kolam taman penghiburan kausambut yang lelah,
kolam sungai kau segarkan semangat yang gersang,
kolam Nebo kau tempatnya melihat Kanaan.
Pun Hari Minggu ini panggilan terdengar
dan umat menghadiri kumpulan yang besar,
di mana Firma Tuhan menyuar yang gelap;
terhidang roti sorga dan air alhayat.
Sentosa Hari Tuhan membimbing umatNya
menuju perhentian, daerah sejahtera.
Terpuji Allah Bapa dan Putra TunggalNya
Dan Roh Pengantar Sabda, – Ketiga yang Esa !
KJ. 21 HARI MINGGU, HARI YANG MULIA

Hari Minggu, hari yang mulia, itu hari Tuhanku.
Ia bawa rasa senang masuk dalam hatiku.
Hari Minggu, hari Tuhan, hari suci dan teduh.
Hari Minggu, hari Tuhan, hari suci dan teduh.
Hari Minggu hari istirahat bagi tubuh yang letih
Firman Tuhan turun bawa nikmat untuk hati yang sedih.
Hari Minggu, hari Tuhan, hari suci dan teduh.
Hari Minggu, hari Tuhan, hari suci dan teduh.
KJ. 22 MARI BERSUKARIA DATANG KEPADANYA

Mari bersuka ria tiba kepadaNya, tiba kepadaNya.
Mari menyanyi, mari menari, mari memuji.
KJ. 23 YA ALLAH BAPA

Ya Allah Bapa di sorga mahatinggi, puji sembah dan syukur bagiMu.
Mahabesar, mulia namaMu dan kuasaMu kekal selamanya.
Aku berlutut dan dosa kupanjatkan, ‘ku bertelut memohon rahmatMu;
ampunilah segala dosaku dan limpahkanlah berkat anugerah.
Aku naikkan puji dan doa ini demi nama Tuhanku Penebus,
Putra kekal, awet dan kudus, Jurus’lamat dan Raja semesta.
KJ. 24a DARI LEMBAH SENGSARAKU

Dari lembah sengsaraku ‘ku berseru, ya Tuhan!
Dengarlah bunyi hambaMu, dosaku pun kabulkan!
Jikalau kesalahanku terus teringat olehMu,
Tak sanggup ‘ku bertahan.
Namun, ya Tuhan, padaMu terdapat pengampunan;
kesalahanku Kautebus, kasihMu Kautumjukkan.
Tiada insan yang benar, tetapi rahmatMu yang besar:
Terpujilah namaMu!
Ku menantikanMu teguh, rahmatMu kudambakan;
tak kuandalkan jasaku, firmanMu kuharapkan.
Lebih dari pengawal pun menunggu fajar bertekun,
Kutunggu Dikau, Tuhan!
Hai Israel, berharaplah kepada Tuhan saja!
Maha Pengasih Dialah, Penolong kaum percaya.
UmatNya dibebaskanNya dari segal dosanya;
Dib’riNya hidup baru!
KJ. 24b DARI LEMBAH SENGSARAKU

Dari lembah sengsaraku ‘ku berseru, ya Tuhan!
Dengarlah bunyi hambaMu, doaku pun kabulkan!
Jikalau kesalahanku terus teringat olehMu, tak sanggup ‘ku bertahan
KJ. 25 YA ALLAHKU, DI CAH’YAMU

Ya Allahku, di cah’yaMu tersingkap tiap noda.
Kau lihatlah insan penuh lumuran dosa.
Di cah’yamu mesti redup semarak bintang-bintang;
kemanakah manusia? Dosanya tak terbilang.
KepadaMu tujuanku! Kau tak membuang aku.
PutraMulah selamanya Jalanku ke takhtaMu.
Ya amin, ya, di Golgota ditanggungNya dosaku
dan darahNya yang mulia menghapus malu jiwaku.
Ya Tuhanku, percayaku kiranya Kautumbuhkan,
hingga teguh di kasihMu yang baik kulakukan.
KJ. 26 MAMPIRLAH, DENGAN DOAKU

Mampirlah, dengar doaku, Yesus Penebus
Orang lain Kauhampiri, jangan jalan t’rus
Yesus, Tuhan, dengar doaku;
Orang lain Kauhampiri, jangan jala t’rus.
Di hadapan takhta rahmat saya menyembah
tunduk dalam penyesalan. Tuhan tolonglah!
Yesus, Tuhan, dengar doaku;
Orang lain Kauhampiri, jangan jala t’rus.
Ini saja andalanku: jasa kurbanku
Hatiku yang hancur luluh buatlah sembuh.
Yesus, Tuhan, dengar doaku;
Orang lain Kauhampiri, jangan jala t’rus.
Kaulah Sumber penghiburan, Raja hidupku.
Baik di bumi baik di sorga, siapa bandingMu?
Yesus, Tuhan, dengar doaku;
Orang lain Kauhampiri, jangan jala t’rus.
KJ. 27 MESKI TAK LAYAK DIRIKU

Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darahMu
dan kar’na kau memanggilku, ‘ku datang, Yesus, padaMu.
Sebagaimana adanya jiwaku sungguh bercela,
darahMulah pembasuhnya; ‘ku datang, Tuhan, padaMu.
Terombang-ambing, berkeluh, gentar di kancah kemelut,
ya Anakdomba Allahku, ku tiba kini padaMu.
Sebagaimana adaku celaka, buta dan kelu;
segala apa yang perlu ‘ku sanggup dalam diriMu.
Sebagaimana janjiMu menyambut dan membasuhku,
ya Anakdomba yang kudus, ‘ku tiba kini padaMu.
KJ. 28 YA YESUS, TOLONGLAH

Ya Yesus, tolonglah, hapuskan dosaku
dan dari nafsu dunia lepaskan hambaMu.
Ya Yesus, dengarlah permintaan hatiku,
lengkapi saya yang lemah sebagai laskarMu.
Ya Yesus, yang menang, sertai hambaMu
b’ri di sengsara dan perang percaya yang teguh.
Ya Yesus, pmpinlah, tetaplah Kau dekat,
supaya ke neg’ri abadi jalanku tak sesat.
Ya Yesus, lihatlah serangan seteru,
lumpuhkanlah senjataNya dengan kuasaMu.
Ya Yesus Penebus, berilah akhirnya
kesukaanMu yang kudus di negeri baka.
KJ. 29 DI MUKA TUHAN YESUS

Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku.
Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus.
Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku,
kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus.
Di muka Tuhan Yesus ‘ku insaf akan salahku;
bertobat kini hatiku di muka Tuhan Yesus.
Di muka Tuhan Yesus kudapat kasih sayangNya;
hatiku pasrah berserah di muka Tuhan Yesus.
KJ. 30a ANGIN RIBUT MENYERANG

Angin ribut menyerang menggetarkan hatiku;
ombak ganas menerjang; saya lari padaMu.
Jurus’lamat, tolonglah dan pandukan bidukku,
Hingga saya sampailah di labuhan yang teduh.
Hanya Tuhan sajalah Perlindungan yang tent’ram.
B’rikan daku yang lemah hati berpengaruh dan tenang.
Dikau saja yang tetap Sumber pengharapanku:
Biar saya Kaudekap di naungan sayapMu.
Kristus, Kau andalanku, Sumber hidup yang esa.
Kaupulihkan yang sendu, buta, sakit dan lemah.
Dikau suci dan benar, saya ini bercela;
Walau hidupku cemar, Kau penuh anugerah.
Kelimpahan kasihMu jadi sungai yang segar
menghapuskan dosaku dan membuatku benar.
Air hayat mulia, puaskanlah anakMu,
Hingga Kau selamanya memenuhi batinku.
KJ. 30b ANGIN RIBUT MENYERANG

Angin ribut menyerang menggetarkan hatiku;
Ombak ganas menerjang; saya lari padaMu.
Jurus’lamat, tolonglah dan pandukan bidukku,
Hingga saya sampailah di labuhan yang teduh.
KJ. 31a MUNGKINKAH AKU PUN SERTA

Mungkinkah saya pun serta tertolong oleh darahNya?
Akulah pangkal siksaNya, yang menimbulkan matiNya.
Agung benar, ya Tuhanku: Engkau tersiksa gantiku!
Agung benar, ya Tuhanku: Engkau terisksa gantiku!
KJ. 31b MUNGKINKAH AKU PUN SERTA

Mungkinkah saya pun serta tertolong oleh darahNya?
Akulah pangkal siksaNya, yang menimbulkan matiNya.
Agung benar, ya Tuhanku: Engkau tersiksa gantiku!
Agung benar, ya Tuhanku: Engkau terisksa gantiku!
Para malak sekalipun tiada sanggup mengerti
apa sebabnya Yang Kudus menanggung siksa yang keji.
KasihNyalah alasannya menannggung dosa dunia.
DitinggalkanNya takhtaNya dan masuk kedunia yang cemar;
ditinggalkanNya kuasaNya, terdorong kasih yang besar
dan saya pun tertolonglah terpilih jadi milikNya.
Jiwaku lama menjerit, dipasung dosa yang seram.
SuryaMu bagiku terbit; penjaraku pun benderang.
Terbukalah pasunganku ; ‘ku bangun dan mengikutMu.
Di dalam Yesus Penebus eksekusi dosa hilanglah.
Kudapat hidup yang kudus, jubahku kebenaranNya;
‘ku mendekat ke takhtaMu hendak terima tajukku.
KJ. 32 KULIHAT SALIBMU

Kulihat salibMu, ya Jurus’lamatku, di Golgota.
T’rimalah doaku, hapuskan dosaku;
akulah milikMu selamanya.
Jadikan kuasaMu di dalam hatiku api kudus.
Kasih salibMulah sumber anugerah;
Cintaku s’lamanya kepadaMu.
Di dalam bayang maut, Tuhan, tetap Engkau harapanku!
Dalam lembah gelap sedih pun melenyap,
Jikalau ‘ku tetap di jalanMu.
Di ketika ajalku, ragu dan takutku buanglah jauh.
Ya, Jurus’lamatku, lindungi jiwaku,
Hingga ‘ku bertemu dengan Dikau.
KJ. 33 SUARAMU KUDENGAR

SuaraMu kudengar memanggil diriku,
supaya ‘ku di Golgota di cuci darahMu!
Aku datanglah, Tuhan, padaMu;
Dalam darahMu kudus sucikan diriku.
Kendati ‘ku lemah, tenaga Kauberi;
Kauhapus malu dosaku, hidupku pun bersih
Aku datanglah, Tuhan, padaMu;
Dalam darahMu kudus sucikan diriku.
Kaupanggil diriku, supaya kukenal iman,
harapan yang teguh dan kasihMu kekal.
Aku datanglah, Tuhan, padaMu;
Dalam darahMu kudus sucikan diriku.
Kaubuat meresap karyaMu dalamku;
kuasa dosa pun lenyap, diganti rahmatMu.
Aku datanglah, Tuhan, padaMu;
Dalam darahMu kudus sucikan diriku.
Ya Yesus, Kau beri jaminanMu tetap:
kepada orang beriman janjiMu akan genap!
Aku datanglah, Tuhan, padaMu;
Dalam darahMu kudus sucikan diriku.
Terpuji penebus, terupuji darahNya,
Terpuji Kristus, Tuhanku, dalamNya ‘ku benar!
Aku datanglah, Tuhan, padaMu;
Dalam darahMu kudus sucikan diriku.
KJ. 34 SI SALIB YESUS DI KALVARI

Di salib Yesus di Kalvari kus’rahkan dosa yang keji.
Oleh darahNya saya bersih! Puji namaNya!
Puji, puji namaNya! Puji, puji namaNya!
Oleh darahNya saya bersih! Puji namaNya!
Kini bahagiaku penuh: Yesus berdiam di dalamku.
Sungguh ‘ku s’lamat, ‘ku ditebus! Puji namaNya!
Puji, puji namaNya! Puji, puji namaNya!
Oleh darahNya saya bersih! Puji namaNya!
DarahNya sumber hayat baka; saya dibasuh di dalamnya
dan t’rus dijaga tak bercela. Puji namanya!
Puji, puji namaNya! Puji, puji namaNya!
Oleh darahNya saya bersih! Puji namaNya!
Mari semua ke salibNya; jiwa-ragamu serahkanlah
untuk dibasuhi darahNya. Puji namaNya!
Puji, puji namaNya! Puji, puji namaNya!
Oleh darahNya saya bersih! Puji namaNya!
KJ. 35 TERCURAH DARAH TUHANKU

Tercurah darah Tuhanku di bukit Golgota;
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya,
terhapus dosanya, terhapus dosanya
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya.
Penyamun yang di sisiNya di b’ri anugerah;
pun saya yang penuh cela dibasuh darahNya,
dibasuh darahNya, dibasuh darahNya,
pun saya yang penuh cela dibasuh darahNya.
Ya Anakdomba, darahMu tak hilang kuasanya,
sehingga s’lamat unmatMu dan suci s’lamanya,
dan suci s’lamanya, dan suci s’lamanya,
sehingga s’lamat umatMu dan suci s’lamanya.
Sejak kupandang salibMu dengan kepercayaan teguh,
kasihMulah kupuji t’rus seumur hidupku,
seumur hidupku, seumur hidupku,
kasihMulah kupuji t’rus seumur hidupku.
Dan jikalau nanti lidahku tak lagi bergerak,
tetap kupuji kuasaMu di sorgaMu kelak,
di sorgaMu kelak, di sorgaMu kelak,
tetap kupuji kuasaMu di sorgaMu kelak.
KJ. 36 DIHAPUSKAN DOSAKU

Dihapuskan dosaku hanya oleh darah Yesus;
saya pulih dan sembuh hanya oleh darah Yesus.
O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku!
Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus.
Pengampunan dosaku hanya oleh darah Yesus;
Penyucian hidupku hanya oleh darah Yesus.
O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku!
Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus.
Perdamaian bagiku hanya oleh darah Yesus;
bukan oleh amalku: hanya oleh darah Yesus.
O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku!
Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus.
Damai dan harapanku hanya oleh darah Yesus;
Allah membennarkanku hanya oleh darah Yesus.
O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku!
Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus.
KJ. 37a BATU KARANG YANG TEGUH

Batu Karang yang teguh, Kau tempatku berteduh.
Kar’na dosaku berat dan kuasanya menyesak,
Oh, bersihkan diriku oleh darah lambungMu.
Walau saya berjerih dan menangis tiada henti,
apapun usahaku, tak menghapus dosaku.
Hanya oleh kurbanMu Kaus’lamatkan diriku.
Tiada lain kupegang, hanya salib dan iman;
dalam kehampaanku kudambakan rahmatMu.
Tanpa Dikau, Tuhanku, takkan hidup jiwaku.
Bila tiba saatnya kutinggalkan dunia
dan Kaupanggil diriku ke hadapan takhtaMu,
Batu Karang yang teguh, Kau tempatku berteduh.
KJ. 37b BATU KARANG YANG TEGUH

Batu Karang yang teguh, Kau tempatku berteduh.
Kar’na dosaku berat dan kuasanya menyesak,
Oh, bersihkan diriku oleh darah lambungMu.
KJ. 38 T’LAH KUTEMUKAN DASAR KUAT

T’lah kutemukan dasar kuat, daerah berpaut jangkarku.
Kekal, ya Bapa, Kau menciptakan PutraMu dasar yang teguh:
Biarpun dunia lenyap, pegangan hidupku tetap!
Itulah rahmat yang abadi, yang melampaui akalku:
Tuhan, Kaurangkul dalam kasih pedosa yang menjauhiMu!
HatiMu iba tergerak mencari saya yang sesat.
Tak Kaubiarkan ciptaanMu terkapar dalam dosanya;
telah Kauutus PuteraMu menyelamatkan dunia
dan pintu hati Kauketuk, biar terbuka bagiMu.
Di dalam maut Tuhan Yesus dosaku sudah terbenam :
‘ku s’lamat oleh darah Kristus batal eksekusi yang seram.
Luka hatiku t’lah sembuh, ya Tuhan, kar’na rahmatMu!
Inilah dasar andalanku, biarpun apa kutempuh:
ya Tuhan, rahmatMu berlaku sepanjang jalan hidupku!
Sampai kekal kupujilah samud’ra rahmat yang baka!
KJ. 39 ‘KU DIBERI BELAS KASIHAN

‘Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku;
tadi ‘ku angkuh, kini heran: Tuhan, besarlah rahmatMu!
Kidung imanku bergema: rahmatMu sungguh mulia,
Kidung imanku bergema: rahmatMu sungguh mulia!
Walau ‘ku patut dihukumkan, Kaulah penuh anugerah:
darah PutraMu dicurahkan membasuh dosa dan cela.
Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmatMu,
Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmatMu.
Ini tetap pengakuanku, jikalau orang ingin tahu:
hanya berkat pengasihanMu rukunlah saya dan Engkau.
‘Ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmatMu,
‘ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmatMu.
Jangan seseorang pun di dunia merampas harta hatiku:
dasar percaya yang ‘ku punya dan ganjal doa yang teguh;
hidup dan mati ‘ku tent’ram: rahmatMu, Tuhan, kugenggam,
hidup dan mati ‘ku tent’ram: rahmatMu, Tuhan, kugenggam!
Ya Tuhan, jangan ambil rahmat yang Kauberi kepadaku,
kar’na dengannya saya s’lamat hingga ke dalam rumahMu:
di sana kumuliakanlah rahmatMu s’lama-lamanya,
di sana kumuliakan rahmatMu s’lama-lamanya!
KJ. 40 AJAIB BENAR ANUGERAH

Ajaib benar anugerah pembaru hidupku!
‘Ku hilang, buta, bercela; olehnya ‘ku sembuh.
Ketika insaf, ‘ku cemas, kini ‘ku lega!
Syukur, bebanku t’lah lepas berkat anugerah!
Di jurang yang penuh jerat terancam jiwaku;
anug’rah kupegang erat dan kondusif pulangku.
Kudapat komitmen yang teguh, kuharap sabdaNya
dan Tuhanlah perisaiku tetap selamanya.
Kendati nanti ragaku terkubur dan lenyap,
padanya saya berteduh senang tetap.
Meski selaksa tahun lenyap di sorga mulia,
rasanya gres sekejap memuji namaNya!
KJ. 41 TERBUKALAH SORGA

Terbukalah sorga, terpancar terang,
alasannya yaitu Tuhan Yesus berjuang menang.
Sengsaralah Dia yang suci kudus;
olehNya dosamu ditebus.
Pergilah padaNya, engkau yang lelah:
bebanmu diangkat, hatimu lega.
Meskipun dosamu teramat keji,
dengan darah Yesus kau suci bersih.
Dan jikalau jiwamu letih dan lesu,
sampaikan padaNya kebimbanganmu.
Beban yang kaupiku diringankanNya;
engkau dibimbingNya ke hening baka.
O Yesus, Engkaulah perlindunganku,
Engkaulah Jurus’lamat, daerah berteduh.
KJ. 42 TUHAN, KASIHANI

Tuhan, kasihani, Kristus, kasihani,
Tuhan, kasihani kami!
KJ. 43 TUHAN, KASIHANI KAMI

Tuhan, kasihani kami! Kristus, kasihani kami!
Tuhan, kasihani kami!
KJ. 44 TUHAN, KASIHANILAH

Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihanilah!
Tuhan, kasihanilah!
Dunia porak poranda, dosa melanda umat manusia;
Banyak sengsara, itu akibatnya.
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihanilah!
Tuhan, kasihanilah!
Banyak yang hidup tanpa harapan, lapar dan miskin;
siapa menolongnya? Banyak yang mati; siapa mengingatnya?
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihanilah!
Tuhan, kasihanilah!
Banyak yang hidup kaya dan mewah, tapi terasing dari sesamanya;
banyak yang mati tanpa sejahtera.
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihanilah!
Tuhan, kasihanilah!
Banyak senjata, alat pembunuh makin mengisi seluruh dunia;
apakah arti hidup manusia?
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihanilah!
Tuhan, kasihanilah!
Juruselamat, Maha Pengampun, dosa Kauhapus di atas salibMu.
Bangkitkan kami di kebangkitanMu!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihanilah!
Tuhan, kasihanilah!
Buatlah kami alat pendamai yang memaklumkan kemuliaanMu.
Bimbinglah kami di KerajaanMu!
KJ. 45 MULIAKANLAH ALLAH YANG ESA

Muliakanlah Allah Yang Esa di sorga maha tinggi,
alasannya yaitu kekal selamanya selamat kita ini;
yang berkenan kepadaNya beroleh hening yang baka,
dendam pun tiada lagi.
Pujian, hormat dan sembah terimalah, ya Bapa.
Engkaulah Raja semesta kekal segala abad.
KuasaMu tiada bandingnya di sorga dan di dunia;
Engkaulah Allah kami!
Ya Yesus Kristus, Penebus, ya Putra Tunggal Allah,
dengan darahMu yang kudus Kauhapus malu dan salah;
ya Anakdomba mulia, permintaan doa t’rimalah dan kasihani kami!
Ya roh Kudus berkurnia, Penghibur yang terkarib,
kawananMu kuatkanlah di dalam Yang Tersalib,
supaya kami pun teguh terhadap goda dan keluh;
diami hati kami!
KJ. 46 BESARKAN NAMA TUHAN

Besarkan nama Tuhan, Haleluya; kasihNya tak berkurang,
Haleluya! Sekalipun keluhan menimpa umatNya,
BerkatNya ditemukan, Haleluya!
Dib’riNya hidup baru, gelap menjadi t’rang;
sabdaNya besertamu di ngarai yang kelam.
Hai kau yang selalu padaNya berpegang,
Tak usah ragu-ragu: tuntunanNya ten’tram!
Di dalam kekurangan –Kyrieleison-
di tanah pembuangan, di tanah babilon,
kendati isu terkini zaman menghitam dan mendung,
namaMu dibesarkan kebanggaan mendengung.
Kecapi digantungkan –Miserikordia-
ke pohon gandarusa, terbungkam suaranya;
tetapi kasih Tuhan di Galilea
Akhirnya menghiburkan, Haleluya!
Besarkan nama Tuhan, Haleluya;
di dunia serukan kemuliaanNya!
JanjiNya dikukuhkan demi manusia:
Besarkan nama Tuhan, Haleluya!
KJ. 47 PUJILAH

Pujilah, pujilah, puji Sang Bapa, Pencipta semesta!
Pujilah, pujilah, puji Sang Bapa, Pencipta semesta!
Pujilah, pujilah, puji Sang Putra, Pendamai dunia.
Pujilah, pujilah, puji Sang Putra, Pendamai dunia.
Pujilah, pujilah, puji Sang Roh yang membimbing umatNya.
Pujilah, pujilah, puji Sang Roh yang membimbing umatNya
Pujilah, pujilah, pujilah Allah, Tritunggal mulia.
Pujilah, pujilah, pujilah Allah, Tritunggal mulia.
KJ. 48 KEMULIAAN BAGI BAPA

Kemuliaan bagi Bapa, Putra dan Roh Kudus,
mirip semula, kini dan terus dan kekal selama-lamanya. Amin
KJ. 49 FIRMAN ALLAH JAYALAH

Firman Allah jayalah hingga ujung dunia:
kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka.
Firman Khalik semesta yang mengasuh mahlukNya,
bimbinganNya pun tepat bagi orang tersesat.
Firman Put’ra mulia memberikan kurnia:
oleh darah yang kudus dosa kita ditebus.
Firman kesaksian Roh pandu s’lamat yang teguh:
kita mengikutiNya dalam karsa dan kerja.
Firman Hidup yang kudus, berkuasalah terus
hingga dunia yang gelap lihat fajar gemerlap.
Umat Tuhan, bangunlah, masuk ladang dunia!
Banyaklah tuaiannya, tapi kurang pekerja.
Tuhan, untuk panenMu semangatkan hambaMu;
biar isi dunia sambut sinarMu seg’ra.
KJ. 50a SABDAMU ABADI

SabdaMu abadi, suluh langkah kami.
Yang mengikutinya hidup sukacita.
Di tengah ancaman sabdaMu harapan,
sumber penghiburan, kabar kes’lamatan.
Dalam angin ribut topan sabdaMu pedoman;
dalam kekelaman jalan kami aman.
SabdaMu semua harta tak terduga,
sungguh memberkati yang membuka hati.
Sabda pengasihan dalam hidup insan,
cah’ya pengharapan bila kematian datang.
Tolong, biar kami rajin mendalami
kemudian melaksanakan sandaMu, ya Tuhan!
KJ. 50b SABDAMU ABADI

SabdaMu abadi, suluh langkah kami.
Yang mengikut Dia hidup sukacita.

KJ. 51 KITAB SUCI, HARTAKU
Kitab Suci, hartaku, tak ternilai hargamu;
olehmu terungkaplah siapa ‘ku sesungguhnya.
Injil membimbingku pada Jurus’lamatku
dan membuatku sedar bila saya tak benar.
Ku dihibur olehnya bila susah dan lelah
dan diajar beriman, atas maut pun ‘ku menang.
Sukacita yang abadi diungkapkan olehnya.
Kitab Suci, hartaku, tak ternilai hargamu.


KJ. 52 SABDA TUHAN ALLAH
Sabda Tuhan Allah bagai dirus hujan
turun menyirami tanah dan tumbuhan.
Langit maupun bumi, bukalah telinga.
Hai dengar sabdaNya, umat manusia!
Sambut, hai jiwaku, sabda Tuhan Allah.
Ia setiawan, adil tindakanNya.
Tiada kecurangan, janjiNya mulia.
Pasanglah indera pendengaran dan dengarkan Dia!
Padang gurun dunia tandus kegersangan:
hidup tanpa Tuhan tiada ketent’raman.
Hanya pada Tuhan ada pengharapan;
SabdaNya bagiku jadilah pegangan.
KJ. 53 TUHAN ALLAH T’LAH BERFRMAN

Tuhan Allah t’lah berfirman, Haleluya,
pada umat sabda hikmat, Haleluya!
Buka telinga, hai umatNya, kabar yang baik dengarkanlah!
Buka hatimu:Tuhan datang, hai yang beriman!
Tuhan Allah t’lah berfirman, Haleluya,
pada umat sabda hikmat, Haleluya!
Barang siapa bertelinga, jangan menutup hatinya;
yang mau belajar, hai dengarlah Firman yang baka!
Tuhan Allah t’lah berfirman, Haleluya,
pada umat sabda hikmat, Haleluya!
Umat menyambut Jurus’lamat yang ditunggu dunia;
timur dan barat satu jalan, Tuhan pandunya.
KJ. 54 TAK KITA MENYERAHKAN

Tak kita menyerahkan kepada musuhnya
pelita yang bersinar di dalam dunia.
Tak boleh Firman Allah yang sungguh dan teguh,
Injil yang mulia, diambil seteru.
Penyokong orang renta dan orang lemah,
pemimpin orang muda dan sukacitanya,
senjata usaha di p’rang penggodaan
dan bantal perhentian di jam kematian.
Yang sanggup memecahkan segala hati k’ras,
yang mencurahkan hidup di hati yang lemas,
yang menyembuhkan luka, mujarab obatnya,
yaitu Firman Allah, penuh anugerah.
Di hati kami, Tuhan, Kautulis sabdaMu,
supaya kami juga setia dan teguh.
Kendati gunung goyah, binasa dunia,
Kekalla Firman Allah, selama-lamanya.
KJ. 55 YA SUMBER KASIH, ROH KUDUS

Ya Sumber Kasih, Roh Kudus, pancarkan apiMu,
sehingga hati kami pun penuh semangatMu!
Engkau ilhami kaum nabi menulis Alkitab.
O tolong kami mengerti maknanya yang tepat.
Ya Roh Kudus, melayanglah di atas yang kelam;
di hati kacau dan resah ciptakanlah terang.
Ya Roh di dalam cah’yaMu Sang Bapa dikenal;
terungkap bagi kami pun kasihNya yang kekal.
KJ. 56 DATANGLAH KEPADAKU, YA ROH KUDUS

Datanglah kepadaku, ya Roh Kudus;
Datanglah kepadaku, ya Roh Kudus.
B’rilah api dalam hati;
Hidupku penuhilah, ya Roh Kudus.
KJ. 57 YESUS, LIHAT UMATMU

Yesus, lihat umatMu yang mendamba Kau berfirman,
dan arahkan kepadaMu hati dan seluruh ind’ra,
hingga kami yang di dunia Kau dekatkan pada sorga.
Tanpa cah’ya Roh Kudus kami dalam kegelapan;
biar oleh sabdaMu logika budi Kaucerahkan,
hingga Tuhan kuasai karya dan ucapan kami.
Sinar mahamulia lahir dari Allah Bapa,
buka dan siapkanlah hati, mulut, pendengaran:
biar doa dan nyanyian berkenan padaMu, Tuhan!
KJ. 58 MAHAKASIH YANG ILAHI

Maha kasih yang ilahi, nikmat sorga, turunlah
Mendiami hati kami; Kau mahkota kurnia.
Yesus, Kau berlimpah rahmat, Sumber kasih yang besar!
Datanglah membawa s’lamat bagi kami yang gentar.
KJ. 59 BERSABDALAH, TUHAN

Bersabdalah, Tuhan, kami mendengarkan.
Bersabdalah, Tuhan, kami mendengarkan.
Kuatkanlah dan hiburlah kami.
Kuatkanlah dan hiburlah kami.
KJ. 60 HAI MAHLUK ALAM SEMESTA

Hai mahluk alam semesta, Tuhan Allahmu pujilah:
Haleluya, haleluya! Surya perkasa dan terang, candra, kartika
Cemerlang, puji Allah tiap kala:
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Anginyang hebat menderu,awan beranak dan mendung,
Haleluya, Haleluya, hawa cuaca yang cerah,
Musim penghujan marilah, puji Allah tiap kala:
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Air yang murni dan jernih, penawar haus, pembersih,
Haleluya, Haleluya, api hangat, penyenang,
Gagah, periang dan terang, puji Allah tiap kala:
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Ibu pertiwi mulia, limpah dengan anugerah,
Haleluya, Haleluya, bunga dan buah kauberi
Puspa semarak berseri; puji Allah tiap kala:
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Kamu yang sabar bergelut,insan pengampun dan lembut,
Haleluya, Haleluya, hening menghias hatimu;
Mahkota sorga bagimu!puji Allah tiap kala:
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Hai maut, kau bersamaku. Tiada yang luput darimu.
Haleluya, Haleluya! Alangkah berbahagia
Yang mati dalam Tuhannya! Puji Allah tiap kala:
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Hai segenap saudaraku, pujilah Tuhan Allahmu:
Haleluya, Haleluya! Abdi berhati mulia,
Ucapkan syukur padaNya! Puji Allah tiap kala:
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
KJ. 61 SUNGGUH INDAH ALAM

Sunnguh indah alam ciptaan Tuhan;
Hewan, burung, ikan, tumbuh-tumbuhan.
Dan angkasa raya, bintang dan bulan;
seg’nap tata surya memuji Tuhan.
Tuhanku menjaga sejagat raya;
burung, margasatwa cukup makannya.
Ajar aku, Tuhan, buka mataku,
b’lajar dari alam lihat hikmatMu.
KJ. 62 ALLAHKULAH KUATKU DAN MAZMURKU

Allahkulah kuatku dan mazmurku;
namaNya dan karyaNya mahaagung; segala alam milikNya.
Terciptalah semua oleh firman;
yang ada itu pun lenyap dan hilang jikalau dititahkanNya.
PakaianNya semarak bercahaya;
Dialah Raja untuk selamaNya; yang adil dasar takhtaNya.
Ya Tuhanku, Engkau selalu hadir;
Allahku tanpa awal, tanpa akhir, siapa menandingiMu?
Di tanganMu saya ten’tram dan aman;
Engkau kenal yang bakal kurancangkan, Engkau periksa hatiku.
Engkau dekat, jalanku Kaumaklumi
ke batas maritim dan ke ujung bumi, di tiap waktu dan tempat.
Pikiranku dan hasratku Kaubaca;
setiap tindak, yang benar dan salah, terbuka bagi mataMu.
MilikMulah segala yang ‘ku punya;
dengan semua patut kuagungkan namaMu, Tuhan, s’lamanya.
Kembang kecil cerminan hikmat Tuhan;
udara, laut, padang, pegunungan memuji Dikau bertahlil.
Engkau beri segala keperluan;
Kausiram tanah, padi Kautumbuhkan: Kaubuka sumber rezeki.
Tanpa Engkau tiada pipit jatuh;
hidupku pun berada di tanganMu: rahmatMu, Bapa, tidak jauh.
Pelindungku Engkau, ya Sumber s’lamat;
‘ku tak gentar: di dunia dan alam abadi Engkau tempatku berteduh.
KJ. 63 TUHAN, KARYAMU SUNGGUH BESAR

Tuhan, karyaMu sungguh besar, ya Khalik semesta:
bintang dan bulan, surya terang, gunung, lembah yang tinggi rendah,
sungai kecil ciptaan firmanMu.
Tuhan, curahkanlah kasihMu, lindungi umatMu.
Biarlah RohMu tinggal serta dan memb’ri kami hidup kekal.
Tuhan, dengarlah doa syukur, kebanggaan padaMu.
KJ. 64 BILA KULIHAT BINTANG GEMERLAPAN

Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar,
ya Tuhanku, tak putus saya heran melihat ciptaanMu yang besar.
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus,
‘ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Pabila nanti Kristus memanggilku, sukacita amatlah besar,
kar’na terkabullah yang kurindukan: melihat Dikau, Tuhanku akbar.
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
KJ. 65 CAKRAWALA DAN MALAIKAT

Cakrawala dan malaikat, mari puji Allahmu!
Surya, bulan, bintang-bintang, puji Yang menciptamu!
Allah Bapa t’lah bersabda, jagat patuh padaNya:
Oleh aturan yang awet Ia bimbing semesta.
Puji Allah Mahamulia; Janji dipenuhiNya.
DiberiNya kemenangan, bagi yang dipilihNya.
Maut dan dosa dikalahkan; umat Allah s’lamatlah,
Sorga dan seisi dunia, puji, puji namaNya!
KJ. 66 DI GUNUNG DAN DI LURAH

Di gunung dan di lurah, di tiap jalanku,
di padang dan di hutan, dekatlah Tuhanku.
Di darat dan angkasa Tuhanku beserta;
Dimana-mana saja Tuhanku hadirlah.
Tetaplah mata Bapa menyelidiki dunia:
terlindung barang siapa yang harap kasihNya.
Pun burung dan tumbuhan terjamin hidupnya;
Ya, segenap ciptaan dirawat olehNya.
Hai mahluk semuanya di gunung dan lembah,
di laut, di udara, di mana sajalah,
hayati siang-malam segala kurnia
pemb’rian Khalik alam, menandakan kasihNya.
Percaya, hai saudara, dan puji Tuhanmu.
Kendati kau sengsara, dekatlah Tuhanmu,
Penolong yang setia tiada taraNya:
Pun dalam kematian Tuhanmu beserta.
KJ. 67 HAI ANAK-ANAK MUDA DAN BELIA

Hai bawah umur muda dan belia yang diberkati,
dijaga Allah Bapa, patut bersyukur, berdoa dan berkarya;
kar’na demikian maksud Sang Pencipta.
Gunung menjulang, maritim berkilauan,
tumbuhan hijau dan alam yang menawan
patut dijaga, dirawat, dikelola;
kar’na demikian maksud Sang Pencipta.
Hewan di bumi, unggas di udara,
ikan di maritim serta binatang langka
patut disayang, dibela, dip’lihara;
kar’na demikian maksud Sang Pencipta.
Hai manusia, muda dan dewasa,
binatang dan pohon serta seisi dunia,
pujilah Tuhan seluruh alam raya;
kar’na demikian maksud Sang Pencipta.
KJ. 68 TAHUKAH KAMU JUMLAH BINTANG

Tahukah kau jumlah bintang di angkasa yang megah
dan berapa jumlah awan mengitari dunia?
Tuhan Allah tahu semua, tiada satu yang dilupa
dari jumlah yang besar, dari jumlah yang besar.
Tahukah kau jumlah ikan di samud’ra, berenang
dan berapa burung-burung di udara, yang terbang?
Tuhan Allah PenciptaNya; satu-satu dikenalNya.
Semuanya pun senang, semuanya pun senang.
Tahukah kau jumlah anak di seluruh dunia
bangun tidur tiap pagi dengan hati yang cerah?
Allah Bapa dalam sorga mengindahkan semuanya;
Kau pun diindahkanNya, kau pun diindahkanNya.
KJ. 69 PADA MULANYA

Pada mulanya gelap semuanya, sunyi senyaplah samudera.
Allah bersabda: terang bercahya; hari pertama di dunia.
Pada mulanya belum ada langit; atas dan bawah tercampurlah.
Allah bersabda: bentangan pun jadi; hari kedua di dunia.
Pada mulanya belum ada tanah yang menumbuhkan tanamannya.
Allah bersabda: terciptalah darat; hari ketiga di dunia.
Pada mulanya belum ada surya, bulan dan bintang dan masanya.
Allah bersabda menciptakan semua; hari keempat di dunia.
Pada mulanya belum ada ikan, burung bersayap belum pernah.
Allah bersabda: segala tercipta; hari kelima di dunia.
Pada mulanya belum ada binatang yang menemani manusia.
Allah bersabda mengakibatkan insan; hari keenam di dunia.
Pada mulanya semua terjadi: langit dan bumi dan isinya.
Allah Pencipta telah memberkati hari ketujuh di dunia.
KJ. 70 HUJAN, HUJAN

Hujan, hujan, tak hentinya hujan turun menderas;
empat puluh hari hujan, hujan lagi, jadi air bah.
Pohon, binatang dan semua orang mati tenggelam;
dalam banjir ini gunung yang tertinggi ikut terbenam.
Hidup, hidup, masih ada hidup dalam air bah:
Nuh yang membawanya atas p’rintah Allah, dalam bahtera!
Bapa, ibu, anak dan menantu, binatang pun serta
hidup dalam baht’ra hingga di saatnya surut air bah.
Isi baht’ra s’lamat bersjaht’ra, bumi pun kering.
Allah ikat janji: lihatlah pelangi elok berseri!
KJ. 71 ABRAHAM, ABRAHAM

Abraham, Abraham, tinggalkanlah neg’ri tentram,
Abraham, Abraham, berjalanlah dengan iman!
Jumlah bintang tak terbilang, turunanmu pun demikian;
Ikutlah petunjukKu ke neg’ri pusakamu!
Abraham, Abraham, tinggalkanlah neg’ri tentram;
Abraham, Abraham, berjalanlah dengan iman!
Bangsa-bangsa dunia nanti; dalam dikau Kuberkati;
Ingat akan sabdaKu di sepanjang jalanmu!
Abraham, Abraham, berangkat sungguh beriman;
Abraham, Abraham menuju tanah Kanaan.
Yakin, tanpa keraguan ia ikut sabda Tuhan.
Mari, ikutlah serta ke neg’ri sejahtera!
KJ. 72 AGUNGKAN ALLAHMU

Agungkan Allahmu, junjungan Abraham,
Yang takhta rahmatNya teguh, Sang Raja Am!
Yang Ada, Yang Esa, dipuji,
disembah di sorga dan di dunia selamanya!
Agungkan Allahmu, Junjungan Abraham
dan sumber sukacitaku, daerah tent’ram.
Kutolak dunia dan harkat yang semu;
Allahku harta yang baka, Perisaiku!
Terjamin janjiNya dan itu kupegang:
di sayap rajawalilah ‘ku masuk t’rang.
K’lak tampak wajahNya, Kupuji kuasaNya
dan menyanyikan rahmatNya selamanya.
Di negeri abadi bertakhta Pemenang
Sang Raja Damai Dialah dan Raja T’rang
Kekal kuasaNya di Sion yang cerlang
Bersama orang suciNya yang t’lah menang
Yang sudah ditebus memuji Tuhannya,
“Sang Bapa, Putra, Roh Kudus terpujilah!”
Ya Allah Abraham, Kau juga Allhaku;
‘ku sujud dan penuh kepercayaan memujimu.
KJ. 73 HAI LANGIT, PASANGLAH TELINGAMU

Hai langit, pasanglah telingamu, dengar ucapanku, wahai bumi!
Semoga Firman tumbuh di hatimu laksana pohon akan berputik.
Berilah hormatmu pada Tuhan. Sang Gunung Batu, adil jalanNya.
Biarlah nama Tuhan kuserukan, kar’na kekallah kebenaranNya!
Walau umatNya didapatiNya hidup sengsara di ketandusan,
curahan berkat kasih kurniaNya yang menawarkan keselamatan.
KJ. 74 SEISI PADANG BELANTARA

Seisi padang belantara akan bersorak tak henti
dan gurun pasir pu kentara bagaikan mawar berseri!
Padanya akan diberikan semarak yang tak bakal hilang:
Baginya nampak tergelar serba kemuliaan Tuhan,
Yang ia sambut dan agungkan dengan gempita yang besar!
Kuatkan tangan tak berdaya, teguhkan kaki yang lesu;
orang cemas yang putus asa, kini tabahkan hatimu!
Tengadahlah: Allahmu datang; umatNya Ia selamatkan!
Selaku Hakim yang kudus Ia membalas kekerasan,
membela korban penindasan, menjamin damaimu terus!
Celiklah mata orang buta melihat karya yang ajaib,
indera pendengaran tuli pun terbuka untuk menyambut kabar baik;
yang lumpuh bangun dan menari, yang bisu bersyukur menyanyi,
kar’na di tanah yang gersang mengalir sungai air hidup
menciptakan padang gurun itu penuh tumbuhan dan kembang!
Nanti terbuka jalan raya; umat kudus pelintasnya,
bebas ancaman dan bahaya, menuju Sion mulia.
Semua dibebaskan Tuhan, bersorak-sorai akan pulang
Ke negeri pusakanya. Habislah sedih dan derita;
Limpahlah sumber sukacita hingga selama-lamanya!
KJ. 75 RAJA DAUD YANG AGUNG

Raja Daud yang agung, raja yang diurapi.
Umat Tuhan terlindung, rukun kondusif dan damai.
Iman raja pun runtuh kar’na nafsu dunia:
si Uria terbunuh, maka Tuhan pun murka.
Datang Natan berkata bahwa Daud berdosa.
Lalu Daud bertobat, marah Allah pun sirna.
KJ. 76 KAU YANG LAMA DINANTIKAN

Kau yang lama dinantikan, Jurus’lamat, datanglah,
biar kami Kau sucikan dari dosa dan cela!
UmatMu tetap Kautuntun, Kau Harapan kami pun!
Bangsa dunia menunggu penghiburan kasihMu.
Raja mulia, Kau lahir bagai anak yang lembut,
biar kami kauajari kasih KerajaanMu.
Pimpin kami oleh RohMu, hati pun perintahlah
Dan beri kurban darahMu, b’rilah hening yang baka!
KJ. 77 HATIKU BERSUKARIA

Hatiku bersukaria
mengagungkan nama Tuhan, Allah, Juru s’lamatku.
DiindahkanNya hambaNya;
kini dan senantiasa diberkati namaku.
Kar’na Allah Mahakuasa
melaksanakan karya agung kepadaku yang rendah.
Mahasuci Nama Allah; rahmatNya turun-temurun
atas orang asalehNya.
DinyatakanNya kuasa
hingga orang congkak hati habis oleh tanganNya
DisuruhNya turun takhta
pembesar dan panguasa ditinggikan yang rendah.
Orang lapar dikenyangkan
orang kaya dihampakan dan disuruhNya pergi.
Sungguh Ia melepaskan
Umat Israel, hambaNya, kar’na rahmatNya kekal.
Seperti dijanjikanNya
pada Abraham semula untuk s’lama-lamanya.
KJ. 78 WAKTU HERODES RAJA DI YUDEA 

Waktu Herodes raja di Yudea, ada imam berjulukan Zakharia,
nama istrinya Elisabet, ialah bibi Maria.
Di waktu Zakharia beribadah, turun malaikat Gabriel padanya,
ia terperanjat terkelu: apakah akan terjadi?
 “Janganlah takut, bapa Zakharia, saya utusan dari sorga;
‘ku bawa kabar bagimu.” Itulah kata malaikat.
 “Doamu dikabulkan oleh Tuhan: kau akan dianugerahi put’ra,
dilahirkan oleh ist’rimu; namakan beliau Yohanes.”
“Dan engkau akan sorak bergembira, kar’na Roh Kudus akan besertanya;
umat yang dibatis olehnya akan kembali ke Allah.”
KJ. 79 MAHATERPUJI ALLAHKU

Mahaterpuji Allahku: Ia lepaskan kita dari kuasa seteru
dan segenap derita. Tanda selamat diberi menciptakan wajah berseri:
Mesias akan datang! Kini terkabul dan genap janji
Nubuat Alkitab, yang lama didambakan.
Yang dalam nista tercengk’ram akan dibebaskanNya;
janjiNya pada Abraham kini menjadi nyata: umatNya bersejahtera
‘kan beribadah padaNya dan hidup badi Dia.
Nabi Yohanes, kau seg’ra ‘kan meratakan jalanNya, Sang Raja yang mulia!
Agar umatNya mengerti hidup kekal sentosa,
Yang Mahakasih memberi rahmat ampunan dosa.
Sang Surya Pagi t’lah dekat! Orang yang jalannya gelap melihat cahayaNya.
Kita tak lagi bersedih, tapi berjalan ke neg’ri yang hening selamnya!
KJ. 80 KIRANYA LANGIT TERBELAH

Kiranya langit terbelah; ya Jurus’lamat, datanglah,
bukalah sorga segera, buanglah palang pintunya.
O, turun mirip embun, sirami ladang bumiMu;
curahkanlah anugerah, Raja yang adil, datanglah!
Hai bumi, kau terbukalah! Gunung, lembah, menghijaulah,
biar darimu bersemi Bunga selamat abadi.
Engkau dinanti dunia. KedatanganMu kapankah?
Dari takhtaMu turunlah; hiburkan kami yang resah.
Ya Surya Pagi yang cerah, biar fajarMu merekah;
mari, terbitlah cemerlang, halaulah kabut yang kelam.
Dirundung sedih kemelut, kami menghadap pintu maut.
UmatMu, Tuhan, tuntunlah ke negeri sejahtera.
Di sana kami bersyukur memuliakan namaMu,
ya Penebus manusia, hingga selama-lamanya!
KJ. 81 O, DATANGLAH, IMANUEL

O, datanglah, Imanuel, tebus umatMu Israel
yang dalam berkeluh kesah menanti Penolongnya.
Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel!
O, datang, Tunas Isai, patahkan belenggu pedih
dan umatMu lepaskanlah dari lembah sengsaranya.
Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel!
O Surya Pagi, datanglah dan jiwa kami hiburlah;
halaukanlah gelap angker bayangan maut yang kejam.
Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel!
O Kunci Daud, datanglah, gapura sorga bukalah;
tutuplah jalan seteru, supaya s’lamat umatMu.
Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel.
O Tuhan Allah, datanglah, FirmanMu berkuasalah,
mirip waktu Kauberi di atas puncak Sinai.
Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel.
KJ. 82 JURUS’LAMAT, DATANGLAH

Jurus’lamat, datanglah, Allah da Manusia,
biar dunia terkelu kar’na kelahiranMu.
Roh dan Firman yang kudus menghadirkan wujudMu:
Allah mahamulia dalam rupa yang rendah!
Anak dara bundaMu: Kau insan penuh,
Kediaman Roh Kudus; dosa kami Kautebus.
Surya Pagi yang permai, Kau bagaikan mempelai
tampil dari kemahMu; jalan raya Kautempuh!
Dari rumah BapaMu langkah-langkahMu teguh
masuk alam maut seram, pulang naik ke takhta t’rang.
Citra Allah yang kekal, dalam daging Kau menang,
biar kami yang lemah Kaukuatkan s’lamanya.
PalunganMu berseri: waktu malam Kauberi
sinar kasih yang terang, pengharapan dan iman.
Dimuliakanlah terus Bapa, Putra, Roh Kudus:
hening dan sejahtera memenuhi dunia!
KJ. 83 TERBITLAH BINTANG TIMUR

Terbitlah bintang timur dan fajar merekah
menyambut Sang Penghibur, Harapan dunia.
Gelap sedang berlalu, pun malan yang sedih;
cahaya siang gres semakin berseri.
Yang membisu menderita di bayang maut kelam,
mendapat sukcita di fajar yang terang.
Penghalau malam itu, Sang Surya yang cerah,
yaitu Yesus Kristus kekal cahayaNya!
Terbitlah bintang timur dan fajar merekah
menyambut Sang Pengibur, Harapan dunia.
KJ. 84 YA YESUS, DIKAU KURINDUKAN

Ya Yesus, Dikau kurindukan, lipurkan lara batinku;
seluruh hatiku terbuka menyambut kedatanganMu.
Bahagia, Terang sorgawi, Engkau harapan dunia:
Terbitlah, Surya Mahakasih, dan jiwaku terangilah!
Hatiku biar Kaujadikan palunganMu yang mulia
dan dalam saya Kaucerminkan terang sorgawi yang baka,
alasannya yaitu dengan kehadiranMu keluhan batinku lenyap.
Kiranya lahir dalam saya dan tinggallah serta tetap!
Puaskanlah, ya Jurus’lamat, seluruh kerinduanku.
Dengan rendah, jernih dan taat hatiku siap bagiMu;
Hendak padaMu kuabdikan perananku di dunia;
Cemas da sedih Kausingkirkan: ya Yesus, ari, masuklah!
KJ. 85 KUSONGSONG BAGAIMANA

Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datangMu?
Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku!
Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku,
Supaya kuyakini tujuan janjiMu.
Kaum Sion menaburkan kembang di JalanMu;
‘ku ikut mengelukan Dikau di hatiku.
Kunyanyi Hosiana, ya Raja, tolonglah!
PadaMulah kiranya hambaMu berserah.
Betapa Kau berkorban hendak menghiburku
di kala ‘ku di jurang sengsara kemelut.
Kau datang, Jurus’lamat dengan sejahtera:
Keluh-kesahku tamat dan hatiku cerah.
Di ketika ‘ku terpasung, Kau membebaskanku;
segala malu dan malu terhapus olehMu.
Padaku Kautambahi mahkota mulia,
Bahagia abadi, pusaka yang baka!
Sebabnya Kautinggalkan takhtaMu yang megah,
kasihMulah belaka terhadap dunia.
Kau rela menderita sengsara dan cela,
Segala dukacita dengan manusia.
Hai insan yang berduka, tabahkan hatimu,
dan pandanglah ke muka. Hai kau yang lesu:
telah di ambang pintu Penolong mulia;
dengan harapan itu jiwamu pun lega.
Tak usah cari jalan, tak usah berlelah,
bersusah siang-malam mengatur datangNya.
Sengaja Ia tiba melipur laramu,
Menaruh kasih sayang, membuka belenggu.
Kendati hutang dosa membuatmu gentar,
padaNya kau sentosa, anug’rahNya besar!
Bagimu Ia tiba menjadi Penebus;
Sejaht’ra kerajaan warisanmu terus!
Tak lagi menakutkan kuasa yang gelap:
semua lawan Tuhan menghilang serempak.
Seg’ra Rajamu tiba penuh karunia
Membawa kemenangan selama-lamanya!
Yang tiba menghakimi seisi dunia,
rahmani dan rahimi membela umatNya.
Ya datang, Matahari, sinari umatMu;
PadaMu kami cari senang penuh.
KJ. 86 PENCIPTA BINTANG SEMESTA

Pencipta bintang semesta, Terang awet umatMu.
ya Yesus Kristus, Penebus, sembah dan puji t’rimalah.
Kar’na sengsara dunia telah tergugah hatiMu;
supaya dunia sembuh, Kaujadi Obat baginya.
Kau lahir bagi dunia menjadi kurban yang kudus:
di kayu salib Kautebus segala dosa dan cela.
Atas kumandang namaMu penghuni sorga bersujud,
pun alam maut betelut dengan mengaku kuasaMu.
Di Hari KedatanganMu, ya Hakim Mahamulia,
jemaatMu lindungilah terhadap niat seteru.
Syukur, kebanggaan dan sembah padaMu diberi terus,
ya Bapa, Put’ra, Roh Kudus, kini dan selamanya!
KJ. 87 GAPURAMU LAPANGKANLAH

Gapuramu lapangkanlah menyambut Raja mulia,
Sang Maharaja semesta dan Jurus’lamat dunia;
Sejahtera dibawahNya. Dengan meriah nyanyilah,
“Terpuji Penebus, Gembala yang kudus.”
Benar dan adil hukumNya, dan rahmat lambang kuasaNya!
MahkotaNya kekal kudus, keretaNya lemah lembut.
Berakhirlah keluh kesah. Dengan meriah soraklah,
“Terpuji Penebus, Penolong yang kudus.”
Selamat berbahagia neg’ri yang memilikiNya.
Selamat hati yang rendah yang sudah dimasukiNya.
Selaku Surya yang benar dib’riNya nikmat yang besar.
Terpuji Penebus, Pelipur yang kudus.
Gapuramu lapangkanlah, hatimu jadi rumahNya;
lambaikan daun di tanganmu menyongsong Raja Agungmu.
Sang Jurus’lamat t’lah dekat membawa hidup dan berkat.
Terpuji Penebus, Pendamai yang kudus.
Ya Kristus, Jurus’lamatku, kubuka hati bagiMu.
Ya Tuhan, masuk dan beri pengasihanMu tak henti
Dan Roh Kudus jadikanlah Penujuk jalan yang baka.
NamaMu, Penebus terpujilah terus!
KJ. 88 HAI WARIS KERAJAAN

Hai waris Kerajaan, Rajamu sambutlah!
Siapkan kedatangan Penghibur dunia!
Dan tampil ke depan, nyanyikan Hosiana;
Berharaplah padaNya, penuh dengan iman!
Hai insan yang berduka, Rajamu t’lah dekat:
Pelindung kaum penat. Besarkan hatimu
Dengan penghiburanNya:
Firman dan SakramenNya membuatmu teguh!
Hai kau yang merana, Rajamu tak lemah.
Tengadahlah: di sana bersinar bintangNya!
Di dalam kemelut kasihNya tak berkurang
Dan sungguh menghiburkan melawan kuasa maut.
Hai mari, fakir miskin, Rajamu tak lelah
merawat yang merintih, mengangkat yang rendah.
Kembang dan burung pun dib’riNya sandang-pangan:
Seluruh Kerajaan kekal warisanmu.
Hai umat yang sengsara, Rajamu tidak jauh:
keluh-kesah dan lara pasti Ia tahu.
Lenyap selamanya cemas dan dukacita:
Ternyata Allah kita mengingat anakNya.
Hai, bangunlah, saudara, Rajamu songsonglah,
yang tiba berkendara lembut dan mulia!
Arahkan langkahmu menyambut Jurus’lamat
Yang mau menaruh rahmat selaku Penebus.
Ya Yesus, Raja agung, Kaub’rikan diriMu;
cela dan malu Kautanggung dan dosa Kautebus.
Seluruh umatMu menyanyi Hosiana
Dan hingga selamanya padaMu bersyukur.
KJ. 89 BERLAYAR BAHT’RA RAHMAT

Berlayar baht’ra rahmat ke pantai dunia,
membawa Jurus’lamat penuh karunia,
Membawa Firman Allah di dalam palkanya
dan Roh Kudus Pengarah haluan kasihNya,
Supaya Yang Ilahi mendarat segera,
Firman menjadi daging demi manusia.
Di Betlehem ‘kan lahir Mesias Penebus
hendak memikul salib setia dan kudus.
Yang mau menyambut Dia serta merangkulNya,
hendaknya bersedia dihina dunia,
Dan rela turut mati di dalam mautNya,
supaya juga bangun dan hidup s’lamanya.
KJ. 90 BERNYANYILAH, PUTERI SION

Bernyanyilah, Puteri Sion, hai kota Yerusalem, soraklah!
Gembiralah kau menyambut yang adil dan jaya, benar,
Terpercaya; lembutlah hatiNya dan murni kasihNya.
Elukanlah Dia yang naik keledai. Demikian sabda nabi.
Bernyanyilah, Puteri Sion, hai kota Yerusalem, soraklah!
Susahmu berakhir, Penolongmu hadir: perang dan gaduhnya,
Kereta dan kuda, baik busur, baik panah lenyap selamanya
dan hening tepat hendak diberi. Demikian sabda nabi.
Bernyanyilah, Puteri Sion, hai kota Yerusalem, sorak lah!
Segala penghuni yang ada di bumi kelak menikmati sejaht’ra abadi;
Semua bersatu mengikut Rajamu yang datang
Menghiburkan hati sedih. Percayaah sabda nabi.
KJ. 91 PUTRI SION, NYANYILAH

Putri Sion, nyanyilah; soraklah, Yerusalem!
Mari sambut Rajamu. Raja Damai t’rimalah!
Putri Sion, nyanyilah; soraklah, Yerusalem!
Hosiana, Putra Daud, umatMu berkatilah!
Dirkanlah takhtaMu mahatinggi, mulia.
Hosiana, Putra Daud, umatMu berkatilah!
Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja mulia.
Raja Damai abadi, Putra Allah yang kekal.
Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja mulia!
KJ. 92 MALAM KUDUS

Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus;
Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.
Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;
bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:
“Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!”
Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terus di wajahMu, ya Anak kudus,
cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.
KJ. 93 TUMBUHLAH TUNAS BARU

Tumbuhlah tunas gres di tunggul Isai,
yang pada masa kemudian disyairkan nabi.
Nubuatnya genap: bunga harapan
Lahir di malam yang gelap.
Ini maksud Yesaya dengan nubuatnya:
lahir dati Maria seorang Putera.
Kudus dan mulia Firman menjadi daging;
Perawan bundaNya.
Bunga begitu mungil yang harum dan lembut,
menghapus dari bumi gelap dan kemelut.
Sungguh insan dan sungguh-sungguh Allah,
Penebus dunia.
Mari menyambut “Amin” ayas karunia.
Ya Yesus, kami yakin; ya Tuhan tolonglah,
Agar dengan syukur kami memuji Dikau
di KerajaanMu.
KJ. 94 HAI KOTA MUNGIL BETLEHEM

Hai kota mungil Betlehem, betapa kau senyap;
bintang di langit cemerlang melihat kau lelap.
Namun di lorong g’lapmu bersinar T’rang baka:
Harapanmu dan doamu kini terkabullah.
Sebab bagimu lahir Mesias, Tuhanmu;
malaikatlah penjagaNya di malam yang teduh.
Hai bintang-bintang fajar, b’ritakan Kabar Baik:
Sejahtera di dunia! Segala puji naik!
Tenang di malam sunyi t’rang sorga berseri;
demikianlah karunia bagimu diberi.
DatangNya belakang layar di dunia bercela;
Hati terbuka dan lembut ‘kan dimasukiNya.
Ya Yesus, Anak Betlehem, kunjungi kami pun;
sucikanlah, masukilah yang mau menyambutMu.
Telah kami dengarkan Berita mulia:
Kau beserta insan kekal selamanya.
KJ. 95a GEMBALA WAKTU MALAM G’LAP

Gembala waktu malam g’lap menjaga dombanya;
malaikat Tuhan mendekat bercahya mulia.
Sabdanya, “Jangan kau gentar, dengar beritaku,
alasannya yaitu kesukaan besar kubawa bagimu!
T’lah lahir Jurus’lamatmu dan Raja dunia,
yaitu Kristus, Tuhanmu. Inilah tandanya:
Di dalam sangkar dombamu jumoailah seg’ra
seorang Bayi yang lembut, palungan tempatNya.”
Dan tiba-tiba tampaklah sejumlah yang besar
malaikat dari sorga t’rang bernyanyi bergemar:
“Ya Allah, kemuliaanMu kekal selamanya,
menciptakan dunia penuh hening sejahtera.”
KJ. 95b GEMBALA WAKTU MALAM G’LAP

Gembala waktu malam g’lap menjaga dombanya;
Malaikat Tuhan mendekat bercahya mulia, bercahya mulia.
KJ. 96 DI MALAM SUNYI BERGEMA

Di malam sunyi bergema nyanyian mulia.
Malaikat turun mendekat dengan beritanya,
“Sejaht’ra bagi dunia, t’lah tiba Penebus.”
Heninglah bumi mendengar nyanyian yang kudus.
Tetap malaikat menembus angkasa yang gelap,
membawa kidung damaiNya di bumi yang penat;
sayapnya dikembangkannya di atas yang sendu;
di kancah dosa terdengar nyanyian yang kudus.
Tetapi dosa pun tetap melanda dunia,
menyangkal kidung Kabar Baik sekian lamanya.
Hai insan, bka hatimu, mengapa rusuh t’rus?
Diamkan gaduh dan dengar nyanyian yang kudus.
Hai, kau yang menanggung b’rat, yang hidup tertekan,
mendaki, susah jalanmu, langkahmu pun pelan,
Hai lihat, hari jadi t’rang, bebanmu ditebus.
Tabahkan hati dan dengar nyanyian yang kudus.
T’lah hampir penggenapannya nubuat kaum nabi:
‘Kan tiba zaman mulia, indahnya tak terp’ri.
Seluruh dunia ‘kan penuh sejaht’ra Penebus
serta mengulang menggema nyanyian yang kudus.
KJ. 97 HAI MALAIKAT DARI SORGA

Hai malaikat dari sorga, sayapmu bentangkanlah;
nyanyi di seluruh dunia: lahir Kristus, Rajanya!
Sudah lahir Kristus Raja, mari sujud menyembah!
Hai gembala yang menjaga dombamu di efrata,
Allah beserta manusia; mari menyaksikannya!
Sudah lahir Kristus Raja, mari sujud menyembah!
Hai Majusi dari Timur, karyamu tinggalkanlah;
carilah Harapan Dunia, ikut sinar bintangNya!
Sudah lahir Kristus Raja, mari sujud menyembah!
Hai kaum saleh yang menunggu dalam dunia yang resah,
lihat, Allahmu sendiri turun dalam PutraNya!
Sudah lahir Kristus Raja, mari sujud menyembah!
Langit, bumi, mari ikut muliakanlah terus
Khalik, Penebus, Pembaru: Bapa, Putra, Roh Kudus!
Sudah lahir Kristus Raja, mari sujud menyembah!
KJ. 98 JAUH DARI SORGA DATANGKU

Jauh dari sorga datangku dengan informasi bagimu,
begitu cantik dan megah: ‘ku ingin menyanyikannya!
Seorang bayi lahirlah dari perawan Maria
dan Anak itu Kawanmu yang paling bersahabat dan teguh
Dialah Yesus Penebus, Sang Jurus’lamat yang kudus,
Penolong orang yang lemah, Penghapus dosa dunia.
Ia membawa bagimu senang sorga yang penuh,
supaya juga kaukenal rahasia hidup yang kekal.
Inilah tanda bagimu: di sangkar kau bertemu
Sang Bayi di palunganNya; Dialah raja semesta.
Dengan gembala marilah ke sangkar domba yang rendah,
melihat kasih kurnia di dalam Putra mulia.
Dalam palungan lihatlah betapa manis tidurNya.
Siapa itu yang lembut? Itulah Yesus, Kawanku!
Selamat datang, Rajaku, yang turun dari takhtaMu.
Kau masuk dunia cemar; betapa kasihMu besar!
Pencipta alam semesta, Kau jadi insan yang rendah;
palungan domba dan lembu Kaubuat petiduranMu.
Andaikan muka dunia berlipat ganda luasnya
dengan permata pun penuh, tetap tak layak bagiMu.
Bukanlah sutra beledu perlambang kebesaranMu.
Di atas rumput yang kering KerajaanMu tercermin.
Sekarang saya mengerti teladan yang Engaku beri:
kuasa, harta dan benda bagiMu tiada artinya.
Temanku Yesus, marilah, hatiku persiapkanlah
menjadi kediamanMu sepanjang umur hidupku!
Selalu hatiku senang, seluruh jalanku terang
dan kidung sukacita, ya Yesus, hanya bagiMu!
Muliakanlah Allah, pujilah Yang menawarkan PuteraNya!
Salam sorgawi menggema di Tahun Baru yang cerah.
KJ. 99 GITA SORGA BERGEMA

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia.”
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, T’rang ajaib!
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”
Yang di sorga disembah Kristus, Raja yang baka,
lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;
dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”
Raja Damai yang besar, Suraya Hidup yang benar,
menyembuhkan dunia di naungan sayapNya,
tak memandang diriNya, bahkan maut dit’rimaNya,
lahir untuk memberi hidup gres abadi!
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”
KJ. 100 MULIAKANLAH

Muliakanlah, muliakanlah Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!
Damai sejaht’ra turun ke bumi bagi orang pengasihanNya.
Muliakanlah Tuhan Allah! Damai sejaht’ra turun ke bumi bagi orang,
Bagi orang pengasihanNya, bagi orang pengasihanNya.
Muliakanlah, muiakanlah Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!
Damai sejaht’ra turun ke bumi bagi orang pengasihanNya.
Amin, amin, amin.

Kj. 101 - 200
KJ. 101 ALAM RAYA BERKUMANDANG

Alam raya berkumandang oleh kebanggaan mulia;
dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema:
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
Hai gembala, kar’na apa sambutan ini menggegar?
Bagi Maharaja siapa sorak sorgawi terdengar?
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
Sudah lahir Jurus’lamat itu informasi lagunya.
Puji dan syukur dan hormat dipersembahkan padaNya.
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
Ikutilah, hai gembala, nyanyian sorga yang merdu;
mainkan suling dan rebana dan bersyukur di hatimu!
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
Mari, kita pun kesana untuk melihat Putera.
Mari, kita persembahkan bunyi dan hati padaNya!
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
KJ. 102 DI DALAM PALUNGAN

Didalam palungan, tiada yang lain,
terbaring Yesus berbalutkan kain.
BintangNya dilangit mangkilap terang
Dan Yesus tertidur lelap dan tenang.
Ternak bersuara membangunkanNya,
Tetapi Sang Bayi tiada resah.
Ya Yesus, kini hatiku tent’ram,
Engkaulah Temanku di malam kelam.
Ya Yesus, Tuhanku, dengar doaku:
tetaplah sertaku dengan kasihMu.
Semua anakMu berilah berkat
Dan hidup sertaMu di sorga kelak.
KJ. 103 DENGARLAH KIDUNG

Dengarlah kidung di malam sepi, “Nina bobo, tidurlah!”
Wajah Maria cerah berseri: Bayi yang kudus dibuainya.
Juga di padang gema terdengar, “Hai gembala, bangunlah!
T’rimalah kabar gembira besar: Lahir Sang Raja Sejahtera!”
Senandung indah mengalun mesra, “Nina bobo, tidurlah!”
Suara malaikat menyambut serta, “Damai di bumi, Haleluya!”
Mari, teruskanlah kidung megah, “Puji Allah yang kudus!”
Seluruh alam kelak menyembah Putra ilahi, Sang Penebus.
KJ. 104 HAI DENGAR TEMBANG MALAIKAT

Hai, dengar tembang malaikat bergema di Efrata:
“Bagi Allah kemuliaan ditakhtaNya yang megah!”
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Yang sedia mendapatkan Yesus Kristus, Penebus!
Yesus tiba dalam dunia bagai anak yang kecil,
tapi sungguh, Anak itu adalahh Imanuel!
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Yang sedia mendapatkan Yesus Kristus, Penebus!
PeraduanNya palungan, bahkan salib takhtaNya;
Yesus rela menderita biar kita s’lamatlah.
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Yang sedia mendapatkan Yesus Kristus, Penebus!
Di palungan dan salibNya kita sujud menyembah
dan percaya bahwa Dia Jurus’lamat dunia.
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Yang sedia mendapatkan Yesus Kristus, Penebus!
KJ. 105 YA ANAK KECIL

Ya Anak kecil, ya Anak lembut, Engkau diutus BapaMu dan dari sorga
Mulia Kau jadi hamba terendah, Ya Anak kecil, ya Anak lembut.
Ya Anak kecil, ya Anak lembut, segala dosa Kautebus;
Kauhantar kami, umatMu, ke haribaan BapaMu,
Ya Anak kecil, ya Anak lembut.
Ya Anak kecil, ya Anak lembut, Kau turun dari takhtaMu;
Engkau beri senang pengganti sedih dunia,
Ya Anak kecil, ya Anak lembut.
Ya Anak kecil, ya Anak lembut, Kau gambaran kasih BapaMu;
nurani kami bakarlah dengan kasihMu s’lamanya,
ya Anak kecil, ya Anak lembut.
Ya Anak kecil, ya Anak lembut, padaMu kami berteut,
sejiwa-raga milikMu dan pasrah diri padaMu,
ya Anak kecil, ya Anak lembut.
KJ. 106 BERNYANYILAH MERDU

Bernyanyilah merdu, lambungkanlah syukur!
Jurus’lamat dunia dan Surya hidupmu
terbaring di palungan di malam yang kudus:
Yesus, Penebus, Yesus, Penebus.
O Bayi yang lemah, hatiku hiburlah;
b’rikanlah berkatMu, curahkan kurnia
dan bimbinglah jalanku di dalam dunia,
Raja mulia, Raja mulia.
PadaMu yang lembut ‘ku tiba bertelut.
Kau menanggung dosa seluruh umatMu
Dan kauberi sentosa mengganti kemelut.
‘Ku sembah sujud, ‘ku sembah sujud.
Di sorga bergema nyanyian Gloria:
segenap malaikat memuji Tuhannya.
Sejahtera dan s’lamat mengisi dunia
S’lamanya, s’lamanya.
KJ. 107 TERBITLAH DALAM KEGELAPAN

Terbitlah dalam kegelapan Terang yang mahamulia!
Hai bangsa-bangsa, mari datang, gotong royong menyembah!
Duka nestapa akan hilang, kuasa dosa menyerah.
Berlalu malam kematian dan fajar hidup merekah.
Engkau membawa sukacita, ya Tuhan, oleh kuasaMu.
Pekik menang gegap gempita: Kau mengalahkan seteru!
Tongkat penindas sudah patah dan tamat pembudakannya;
Terbakar habislah senjata dan bumi bersejahtera.
Seorang anak sudah lahir menghibur isi dunia;
KerajaanNya tak berakhir dan mahaagung namaNya:
“Sang Penasihat yang Ajaib, Allah Perkasa Mulia,
dan Bapa yang Kekal Abadi, Sang Raja Damai s’lamanya!”
Ya Raja Damai Mahamulia, beri sejahtera penuh,
supaya bangsa-bangsa dunia bersujud di hadapanMu.
Allah sendiri melaksanakan rencana keadilanNya
Dan takhta Daud diteguhkan kekal selama-lamanya!
KJ. 108 TAKHTA MULIA DI TEMPAT BAKA

Takhta mulia ditempat Kautinggalkan, ya Tuhanku.
Tapi tiadalah daerah yang lega menjelang kehadiranMu.
Hatiku, ya Tuhan Yesus, jadikanlah rumahMu.
Langit bergetar, kidung terdengar menyebut kebesaranMu.
Tapi adakah yang lebih rendah daripada palunganMu.
Hatiku, ya Tuhan Yesus, jadikanlah rumahMu.
Oleh FirmanMu yang kekal teguh Kaubebaskan manusia.
Tapi hanyalah siksa dan cerca Kauterima di dunia.
SalibMu, ya Tuhan Yesus, daerah perlindunganku.
Gita menggegap, bila Kau kelak tiba lagi, ya Tuhanku.
SandaMu benar akan terdengar, “Kuberi daerah bagimu.”
Bersuka besar hatiku, ya Tuhan, menyambutMu.
KJ. 109 HAI MARI, BERHIMPUN

Hai mari, berhimpun dan bersukaria!
Hai mari semua ke Betlehem!
Lihat yang lahir, Raja Balasorga!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia,
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Terang yang ilahi, Allah yang sejati,
t’lah turun menjadi manusia.
Allah sendiri dalam rupa insan!
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Gembala dipanggil dari padang raya
menuju palunganNya yang rendah.
Kita pun turut bergegas ke sana!
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Melihat bintangNya, tiba orang Majus
menghantar emas, kemenyan dan mur.
Marilah kita persembahkan hati.
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Cahaya awet dari Allah Bapa
kentara berwujud di dunia:
Anak ilahi berbalutkan lampin.
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Demi kita ini Ia sudah lahir.
Peluk Dia dalam kepercayaan teguh:
Cinta kasihNya patut kita balas
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Hai para malaikat, angkatlah suaramu,
biduan sorgawi, bernyanyilah!
Muliakanlah Allah, Bapa dalam sorga!
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Ya Tuhan yang lahir pada hari ini,
ya Yesus, terpujilah namaMu!
Firman awet yang menjadi daging!
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
KJ. 110 DI BETLEHEM T’LAH LAHIR SEORANG PUTRA

Di Betlehem t’lah lahir seorang Putera.
Semoga ‘ku menjadi awet milikNya,
Sungguh, sungguh, awet milikNya.
Hatiku kubenamkan di dalam kasihNya;
padaNya kuserahkan diriku s’lamanya,
sungguh, sungguh, diriku s’lamanya.
Ya Yesus, Kau kucinta sepanjang hidupku;
bagiku makin indah cahaya kasihMu,
sungguh, sungguh, cahaya kasihMu
Tandanya kuaminkan jaminan janjiMu:
padaMu kutitipkan seluruh hatiku,
sungguh, sungguh, seluruh hatiku.
KJ. 111 DI PALUNGAN DIBARINGKAN

Di palungan dibaringkan Putra Allah yang kudus;
tidurNya di sangkar hewan, sangkar domba dan lembu.
Berbahagia gembala mendengar beritanya,
Segera pergi ke sana dan padaNya menyembah.
Berbahagia semua yang mendapat kabarnya,
apalagi yang menyambut Dia dalam hatinya.
Anak suci, Jurus’lamat, sangkar binatang rumahMu,
Sudilah, ya Yesus turun juga dalam hatiku.
Hatiku Engkau dapati bagai sangkar tak bersih;
maukah Tuhan mendiami hati hina dan keji?
Tuhan Yesus, mari masuk, buat Natal bagiku,
Hatiku jadikan sorga oleh kehadiranMu.
Dan kepada tiap orang yang hatinya membeku,
kar’na tidak menghayati arti kelairanMu,
b’rilah, Tuhan, dari sorga sukacita yang kudus,
biar ikut merayakan Hari Lahir Penebus!
KJ. 112 ANAK MARIA DALAM PALUNGAN

Anak Maria dalam palungan, miskin dan hina, namun besar,
rela sengsara bagi manusia; dihapuskanNya dosa cemar.
HidupNya suci waktu di dunia, hatiNya murni dan merendah;
kini mulia Penebus kita: musuhNya tunduk selamanya.
Sabda nubuat: Ia Mesias; para malaikat memujiNya:
layaklah Ia dimuliakan; kita milikNya, bahagia.
KJ. 113 DALAM KOTA RAJA DAUD

Dalam kota raja Daud ada sangkar yang rendah.
Di palungan dibaringkan Bayi mungil yang lemah.
Yesus Kristus namaNya dan Maria bundaNya
Ia turun dari sorga, Tuhan alam semesta.
Dan palungan dalam sangkar daerah tidur bagiNya.
Ia hidup beserta orang hina dan rendah.
Waktu Ia kanak-kanak, Ia patuh dan benar;
menghormati orang renta Ia tumbuh dan besar.
Anak-anak, marilah mengikuti contohNya!
Tak berbeda dari kita, dari saya dan engkau,
tawa riang dan tangisan semuanya Ia tahu.
Suka sedih dunia dirasakan olehNya.
Nanti kita pun melihat Anak ini yang lemah
jadi Jurus’lamat kita, Raja sorga mulia.
Kita pun dipimpinNya masuk sorga s’lamanya.
Bukan dalam sangkar hina kita lihat kuasaNYa,
tapi k’lak di dalam sorga dengan Allah, BapaNya.
Nanti kita menyembah di keliling takhtaNya.
KJ. 114 MARI, LIHATLAH SEMUA

Mari, lihatlah semua tanda kasih Allahmu;
lihatlah harapan dunia dalam Bayi yang kudus!
Firman, namun tanpa kata, Tuan, namun tanpa hak,
Raja, namun tanpa takhta, Nur di malam yang gelap.
Lihat Dia, Yang Mulia, tidak diberi tempat.
Lihat Dia dalam lampin, bersahaja dan lemah
Yang menunggang sayap angin dan di sorga disembah.
Lihat Bayi ditidurkan, tidak sadar harkatNya,
Yang di sorga diluhurkan: Hikmat Allah yang baka!
Lihat Tuhan di palungan: Yang memangku semesta.
Bayi Yesus, ya Tuhanku dalam rupa yang lemah,
b’rilah daku itikadMu, b’rilah hati yang rendah.
Buat saya asuhanMu, suci oleh kurbanMu,
Bebas oleh tanggunganMu, Buat saya jadi baru,
Hidup oleh matiMu!
KJ. 115 BERLUTUT DI PALUNGANMU

Berlutut di palunganMu, ya Yesus, Sumber Hidup,
kubawa persembahanku yang memang hak milikMu:
hatiku, roh dan jiwaku, seluruh isi hidupku, padaMu berkenanlah!
Dahulu dari lahirku, Kau Yesus, sudah lahir;
dan ‘ku terpilih olehMu, meski belum ‘ku jadi;
Kau sudah mengasihiku dan Kaurelakan diriMu
Supaya kumiliki.
Di malam maut yang kelam, ya Yesus, Kau Suryaku:
Kaubawa hidup dan terang dan hening kepadaku.
O Surya kasih yang besar, Pemancar kepercayaan yang benar,
CahyaMu sungguh indah!
Dengan memandang wajahMu yang suci tak bernoda
tak kunjung puas mataku; padaMu ‘ku berdoa.
Andaikan lubuk hatiku seluas laut, Tuhanku,
Hendak kurangkum Dikau!
Setiap kali hatiku berduka tak terhibur,
sabdaMu: “Aku Kawanmu, bebanmu Aku pikul.
Mengapa tersedu-sedan? Kubuat jalanmu terang:
Dosamu Kuampuni!”
Palungan in bagiMu terlampau sederhana
dan rumput ganjal tidurMu tak pantas bagi Raja.
Yang layak bagi Tuhanku: istana, sutra, beledu,
Ayunan mas kencana.
Tetapi nikmat dunia, ya Tuhan, tak Kaucari.
Kau tiba miskin dan lemah, sengsara Kauhadapi;
Engkau memikul salibMu demi keselamatanku;
Terima kasih, Tuhan!
Yang saya mohon padaMu, ya Yesus, hanya satu:
berdiamlah di hatiku kini dan selalu.
Jadikanlah nuraniku palunganMu dan takhtaMu;
Limpahkan sukacita!
KJ. 116 YANG DIPUJI KAUM GEMBALA

Yang dipuji kaum gembala dan disambut malak Allah.
Yakni Raja Kemuliaan juga lahir bagimu.
Orang Majus juga tiba dan membawa persembahan
bagi Raja Kemuliaan: mur, mas dan kemenyan.
Marilah bersukaria ikut malak dan Maria;
bagi Raja yang mulia angkat lagu yang merdu.
Kristus Raja, Allah kita yang menjadi manusia,
puji, hormat dan syukur.
KJ. 117 HAI ANAK SEMUA

Hai anak semua, cepat marilah!
Masukilah sangkar yang amat rendah dan lihatlah
Bayii yang tidur nyenyak, tergolek dalam palungan ternak.
O, lihatlah Dia bersinar terang,
lembut bercahaya di malam kelam meski dalam lampin,
lebih mulia dibanding malaikat di sorga cerah.
Terbaringlah Ia di rumput kering;
Maria dan Yusuf tenang dan hening dan para gembala
Sujud menyembah, malaikat di atas memuliakanNya.
Sekarang pun kita hendak bertelut
di muka palungan Sang Bayi lembut; marilah semua
bernyanyi senang bersama malaikat yang putih terang.
Dan kita berdoa: ya Yesus kudus,
kesalahan kami hendak Kautebus; Kau lahir di kandang
yang hina rendah dan rela menanggung salib Golgota.
Terimalah hati yang kami beri,
dan buatlah kami pun suci bersih, supaya beroleh
sentosa penuh, bersatu awet dengan diriMu!
KJ. 118 SUNGGUH MULIA

Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang kudus.
Duka berakhir; Kristus t’lah lahir. Mari bernyanyi dengan merdu!
Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang kudus.
Damai ilahi kasatmata kembali. Mari bernyanyi dengan merdu!
Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang kudus.
Sambut semua kebanggaan sorga. Mari bernyanyi dengan merdu!
KJ. 119 HAI DUNIA, GEMBIRALAH

Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu!
Dihatimu terimalah! Bersama bersyukur,
Bersama bersyukur, Bersama sama bersyukur!
Hai dunia, elukanlah Rajamu, Penebus!
Hai bumi, laut, gunung lembah, bersoraklah terus,
Bersoraklah terus, bersorak-soraklah terus!
Janganlah dosa menetap di ladang dunia,
Sejahtera penuh berkat berlimpah s’lamanya,
Berlimpah s’lamanya, berlimpah-limpah s’lamanya.
Dialah Raja semesta, besar dan mulia.
Masyhurkanlah, hai dunia, besar anug’rahNya,
Besar anug’rahNya, besar besar anug’rahNya.
KJ. 120 HAI, SIARKAN DI GUNUNG

Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua,
hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!
Di waktu kaum gembala menjaga dombanya,
Terpancar dari langit cahaya mulia.
Gembala sangat takut letika mendengar
nyanyian bala sorga gempita menggegar.
Terbaring di palungan yang hina dan rendah,
Sang Bayi memberikan selamat dunia.
KJ. 121 DUNIA KEDINGINAN

Dunia kedinginan, kaku membeku:
hening yang sejati tiada bertemu.
Wabah kekerasan, siksa tirani
Sampai masa kini tidak berhenti.
Tapi Firman Allah tak terbelenggu:
Kasih mencairkan hati yang beku.
Dalam dunia cuek sangkar cukuplah
Untuk mengenali Khalik semesta.
Segenap malaikat memuliakanNya
dan gembala miskin sujud menyembah;
Yusuf dan Maria saleh bersyukur;
Pemberian Majus: mas, menyan dan mur.
Kuberikan apa, Yesus bagiMu?
Andai ‘ku gembala, kub’ri dombaku;
Andai ‘ku Majusi: mas,menyan dan mur.
Kuberikan apa? Hati bersyukur!
KJ. 122 ANAK YANG DIJANJI

Anak yang dijanji, Anak yang ditunggu,
lahir diBetlehem. NamaNya Yesus, namaNya Yesus.
Mari menyembahNya.
Imanuel, Imanuel, Allah menyertai kita.
Imanuel, Allah menyertai kita.
Raja yang perkasa, yang membawa damai,
tiba di dunia. NamaNya Yesus, namaNya Yesus.
Mari menyembahNya.
Imanuel, Imanuel, Allah menyertai kita.
Imanuel, Allah menyertai kita.
KJ. 123 S’LAMAT, S’LAMAT DATANG

S’lamat, s’lamat datang, Yesus, Tuhanku!
Jauh dari sorag tinggi kunjunganMu.
S’lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;
Damai yang Kaubawa tiada taranya, Salam, salam!
 “Kyrie eleisson”: Tuhan, tolonglah!
Semoga kidung kami tak bercela.
BundaMu Maria diberi karunia
Melahirkan Dikau kudus dan mulia.
Salam, salam!
Nyanyian malaikat nyaring bergema;
gembala mendengarnya di Efrata:
“Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!
Dalam sangkar domba kau sanggup bertemu.”
Salam, salam!
Datang orang Majus ikut bintangNya,
membawa pemberian dan menyembah.
Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur;
Pada Jurus’lamat mereka bersyukur.
Salam, salam!
KJ. 124 SIAPAKAH YANG MENERIMA

Siapakah yang mendapatkan kabar mulia sorgawi?
Bukan para jago Kitab, bukan pula para nabi,
Bukan raja Yerusalem, bukab kaisar dari Roma:
Hanyalah gembala di Betlehem.
Apakah informasi gres yang disiarkan malaikat?
Bukan kabar peperangan, bukan pengumuman iklan,
Bukan mengenai wabah, bukanlah tragedi alam:
Raja hening lahir di Betlehem.
Dan di manakah tempatnya Anak Raja dilahirkan?
Bukan di rumah sakit, diawasi bidan ahli,
Bukanlah daerah yang mewah, rumah orang pangkat tinggi,
Tapi sangkar domba di betlehem.
Lalu, sipakah di sana menunggui Bayi Yesus?
Bapak Yusuf, ‘bu Maria yang merawat dan menjaga,
Biri-biri ikut juga dan gembala sederhana.
Bayi tidur kondusif di Betlehem.
KJ. 125 LAHIR KRISTUS DI DUNIA

Lahir Kristus di dunia! Bunyi-bunyian menyambut Dia.
Lahir Kristus di dunia! Puji Tuhan, Haleluya!
Janji lama telah genap, sabda nabi pada masa lampau;
Janji lamatelah genap: Zaman gres cerah tetap!
Lahir Kristus di dunia! Bunyi-bunyian menyambut Dia.
Lahir Kristus di dunia! Puji Tuhan, Haleluya!
Tercermin pada wajahNya kasih karunia yang ilahi;
tercermin pada wajahNya kemuliaan BapaNya.
Lahir Kristus di dunia! Bunyi-bunyian menyambut Dia.
Lahir Kristus di dunia! Puji Tuhan, Haleluya!
Kandang domba istanaNya: bahkan takhtaNya palungan hewan;
sangkar domba istanaNya: Ia pilih daerah yang rendah!
Lahir Kristus di dunia! Bunyi-bunyian menyambut Dia.
Lahir Kristus di dunia! Puji Tuhan, Haleluya!
Yesus, Anak lemah lembut, Raja segala daerah dan zaman;
Yesus, Anak lemah lembut, Dikau kami sembah sujud.
KJ. 126 TIAP TAHUN KEMBALI

Tiap tahun kembali kabar bergema
bahwa Yesus lahir dalam dunia.
Tiap-tiap rumah dimasukiNya
dan di jalan juga Ia beserta.
Ia mendampingi orang yang lemah;
kita diiringi oleh kasihNya.
KJ. 127 KANDANG DOMBA ITU RUMAHNYA

Kandang domba itu rumahNya, palungan binatang petiduranNya;
lahir dari Bunda Maria Pangeran Mahamulia.
Aku pun hendak ke Betlehem, supaya ‘ku melihatNya di tempat
yang hina dan rendah, Pangeran Mahamulia.
Bintang indah, hai tunjukkanlah di mana Yesus dan palunganNya.
Hai gembala, bangun segera menengok Jurus’lamatmu.
Aku pun hendak ke Betlehem, supaya ‘ku melihatNya di tempat
yang hina dan rendah, Pangeran Mahamulia.
Hai malaikat, pujilah terus kemuliaan Allah yang kudus.
Bayi itulah Sang Penebus dan Jurus’lamat dunia.
Aku pun hendak ke Betlehem, supaya ‘ku melihatNya di tempat
yang hina dan rendah, Pangeran Mahamulia.
Aku kaya oleh miskinMu, selamat oleh hidup suciMu,
‘ku dibasuh ooleh darahMu, senang oleh salibMu.
Aku pun hendak ke Betlehem, supaya ‘ku melihatNya di tempat
yang hina dan rendah, Pangeran Mahamulia.
KJ. 128 SEKARANG TUHANKU

Sekarang, Tuhanku, biarlah hambaMu pergi
dengan sejaht’ra berdasarkan firmanMu;
Kurnia s’lamatMu telah kulihat nyata.
Kurnia itulah TerangMu yang baka
bagi segala bangsa; pun Israel
TerangMu yang kekal menjadi kemuliaan.
KJ. 129 DARI TIMUR, JAUH BENAR

Dari Timur, jauh benar, kami cari Raja besar.
Lewat gurun, naik turun, dituntun binatangNya.
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!
Lahir Raja hening baka. Mas kubawa kepadaNya,
kar’na Ia, memerintah, hingga selamanya.
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!
Aku bawa dupa menyan, lambang doa yang beriman.
Ya Tuhanku, pujianku kiranya berkenan.
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!
Damar pahit yang kuberi, lambang dukacita pedih
dan sengsara tak bertara dan kubur yang sepi.
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!
Agunglah kebangkitanNya, Raja, Tuhan, Kurban esa.
Haleluya, Haleluya! Pujilah bergema!
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!
KJ. 130 DATANG ORANG ASING

Datang orang asing bawa masing-masing dari neg’rinya
mas, menyan dan mira, mahal tak terkira, untuk Rajanya.
Datang dari jauh dengan niat mau lihat Rajanya,
menghormati Dia, Anak Manusia, ingin menyembah.
Sanalah berbaring dalam kain lampin Jurus’lamatnya.
Masuklah mereka girang dan bersuka, kemudian menyembah.
KJ. 131 HAI BINTANG BETLEHEM

Hai bintang Betlehem, pimpinlah t’rus kami pun
ke daerah Bayi kudus! Sang putra yang hendak kami sembah,
hai bintang Betlehem, tunjukkanlah!
Hai bintang Betlehem, kau tak sesat;
arah tujuanmu sungguh tepat! Rumah jelata yang hina rendah,
hai bintang Betlehem, sinarilah!
Hai bintang Betlehem, kami seg’ra masuk
dengan syukur dan menyembah. Apa selayaknya kami beri,
hai bintang Betlehem? Hati jernih!
Hai bintang Betlehem, pimpin tetap
kami di dunia dalam gelap. Tunjukkan kami pun tujuanmu,
hai bintang Betlehem : Damai penuh!
KJ. 132 LAHIR PUTRA MULIA

Lahir Putra mulia, Raja bala sorga; Tuhan dalam
dunia kena sengsara juga, kena sengsara juga.
Sorga ditinggalkanNya, walau Ia Tuhan;
sangkar domba rumahNya dan ranjangNya palungan,
dan ranjangNya palungan.
Sang Herodes menggeram kar’na iri hati,
menggeledah Betlehem, dan banyak anak mati,
dan banyak anak mati.
Lahir dari Maria Putera Ilahi
yang menuntun umatNya ke hening yang abadi,
ke hening yang abadi.
Mari kita bersyukur nyanyilah semua,
kumandangkanlah mazmur memuji nama Tuhan,
memuji nama Tuhan.
KJ. 133 HAI BINTANG TIMUR

Hai bintang Timur, terbitalh kembali dalam semarak
cahaya terang, sama dengan kau pernah menyinari
orang Majusi di malam kelam.
Mari, tunjukkan daerah Yesus lahir! Sungguhkah Dia
di sangkar rendah? Bayi lembut di palungan terbaring,
langit dan bumi KerajaanNya.
Kami berlutut bersama Majusi: bagiMu, Tuhan,
Pujian syukur! T’rimalah hati yang Kaubuat suci
Bagai pengganti menyan, mas dan mur.
KJ. 134 YERUSALEM, O KOTA DAUD

Yerusalem, o kota Daud, betapa kau berubah!
Mangapakah tak lagi kau menjunjung gambaran sorga?
Majusi tiba padamu mencari Putra Damai;
Engkau gelisah terkejut, tak sadar Ia sampai.
Yerusalem, mengapakah kausangkal maksud Tuhan?
Di manakah sejahtera yang harus kauwujudkan?
Serupa dulu sang Firaun membunuh anak-anak,
Herodes pun di takhta Daud telah berbuat jahat.
O Betlehem di Efrata, daerah mesias lahir,
mestinya kau senang alasannya yaitu Rajamu hadir.
Tetapi sedih dan gentar mengganti hening itu:
Di mana-mana terdengar ratapan ibu-ibu.
O Betlehem, pusaka Daud, anakmu kaukuburkan,
tetapi di Mesir nunjauh Yang Satu diluputkan.
Serupa Musa yang kecil dijaga oleh Miryam,
Sang Bayi Yesus di Mesir tentram dengan Maria.
Yerusalem dan Betlehem, tempatmu tidak aman;
seluruh bumi, kau telah sesat sepanjang zaman.
Manusia, bertobatlah, tinggalkan kejahatan,
Sebab dengan sejahtera Mesia sudah datang!
KJ. 135 BUKAN OLEH RAJA ROMA

Bukan oleh raja Roma, bukan oleh si Herodes,
bukan oleh jago Kitab, bukan oleh si Farisi
insan dis’lamatkan, mnusia ditebus,
tapi oleh Kanak-kanak yang terbaring di palungan.
Bukan oleh yang terdidik, bukan oleh orang pandai,
bukan oleh para jago yang empunya ilmu tinggi
insan dis’lamatkan insan ditebus:
oleh Anak tukang kayu, Anak Yusuf dan Maria.
Bukan oleh orang kaya yang tempatnya di istana,
bukan oleh penguasa yang mempunyai tentara
insan dis’lamatkan, insan ditebus:
oleh Orang yang terhukum, mati pada kayu salib.
KJ. 136 SEBELUM SEMUA JADI

Sebelum semua jadi ada Firman Mulia;
Dia Alfa dan Omega, gambaran Allah BapaNya.
Dia itu Yang Pertama, pun Yang Akhir
Dialah selamanya dan abadi.
Oleh Firman diciptakan yang mengisi semesta:
langit, bumi dan samud’ra beserta penghuninya.
Oleh Dia, umtuk Dia terbentuk semuanya
selamanya dan abadi.
Ia ambil rupa insan, rupa Adam yang fana,
menderita hingga mati menebus manusia,
biar kita tak binasa, tapi hidup olehNya
selamanya dan abadi.
Ia pun telah dikandung dar pada Roh Kudus
dan perawan terberkati melahirkan penebus.
Tampak wujud Jurus’lamat di wajahNya yang kudus
selamanya dan abadi.
Puji, hai malaikat sorga, puji Raja semesta!
Penguasa duniawi, puji Allah Yang Esa!
Biarlah segala pengecap mengagungkan Tuhannya
selamanya dan abadi.
Janji pada masa lampau dalam Dia t’lah genap.
Dialah yang disyairkan di halaman Alkitab.
Sudah tiba Jurus’lamat; puji syukur menggegap
selamanya dan abadi.
Maha Hakim orang mati, Raja orang hidup pun,
Kau di takhta Allah Bapa mengalahkan lawanMu.
Unsur jahat Kauenyahkan dalam penghakimanMu
selamanya dan abadi.
Biar kami, tua-muda, umatMu, kecil-besar,
bersyukur memuji Dikau, Raja adil dan benar:
biar madah orang s’lamat silih-ganti terdengar
selamanya dan abadi.
KepadaMu , Yesus Kristus, dan kepada BapaMu
dan kepada Roh Penghibur layak diberi syukur,
puji, hormat dan kuasa dalam KerajaanMu
selamanya dan abadi.
KJ. 137 DARI TERBITNYA SURYA T’RANG

Dari terbitnya surya t’rang hingga dibarat terbenam
Sang Kristus diuliakanlah, yang dilahirkan Maria.
Maha Pencipta dunia menjadi hamba terendah
dan menebus insan dari tragedi dosanya.
T’lah lajir Sang Imanuel yang diwartakan Gabriel;
Yohanes mengelukanNya dalam kandungan bundanya.
Walaupun Raja semesta, palungan tak ditolakNya;
Yang menghidupi burung pun, kini menyusu tersenyum.
Biduan sorga mulia memuji Allah, BapaNya,
dan kaum gembala mendengar perihal Gembala yang Besar.
Orang Majusi dari jauh melihat bintang Putra Daud,
pergi memandang T’rang Baka, mempersembahkan hartanya.
Herodes, kau mengapakah cemas menyambut datangNya
yang sungguh tidak akan mau berkuasa mirip engkau?
Ratapan ibu terdengar di pembunuhan yang besar
oleh Herodes yang kejam terhadap tunas Betlehem.
Para sarjana Injil menguji Dia yang berhak
bermuki s’lama-lamanya di dalam rumah BapaNya.
Berdiri, putih cemerlang, Sang Anakdomba di Yordan:
menandakan kerelaanNya menghapus dosa dunia.
Air jadi anggur yang terbaik mukjizat kuasaNya ajaib:
yang kosong dipenuhiNya dengan berkat karunia!
KJ. 138 YESUS T’LAH DATANG

Yesus t’lah tiba memb’ri sukacita;
Alfa, Omega dan Firman kekal. Allah sejati dan Maha Pencipta
Bagaimana insan kita kenal! Sorga dan bumi, siarkan berita:
Yesus t’lah tiba memb’ri sukacita!
Yesus t’lah datang! Terputus ikatan
yang dalam dosa dan maut menjerat! Rantai diganti dengan kelepasan
dari kungkungan kuasa gelap. Habislah duka, lenyap kecemasan:
Yesus t’lah datang! Terputus ikatan!
Yesus t’lah tiba dengan berkuasa;
Ia mendobrak penjara teguh! Benteng neraka pun porak poranda,
Jalan merdeka terbuka penuh! Sudahkah kini, hai Iblis, kaurasa?
Yesus t’lah tiba dengan berkuasa!
Yesus t’lah datang, Pahlawan mulia;
puji kuasaNya, seg’nap mahlukNya! Juruselamatmu hanyalah Dia;
pintu hatimu bukakan seg’ra! Lihat, mahkotamu sudah sedia;
Yesus t’lah datang, Pahlawan mulia!
KJ. 139 T’RANG BINTANG FAJAR BERSERI

T’rang Bintang Fajar berseri, cerminan sorga memberi karunia, kebenaran.
Ya Anak Daud, Rajaku, Engkau Pengantin umatMu; hatiku Kau besarkan!
Mahamurah dan mulia, Kau sedia melimpahkan sukacita pangharapan.
Engkaulah mutiaraku, Putra mahkota BapaMu, Pangeran Mahamulia!
Kau bunga bakung hatiku; betapa harum InjilMu, lipuran yang sempurna!
Hosiana! Kau dandanan dan santapan yang sorgawi: Kau sertaku tiap hari!
Pancarkanlah di batinku cahaya sinar kasihMu, Permata yang abadi!
Ya Pokok-anggur yang benar, buatlah rantingMu segar berbuah yang sejati!
Kaulah Nyala pengasihan, kebajikan dalam hati: rindu lama Kauobati!
WajahMu mencerminkan t’rus pribadi Allah yang kudus penuh kemurahanNya.
Ya Yesus, b’rilah sabdaMu dan Roh KudusMu yang teguh sertaku selamanya!
Lihat, ingat akan daku dan Kauhapus air mataku: t’rima saya di mejaMu!
Ya Bapa mahamulia, sebelum ada dunia telah Kaupilih aku.
Di dalam Putra TunggalMu Kau mendapatkan diriku: padaNya ‘ku terpadu.
Haleluya! Hidup sorga yang tepat diberiNya: sukacita tak terhingga!
Pujianmu, hai dunia, dengan musik iringilah demi PerjamuanNya!
Muliakanlah Sang Mempelai di singgasana yang permai; bersuka, hai umatNya!
Nyanyi, tari bergiliran, bergembira puji Tuhan, Maharaja Keagungan!
Alangkah riang hatiku, alasannya yaitu ‘ku jadi milikMu, ya Alfa dan Omega!
Yang Awal dan Yang Akhir Kau dan Pohon Hidup di firdaus, Engkau harapan g’reja!
Amin, amin, Kurindukan Dikau, Tuhan; ‘ku berkata: oleh Rohmu: “Maranata!”
KJ. 140 O YESUS KRISTUS, T’RANG BAKA

O Yesus Kristus, T’rang baka, dunia gelap sinarilah;
tuntun yang susah dan lesu masuk ke sangkar dombaMu.
Yang tersesat suluhilah dengan terang anugerah;
halau godaan penyemu dengan terang cahayaMu.
Domba yang hilang carilah, sembuhkan luka hatinya
hingga padanya Kauberi hening sorgawi tak henti.
Yang tuli buatlah sembuh ‘kan mendengarkan sabdaMu;
yang bisu pun pulhkanlah ‘kan mengungkapkan imannya
Yang buta Kaucelikkanlah, yang tercerai satukanlah;
pulangkan yang menjauhiMu, yang ragu buatlah teguh.
Maka bersatu-padulah kini dan selamanya
kami memujiMu terus dalam terangMu yang kudus.
KJ. 141 YESUS, TUHAN, ENGKAULAH MESIAS

Yesus, Tuhan, Engkaulah Mesias, diurapi dengan Roh Ilahi,
Kaulah Nabi, Imam, Raja kami, Putra Allah, tepat dan Ikhlas.
Kau setara dengan Allah Bapa, Takhta sorga Kekal Kaumiliki,
rela turun ke dunia ini, Kau menjadi rendah bagai hamba.
Dala Yordan Engkau dibaptiskan menggenapkan amanat BapaMu;
hingga mati setia dan patuh bagi kami Engkau disalibkan.
Kau terima baptisan Yohanes. Agar kami selamat abadi,
terbenamlah Engkau bagi kami yang ke dalam tubuhMu dibaptis.
Dari maut Engkau dibangkitkan, mahaagung namaMu, ya Tuhan;
dalam Dikau kekal ditemukan hudup gres penuh kesucian.
KJ. 142 JURANG DI HATI LEKAS TIMBUNI

Jurang di hati lekas timbuni, gunung dosamu ratapkanlah!
Siapkanlah jalan di gurun sunyi: Allahmu tiba segera!
Suara Yohanes pun berkumandang: “Orang berdosa bertobatlah!
Kamu kubaptis di dalam Yordan, dosamu diampunilah!”
Ingatlah, Yesus telah berfirman: “Air dan Rohlah yang kau perlu,
biar kebali kau dilahirkan dan Allah menerimamu!”
Siap di tangan melati putih, suling dan tifa bunyikanlah!
Dalam pelataran orang suci sambutlah Raja mulia!
KJ. 143 LIHAT ANAKDOMBA ALLAH

Lihat Anakdomba Allah; lihatlah, lihatlah.
Yang menghapus dosa dunia, dosaku, dosamu.
Kuberi kesaksianku; dengarlah, t’rimalah!
Ia ini Anak Allah, Putera mulia.
KJ. 144a SUARA YESUS KUDENGAR

Suara Yesus kudengar, “Hai, mari yang penat,
serahkanlah kepadaKu bebanmu yang berat.”
Kepada Yesus Tuhanku, ‘ku tiba berserah;
Jiwaku yang letih lesu dinuatNya lega.
Suara Yesus kudengar, “Yang haus, datanglah,
dan air hidup Kuberi, hai mari minumlah.”
Kepada Yesus, Tuhanku, ‘ku tiba berserah;
Kudapat Air Alhayat dan hidup dalamNya.
Suara Yesus kudengar, “Akulah Sang Terang.
Lihatlah sinar wajahKu: harimu cemerlang.”
‘Ku tiba pada Tuhanku, Mentari mulia;
seluruh jalan hidupku cerah bahagia.
KJ. 144b SUARA YESUS KUDENGAR

Suara Yesus kudengar, “Hai, mari yang penat,
serahkanlah kepadaKu bebanmu yang berat.”
Kepada Yesus Tuhanku, ‘ku tiba berserah;
KJ. 145 MARI TUTURKAN KEMBALI

Mari tuturkan kembali kisah yang indah benar,
berita berharga sekali, Yesus pendekar besar.
Bahwa di malam lahirNya malak menyanyi merdu:
“Hormat dib’ri bagi Allah; dunia beroleh restu.”
Mari tuturkan kembali kisah yang indah benar,
Waktu berharga sekali, Yesus Pahlawan besar.
Waktu Almasih puasa di padang tandus gersang,
untuk dosaku digoda, tap akhirnya menang.
Mari tuturkan derita dan sengsaraNya pedih;
Untuk insan yang hina Ia disiksa perih.
Tuhan dipaku di salib, tubuh memar didera,
matiNya nista danaib, kemudian dikubur seg’ra.
Warta gembira sekali: “Kubur tak sanggup menang;
Tuhan t’lah hidup kembali!” Kita beroleh senang.
KJ. 146a HAI KAMU SEKALIAN YANG BERDAHAGA

Hai kau sekalian yang berdahaga, hai tiba kemari dan minumlah air;
dan biar padamu wang perak tiada, silakan, belilah kuliner ajaib:
air anggur, air susu, tak usah kaubayar. Telah tersedia Perjamuan Raya!
KJ. 146b HAI KAMU SEKALIAN YANG BERDAHAGA

Hai kau sekalian yang berdahaga, hai tiba kemari dan minumlah air;
dan biar padamu wang perak tiada, silakan, belilah kuliner ajaib:
air anggur, air susu, tak usah kaubayar. Telah tersedia Perjamuan Raya!
Mengapa upahmu dan hasil jerihmu kaubuang terus untuk barang fana?
Dengarkanlah Aku, besarkan hatimu: di sini kau sanggup santapan baka.
Kecaplah dan lihatlah seraya dijamu, betapa besar kebajikan Tuhanmu!
Pasanglah indera pendengaran dandatang padaKu, hai kau sekalian yang berlelah;
tanggalkan bebanmu, sehingga jiwamu menjadi tenang dan hatimu lega.
Yang lapar dan haus merindukan Daku, Kusambut di Meja Perjanjian Baru!
KJ. 147 PETUGAS DI PABEAN

Petugas di pabean, si Lewi namanya,
dipanggil oleh Tuhan, t’rus bangun ikut p’rintahNya.
Sesudah Lewi tobat; syukur diucapnya
dan Yesus serat sobat diundang ke jamuannya.
Farisi jadi bingung; katanya, “tak benar:
mengapa makan-minum bersam orang yang cemar?”
Bersabda Tuhan Yesus, “Ku masuk dunia
supaya Kubebaskan mereka yang penuh cela.”
KJ. 148 TATKALA HARI PUN SENJA

Tatkala hati pun senja, yang sakit tiba kepadaMu,
dirundung sedih dan keluh; pulang denga sejahtera.
Senja kini ini pun, terkumpul kami yang penat;
dalam kepercayaan Engkau dekat, walau tak kasatmata wujudMu.
O Tuhan Jesus, tolonglah yang sakit maupun yang sedih;
ada yang kandas dan sepi, ada yang hilang kasihnya.
Yang satu budak dunia, yang lain kurang beriman;
ada yang hampir tenggelam: hanya Engkau Penolongnya.
Yang anggap dunia semu, tetap mengharap yang fana;
yang ditinggalkan kawannnya, belum mencari kasihMu.
Berdosalah semuanya tiada yang tent’ram penuh,
bahkan yang palin saleh pun justru merasa bercela.
O Yesus, juga kau telah menanggung siksa dan keluh;
oleh tindakan kasihMu tubuh dan roh obatilah!
KJ. 149 SANG MAHA TABIB T’LAH DEKAT

Sang Maha Tabib t’lah dekat, ya itu Tuhan Yesus.
Wahai yang sakit dan penat, dengarlah bunyi Yesus!
Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka,
Yang terindah s’lamanya nama Tuhan Yesus.
DiampuniNya dosamu; dengarlah bunyi Yesus.
Menuju sorga jalanmu bersama Tuhan Yesus.
Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka,
Yang terindah s’lamanya nama Tuhan Yesus.
Segala pui bagiNya, telah ‘ku ikut Yesus.
OlehNya saya s’lamatlah; kucinta Tuhan Yesus.
Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka,
Yang terindah s’lamanya nama Tuhan Yesus.
Di kancah dosa dan gentar harapku hanya Yesus.
Senang hatiku mendengar mujizat nama Yesus.
Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka,
Yang terindah s’lamanya nama Tuhan Yesus.
KJ. 150 TIAP HARI BERGEMBIRA

Tiap hari bergembira ‘ku membaca Alkitab:
Jurus’lamat yang setia jadi Kawanku tetap!
Anak-anak diberkati dan dirangkul olehNya;
Kerajaan yang sorgawi kasatmata dalam dunia.
Orang sakit disembuhkan orang miskin pun lega,
disebut saudara Tuhan kar’na kasih sayangNya.
Bahkan orang yang berdosa diterima Tuhanku,
dan mereka yang bertobat diampuniNya penuh.
Tuhan Yesuslah Gembala yang menuntun dombaNya
masuk Kerajaan Allah yang penuh karunia.
Ku mambaca tiap hari dalam Kitab yang kudus
dan semakin kusadari pengasihan Penebus.
KJ. 151 ADA SEORANG GEMBALA

Ada seorang gembala punya seratus domba
yang sungguh-sungguh disayangi damn tiap kali dihitung,
satu demi satu berurut hingga seratus kali.
Pada suatu ketika hilanglah satu domba:
Ia sedih serta menangis. Domba dihitung kembali,
Satu demi satu berurut: Kuranglah satu lagi!
Domba yang hilang dicari, lainnya ditinggal menanti:
akhirnya ditemukan lagi. Giranglah ia mengitung,
satu demi satu berurut hingga seratus kali!
Bapa yang ada di sorga, Ia Gembala juga
bagi semua manusia. Kita pun sangat dicinta,
satu demi satu dihitung satupun jangan hilang!
KJ. 152 YESUS KATAKAN, “AKULAH”

Yesus katakan, “Akulah Jalan, Kebenaran, Hidup
awet dan kekal, Pohon kes’lamatan.”
Akulah Jalan yang esa, yang menuju Bapa,
Kub’ri hidupKu di salib menebus dunia.
Yesus, kusambut sabdaMu; t’rimalah pujian
dan doa stukur dariku bagai persembahan.
KJ. 153 DENGARLAH KATA YESUS

Dengarlah kata Yesus, “Akulah Roti hidup.
Barangsiapa tiba kepadaKu tidak akan lapar lagi.”
Dengarlah kata Yesus, “Kuberikan air hidup.
Barang-siapa tiba kepadaKu tidak akan haus lagi.”
KJ. 154 BIARLAH SEMUA ANAK

Biarlah semua anak tiba kepadaKu;
yang kecil pun boleh ikut, janganlah diganggu!
Pintu kerajaanKu sungguh saya buka,
Agar justru yang kecil sanggup masuk juga.
Biarlah semua orang tiba kepadaKu;
yang besar pun boleh ikut, jangan ragu-ragu!
Asal hatinya rendah bagai anak jua,
Untuk yang sampaumur pun pintuKu terbuka.
KJ. 155 YERUSALEM, PUSAKA DAUD

Yerusalem, pusaka Daud, betapa kau berubah!
Mengapakahb tak lagi kau menjunjung gambaran sorga?
Mesias tiba padamu mencari kebajikan,
Wajahmu cuek membeku dan Dia Kausalibkan.
Yerusalem, mengapakah kausangkal maksud Tuhan?
Dimanakah sejahtera yang harus kauwujudkan?
Di zaman dulu sang Firaun telah berbuat jahat,
Tak ubah kini punengkau membunuh Jurus’lamat.
Yerusalem, o bundaku, nabi-nabi kaubunuh,
dan yang diutus padamu engkau lempari batu.
Merindu Yesus, Putra Daud, mengumpulkan anakmu;
Engkau ternyata tidak mau, alasannya yaitu terlalu angkuh.
Yerusalem, Yerusalem, Rajamu sudah datang!
Seorang Anak Betlehem empunya Kerajaan.
TakhtaNya suci dan teguh, damaiNya tak berlalu
Dan Ia menjadikanmu Yerusalem yang baru.
KJ. 156 KITA, ANAK ADAM

Kita, anak Adam, insan bercela, lahir dalam dosa dan akibatnya,
kita kehilangan senang firdausdan menjadi takluk pada kuasa maut.
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!
Walau berusaha hingga berlelah, tidaklah menolong kita yang lemah,
hanya Tuhan Allah yang Mahakurnia, yang dalam kasihNya mengutus PutraNya.
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!
Andaikata Kristus tidak berubah menjadi dala rupa hamba, masuk dunia,
jikalau bukan Dia menjadi Penebus, maka kita insan binasalah terus.
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!
Sungguh, kasih Allah sangatlah besar, kasatmata bagi kita yang t’lah mendengar
bahwa PuteraNya di salib Golgota menghapuskan dosa seluruh dunia.
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!
KepadaMu, Kristus, puji s’lamanya: kau telah disalib bagi dunia,
Kau kekal bertakhta bersama BapaMu; t’rima kami ini di KerajaanMu!
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!
KJ. 157 INSAN, TANGISI DOSAMU

Insan, tangisi dosamu! Ingatlah, Kristus menempuh jalan
penuh sengsara dan bagai hamba terendah Ia kosongkan diriNya
menjadi Perantara. Yang mati dihidupkanNya, yang sakit disembuhkanNya,
yang hilang Ia cari, berkurban diri akhirnya, memikul dosa dunia diatas kayu salib.
Syukur, kebanggaan dan sembah kepada Dia angkatlah yang mati bagi kita.
Ikutlah Dia yang menang, pikullah salib dan beban dengan bersukacita!
KasihNya perkenankanlah dan dalam kuasa namaNya kalahkanlah yang jahat.
Ingat darahNya yang kudus, yang bagi Allah, Bapamu, berharga tinggi amat!
KJ. 158 ‘KU INGIN MENGHAYATI

‘Ku ingin menghayati sengsara Tuhanku.
Semoga kudapati, ya Yesus, rahmatMu!
Beban kesalahanku membuatku lelah;
Berilah hidup baru, ya Yesus, tolonglah!
O ingat akan daku yang hilang tersesat;
bertimbunlah dosaku yang menekan berat.
JalanMu kulalaikan, hidupku bercela;
Engkau penuh kebaikan, ya Yesus, tolonglah!
Waktu yang Kauberikan terbuang olehku;
tidak kuperhatikan hikmah sabdaMu.
Jiwaku menderita dan berkeluh-kesah;
O Sumber sukacita, ya Yesus, tolonglah!
Kiranya kausembuhkan hatiku yang sedih,
sudilah menghapuskan dosaku yang keji.
‘Ku rindu akan hidup yang suci mulia;
hantikanlah tangisku, ya Yesus, tolonglah!
KJ. 159 YESUS, MESIAS ISRAEL

Yesus, Mesias Israel, Yesus, Engkau Imanuel;
Yesus, Harapan dunia, Juruselamat Dikaulah!
Biarlah kami mengerti bahwa telah Engkau beri
hening sentosa yang penuh hanyalah oleh kurbanMu.
Petrus mengaku segera: “kaulah Mesias mulia!”
tapi menolak ujarMu bahwa sengsara Kautempuh.
Memang di mata dunia kurban di salib tercela,
namun kurbanMu, Penebus, hikmat Ilahi yang kudus.
Ajari kami kasihMu, juga memikul salibMu,
rela bersaksi tak segan bahwa Engkaulah yang menang!
Biar semua mengerti hening kekal yang Kauberi:
Kau Jurus’lamat dunia; Yesus, Kau Raja semesta.
KJ. 160 SANG ANAKDOMBA YANG KUDUS

Sang Anakdomba yang kudus memikul dosa dunia,
rela dan sabar menebus hutang besar manusia.
Lihatlah Dia menempuh jalan sengsara dan keluh,
Menurut dan setia. Ia dihina, disesah, mati di salib Golgota,
Berkata: “Ku sedia.”
Dialah Jurus’lamatku, Kawan yang tak bertara,
Pembawa hening yang penuh, disuruh Allah Bapa:
“Pergilah Kau, hai anakKu, terimalah di pundakMu
akhir dosa dunia; bebaskanlah insan dari eksekusi dan cela:
Engkaulah Penebusnya.”
“Ya Bapa, Aku HambaMu, yang Kau pesan Kutanggung;
sabdaMu niat hatiKu dan maksudMu Kusanjung.”
O kuasa kasih tak terp’ri Yang Mahakuasa memberi
PutraNya yang tercinta! Kasih Ilahi yang kudus,
Ke dalam maut kau tembus: kuasamu tak terhingga!
Sepanjang umur hidupku kuingat Dikau, Tuhan;
ya Yesus, di rangkulanMu hatiku Kausembuhkan.
Dalam gelap Engkau Terang, di malam sedih Kau Teman
Yang menabahkan hati. Inilah yang menghiburku,
Bahwa ‘ku jadi milikMu baik hidup maupun mati.
Kau, Anakdomba yang lembut, kupuji siang-malam
dan diriku dengan syukur padaMu kuserahkan.
Biarlah daya hidupku melimpah-ruah bagiMu
Mengungkap t’rimakasih, hingga pahala karyaMu
Yang Kauperoleh bagiku kuingat tiap hari.
Hendak kuminum cawanMu dalam KerajaanMu;
darahMu kemegahanku dan pembersih jubahku.
Mahkota hidup yang abadi akan kupakai menyembah
menghadap takhta Bapa. Kaulah kekal Pengantinku:
tak bercela di sisiMu ‘ku masuk rumah Allah.
KJ. 161 SEGALA KEMULIAAN

Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun bunyi bawah umur memuji Dikau t’rus.
“Hosana, Raja kami! Hosana, Anak Daud!
Utusan Tuhan Allah, mubarakah Engkau!”
Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun bunyi bawah umur memuji Dikau t’rus.
Malaikat dalam sorga memuji namaMu;
Segala yang tercipta menyambut kuasaMu.
Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun bunyi bawah umur memuji Dikau t’rus.
Kaum Israel dahulu menghias jalanMu;
Pun kami mengelukan namaMu yang kudus.
Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun bunyi bawah umur memuji Dikau t’rus.
Seb’lum Engkau sengsara, puian bergema;
Sekarang kami puji Kau dalam t’rang baka.
Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun bunyi bawah umur memuji Dikau t’rus.
Dahulu dan kini Engkau terpujilah,
Ya Raja Mahamurah, Pemb’ri anugerah.
KJ. 162 HOSIANA! PUTRA DAUD

Hosiana! Putra Daud memasuki kota Sion.
Siap-siaplah engkau, atur takhta bagi Dia!
Ranting palma taburlah, buka jalan bagiNya!
Hosiana! Marilah kami sonsong Kau yang datang.
Hati kami siaplah untuk kami persembahkan
Dan umatMu berseru: “S’lamat tiba padaMu!”
Hosiana! Datanglah! Raja dan Pahlawan damai;
karyaMu seluruhnya itu kemenangan kami.
Oleh kuasa tanganMu KerajaanMu teguh.
Hosiana! Lihatlah kami umat yang Kaupilih.
KepadaMu sajalah kami menyerahkan diri,
Tunduk, patuh dan teguh melaksanakan p’rintahMu.
Hosiana! Tolonglah kami tanpa pamrih
kepadaMu berserah beribadah yang sejati.
Yang tak patut dan teguh, ia bukan muridMu.
Hosiana bergema, terdengar dimana-mana.
Putra Daud, penuh berkat, jangan Kau di luar sana.
Hosiana, masuklah! Tinggal t’rus! Haleluya!
KJ. 163 DAMAI SEJAHTERA KUTINGGALKAN BAGIMU

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu,
hening sentosaKu Kuberi kepadamu!
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu,
hening sentosaKu Kuberi kepadamu!”
Janganlah hatimu gemetar dan gelisah;
Tuhan kasihilah dan percayalah Dia!
Ia telah pergi, Ia tiba kembali.
Ingat amanatnya, berpegang pada janji:
DisediakanNya dalam rumah BapaNya
bagi sahabatNya daerah tinggal s’lamanya.
Sambil menanti Dia, kuatkanlah hati.
Ingat amanatNya, berpegang pada janji:
Kamu, jemaatNya, tahu jalan ke situ:
Dialah Jalan dan Kebenaran dan Hidup!
Lakukanlah sabdaNya seraya menanti.
Ingat amanatNya, berpegang pada janji:
Kamu pun bukanlah bagai yatim piatu:
Roh Mahasucilah yang menghiburkan kamu!
Sampai TuhanMu tiba amalkanlah kasih.
Ingat amanatNya, berpegang pada janji:
KJ. 164 DI LARUT MALAM YANG GELAP

Di larut malam yang gelap San Jurus’lamat yang resah,
sendiri di kebun senyap berdoa pada BapaNya.
Di larut malam yang senyap Almasih sangat takutlah,
sedang muridNya terdekat tak tahu prihatin GuruNya.
Di larut malam kemelut Penanggung dosa dunia
penuh sengsara bertelut, bergumul dalam doaNya.
Di larut malam yang ngeri malaikat Bapa datanglah,
diutus untuk memberi kekuatan yang dipintaNya.
KJ. 165 JURUS’LAMAT DUNIA

Jurus’lamat dunia, walau tak bersalah,
bagai maling disergap pada waktu malam
dan dihina, dicela didepan mahkamah,
diludahi, dicerca oleh kaum ulama.
Waktu fajar merekah,Yesus pun dibawa
ke Pilatus, dan seg’ra tak terbuki salah.
Ke Herodes yang kejam Yesus pun diseret;
Raja dan pengawalnya tak segan mengejek.
Jam sembilan paginya, balik ke Pilatus,
Tuhan kita disesah oleh kaum serdadu;
Jubah ungu diberi dan mahkota duri;
Olokannya: “Hai tabik, Raja kaum Yahudi!”
Palang dihelakanNya pada tengah hari
dan di bukit Golgota Ia pun disalib,
menderita tiga jam; ada yang menghujat.
Matahari pun kelam dan menutup muka.
Pukul tiga yang sepi, Yesus, hampir mati,
berseru: “Eli, Eli, lamma sabakhtani?”
Lalu putus nyawaNya dan di Bait Suci
Tabir koyak terbelah; ada gempa bumi.
Waktu menjelang senja, yang kena hukuman
dipatahkan tulangnya biar diturunkan.
Yesus tak demikian, kar’na sudah mati:
Nampak dari lukaNya darah campur air.
Surya hampir terbenam waktu tiba Yusuf
yang termasuk muridNya, minta mayit Yesus;
tubuh diturunkannya, dikapankan lenan
dan di kubur miliknya Yesus dibaringkan.
Tuhan Yesus, tolonglah kami mendalami
aniaya dan cela yang Engkau alami,
biar kami olehMu meninggalkan dosa
kepadaMu bersyukur, jiwa pun sentosa.
KJ. 166 TERSALIB DAN SENGSARA

Tersalib dan sengsara Kau, Yesus, Tuhanku,
terkulai menderita akhir salahku; dengan hati yang pilu,
sedih tak terperi kulihat siksaanMu yang dashyat dan keji.
Alam berdukacita dan langit menggelap saksikan Putra Allah
menciptakan Firman g’nap; ditanggung s’gala siksa
yang sakit dan pedih demi tebusan dosa insan di bumi.
Tertumpah darah Yesus di bukit Kalvari;
dipikul dengan tulus durhaka insani.
Bertobatlah, manusia, memohon ampunNya,
Supaya di sucukan di dalam darahNya!
KJ. 167 YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU

Yesus, Tuhanku, apakah dosaMu, hingga eksekusi bagiMu berlaku?
Durhaka apa sudah dituduhkan padaMu Tuhan?
Kau didera, dihina kaum prajurit, Kau dicerca, dib’ri mahkota duri
dan minumnMu pada kayu salib anggur yang pahit.
Apa sebabnya Kauterima siksa? Tak lain kar’na dosa manusia:
saya sendiri dan kesalahanku jadi bebanMu!
Siapa mengira jalan aturan ini: bahwa Gembala mengurbankan diri,
jadi tebusan domba yang bersalah terhadap Allah.
Kau harus mati walau tak berdosa, orang bersalah hidup dan sentosa.
Bebaskanlah kami yang t’lah mengaminkan Kau disalibkan.
Kasih sempurna, rahmat tak terhimgga, Kau menjalani siksa maut hina.
Aku terbawa dunia sukacita, kau menderita!
Raja abadi, apa kulakukan, biar kasihMu sanggup kumasyhurkan?
Apa yang layak saya persembahkan jadi imbalan?
Tiada yang sanggup untuk mengimbangi rahmat kasihMu suci dan ilahi.
Baik berusaha maupun beribadah, takkan setara!
Namun yang tinggal berkenan padaMu hanyalah bila kusalibkan nafsu;
hati yang hancur yang hendak bertobat tidak Kautolak.
Kar’na ‘ku tahu saya tak berkuasa dan biar jangan saya putus asa,
b’ri Roh KudusMu memerintah saya ikut jejakMu!
Jadikan daku taat dan setia demi namaMu yang mahamulia,
biar kupikul salibMu ke muka tanpa berduka.
Walau karyaku tak bersifat jasa, namun, ya Tuhan , Kau senantiasa
mau mendapatkan persembahan hati dan Kauberkati.
Ya Tuhan Yesus yang di takhta Allah, Kau yang terpuji umtuk selamanya;
saya pun ikut memberi selalu syukur padaMu!
KJ. 168a HAI DUNIA, LIHAT TUHAN

Hai dunia, lihat Tuhan, Sang Surya kehidupan,
tergantung di salib. Sang Raja Kemuliaan menanggung
penghinaan, sengsara siksa yang keji.
KJ. 168b HAI DUNIA, LIHAT TUHAN

Hai dunia, lihat Tuhan, Sang Surya kehidupan,
tergantung di salib. Sang Raja Kemuliaan menanggung
penghinaan, sengsara siksa yang keji.
KJ. 168c HAI DUNIA, LIHAT TUHAN

Hai dunia, lihat Tuhan, Sang Surya kehidupan,
tergantung di salib. Sang Raja Kemuliaan menanggung
penghinaan, sengsara siksa yang keji.
O lihatlah betapa penuh keringat darah seluruh tubuhNya.
HatiNya yang mulia, dirundung dukacita,
Terungakap dalam berkesah.
Siapa menimbulkan eksekusi dan siksaaan terhadap diriMu?
Kau bukanlah pedosa; Kau suci tak bernoda.
Mengapa salib Kautempuh?
Kesalahanku jua dan dosaku semua sebanyak pasir laut,
yang menimbulkan duka, sengsaraMu dan luka
dan sisa yang membawa maut.
Akulah yang celaka. ‘Ku patut ke neraka akhir dosaku.
‘Ku patut menderita segala dukacita, perih dan sakit bilurMu.
Kauangkat ke pundakMu segala tanggunganku yang menekan berat.
Sedang Engkau dikutuk, ‘ku bebas dan terluput.
SalibMu itulah berkat.
Dengan menyangkal diri ‘ku ingin mengiringi Engkau, ya Tuhanku,
di dalam sukacita, pun dalam menderita tetap setia padaMu.
KJ. 169 MEMANDANG SALIB RAJAKU

Memandang salib Rajaku yang mati untuk dunia,
kurasa hancur congkakku dan harta hilang harganya.
Tak boleh saya bermegah selain di dalam salibMu;
kubuang nikmat dunia demi darahMu yang kudus.
Berpadu kasih dan sedih mengalir dari lukaMu;
mahkota duri yang pedih menjadi keagunganMu.
Melihat darah lukaNya membalut tubuh Tuhanku,
‘ku mati bagi dunia dan dunia mati bagiku.
Andaikan jagad milikku dan kuserahkan padaNya,
tak cukup bagi Tuhanku diriku yang dimintaNya.
KJ. 170 KEPALA YANG BERDARAH
Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih,
penuh dengan sengsara dan luka yang pedih,
meski mahkota duri menghina harkatMu,
Kau patut kukagumi: terima hormatku.
O wajah yang mulia, yang patut di sembah
dan layak mendapatkan kebanggaan dunia, kini diludahi,
dihina, dicerca, disksa, dilukai yang salah siapakah?
Ya Tuhan, yang Kautanggung yaitu salahku;
dosaku t’lah Kaugantung dikayu salibMu.
O, kasihani daku yang harus dicela;
Ampunilah hambaMu, beri anugerah!
Gembala yang setia terima dombaMu!
Kau Sumber senang Penuntun hidupku.
SabdaMu t’lah membuka karunia tak terp’ri
Dan nikmat dari sorga padaku Kauberi.
Syukur sebulat hati kub’rikan padaMu,
ya Yesus yang t’lah mati demi selamatku.
Hendaklah ‘ku terhibur dengan tuntunanMu:
PadaMu ‘kuberlindung di final hayatku.
Di ketika saya mati, Kau tinggalah serta;
di pintu maut nanti, ya Tuhan, datanglah!
Di kala kecemasan menghimpit hatiku,
Berilah kekuatan berkat sengsaraMu.
Engkaulah proteksi di ketika ajalku;
salibMulah, ya Tuhan, penghibur anakMu
dan wajahMu kupandang!
KJ. 171 PATAKA RAJA MAJULAH

Pataka Raja majulah, Salib menjulang cemerlang:
tergantung Khalik semesta di dalam rupa mahlukNya.
Di salib itu lihatlah terpaku Kurban mulia;
tanganNya direntangkanNya demi berkat anugerah.
Ditikam tombak yang kejam, mengucur dari lambungNya
adonan air-darahNya membasuh dosa manusia.
Nubuat Mazmur Daud genap: “Hai bangsa-bangsa dunia,
akui Tuhan Rajamu; sebatang kayu takhtaNya.”
O pohon elok dan megah, berhias merah mulia,
terpilih biar dahanmu, menjamah tubuh Rajaku.
Ditimbang pada cabangmu Tebusan bagi dunia:
tawanan maut bebaslah, terangkat di neracamu.
Harumlah damar kayumu, aroma madu kalahlah;
penuh berkatlah Buahmu, o pohon hayat yang megah!
Salam, mezbah dan Kurbannya, alasannya yaitu sengsara mulia:
Yang Hidup memasuki maut; terbitlah hidup abadi.
O salib, kau harapanku di waktu ‘ku memanggulmu:
limpahkanlah karunia dan dosaku tutuplah.
Tritunggal Allah, t’rimalah syukur seluruh mahlukMu!
Yang Kaus’lamatkan pimpinlah kekal selama-lamanya.
KJ. 172 LIHAT BUNDA YANG BERDUKA

Lihat bunda yang berduka di depan salib Sang Put’ra;
air mata bergenang. O betapa jiwa ibu tersedu menanggung pilu,
bagai ditembus pedang.
Bunda Put’ra Tunggal Allah disebut “yang berbahagia”
kini sangat bersedih. Hatinya dirundung duka,
kar’na Put’ra yang termulia bersengsara di salib.
O siapa tidak pilu menyaksikan bunda Kristus menangisi
Put’ranya? Dan siapa tak tergugah menyelami sedih bunda
Dalam siksa Anaknya?
Dilihatnya Yesus, Put’ra, yang tersiksa dan terluka
kar’na dosa umatNya dan bergumul sendirian
menghadapi kematian menyerahkan nyawaNya.
Wahai bunda, sumber kasih, biar turut kuhayati
dukamu yang mencekam; biar hatiku bernyala mengasihi
Put’ra Allahdan padaNya berkenan.
Biarlah sengsara malu dari Dia yang tersalib tersemat di hatiku;
yang ditanggungNya bagiku kudekap bersamamu.
Biar saya disampingmu pilu kar’na wafat Kristus
di sepanjang hidupku; inilah keinginanku:
di dekat salib Put’ramu besertamu tersedu.
O perawan yang terpilih, perkenankan saya ini
ikut dikau bersedih; biar kematian Tuhan
dan darahNya yang tercurah kukenangkan tak henti.
Biar saya pun terluka, menghayati salib Tuhan,
digerakkan kasihNya. Hatiku engkau kobarkan;
biar saya dibebaskan dalam penghakimanNya.
Biarlah salib Tuhanku jadi benteng naunganku dan kurasa rahmatNya.
Bila nanti saya mati, biar saya mewarisi kemuliaan yang baka.
KJ. 173 SIAPA TERGANTUNG DI SALIB DI SANA

Siapa tergantung di salib di sana, tertimpa siksaan dan bencana,
penuh dengan luka , dirundung hukuman? Apakah yang sudah
dituduhkan?
Di salib di sana, menanggung sengsara, tergantunglah Anakdomba Allah.
Tiada salahNya selain megasihi, dan itu di tolak dunia ini.
Jikalau kasihNya semournya sejati, mengapakah Ia harus mati?
Mengapakah Ia menyangkal diriNya sehingga dipandang hina dina?
UpahNya yaitu pahala sentosa yang tiba dengan tebusan dosa.
Curahan darahNya menutup semua; o lihat nestapa dan bilurNya!
Ya Yesus, ya Tuhan yang maharahmani, kasihMu tak sanggup diimbangi!
Di sorga, di bumi, terima kiranya kebanggaan dan hormat selamanya!
KJ. 174a ‘KU HERAN JURUS’LAMATKU

‘Ku heran , Jurus’lamatku bagiku tersalib?
Tertumpah darah Rajaku bagiku yang keji?
Menanggung kejahatanku tersiksa Almasih?
Betapa agung rahmatNya, kasihNya tak terp’ri!
Tak heran surya jadi g’lap menutup mukanya,
ketika mati Khaliknya demi manusia.
Pun saya tutup wajahku menghadap salibNya;
tercucur air mataku bersyukur padaNya.
Tak sanggup air mataku membalas kasihNya.
Seluruh jiwa ragaku ya Tuhan, t’rimalah.
KJ. 174b ‘KU HERAN JURUS’LAMATKU

‘Ku heran , Jurus’lamatku bagiku tersalib?
Tertumpah darah Rajaku bagiku yang keji?
Pada kayu salib ‘ku melihat terang dan beban hidupku
Hilang lenyap; mataku celik lantaran kepercayaan dan saya senang tetap.
KJ. 175 PENEBUSKU DISALIB

Penebusku disalib dalam nista dan sengsara.
Putra Allah, hilangkah kuasaMu dan kemuliaanMu?
Penebusku disalib menghapuskan hukumanku,
biar saya diberi anugerah, hidup oleh matiNya.
Penebusku disalib. Biar saya pun setia bagi Dia!
Oleh kematianNya saya dibangkitkanNya.
Penebusku disalib. Apa pantas ‘ku mengaduh
disusahku? Dibandingkan salibNya, pikulankau ringanlah.
Penebusku disalib. Hidup-matiku, ya Tuhan,
kuserahkan: dalam suka-dukaku ‘ku tetap bersamaMu!
KJ. 176 DI LUAR TEMBOK NEGERI

Di luar tembok negeri, di bukit Golgota,
tergantung Yesus disalib demi manusia.
Betapa agung kasihNya! ‘Ku patut menyembah.
Dengan percaya dan teguh ‘ku ikut jalanNya.
Betapa nista dan pedih sengsara Tuhanku,
Namun ‘ku yakin, matiNya demi selamatku.
Betapa agung kasihNya! ‘Ku patut menyembah.
Dengan percaya dan teguh ‘ku ikut jalanNya.
Percikan darah mulia menghapus dosaku,
sehingga rumah BapaNya terbuka bagiku.
Betapa agung kasihNya! ‘Ku patut menyembah.
Dengan percaya dan teguh ‘ku ikut jalanNya.
Hanyalah Yesus Penebus, tiada gantiNya,
yang sanggup menghantarkanku ke sorga yang baka.
Betapa agung kasihNya! ‘Ku patut menyembah.
Dengan percaya dan teguh ‘ku ikut jalanNya.
KJ. 177 GOLGOTA, TEMPAT TUHANKU DISALIB

Golgota, daerah Tuhanku disalib dan dicela,
biar dunia hening pula dengan Allah, Khaliknya.
Dari sanalah mengalir sungai kasih kurnia
Bagi orang berdosa, yang memandang Golgota.
O samud’ra kasih Allah: bagi isis dunia
diberiNya Putra Tunggal, biar kita s’lamatlah!
Yesus, Jalan, Kebenaran, Sumber Hidup yang baka,
t’lah berkurban bagi kita pada salib Golgota.
Mari kita muliakan cinta kasih Penebus:
dosa kita Dia hapus dengan darah yang kudus.
Ia taat hingga mati pada salib Golgota.
Kita hidup oleh Dia: Puji Tuhan s’lamanya!
KJ. 178 KAR’NA KASIHNYA PADAKU

Kar’na kasihNya padaku Yesus tiba ke dunia;
Ia t’lah memb’ri hidupNya gantiku yang bercela.
O, betapa mulia dan gila kuasaNya!
Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.
Dengan sabar dan hikmatNya Yesus pimpin hidupku;
Firman dan kebenaranNya itulah peganganku.
O, betapa mulia dan gila kuasaNya!
Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.
KJ. 179 YESUS, KAU KEHIDUPANKU

Yesus, Kau kehidupanku, Kau penumpas mautku;
pada salib Kau dipaku hingga mati gantiku;
biar saya mendapati jidup gres yang abadi.
Syukur hati tak henti kepdaMu kuberi.
Yesus, Kau telah memikul fitnah, siksa terbesar;
Kau ditambat dan dipukul, walau hidupMu benar,
Agar saya tak binasa, s’lamat dari rantai dosa.
Syukur hati tak henti kepadaMu kuberi.
Tinggi hatiku t’lah pupus oleh kelembutanMu;
oleh matiMu Kauhapus rasa pahit matiku.
Oleh nista yang Kautanggung ‘ku yang hina jadi agung.
Sykur hati tak henti kepadaMu kuberi.
T’rima kasih, Jurus’lamat, atas pengorbananMu:
atas sakitMu yang sangat, atas pahit matiMu.
Atas luka, atas bilur, atas salib yang Kaupikul
Syukur hati tak henti kepadaMu kuberi.
KJ. 180 LIHATLAH KAYU SALIB

Lihatlah kayu salib,
daerah Yesus yang tergantung menebus dunia.
Lihatlah kayu salib,
daerah Yesus melaksanakan perintah Bapa.
Lihatlah kayu salib,
daerah Sumber kes’lamatan bagi bangsa-bangsa.
Lihatlah kayu salib,
daerah Yesus yang tergantung mengampuni dosa.
Lihatlah kayu salib,
daerah Yesus menyerahkan hidup bagi kita.
Lihatlah kayu salib,
tanda cinta Putra Allah bagi manusia.
Lihatlah kayu salib,
tanda cinta Allah Bapa bagi ciptaanNya.
Lihatlah kayu salib
yang menjadi tanda cinta dalam hidup kita.
KJ. 181 “YANG SENGSARA” ITULAH

“Yang Sengsara” itulah Putra Allah mulia, Penebus manusia.
Haleluya, puji Dia!
Ganti saya Dialah yang dihukum, disesah. Bebas saya olehNya.
Haleluya, puji Dia!
Kita salah dan lemah; Ia tidak bercela. Damai pulih olehNya.
Haleluya, puji Dia!
Di salib di Golgota “Selesailah!” sabdaNya. Kini sorga arasyNya.
Haleluya, puji Dia!
Bila Raja mulia menjemput jemaatNya, kidung kita bergema,
“Haleluya, puji Dia!
KJ. 182 LIHAT SALIB DI ATAS BUKIT GOLGOTA

Lihat salib diatas bukit Golgota, daerah tergantung Jurus’lamat dunia;
dalam sengsara jiwa raga yang pedih Ia menanggung dosa kita yang keji.
Yesus yang taat hingga mati di salib menjadi Anakdomba yang tersembelih;
Kar’nanya kasihNya yang tepat dan kudus, kuasa jahat dikalahkan Penebus.
Yesus yang taat hingga mati di salib menjadi Anakdomba yang tersembelih;
kar’nanya sangat diagungkan namaNya di dalam sorga dan di dalam dunia.
Dari salibMu Kau memanggil dunia biar melihat kasihMu yang mulia
dan mengikuti Dikau, pasrah dan teguh, mempersembahkan hidup kami padaMu!
KJ. 183 MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA

Menjulang kasatmata atas bukit kala t’rang benderang salibMu, Tuhanku.
Dari sinarnya yang menyala-nyala memancarkan kasih agung dan restu.
Seluruh umat insan menengadah ke arah cahya kasih yang mesra.
Bagai pelaut yang tenggelam merindukan di ufuk timur pagi merekah.
SalibMu, Kristus, tanda pengasihan mengangkat hati yang remuk redam,
menciptakan dosa yang terperikan di lubuk cinta Tuhan terbenam.
Di dalam Tuhan kami balik lahir, insan bernoda kini berseri,
Teruras darah suci yang mengalir di salib pada bukit Kalvari.
KJ. 184 YESUS SAYANG PADAKU

Yesus sayang padaku; Injil mengajarku.
Walau ‘ku kecil, lemah, saya ini milikNya.
Yesus Tuhanku sayang padaku;
Itu firmanNya di dalam Alkitab.
Yesus sayang padaku, Ia mati bagiku;
dosaku dihapusNya, sorga pun terbukalah.
Yesus Tuhanku sayang padaku;
Itu firmanNya di dalam Alkitab.
Yesus sayang padaku, waktu sakit badanku
saya ditungguiNya dari sorga mulia.
Yesus Tuhanku sayang padaku;
Itu firmanNya di dalam Alkitab.
Yesus sayang padaku, dan tetap bersamaku;
nanti ‘ku bersamanNya tinggal dalam rumahNya.
Yesus Tuhanku sayang padaku;
Itu firmanNya di dalam Alkitab.
KJ. 185 KASIH TUHANKU SUNGGUH BESAR


Kasih Tuhanku sungguh besar, tinggi dan dalam, luas benar.
Untuk insan Ia beri kasih yang suci dan abadi.
KJ. 186 SAAT SEDIH

Saat sedih, tak terperi; air mata bercucuran:
Putra tunggal BapaNya kini dikuburkan.
Terbaringlah di kuburNya Yang mati pada salib,
biar kurnia firdaus diberi kembali.
Manusia, dosamulah yang menimbulkan ini:
semestinya kamulah yang rebah disini
O, lihatlah di wajahNya bekas keluh nestapa;
patut isi dunia insaf dan meratap.
Bahagialah insan yang sadar merenungkan
bahwa Raja mulia rela dikuburkan.
Ya Yesusku, Harapanku, hapuslah air mataku
dan di KerajaanMu ingat akan daku!
KJ. 187 YESUS BANGKIT! NYANYILAH

Yesus bangkit! Nyanyilah: Haleluya!
Sungguh mulia hariNya! Haleluya!
Yang disalib Golgota, Haleluya,
Menebus manusia. Haleluya!
Naikkan puji dan syukur bagi Kristus, RajaMu
Maut ditanggung olehNya; yang berdosa s’lamatlah.
Siksa salibNya memb’ri pendamaian tak terp’ri
dan malaikat s’lamanya menyanyikan hormatNya.
Puji Allah! Nyanyilah! Mahaagung kasihNya!
Bala sorga, puji t’rus Bapa, Putra, Roh Kudus.
KJ. 188 KRISTUS BANGKIT! SORAKLAH

Kristus bangkit! Soraklah: Haleluya!
Bumi, sorga bergema: Haleluya!
Berbalasan bersyukur: Haleluya!
Muliakan Tuhanmu! Haleluya!
Karya kasihNya genap, kemenanganNya tetap.
Surya s’lamat jadi t’rang takkan lagi terbenam.
Kuasa kubur mengalah dan neraka takluklah.
Kristus jaya atas maut dan terbukalah Firdaus.
Hidup Raja mulia: kita s’lamat OlehNya.
Maut, di mana jayamu? Kubur, mana kuasamu?
Hai tinggalkan maut kelam; ikut Dia yang menang!
Bangkitlah, manusia, dalam kenbangkitanNya!
Raja agung, t’rimalah sorak puji semesta!
Hormat kami bergema: Kaulah Hidup yang baka.
KJ. 189 YERUSALEM, BERSORAKLAH

Yerusalem, bersoraklah menyambut fajar mulia!
Terbitlah hari yang terang: Tuhanmu bangun dan menang!
Kuasa kubur, alam maut tak menaklukkan Putra Daud:
Sang Bapa membangkitkanNya; abadilah kuasaNya!
OlehNya kita pun lepas, tak lagi takut dan cemas:
dengan percaya padaNya sang maut hilang dashyatnya!
KebangkitanNya memberi hidup yang gres tak henti.
Terbitlah dari matiNya hidup kekal dan mulia.
KJ. 190 DARI KUBUR YANG KELAM

Dari kubur yang kelam Kristus bangun megah;
dari kuasa yang angker kita pun bebaslah!
Diberi kepadaNya takhta Allah kekal.
Isi sorga, dunia, nyanyi puji sembah.
KJ. 191 HARI MINGGU, HARI KEBAKTIAN

Hari Minggu, Hari Kebangkitan, kami sambut fajarmu.
Di terangmu daya maut hilang, kalah sudah seteru.
Kristus, Matahari Kehidupan, o, pancarkan sinar
penghiburan dan harapan yang penuh akan hening Sabatmu.
Atas panggilanMu kami bangkit, hidup dalam hidupMu.
Dari kubur-dosa kami tampil, dibebaskan Roh Kudus.
Ajar kami tiap-tiap hari di kematianMu turut mati,
biar bangun dan teguh ikut jalan jayaMu.
Hidup, mati, kami mengalami perlindunganMu tetap.
Nanti gurun dunia dijalani, masa sedih pun genap.
Sungguh indah Hari Perhentian menyudahi malam kematian,
Saat kami menyembah Dikau di terang baka.
KJ. 192 MESKI DIJAGA KUBURNYA

Meski dijaga kuburNya, tak usah kau sendu:
di Hari Minggu yang cerah t’lah bangun Tuhanmu!
Bernyanyi, bergembiralah, bersyukur tak jemu!
Tiap Hari Minggu ingatlah: t’lah bangun Tuhanmu!
Sedih dan suram rasanya di pagi yang gelap;
mulia Hari BangkitNya kuasa maut lenyap.
Bernyanyi, bergembiralah, bersyukur tak jemu!
Tiap Hari Minggu ingatlah: t’lah bangun Tuhanmu!
KJ. 193 YESUS BANGKIT, HALELUYA

Yesus bangkit, Haleluya, kubur pun terbuka;
Yesus jaya, Haleluya, atas maut dan dosa.
Yesus hidup, Haleluya, dan menang selamanya,
puji Dia, Haleluya, puji kuasa dan kasihNya!
KJ. 194 DIKAU, YANG BANGKIT, MAHAMULIA

Dikau, Yang Bangkit, mahamulia! Dikaulah awet jaya dan megah!
Turun malak sorga putih cemerlang; kubur ia buka, tanda Kau menang.
Dikau, Yang Bangkit, mahamulia! Dikaulah awet jaya dan megah!
Lihatlah Dia, Yesus, Tuhanmu! Dialah Mesias; yakinlah teguh!
Mari, umat Tuhan, bergembiralah! Bertekun maklumkan kemenanganNya!
Dikau, Yang Bangkit, mahamulia! Dikaulah awet jaya dan megah!
Tuhanku hidup takut pun lenyap. Dia Junjunganku, Damaiku tetap.
Yesuslah Kuatku, Kemenanganku, Yesus Hidupku, Kemuliaanku!
Dikau, Yang Bangkit, mahamulia! Dikaulah awet jaya dan megah!
KJ. 195 DI MAKAM YANG GELAP

Di makam yang gelap Yesus terbaring menanti merekah fajar terang.
Bangkitlah Dia megah kuasa Iblis patah menyerah. Alam maut sudah di kalahkanNya.
Ia hidup dan berkuasa s’lamanya! T’lah menang, t’lah menang!
Kristus bangun dan menang!
Dan sia-sialah kubur dijaga, pun tiada gunanya watu besar.
Bangkitlah Dia megah kuasa Iblis patah menyerah. Alam maut sudah di kalahkanNya.
Ia hidup dan berkuasa s’lamanya! T’lah menang, t’lah menang!
Kristus bangun dan menang!
Maut dan Iblis pun tidak berdaya menahan Tuhanku, Sang Penebus.
Bangkitlah Dia megah kuasa Iblis patah menyerah. Alam maut sudah di kalahkanNya.
Ia hidup dan berkuasa s’lamanya! T’lah menang, t’lah menang!
Kristus bangun dan menang!
KJ. 196 KRISTUS SUDAH BANGKIT

Kristus sudah bangkit, jaya atas salib. Bersukaria nyanyilah:
Kristus Penghibur dunia! Haleluya!
Tanpa kepercayaan paskah dunia binasa. Syukurlah, kita mendengar
kabar gembira yang besar. Haleluya!
Mari kita ikut di belakang memikul salib dan beban
dalam setia beriman. Haleluya!
Kristus menderita menggantikan kita. Sang Maut kalah
olehNya: musuh terakhir menyerah. Haleluya!
Kristus bersedia dicerca, dihina; kini Raja mulia
yang membebaskan umatNya. Haleluya!
Sungguh, Kristus bangkit: Kuasa maut berakhir.
Bersorak-sorailah terus: kita semua ditebus! Haleluya!
KJ. 197 ALLAH DIMULIAKANLAH

Allah dimuliakanlah bersama Putra TunggalNya
yang menebus manusia. Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Hari Ketiga yang cerah fajar menghalaukan duka:
lihatlah kubur terbuka! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Kata malaikat: “Marilah, jangan Yang Hidup kaucari
di dunia orang mati!” Haleluya, Haleluya, Haleluya!
“Ia t’lah bangkit, lihatlah daerah yang Ia tinggalkan
maut pun Ia kalahkan!”
Kami berdoa padaMu, Tuhan yang bangun dan jaya,
buatlah kami percaya! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Ya Jurus’lamat, Penebus, namaMu kami agungkan:
hingga kekal Kaulah Tuhan! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
KJ. 198 KINI SANG PUTRA T’LAH MENANG

Kini Sang Putra t’lah menang, yang oleh maut tak terkekang.
Haleluya, Haleluya! KuasaNya agung dan megah; kekal terpuji
Namanya! Haleluya, Haleluya!
Dan kuasa Iblis, penentang dengansempurna direjang.
Haleluya, Haleluya! Pahlawan, tiada bandingNya,
Telah menumpas musuhNya. Haleluya, Haleluya!
Ya Jurus’lamat dunia, yang menebus manusia,
Haleluya, Haleluya, kiranya pimpin kami pun
Ke dalam kemuliaanMu! Haleluya, Haleluya!
Musuh terakhir dibekuk: hai maut, dimana kuasamu?
Haleluya, Haleluya! Di tangan Allah s’lamatlah
Kembali kita anakNya. Haleluya, Haleluya!
Kami bersama bersyukur dan merindukan sorgaMu.
Haleluya, Haleluya! Di sana berkumandanglah
kebanggaan kami s’lamanya. Haleluya, Haleluya!
Ya Allah Bapa, t’rimalah syukur, kebanggaan dan sembah,
Haleluya, Haleluya, bersama Kristus, Penebus, dan Roh
Penghibur yang Kudus. Haleluya, Haleluya!
KJ. 199 HAI UMAT TUHAN, NYANYILAH

Hai umat Tuhan, nyanyilah: har-i-ni Raja mulia t’lah bangkit
dari kuburNya. Haleluya!
Di pagi hari yang sedih ketiga ibu t’lah pergi melihat
kubur yang sepi. Haleluya!
Maria dari Magdala, Salome dan Maria lain membawa
minyak dan rempah. Haleluya!
Malaikat sorga menegur “Di Galilea Tuhanmu menunggu
kedatanganmu” Haleluya!
Sesudah tiba kabarnya, Yohanes lari segera dan Petrus
di belakangnya. Haleluya!
Berkumpul para murid pun dan Yesus tiba bertemu,
bersabda: “Salam bagimu!” Haleluya!
Tetapi Tomas Didimus menaruh syak wasangka t’rus;
belum lihat Penebus. Haleluya!
“Hai Tomas, taruh jarimu ke dalam luka tubuhKu:
percayalah dengan teguh!” Haleluya!
Tak lagi Tomas bersendu dan yakin ia berseru:
“Ya Tuhanku, ya Allahku!” Haleluya!
Bahagia merekahlah yang tak melihat Tuhannya,
namun percaya padaNya! Haleluya!
Bersukacita, marilah, nyanyian Paskah angkatlah
dan puji Tuhan s’lamanya! Haleluya!
Demi karunia Penebus, Sang Anakdomba yang kudus,
Syukur kepada Allah t’rus! Haleluya!
KJ. 200 MARI BERSUKACITA

Mari bersukacita, terima kabar baik! Habislah dukacita;
terbitlah t’rang ajaib! Yesus yang tersekap di kubur yang gelap
disambut fajar t’rang sebagai Pemenang!
Ia pun dimakamkan; puaslah seteru. Tiada mereka sangka
t’lah bangun Penebus! Kumandang jayaNya mengisi dunia
dan panji Pemenang berkibar cemerlang!
Oleh adegan ini gembira hatiku; tak lagi kutakuti ancaman seteru.
‘Ku beriman teguh: Yesus jaminanku.
SalibNya kupegang, pasti ‘ku menang.
Bagai anggota Kristus, terpaut padaNya, tanpa cemas kuikut
di jalan jayaNya. Di maut yang kelam, betapa pun seram,
Tuhanku beserta dengan kuasaNya!
Rajaku sudah masuk kemuliaanNya: amanlah tujuanku di jalan dunia!
Jauhlah, hai lawanku! Tuhan di pihakku: Perisai dan Teman;
OlehNya ‘ku tent’ram!
Sampai ke dalam sorga ‘ku ikutlah terus; di pintuNya tersurat
amanat Penebus: “Yang tadi berlelah, sanggup mahkotanya;
yang mati dalamKu, senang penuh"!

Kj. 201 - 300
KJ. 201 KINI BERAKHIRLAH PERANG

Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Kini berakhirlah perang; sambutlah Dia yang menang
Dengan kebanggaan cemerlang: Haleluya!
Kuasa maut menyerah: Kristus telah menumpasnya.
Hai umat Tuhan, soraklah: Haleluya!
Berakhir hari yang sedih; Yang Bangkit patut diberi
hormat dan puji tak henti: Haleluya!
Benteng neraka direjang, gapura sorga terbentang.
Pujilah Kristus yang menang: Haleluya!
Ya Tuhan, oleh salibMu Engkau hidupkan umatMu;
mahamulia namaMu! Haleluya!
KJ. 202 MAUT SUDAH MENYERAH

Maut sudah menyerah, kubur hilang kuasanya: Jurus’lamat
t’lah menang dalam sinar cemerlang, dam sinar cemerlang.
Umat Tuhan, pandanglah ke angkasa mulia dan
saksikan Penebus masuk sorga yang kudus, masuk sorga yang kudus.
Sorga, bukalah gerbang, sambut Raja yang menang!
Antarkan ke takhtaNya Yang kekal kuasaNya, Yang kekal kuasaNya.
Nyanyilah, hai Serafim, mainkan harpa berdenting.
Ikutlah, manusia, mengagungkan namaNya, mengagungkan namaNya.
KJ. 203 HALELUYA, BERNYANYILAH

Haleluya, bernyanyilah: Haleluya! Dengan merdu
lagukanlah: Haleluya! Haleluya!
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Kemana saja ‘ku pergi, Haleluya,
jiwaku nyanyi tak henti: haleluya!
Haleluya! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Inilah Hari yang kudus, Haleluya,
yang dijadikan Tuhanku, Haleluya!
Haleluya! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Langit dan bumi, bersyukur, Haleluya;
Gereja, angkatlah mazmur: Haleluya!
Haleluya! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Agungkan Raja mulia, Haleluya,
yang bangun dari kuburNya, Haleluya!
Haleluya! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Di atas bukit Golgota, Haleluya,
Sang Kristus Raja yang menang, Haleluya!
Haleluya! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Kendati Iblis pun geram, Haleluya,
Sang Kristus Raja yang menang, Haleluya!
Haleluya! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Bersama-sama nyanyilah, Haleluya,
di sorga dan di dunia, Haleluya! Haleluya! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
KJ. 204 SANG KRISTUS BANGKIT, NYANYILAH

Sang Kristus bangkit, nyanyilah Haleluya, Haleluya, Penghibur
isi dunia. Haleluya, Haleluya!
Andaikan Ia tak menang, Haleluya, Haleluya, harapan dunia
terbenam. Haleluya, Haleluya!
Menanglah Ia yang kudus; Haleluya, Haleluya, terpuji
Kristus Penebus. Haleluya, Haleluya!
Ketiga ibu bersedih, Haleluya, Haleluya,
menengok kubur yang sepi. Haleluya, Haleluya!
Di kubur itu tampaklah, Haleluya, Haleluya,
telah terguling batunya. Haleluya, Haleluya!0
Hai jangan takut dan sedih, Haleluya, Haleluya,
yang kau cari t’lah pergi. Haleluya, Haleluya!
Katakanlah kepadaku, Haleluya, Haleluya,
dimana kini Tuhanku? Haleluya, Haleluya!
Tuhanmu bangun mulia, Haleluya, Haleluya,
informasi Paskah t’rimalah. Haleluya, Haleluya!
Tunjukkanlah di manakah, Haleluya, Haleluya,
yang bangun dari kuburNya? Haleluya, Haleluya!
Lebih dahulu lihatlah, Haleluya, Haleluya,
yang bangun dari kuburNya? Haleluya, Haleluya,
Jikalau kosong kuburNya, Haleluya, Haleluya,
ke mana kepergianNya? Haleluya, Haleluya!
Ke Galilea pulanglah, Haleluya, Haleluya,
temui Dia segera! Haleluya, Haleluya,
bersukacita tak henti. Haleluya, Haleluya!
Tak lagi kami bersedih, Haleluya, Haleluya,
bersukacita tak henti. Haleluya, Haleluya!
Berita Paskah bergema, Haleluya, Haleluya,
Penghibur isi dunia, Haleluya, Haleluya!
KJ. 205 GEMBIRA DAN NYANYILAH

Gembira dan bernyanyilah menyambut Paskah
yang cerah dan kes’lamatan yang baka.
Haleluya, Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Terpuji K’ristus s’lamanya!
T’lah bangun Yesus, Penebus.
Yang di salibkan bagimu. Agungkan namaNya terus!
Haleluya, Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Terpuji K’ristus s’lamanya!
Gapura maut hancurlah, dan oleh Tuhan bebaslah semua
semua orang milikNya.
Haleluya, Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Terpuji K’ristus s’lamanya!
Segala puji dan syukur ya Putra Allah, bagiMu;
Firdaus kaubuka bagiku!
Haleluya, Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Terpuji K’ristus s’lamanya!
Seluruh umat, nyanyilah! Tritunggal Kudus pujilah
kini dan selamanya.
Haleluya, Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Terpuji K’ristus s’lamanya!
KJ. 206 KIBARKAN PANJI RAJAMU

Kibarkan panji Rajamu setinggi langat yang cerah,
sehingga salib Penebus terpamapang bagi dunia.
Kibarkan panji Rajamu! Malaikat takjub menyembah
melihat salib Penebus, betapa agung kasihNya.
Kibarkan panji Rajamu! Semua bangsa dunia
melihat kasih Penebus dan dihidupkan olehNya.
Kibarkan panji Rajamu, supaya orang yang sesat
di dalam kepercayaan bertelut dan minum air alhayat.
Kibarkan panji Rajamu setinggi langit yang cerah!
Saliblah kemegahanmu dan Kristus harapanmulah!
Kibarkan panji Rajamu! Tinggikan panji cemerlang!
Andalan lain tak perlu: di dalam salib ‘kau menang!
KJ. 207 ‘KU BERSERU, HAI DUNIA

‘Ku berseru, hai dunia, “T’lah bangun Tuhanku!”
Ia pun hadir s’lamanya, tinggal, bersamamu.
Hai kawanku, teruskanlah informasi mulia,
yaitu kerajaanNya kini merekah.
Dunia kini berseri penuh anugerah
dan hidup gres diberi kepada umatNya.
Maut ‘kan habis tenggelam, seramnya hilanglah;
kini terlihat di depan zaman bahagia.
Jalan sengsara Tuhanku menuju t’rang baka;
Ia mengajak kita pun ke rumah BapaNya.
Orang berkabung, marilah, tabahkan hatimu;
di rumah Bapa kau kelak kembali bertemu.
Tiap taburan kasihmu bertumbuh dan mekar,
sehingga dunia penuh buahnya yang segar.
Tuhan bersama umatNya, dan sedih t’lah lenyap.
Ia Pembaru dunia kini dan tetap.
KJ. 208 FAJAR HIDUP MEREKAH

Fajar Hidup merekah, muncul sinar sakti.
Maut kalah menyerah: tak berkuasa lagi.
Kubur kosong dan lengang, pintunya terbuka.
Yesus bangun dan menang, sirna awan duka!
Jangan takut dan sedih, ibu yang setia;
Yang kaucari t’lah pergi tuju Galilea
Tuturkanlah segera bagi para murid
dan seluruh dunia: Kristus, Tuhan, bangkit!
Hidup gres diberi bagi yang percaya
dan sejaht’ra abadi. Sorak “Haleluya”
KJ. 209 YANG TURUN KE KUBUR

Yang turun ke kubur yang hitam pekat telah memerangi
kuasa gelap. Dib’riNya padaku perisa iman: teguhlah
hatiku ke puncak menang.
Bertubi gelombang keras menerjang: tak gampang jalanku
di kabut kelam, tetapi Tuhanku tetap beserta:
‘ku ikutlah Dia ke tujuanNya.
Betapapun sulit, terus kujenjang menuju neg’ri
bercahaya terang. Bersama Yang Bangkit tetap kutempuh
derita dan susah berhati teguh.
KJ. 210 YESUS HIDUP DAN MENANG

Yesus hidup dan menang. Maut, hilanglah sengatmu!
Yang t’lah bangun dalam t’rang juga membangkitkan daku.
Yesus, kemenanganMu itulah peganganku.
Yesus hidup dan menang; mahakuasa atas dunia.
Nanti ‘ku bersamaNya hidup dan berkuasa juga.
Janji Allah yang teguh itulah peganganku.
Yesus hidup dan menang; saya takkan terpisahkan,
bahkan di lembah kelam ‘ku beroleh kekuatan.
Yesus kehadiranMu itulah peganganku.
Yesus hidup dan menang mati untuk kehidupan.
Saat kematian menjelang ‘ku dib’riNya penghiburan.
Yesus, kebangkitanMu itulah peganganku.
KJ. 211 TUHANKU BANGKIT! NYANYILAH

Tuhanku bangkit! Nyanyilah: Haleluya!
Kubur ditinggalkanNya, maut dikalahkanNya.
Tuhanku bangkit! Nyanyilah: Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tiga ibu datanglah, tidak menemukanNya.
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Sang malaikat mulia membukakan kuburNya.
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
“Jangan takut dan sedih: Yang kaucari t’lah pergi!”
Tuhanku bangkit! Nyanyiilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
“Ingat akan sabdaNya yang pernah diucapNya.”
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
“Setelah sengsaraNya Allah memuliakanNya.”
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Yang tersalib hiduplah! Kita hidup olehNya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
KJ. 212 TUHANKU, PUSARA TERBUKA

Tuhanku bangkit, pusara terbuka: Ia menang atas maut
dan duka. Goncanglah benteng neraka yang gelap:
Yesus Pahlawan yang hidup tetap! Yesus Pahlawan hidup yang tetap!
Sudah tersingkap rahasia kubur: dosa dan Iblis
t’lah kalah tersungkur. Aku percaya, gentarku lenyap:
Yesus Pahlawan yang hidup tetap! Yesus Pahlawan hidup yang tetap!
Di dunia ini tak lagi ‘ku takut: Tuhan yang bangkit
berjuang sertaku; tak kuhiraukan kuasa gelap:
Yesus Pahlawan yang hidup tetap! Yesus Pahlawan hidup yang tetap!
KJ. 213 HAI BANGUN, KAU YANG TIDUR

Hai bangun, kau yang tidur dan hidup dalam t,rang:
tak boleh maut menang di tanah orang hidup.
T’rang Kristus bercahaya menghalau yang gelap;
t’lah mundur segenap ancaman susah payah.
Tak lagi kita kalah terhadap dunia,
tetapi berserah kepada kasih Allah.
T’lah bangun Raja kita, supaya kita pun bertahan
bertekun melawan dukacita.
Sengatmu. Maut, di mana-dimana jayamu?
Yang beriman teguh beroleh kemenangan!
Lenyaplah malam dosa dan fajar merekah:
seluruh dunia ‘kan gres dan sentosa!
KJ. 214 TUHAN MELAWAT UMATNYA

Tuhan melawat umatNya; malam menjadi pagi!
Dalam terang hadiratNya kita dihibur lagi!
Habis menanggung mautNya di atas kayu salib,
kuburNya ditinggalkanNya: Ia telah kembali!
Murid-muridNya tercengang, kar’na tak menyadari
bahwa Mesias t’lah menang atas set’ru terakhir.
Sion penuh keluh-kesah, kidung diganti tangis;
sedih menimpa jiwanya awan menutup langit.
Hai putri Sion, nyanyilah! Janganlah susah hati:
dalam cahaya hidupNya dukamu diobati!
Puji-pujian mulutmu kini segar kembali:
oleh kuasa Roh Kudus kubur dibuka lagi!
Nyanyi seputar dunia bahwa Tuhanmu bangkit!
FirmanNya tinggal beserta dan mengobarkan hati!
Umat percaya, bangunlah, nyanyi tiap hari;
hiduplah bersejahtera, t’rima berkat ilahi!
Takhta mengganti salibNya dalam terang sorgawi;
kita di KerajaanNya hidup kekal abadi!
KJ. 215 YESUS, KINI KATAKU

Yesus, kini kataku: “Tuhan, Allahku!”
Yesus, tadi ‘ku sedih dan hatiku pedih;
Yesus, kini kauberi percaya tak henti!
Yesus, agung kasihMu terhadap hambaMu!
KJ. 216 SANG KRISTUS T’LAH BANGKIT

Sang Kristus t’lah bangun dan Dia menang,
kuasa si jahat telah di kekang.
Nyanyikan pujian, nyanyikan pujian,
Nyanyikan kebanggaan gempita, gemar.
Sang Putralah Raja perkasa benar.
Di manakah kini kuasamu, hai maut?
Sengatmu tercabut, memang Putra Daud.
Nyanyikan pujian, nyanyikan pujian,
Nyanyikan kebanggaan gempita, gemar.
Sang Putralah Raja perkasa benar.
Hai dosa, kau kalah, kuasamu lenyap,
kendati kaucoba mengganggu tetap.
Nyanyikan pujian, nyanyikan pujian,
Nyanyikan kebanggaan gempita, gemar.
Sang Putralah Raja perkasa benar.
Akhirnya menyingsinglah fajar cerlang,
harapan pun timbul: Rajaku menang!
Nyanyikan pujian, nyanyikan pujian,
Nyanyikan kebanggaan gempita, gemar.
Sang Putralah Raja perkasa benar.
KJ. 217 YESUS, SUMBER PENGHIBURAN

Yesus, Sumber Penghiburan, yang disalib,
dikuburkan, kini bangun dan menang,
Raja Hidup dan Terang. Kubur tak menahan lagi
Sang Pahlawan yang Ilahi. Haleluya, Haleluya!
Oleh Dia yang perkasa kuasa Iblis t’lah binasa,
ya, setiap lawanNya kini sudah menyerah.
Hai, bernyanyi, Putri sion, bersyukur dengan pujian.
Haleluya, Haleluya!
Dalam siang kemenangan ditelanlah maut dan malam.
Maut, di mana jayamu dan sengat ancamanmu?
Sorgalah warisan kami, Kristus t’lah membawa damai.
Haleluya, Haleluya!
KJ. 218 NAIK KE SORGA CEMERLANG

Naik ke sorga cemerlang, Haleluya,
Kristus, Rajamu yang menang, Haleluya!
Di kanan Allah, BapaNya, Haleluya,
Dialah Raja semesta, Haleluya!
Nubuat Mazmur t’lah genap, Haleluya;
Kristuslah maksud Alkitab, Haleluya!
Kepada Dia diberi, Haleluya,
kuasa dan hormat tak henti, Haleluya!
Mari bersoraklah terus, Haleluya,
agungkan Kristus, Penebus, Haleluya!
Allah Tirtunggal, t’rimalah, Haleluya,
puji syukur selamanya, Haleluya!
KJ. 219 MAHKOTA DURI YANG KEJAM

Mahkota duri yang kejam menyiksa Penebus,
di ganti tajuk pemenang yang agung dan kudus.
Tempat tertinggi pemenang yang abadi padaNya diberi,
Sang Maharaja semesta dan Surya abadi.
Di sorga dan di dunia namaNya dikenal;
terpancar dari kasihNya senang kekal.
Salib yang hina dan angker penuh anugerah;
dan nama orang beriman di sorga tertera.
Mengikut Tuhan, kita pun sengsara dan menang.
Bahagialah yang bertekun di dalam kasihNya.
SalibNya pohon alhayat, pembawa kurnia,
penuh harapan dan berkat, kebanggaan umatNya.
KJ. 220 YESUS KRISTUS MEMERINTAH

Yesus Kristus memerintah tak terbatas, tak terhingga:
alam semesta sujud. Dunia patut memaklumkan:
“Yesus Kristus itu Tuhan!” Bangsa-bangsa, bertelut!
Raja-raja yang perkasa dan segala yang berkuasa
menagungkan namaNya; baik di sorga, baik di bumi
kehendakNya dipenuhi; tiap mahluk menyembah!
Mahakuasa hanya Allah, tidak ada yang setara:
Ia Tuhan Yang Esa. Yang setara hanya Kristus,
Putra Tunggal Allah itu: KerajaanNya baka!
Ia Raja yang bertakhta beserta dengan BapaNya,
dikitari kerubim, dan kuasa yang sempurna
atas bumi maupun sorga kepadaNya diberi.
Kita s’lamat dalam Dia, ditebus dengan kasihNya
dan darahNya yang kudus. Pendamaian yang lestari,
t’rang dan hidup yang awet disampaikan Penebus.
Hanya Yesus Kristus saja yang menjadi dasar G’reja
dan Kepala umatNya. Dibeli dengan darahNya
dan dibaptis dengan RohNya, kita hidup s’lamanya!
Hai pendosa, buka hati, orang sakit, harap lagi
dan yang miskin, bangunlah! Lubuk hati dibersihkan
dan yang sakit dipulihkan, adil aturan rahmatNya.
Walau salib dunia ini sementara mengiringi hidup
orang beriman, takkan sanggup memisahkan kita dari
kasih Tuhan, hingga ringanlah beban.
Bersyukur, bersukaria, umat Tuhan, puji Dia
di seluruh dunia! Persiapkanlah jalanNya
dan lambaikan daun palma: Ia tiba segera!
Aku pun tak ketinggalan mengeluanNya di jalan,
saya pu mengikutNya.Yesus Kristus memerintah
tak terbatas, tak terhingga! Puji Raja mulia!
KJ. 221 ARAH KE SORGA CEMERLANG

Arah ke sorga cemerlang terangkat Tuhan yang menang
penuh kemuliaan. Tawanan pun dibawaNya berarak
ke daerah baka, ke takhta Kerajaan.
Sorga menyambut Rajanya, malaikat sujud menyembah
di hari sukacita, Hai bumi bergembiralah nyanyikan
KenaikanNya yang bangun bagi kita.
Imam besar telah pergi dan dari atas memberi serba karuniaNya.
Ya Tuhan, hati kami pun hendak terarah padaMu
Yang hidup selamanya!
KJ. 222a AGUNGKAN KUASA NAMANYA

Agungkan kuasa namaNya; malaikat bersujud!
Nobatkan Raja mulia dan puji Tuhanmu!
Nobatkan Raja mulia dan puji Yesus, Tuhanmu!
Hai bintang-bintang fajar t’rang, bersoraklah terus!
Agungkan Dia yang menang dan puji Tuhanmu!
Agungkan Dia yang menang dan puji Yesus, Tuhanmu!
Kaum Israel pilihanNya, dosamu ditebus!
Mesiasmu terimalah dan puji Tuhanmu!
Mesiasmu terimalah dan puji Yesus, Tuhanmu!
Jemaat yang tak melupakan derita Penebus,
b’ri hormat di hadiratNya dan pujin Tuhanmu!
B’ri hormat di hadiratNya dan puji Yesus, Tuhanmu!
Yang mati kar’na namaNya, hai martir yang kudus,
di dalam salib bermegah dan puji Tuhanmu!
Di dalam salib bermegah dan puji Yesus, Tuhanmu!
Hai waris KerajaanNya, agungkan Putra Daud!
Allahmu permuliakanlah dan puji Tuhanmu!
Allahmu permuliakanlah dan puji Yesus, Tuhanmu!
Hai bangsa-bangsa dunia, kini bertelut;
akui KerajaanNya dan puji Tuhanmu!
Akui KerajaanNya dan puji Yesus, Tuhanmu!
Kiranya kita k’lak serta di sana bersujud.
Hai ikut, alam semesta, dan puji Tuhanmu!
Hai ikut, alam semesta, dan puji Yesus, Tuhanmu!
KJ. 222b AGUNGKAN KUASA NAMANYA

Agungkan kuasa namaNya; malaikat bersujud!
Nobatkan Raja mulia dan puji, puji, puji Yesus, Tuhanmu!
Hai bintang-bintang fajar t’rang, bersoraklah terus!
Agungkan Dia yang menang dan puji, puji, puji, Yesus, Tuhanmu!
Kaum Israel pilihanNya, dosamu ditebus!
Mesiasmu terimalah dan puji, puji, puji Yesus, Tuhanmu!
Jemaat yang tak melupakan derita Penebus,
b’ri hormat di hadiratNya dan puji, puji, puji Yesus, Tuhanmu!
Yang mati kar’na namaNya, hai martir yang kudus,
di dalam salib bermegah dan puji, puji, puji Yesus, Tuhanmu!
Hai waris KerajaanNya, agungkan Putra Daud!
Allahmulah permuliakanlah dan puji, puji, puji Yesus, Tuhanmu!
Hai bangsa-bangsa dunia, kini bertelut;
akui KerajaanNya dan puji, puji, puji Yesus, Tuhanmu!
Kiranya kita k’lak serta di sana bersujud.
Hai ikut, alam semesta, dan puji, puji, puji Yesus, Tuhanmu!
KJ. 223 NYANYIAN MALAIKAT NYARING BERGEMA

Nyanyian malaikat nyaring bergema, sorga t’lah terbuka
bagi Rajanya. Kristus Raja mulia, jaya dan megah,
Yesus, Raja kasih, naik takhtaNya.
Sudahlah tepat karya s’lamatNya;
Yesus naik ke sorga. Puji namaNya!
Dia yang tersalib bagi dunia pada sisi Bapa kini mulia
tak sengsara lagi, hidup s’lamanya.
Yesus, Raja mulia, naik takhtaNya!
Yesus, Raja kasih, naik takhtaNya.
Sudahlah tepat karya s’lamatNya;
Yesus naik ke sorga. Puji namaNya!
Yesus dalam sorga, agung kasihNya: Ia mendoakan
kita umatNya; kasi dan anug’rah dicurahkanNya;
daerah bagi kita disapkanNya.
Yesus, Raja kasih, naik takhtaNya.
Sudahlah tepat karya s’lamatNya;
Yesus naik ke sorga. Puji namaNya!
KJ. 224 MASHYURKAN RAJAMU

Masyhurkan Rajamu, Allah Maha besar;
ucapkan sykurmu, bernyanyi bergemar!
Suaramu dan hatimu berpadu ‘muji Tuhanmu!
Tuhanmu Penebus, yang melepaskan kau,
memb’rikan darahNya pembasuh dosamu.
Suaramu dan hatimu berpadu ‘muji Tuhanmu!
Buana, langit pun di bawah kuasaNya.
Kunci neraka, maut, dib’rikan padaNya.
Suaramu dan hatimu berpadu ‘muji Tuhanmu!
Di muka takhtaNya semua bertelut;
musuhNya menyembah tersungkur bersujud.
Suaramu dan hatimu berpadu ‘muji Tuhanmu!
Nantikan bersyukur Sang Hakim semesta,
yang tiba menjemput semua hambaNya.
Suaramu dan hatimu berpadu ‘muji Tuhanmu!
KJ. 225 BERKERETA AWAN PUTIH

Berkereta awan putih, Yesus naik dari bumi
dan menuju takhtaNya, dan menuju takhtaNya.
Bertelutlah tiap mahluk, tiap pengecap pun mengaku:
Yesus Tuhan semesta, Yesus Tuhan semesta!
Penguasa dalam dunia dan malaikat dalam sorga
mengagungkan namaNya, mengagungkan namaNya.
Yesus Raja Mahakuasa: bersujudlah bangsa-bangsa
dan menjadi muridNya, dan menjadi muridNya.
Hai pedosa, s’rahkan hati, berimanlah, orang sakit,
orang miskin, haraplah, orang miskin, haraplah!
Yang tersalib memberikan sukacita kedamaian,
hidup gres yang kekal, hidup gres yang kekal!
KJ. 226 DIA NOBATKANLAH

Dia nobatkanlah Sang Raja Penebus;
bahana sorga bergema memuji Dia t’rus.
Hai bangun, jiwaku, bernyanyilah serta,
Memuji Jurus’lamatmu kekal selamanya.
Dia nobatkanlah Pengasih abadi;
di dalam darah lukaNya kasihNya berseri.
Malaikat tercengang melihat dashyatnya
Rahasia Allah terbentang demi manusia.
Dia nobatkanlah Raja sejahtera,
yang memerintah dunia, perang pun mereda.
Di bumi terdengar kebanggaan mulia kepada
Dia yang besar kekal kuasaNya.
Dia nobatkanlah Sang Raja hidupmu;
sang maut dikalahkanNya demi selamatmu.
Muliakan namaNya yang mati dan menang,
Memb’rikan hidup yang kekal menghalau maut kejam.
Dia nobatkanlah Sang Raja yang baka,
Pencipta alam semesta tepat dan megah.
Hormati Penebus yang agung mulia;
Sang Anakdomba yang kudus terpuji s’lamanya.
KJ. 227 UMATMU BERSEMBAH SUJUD

UmatMu besembah sujud, berdoa dan bernyanyi,
menghadap singgasanaMu, ya Kristus, Tuhan kami.
Segala kuasa dunia akhirNya ‘kan mengaku
Engkaulah raja mulia, kar’na kebangkitanMu.
Dengan darahMu yang kudus Engkau sucikan kami
menciptakan kami bagiMu imamat yang rajawi.
PadaMu diberikanlah mahkota kemenangan:
Di sorga dan di dunia namaMu berkumandang.
Ya, Jurus’lamat dunia, penuh kemuliaan
Kau tiba lagi segera di atas awan-awan.
Semua ‘kan memandangMu, termasuk yang menikam;
Semua mengagungkanMu dan mohon pengasihan.
Baik lambat atau segera, hariMu pasti datang;
cahaya fajar yang cerah semakin kelihatan.
Ya, haleluya, datanglah, umatMu sudah yakin.
Malaikat dan insan bersorak, “Amin, amin!”
KJ. 228 DATANGLAH, YA ROH KUDUS

Datanglah, ya Roh Kudus, b’rikanlah cahayaMu,
Sinar sorga yang baka. O Pengasuh kaum lemah,
Pemberi anugerah, Suluh hati, datanglah!
Kau Penghibur mahabaik dan Sahabat mahalaik,
Penyegar dan Penyejuk, Kau menampung yang lelah,
Kau tenangkan yang resah, Kau melipur yang sendu.
Cahya beranugerah, curahkanlah kurnia dalam hati umatMu.
Tanpa daya ciptaMu tiada insan yang kudus,
tiada hidup yang teduh.
Yang cemar sucikanlah, yang kersang siramilah,
Yang ced’ra sembuhkanlah; yang tegar lunakkanlah,
Yang beku cairkanlah, yang sesat arahkanlah.
B’rilah pada umatMu yang percaya padaMu
rahmat dalam tiap hal dan pahala mulia,
mati bersejahtera, sukacita yang kekal.
KJ. 229a O ROH PENCIPTA, DATANGLAH

O Roh Pencipta, datanglah, masuki kami, umatMu;
ciptaanMu penuhilah dengan berkat kurniaMu.
Engkau Penolong yang teguh, Kurnia Allah terbesar,
Kau Sumber hidup yang benar, Pengibar kasih umatMu.
Engkau Roh purna kurnia, Kau Tangan khalik semesta;
Kau komitmen Bapa mulia; bahasa kasih Kauberi.
Berilah kami sinarMu dan kasihMu curahkanlah,
supaya kami yang lemah teguh berbudi s’lamanya.
Kuasa jahat halaulah, berilah damaiMu terus dan
pimpin kami, umatMu, hindarkan dari seteru.
OlehMu kami mengenal Bapa dan Putra TunggalNya.
Kau Roh Ilahi, Roh Kudus, padaMu kami beriman.
KJ. 229b O ROH PENCIPTA, DATANGLAH

O Roh Pencipta , datanglah, masuki kami, umatMu;
ciptaanMu penuhilah denganberkat kurniaMu.
KJ. 230 KAMI BERDOA, YA ROH KUDUS

Kami berdoa, ya Roh Kudus, kepercayaan kami asuhlah terus;
dalam kegelapan terangi kami hingga masuk hening abadi.
Tolong kami!
Cahya Ilahi, pancarkanlah kasih Kristus dalam dunia,
biar kami tinggal di dalam Dia yang membuka sorga ceria.
Tolong kami!
Maha Pengasih, kobarkanlah api suci dan baka,
biar kami hidup dengan sesama dalam hening dan kasih Allah.
Tolong kami!
Maha Penghibur, kuatkanlah hati kami, biar tak resah;
dalam menghadapi kuasa maut, bersamaMu kai tak takut.
Tolong kami!
KJ. 231 O ROH KUDUS ILAHI

O Roh Kudus Ilahi, nyalakan api suci di dalam
hati kami yang sudi kau penuhi.
Terangi batin kami supaya mendengarMu,
memutuskan hati kami menyambut panggilanMu.
O, tolong kami ini sebarkan Injil kudus,
sehingga isi dunia memuliakan Yesus.
KJ. 232 HAI UMAT, NYANYILAH

Hai umat, nyanyilah, rayakan hari ini!
Mujizat Allahmu masyhurkanlah disini!
T’lah turun Roh Kudus membangkit laskarNya;
Semoga kini pun semua tergerak.
Ya Roh karunia, Penghibur dan Penolong,
kini datanglah; berkatMu kami mohon.
Baptisan dan Firman membangun umatMu,
Supaya kami pun berbuahlah penuh.
Kaupilih umatMu menjadi tubuh Kristus.
Kembali lahirlah umatMu dalam Yesus.
Di PeramuanNya. Kau hadir bekerja
menciptakan hambaMu cerminan kasihNya.
Yang hidup oleh Roh, yang bangun oleh
Firman dan oleh kurnia berbuah kar’na iman,
Muliakan Allahmu dan puji kasihNya,
Yang gres dan segar selama-lamanya.
KJ. 233 ROH KUDUS, TURUNLAH

Roh Kudus, turunlah dan tinggal dalam hatiku,
dengan cahaya kasihMu terangi jalanku!
ApiMulah pembakar jiwaku,
sehingga hidupku memuliakan Tuhanku.
Bagaikan surya pagi menyegarkan dunia,
kuasaMu membangkitkan jiwa layu dan lemah.
Curahkanlah berkat karunia;
Jadikan hidupku padaMu saja berserah!
Syukur padaMu, Roh Kudus, yang sudah memberi
bahasa dunia gres yang tepat dan suci.
Jadikanlah semakin berseri
Iman dan pengharapan serta kasih yang bersih.
KJ. 234 DI HARI PENTAKOSTA

Di Hari Pentakosta Roh Kudus turunlah
mengajar murid Yesus berkata, bekerja.
Roh Kudus berbicara di dalam hatiku,
mengajar dan menolong dan menyertaiku.
 ‘Ku suka mendengarkan bunyi Roh Kudus
yang mengajarkan saya mengikut Penebus.
Roh Kudus yang terkasih, kuminta padaMu,
tetap setiap hari diami hatiku.
KJ. 235 KUDENGAR BERKATMU TURUN

Kudengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat,
menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat.
Aku pun, saya pun, ya, berkati saya pun!
Bapa, jangan Kaulewati aku, walau ‘ku cemar;
‘ku tak layak Kaudekati namun rahmatMu besar.
Aku pun, saya pun, kasihani saya pun!
Mampirlah, ya, Jurus’lamat, kau dambaan hatiku;
saya rindu amat sangat mendengar panggilanMu.
Aku pun, saya pun, Yesus, panggil saya pun!
Mampirlah, ya Roh perkasa, t’rangi mata hatiku;
sabda Kristus b’ri berkuasa, dalam diri hambaMu.
Aku pun, saya pun, ya, terangi saya pun!
Amat lama tak ‘ku sadar menyedihkan hatiMu;
pada dunia ‘ku bersandar, o, s’lamatkan diriku!
Aku pun, saya pun, o, s’lamatkan saya pun!
Kasih Allah yang sempurna, darah Kristus yang kudus,
kuasa Roh yang tak terduga, biar jaya dalamku.
Aku pun, saya pun, sempurnakan saya pun!
Ikatlah hatiku, Tuhan, selamanya padaMu;
b’rilah air kehidupan melimpahi diriku.
Aku pun, saya pun, ya, berkati saya pun!
KJ. 236 ROH KUDUS, SINARILAH

Roh Kudus, sinarilah hati gundah dan lelah.
Gati kuasa yang gelap dengan t’rangMu yang tetap.
Roh Kudus, sucikanlah hati risau dan lemah.
Yang t’lah lama dicekam oleh Iblis yang kejam.
Roh Penghibur, angkatlah hati susah, berkesah.
Hibur hati yang sedih, balut luka yang perih.
Roh Kudus, diamilah hati yang t’lah berserah.
kaulah saja, Tuhanku, Raja dalam hatiku.
KJ. 237 ROH KUDUS, TETAP TEGUH

Roh Kudus, tetap teguh Kau Pemimpin umatMu.
Tuntun kami yang lemah lewat gurun dunia.
Jiwa yang letih lesu mendengar mendengar panggilanMu,
“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera!”
Kawan karib terdekat, Kau menolong yang penat;
b’ri di jalan yang kelam hati anakMu tent’ram.
Bila angin ribut menderu, perdengarkan suaraMu,
“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri!”
Bila nanti tamatlah pergumulan dunia,
dalam sorga mulia nama kita tertera,
asal kita ditebus, pun dipanggil Roh Kudus,
“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera!”
KJ. 238 YA ROH KUDUS BERKURNIA

Ya Roh Kudus berkurnia, bagai merpati turunlah,
hidupkan kami, umatMu, dengan percaya yang teguh.
Tanpa Engkau percumalah usaha kami yang lemah;
tiada arti yang penuh tanpa Engkau, ya Roh Kudus.
Pada mulanya Kauberi cahaya hidup yang jernih
dan rupa alam terbentuk, diatur kehadiranMu!
Ya Roh Kudus, diamilah, umatMu dalam dunia,
yang kepadaMu berseru: baruilah ciptaanMu!
Roh Allah Mahamulia, Roh Kristus Yesus, datanglah,
berkati umatMu penuh dengan limpahan kasihMu!
KJ. 239 TURUN, ROH ALLAH, DALAM HATIKU

Turun, Roh Allah, dalam hatiku; sucikan daku dan hidupkanlah;
ubah lemahku oleh kuasaMu; kasihku padaMu murnikanlah.
Tidak kuminta mimpi amat khas, tanda yang hebat, keajaiban pun;
yang saya minta hanya inilah: singkirkan kesuraman jiwaku.
Bukankah, Yesus, Dikau berpesan, “Kasihi Allah” nrimo dan penuh?
Ajar kiranya salib kupegang; biar kucari dan mendaptMu.
Ajarlah saya bahwa Kau dekat; bimbing ‘ku tahan di gumulanku,
tidak bersangsi, tidak berkesah, bila tak Kaukabulkan doaku.
Ajar ‘ku tulus mengasihiMu; diriku dalam Roh baptiskanlah:
Hatiku altar persemahanku, cinta kasihMu nyala apinya.
KJ. 240a DATANGLAH, YA SUMBER RAHMAT

Datanglah, ya sumber rahmat, selaraskan hatiku menyanyikan
kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar saya madah indah,
gita balai sorgaMu. Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.
Hingga kini ‘ku selamat dengan berpengaruh yang Kaub’ri.
Kuharapkan akan sanggup hingga di neg’ri seri.
Yesus cari akan daku, domba binal yang sesat;
Untuk membela diriku dipikulNya salib b’rat.
Tiap hari ‘ku berhutang pada kasih abadi.
Rantailah hatiku curang dengan rahmat tak henti.
‘Ku dipikat pencobaan meninggalkan kasihMu;
inilah hatiku, Tuhan, meteraikan bagiMu!
KJ. 240b DATANGLAH, YA SUMBER RAHMAT

Datanglah, ya sumber rahmat, selaraskan hatiku menyanyikan
kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar saya madah indah,
gita balai sorgaMu. Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.
KJ. 241 INILAH HARI KELIMAPULUH

Inilah Hari Kelimapuluh, Hari Pentakosta;
panen pertama menjadi nampak, panen dari Paskah.
Untuk siapakah hasil pertama ini? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!
Biji benih yang telah ditanam dengan air mata
hidup menjadi flora dan buahnya sudah nyata.
Untuk siapakah hasil pertama ini? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!
Yesus ditanam dan bangun pula pada masa Paskah,
kini buahNya menjadi kasatmata pada Pentakosta.
Untuk siapakah hasil pertama ini? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!
Yesus tumbuhan yang mahaagung, diberkati Allah;
nampaklah hasil tumbuhan itu: orang yang percaya.
Untuk siapakah hasil pertama ini? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!
Hasil pertama mengandung komitmen untuk panen akhir:
nanti tuaian purnama datang, janganlah kuatir!

*) Reffrein ( Khusus sehabis bait ke-5 ) :
Untuk siapakah panen purnama itu? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!

KJ. 242 MULIAKANLAH ALLAH BAPA

Muliakanlah Allah Bapa, muliakan Putr’aNya, muliakan
Roh Penghibur, Ketianya Yang Esa! Haleluya, puji Dia
Kini dan selamanya!
Muliakan Raja Kasih yang menjadi Penebus,
yang menciptakan kita waris KerajaanNya terus.
Haleluya, puji Dia, Anakdomba yang kudus!
Muliakan Raja sorga, Raja G’reja yang esa,
Raja bangsa-bangsa dunia; langit-bumi nyanyilah!
Haleluya, puji Dia, Raja Mahamulia!
Kemuliaan selamanya dalam sorga bergema.
Hormat dan syukur dan kuasa diberi ciptaanNya.
Haleluya, puji Dia, Raja agung semesta!
KJ. 243 HALELUYA! TERPUJILAH

Haleluya! Terpujilah Pencipta alam semesta,
Sang Bapa Mahakuasa! Mestilah kebesaranNya
Dan hikmat kasih sayangNya dipuji alalm raya!
Haleluya! Terpujilah Sang Putra yang ke dunia
membawa hening Allah! Mestilah kar’na kurbanNya,
Sang Penebus insan dipuji alam raya!
Haleluya! Terpujilah Sang Roh yang kediamanNya
di hati yang percaya! Mestilah Pengarunia,
Penuntun ke terang baka, dipuji alam raya!
Haleluya! Terpujilah Yang oleh malak disembah
di sorga selamanya! Mestilah kini dan terus
Sang Bapa, Putra, Roh Kudus dipuji alalm raya!
KJ. 244 PUJI ALLAH PENCIPTA

Puji Allah Pencipta, Haleluya, Mahatinggi di sorga,
Haleluya! Agung sungguh kuasaNya, Haleluya,
dalam amat kasihNya, Haleluya!
Puji Kristus, Putera, Haleluya, Tuhan dan Manusia,
Haleluya. Nabi, Imam dan Raja, Haleluya,
Yang t’lah naik ke sorga, Haleluya!
Puji Roh Kudus mulia, Haleluya,
Duta Kristus yang baka, Haleluya.
Pamong bagi umatNya, Haleluya,
Dan Penghibur di dunia, Haleluya!
KJ. 245 TRITUNGGAL, SINAR ABADI

Tritunggal, Sinar abadi, Esa sempurna, Ilahi, dikala
surya terbenam, buatlah hati benderang.
Kau disembah dinihari, pun di senja Kau dicari.
Selalu kami menyembah; kebanggaan kami t’rimalah.
Ya Bapa, Putra, Roh Kudus, kekal terpuji namaMu!
Engkaulah mahamulia semula dan selamanya!
KJ. 246 YA ALLAH YANG MAHATINGGI

Ya Allah yang Mahatinggi, Kau Pencipta dunia ini;
kami juga Tuhan ciptakan, biar Dikau tetap dipuji.
Engkau Bapa yang memberkati tiap orang yang endah hati.
Tolonglah kami kini ini dan selamanya.
Ya Allah yang Mahakasih, Engkau lahir di dunia ini;
Engkau mati di kayu salib; Engkau rela mengganti kami.
Dari kubur telah Kau bangkit; kuasa maut tiada lagi.
Pimpinlah kami alasannya yaitu Engkaulah Jalan yang benar.
Ya Allah yang Mahasuci, Engkau turun ke dunia ini;
Kau menyala bagaikan api; memurnikan nurani kami,
Mengobarkan semangat kami biar kami menjadi b’rani.
Utuslah kami ke dunia ini dengan kuasaMu.
KJ. 247 SUNGGUH, KERAJAAN ALLAH DI BUMI TAK KALAH

Sungguh, Kerajaan Allah di bumi tak kalah.
Yesus yang bangun dilantik menjadi kepala.
Ia menang; g’lapmu menjadi terang:
Lihatlah fajar menyala.
Sambil menyangkal dirimu tetaplah percaya.
Jangan pengharapan hilang di p’rang dan bahaya.
Biar gentar, hatimu pun berdebar,
Akhirnya kau berjaya.
Akhirnya Yesus memulihkan orang terluka,
kaumnya lepas dari nista, sengsara dan duka.
Nantikanlah hari kedatanganNya:
Langit gemilang terbuka!
KJ. 248a YESUSLAH RAJA YANG MENANG

Yesuslah Raja yang menang sejauh edaran surya t’rang,
seputar bola dunia, menghalau g’lap selamanya.
KJ. 248b YESUSLAH RAJA YANG MENANG

Yesuslah Raja yang menang sejauh edaran surya t’rang,
seputar bola dunia, menghalau g’lap selamanya.
Rangkaian doa dan sembah tak putus naik kepadaNya;
namaNya harum dan kudus, dipuji umatNya terus.
Segala bangsa dunia memuliakan kasihNya;
dan bunyi anak berseru, “Ya, Tuhan, agung namaMu!”
K’rajaanNya penuh berkat; terhibur orang yang penat,
tawanan dosa bebaslah, ditinggikanNya yang rendah.
Dalam terang kuasaNya kutukan maut terhapuslah;
turunan Adam diberi warisan gres tak terp’ri.
Makhluk semua, bangkitlah memuji Raja semesta!
Malaikat pun bernyanyilah dan bumi pun ikut bergema.
KJ. 249 SERIKAT PERSAUDARAAN

Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu.
Bersama-sama majulah, dikuatkan iman,
Berdamai, bersajahtera, dengan pengasihan.
Serikatmu tetap teguh diatas Alasan,
yaitu satu Tuhanmu, dan satulah iman,
dan satu juga baptisan dan Bapa satulah,
yang olehmu sejkalian dipuji, disembah.
Dan masing-masing kau pun dib’ri anugerah,
supaya kau bertekun dan rajin bekerja.
Hendaklah hatimu rendah, tahu: Tuhan berpesan
Jemaat berdasarkan firmanNya berkasih-kasihan.
KJ. 250b ALLAHMU BENTENG YANG TEGUH

Allahmu benteng yang teguh, perisai dan senjata;
betapa pun sengsaramu, pertolonganNya nyata!
Si jahat yang geram berniat ‘kan menang;
Ngeri kuasanya dan tipu dayanya di bumi tak bertara.
Dengan tenaga yang fana pasti kita kalah.
Pahlawan kita Dialah yang diurapi Allah.
Siapa namaNya? Sang Kristus mulia, Tuhan Yang Esa,
Panglima semesta. Niscaya Ia jaya!
Penuhpun setan dunia yang mau menumpas kita,
jangan gentar melihatnya; kepercayaan tak sia-sia!
Penghulu kuasa g’lap, meskipun menyergap,
Mustahil ‘kan menang; kuasanya ditebang dengan sepatah kata.
FirmanNya pertahankan t’rus dan puji hanya Dia!
Dengan kuasa Roh Kudus Ia di pihak kita.
Kendati hidupmu diambil seteru,
Pun harta dan benda, akhirnya kitalah yang punya Kerajaan!
KJ. 250b ALLAHMU BENTENG YANG TEGUH

Allahmu benteng yang teguh, perisai dan senjata;
betapa pun sengsaramu, pertolonganNya nyata!
Si jahat yang geram berniat ‘kan menang;
Ngeri kuasanya dan tipu dayanya di bumi tak bertara.
Dengan tenaga yang fana pasti kita kalah.
Pahlawan kita Dialah yang diurapi Allah.
Siapa namaNya? Sang Kristus mulia, Tuhan Yang Esa,
Panglima semesta. Niscaya Ia jaya!
Penuhpun setan dunia yang mau menumpas kita,
jangan gentar melihatnya; kepercayaan tak sia-sia!
Penghulu kuasa g’lap, meskipun menyergap,
Mustahil ‘kan menang; kuasanya ditebang dengan sepatah kata.
FirmanNya pertahankan t’rus dan puji hanya Dia!
Dengan kuasa Roh Kudus Ia di pihak kita.
Kendati hidupmu diambil seteru,
Pun harta dan benda, akhirnya kitalah yang punya Kerajaan!
KJ. 251 MAJU, BERJUANGLAH TERUS

Maju, berjuanglah terus; Kristuslah kekuatanmu,
hingga tercapai akhirnya mahkota hidup yang baka.
Oleh berkat anugerah jalur benar jalanilah;
Kristus sendiri Jalanmu dan Kemenangan bagimu.
Rasa kuatir buanglah; langkah Tuhanmu ikutlah.
Kasih dan Hidup yang kekal di dalam Kristus kaukenal.
Jangan gentar, percayalah: Kristus Pengasih umatNya.
Imanilah dengan teguh: Kristus segala bagimu.
KJ. 252 BATU PENJURU GEREJA

Batu penjuru G’reja dan Dasar yang esa, yaitu
Yesus Kristus, Pendiri umatNya. Denagn kurban darahNya
Gereja ditebus; baptisan dan firmanNya membuatNya kudus.
Terpanggil dari bangsa seluruh dunia, manunggallah Gereja
ber-Tuhan Yang Esa. Aneka kurnianya, esa baptisannya,
esa perjamuannya, esa harapannya.
Dilanda perpecahan dan faham yang sesat. Jemaat diresahkan
tekanan yang berat. Kaum kudus menyerukan, “Berapa lamakah?”
Akhirnya malam sedih diganti t’rang cerah.
Gereja takkan punah selama-lamanya, dibimbing tangan Tuhan,
dibela kasihNya. Ditantang pengkhianat dan banyak musuhnya,
dan bertahanlah jemaat dsn jaya mulia.
Di dalam pencobaan dan perjuanagannya ditunggu zaman
sejahtera baka. Di mata tercerminkan Gereja yang menang
mencapai perhentian sentosa cemerlang.
Gereja yang di sorga dan yang di dunia bersatu dalanm Tuhan,
Ketiga Yang Esa Ya Tuhan, b’ri anug’rah supaya kami pun
Engkau tempatkan juga kekal dirumahMu.
KJ. 253 MAJULAH, MAJULAH

Majulah, majulah, maju dalam t’rang permai dan nyalakanlah
pelita menantikan Mempelai; sumber Hidup hanya Dia.
Umat Tuhan, masuk pintuNya, majulah, majulah!
Tabahlah, tabahlah, tabh tanpa mengeluh; tanggunglah cerca dan duka,
taat hingga ajalmu. Lihat tajuk kehidupan;
biar Iblis tiba menerpa, tabahlah, tabahlah!
Tolaklah, tolaklah tolak rayu dunia yang mencoba memegahkan
dikau oleh hartanya; jangan pandang kesenangan:
komitmen Iblis dan gidaannya tolaklah, tolaklah!
Ujilah, ujilah, ujilah setiap roh yang memikat kiri kanan
untuk menyesatkanmu. Ikut Bintang Pengharapan,
tapi yang tersamar nampaknya ujilah, ujilah!
Tumbuhlah, tumbuhlah, tumbu dalam Tuhanmu: Roh dan Hidup kauseraplah; jangan maut kautempuh. Subur oleh kuasa Allah
bagai carang hijau s’lamanya tumbuhlah, tumbuhlah!
KJ. 254 KRISTUS, PENOLONG UMAT YANG PERCAYA

Kristus, Penolong umat yang percaya, Bintang harapan,
b’rikanlah cahaya dalam gelap, ancaman dan bahaya;
tolong, ya Tuhan!
Datang, ya Tuhan, tiba memerangi ombak dan badai
yang melanda kami. Di kemelut rohani dan jasmani
Kaulah Perisai!
B’rilah Gereja hening dan sentosa, hening sejati
bagi penguasa, hening sejaht’ra bagi tiap bangsa,
hening di hati.
Kaulah Pelindung umatMu yang papa, maka namaMu
patut dimuliakan. Kini di bumi dan kekal di sorga,
s’lama-lamanya.
KJ. 255 DI SELURUH DUNIA

Di seluruh dunia satu umatNya, satu dalam baptis
dan satu Jalannya; menuju sejahtera sorga yang senang
kita maju dalam cah’ya sinar yang terang.
Beda bangsa, bahasa, kulit dan tempat, namun satu iman
kita dalam kasihNya. Di dunia yang t’rus resah ada harapan:
Yesus-Kebenaran kita-Tuhan Dialah!
Manusia berlelah dalam dunia, tapi hening yang sentosa
tak didapatnya. Kenallah Pelindungmu, Damai yang benar:
Yesus-Jalan, Kebenaran, Hidup yang kekal!
KJ. 256 KITA SATU DI DALAM TUHAN

Kita satu di dalam Tuhan, satu G’reja yang esa.
Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku, s’muanya.
Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku, s’muanya.
Hujan, air dan matahari Tuhan b’rikan s’muanya,
bulan, bintang memuji-muji memenuhi semesta.
Bulan, bintang memuji-muji memenuhi semesta.
Tuhan s’lalu memelihara s’luruh alam semesta,
kita pun disuruhNya juga, menyatakan kasihNya.
Kita pun disuruhNya juga, menyatakan kasihNya.
KJ. 257 AKU GEREJA, KAUPUN GEREJA

Aku Gereja, kau pun Gereja, kita sama-sama Gereja dan
pengikut Yesus di seluruh dunia kita sama-sama Gereja.
Gereja bukanlah gedungnya, dan bukan pula menaranya;
Bukalah pintunya, lihat di dalamnya, Gereja yaitu orangnya.
Aku Gereja, kau pun Gereja, kita sama-sama Gereja dan
pengikut Yesus di seluruh dunia kita sama-sama Gereja.
Berbagai macam manusia, terdiri dari bangsa-bangsa,
lain bahasanya dan warna kulitnya, tempatnya pun berbeda juga.
Aku Gereja, kau pun Gereja, kita sama-sama Gereja dan
pengikut Yesus di seluruh dunia kita sama-sama Gereja.
Di waktu hari Pentakosta Roh Kudus turunlah ke dunia;
G’reja disuruhNya membawa informasi kepada umat manusia.
KJ. 258 SATU TUBUH KITA

Satu Tubuh kita, meski banyak anggota: hitam, putih,
kuning dan merah, miskin, kaya, tinggi dan hina,
satu Tubuh kiya dalam Yesus Kristus! Satu Tubuh kita
dalam Yesus Kristus!
Satu Tubuh kita, meski banyak anggota: satu sakit,
sakit semua, satu mulia, mulia semua: Satu Tubuh kita dalam
Yesus Kristus! Satu Tubuh kita dalam Yesus Kristus!
KJ. 259 DI DALAM KRISTUS BERTEMU

Di dalam Kristus bertemu seluruh dunia;
terpadu umat Penebus di dalam kasihNya.
Semua hati terlebur di dalam TubuhNya,
berkarya bersahabat dan tekun di pelayananNya.
Bergandeng tanganlah erat papun bangsamu:
pengabdi Bapa yang kudus, tentulah kawanku.
Di dalam Kristus bertemu seluruh dunia;
cerminan kasih Penebus umatNya yang esa.
KJ. 260 DALAM DUNIA PENUH KERUSUHAN

Dalam dunia penuh kerusuhan, ditengah kemelut permusuhan
datanglah KerajaanMu; di Gereja yang harus bersatu, biar nyata
insan baru, datanglah KerajaanMu!
Datanglah, datanglah, datanglah KerajaanMu!
Memerangi gelap kemiskinan, menyinarkan terang keadilan
datanglah KerajaanMu; di lautan, di gunung, di ladang
dan di badai, di pasar, di jalan datanglah KerajaanMu!
Datanglah, datanglah, datanglah KerajaanMu!
Dalam hati dan verbal dan tangan dengan kasih, dengan
kebenaran datanglah KerajaanMu; kar’na Kaulah empunya semua,
demi Kristus umatMu berdoa: datanglah KerajaanMu!
Datanglah, datanglah, datanglah KerajaanMu!
KJ. 261 YERUSALEM MULIA DAN KUDUS

Yerusalem, mulia dan kudus, rinduan hatiku!
‘Ku tergerak hendak terbang terus ke puncak bukitmu,
diatas hutan rimba dan gunung dan lembah,
supaya saya tiba di negeri baka.
Bila kelak bersinar cahyamu, o hari cemerlang,
waktunyalah kus’rahkan nyawaku gembira dan senang
ke dalam tangan Bapa yang t’lah memilihnya dan
kuperoleh s’lamat di Sion s’lamanya.
Kota emas, gerbangmu bukalah, terima salamku!
Di dunia alangkah lamanya ‘ku rindu padamu,
Tatkala saya susah di alam yang fana dan
kudambakan sorga pusaka yang baka.
O lihatlah kumpulan yang kudus, berlaksa banyaknya!
Jumlah besar yang sudah ditebus, pilihan mulia,
Telah diutus Tuhan menyambut diriku
Di ketika ‘ku berjuang di kancah kemelut.
Nabi besar, leluhur mulia, jemaat beriman, yang t’lah
pernah memikul salibnya, disiksa, ditekan, sekarang
saya lihat berwajah yang cerah di cahya yang gemilang
yang tiada habisnya.
Wahai Firdaus, nyanyianmu merdu dan warnamu segar,
udaramu dan tamanmu penuh senang benar.
Kemuliaan sorga t’lah masuk hatiku dan ‘ku menyanyi
Juga berdasarkan lagumu.
Madah besar gempita cemerlang di sana menggegap;
gambus, gendang, kecapi dan serdam membuatnya lengkap:
berlaksa-laksa pengecap bersuara bergema di dalam gita indah
di sorga s’lamanya.
KJ. 262 KOTA SION, KOTA ALLAH

Kota Sion, kota Allah, puri agung dan tenar,
kau dipilih daerah tinggal oleh Yang Maha Besar.
Kau berdiri atas Cadas yang awet dan teguh,
Tiada tertembus mucuhmu tembok kes’lamatanmu.
Putera serta putrimu cukup akan air sejuk.
Yang bersumber pada kasih, pantang takut dan keluh.
Siapa akan haus lagi, bila ada air sedap?
Rahmat, mirip Sumbernya tak henti, akan tetap.
Tiap rumah terselubung oleh awan yang pekat.
Ada api menerangi Allah pun tetap dekat.
B’ri naungan pada siang, b’ri terang dalam gelap;
Manna pun dib’ri kuliner atas doa yang tetap.
Yesus, bila k’lak pun saya jadi warga kotaMu,
walau dunia menekanku, ‘ku kupuji namaMu.
Kebesaran anak dunia akan hilang dan lenyap.
Hanya harta warga Sion dan sukanya yang tetap.
KJ. 263 YANG T’LAH MENANG

Yang t’lah menang disambut di Firdaus dan makan
buah pohon Alhayat, tak lagi ingat sedih atau maut:
Kristus yang hidup tuhannya tetap. Ia alami nikmat
Sorgawi dan merasai kasih kekal, dan merasai kasih kekal.
Yang t’lah menang kelak mendapat juga roti sorgawi,
jadi pangannya; kesaksiannya tak pernah terlupa dan nama
gres diterimanya, yang diukirkan di atas intan
tanda jaminan Sang Penebus, tanda jaminan Sang Penebus.
Yang t’lah menang tak akan mengalami maut kedua
di gelap ngeri, tapi melihat Bapa Mahakasih, ikut
ber-Haleluya tak henti. Habis bertahan di perjuangan
ia bawakan kurban syukur, ia bawakan kurban syukur.
Yang t’lah menang, namanya ‘kan tertulis di kitab
kehidupan yang baka; ia pun tampil dalam jubah putih,
mengaku: “Kau Tuhanku s’lamanya!” Dan dari ia terima
tajuk mulia s’lamat kudus, tajuk mulia s’lamat kudus.
Yang t’ah menang menjadi sokoguru di rumah Allah
s’lama-lamanya. Padanya dituliskan nama baru,
nama Yerusalem dan Allahnya: yang ia raih,
tanda awet di dahinya, tanda awet di dahinya.
Yang t’lah menang dib’ri daerah di sorga,
takhta yang pantas jadi miliknya, habis berjuang
di gelanggang dunia, di sisi Allah ia jayalah!
Yang t’lah berlaga dalam percaya
Dib’ri sejaht’ra habis perang, dib’ri sejaht’ra habis perang.
Ya Yesus, tolong! B’rilah kemenangan! Lihat betapa banyak
musuhku: Iblis dan dosaku terus mengancam; saya perlukan
pertolonganMu! Nanti, ya Tuhan, di dalam sorga
saya serukan puji syukur, saya serukan puji syukur!
KJ. 264 KAR’NA JEMAAT DI SORGA MULIA

Kar’na jemaat di sorga mulia, yang t’lah bersaksi dalam
dunia, namaMu, Yesus, dimuliakanlah! Haleluya, Haleluya!
Kaulah daerah mereka berteduh, Kaulah Panglima laskar
yang kudus. Engkau Terang di malam yang sendu. Haleluya, Haleluya!
Jadikan kami juga beriman bagai umatMu yang telah menang
demi mahkota jaya cemerlang. Haleluya, Haleluya!
Indah benar serikat yang kudus: kita lemah, mereka jaya t’rus,
tetapi satu dalam Penebus. Haleluya, Haleluya!
Walau perang semakin menggegar, nyanyian jaya sayup terdengar;
kembali sabar hati yang gentar. Haleluya, Haleluya!
Teja emas kemilau di senja, tanda sentosa bagi yang lelah:
perlambang firdaus yang sejahtera. Haleluya, Haleluya!
Terbitlah fajar yang lebih cerlang: bangkitlah laskar di dalam terang.
Menyambut Yesus, Raja Pemenang. Haleluya, Haleluya!
Segala bangsa yang t’lah ditebus masuk ke Sion sambil bersyukur,
memuji Bapa, Putra, Roh kudus. Haleluya, Haleluya!
KJ. 265 BILA TUGASKU KELAK SELESAI

Bila tugasku kelak selesai, s’lamat ‘ku tiba di pantai permai
dan dari Tuhanku tak tercerai, itu bagiku senang baka.
‘Ku s’lamanya bahagia, bahagia, bahagia; bila kupandang
Tuhanku kelak, saya bahagia, senang tetap.
Bila kelak oleh kurniaNya saya disambut di sorga cerah
dan ‘ku memandang sinar waahNya, itu bagiku senang baka.
‘Ku s’lamanya bahagia, bahagia, bahagia; bila kupandang
Tuhanku kelak, saya bahagia, senang tetap.
Bila di sana ‘ku jumpa teman, saya gembira dan amat senang,
tapi melihat Tuhan berkenan, itu bagiku bahgia baka.
‘Ku s’lamanya bahagia, bahagia, bahagia; bila kupandang
Tuhanku kelak, saya bahagia, senang tetap.
KJ. 266 ADA KOTA YANG INDAH CERAH

Ada kota yang indah cerah, nampaklah bagi mata iman:
rumah Bapa di sorga abadi bagi orang yang sudah menang.
Indahnya saatnya kita jumpa di kota permai. Indahnya
saatnya kita jumpa dikota permai.
Nun di sana bersama sahabat kita nyanyi kebanggaan merdu,
selamanya sentosa tent’ram, rasa sedih terhapus penuh.
Indahnya saatnya kita jumpa di kota permai. Indahnya
saatnya kita jumpa dikota permai.
Pada Bapa, Pemurah kita patut bersyukur tetap:
tiap hari kasihNya besar, hidup kta teriring berkat.
Indahnya saatnya kita jumpa di kota permai. Indahnya
saatnya kita jumpa dikota permai.
KJ. 267 BILA MUKA DENGAN MUKA

Bila muka dengan muka saya pandang Penebus,
sukacitaku berlimpah: Ia mati bagiku!
Nanti muka dengan muka saya pandang Penebus;
Agung dalam t’rang sorgawi saya pandang Tuhanku!
Masih kabur pandanganku, b’lum tersingkap tabirnya,
tapi hari kemuliaan akan tiba segera.
Nanti muka dengan muka saya pandang Penebus;
Agung dalam t’rang sorgawi saya pandang Tuhanku!
‘Ku senang di sisiNya, hilang sedih dan resah;
jalan bengkok sudah lurus, yang gelap sudah cerah.
Nanti muka dengan muka saya pandang Penebus;
Agung dalam t’rang sorgawi saya pandang Tuhanku!
Nanti muka dengan muka pribadi akan kukenal
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, Pengasihku yang kekal!
Nanti muka dengan muka saya pandang Penebus;
Agung dalam t’rang sorgawi saya pandang Tuhanku!
KJ. 268 AKU TAHU SATU KOTA

Aku tahu satu kota; bukan sisnilah tempatnya,
situ Yesus jadi Raja: kota suci cemerlang.
Kota Sion namanya, t’rus kekal selamanya.
Jangan cemas! Mari kemas untuk masuk dalamnya.
Dalam kota suci itu orang timpang, tuli, bisu
jadi sehat dan gembira: tiada tangis dan perang.
Kota Sion namanya, t’rus kekal selamanya.
Jangan cemas! Mari kemas untuk masuk dalamnya.
KJ. 269 HAI MUSAFIR, MAU KEMANA

Hai musafir, mau kemana kau arahkan langkahmu?
Kami ikut titah Raja dan berjalan tak lesu:
Lewat gunung dan dataran arah kami ke istana,
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.
Apa kau sanggup tahan dalam angin ribut yang seru?
Tangan Tuhan yang menuntun: hati kami pun teguh.
Apa pun yang dihadapi, Yesuslah membimbing kami,
Yesuslah membimbing kami, kekotaNya yang kudus.
Yesuslah membimbing kami kekotaNya yang kudus.
Di neg’ri yang kau tuju apakah harapanmu?
Jubah putih dan mahkota pemberian Penebus,
Minum air kehidupan dan kekal bersama Tuhan,
Dan kekal bersama Tuhan di neg’riNya yang kudus.
Dan kekal bersama Tuhan di neg’riNya yang kudus.
Apa kami boleh ikut ke neg’ri tujuanmu?
Tentu saja, ayo mari, mari ikutlah terus!
Mari ikut sungguh-sungguh: oleh Yesus kau ditunggu,
Oleh Yesus kau ditunggu di kotaNya yang kudus.
Oleh Yesus kau ditunggu di kotaNya yang kudus.
KJ. 270 BERLAKSA-LAKSA ORANG

Berlaksa-laksa orang berdandan cemerlang, barisan laskar
kaum kudus mendaki tangga t’rang. T’lah kalah maut dan dosa
dan tamatlah perang. Bukakanlah gapura mas menyambut yang menang!
Bahana Haleluya mengisi semesta. Ribuan harpa terdengar berpadu
menggema. Bagimu, final zaman, tercipta dunia;
pengganti sedih dan keluh senang baka.
Bayangkan pertemuan di Kanaan permai: ikatan persaudaraan tak lagi
tercerai. Terhapus air mata dan wajah berseri; baik anak piatu, janda
pun tak lagi bersedih.
Ya Anakdomba Allah, s’lamatkan umatMu! Kaum pilihanMu
himpunlah, bertakhtalah teguh! Engkau, Harapan dunia,
umatMu tuntunlah! Bubungkan tanda jayaMu, ya tiba segera!
KJ. 271 KABAR YANG INDAH BENAR

Kabar yang indah benar, kidung besar mengegar,
sabda Rajamu dengar! Yesus ‘kan tiba seg’ra.
Datang seg’ra, tiba seg’ra! Mungkin malam saatnya,
Pagi, siang, entah senja. Hari gemilang berlimpah berkat:
Yesus ‘kan tiba seg’ra!
Gunung, lembah, soraklah; padang kembang, nyanyilah;
maklumkanlah, semesta: Yesus ‘kan tiba seg’ra!
Datang seg’ra, tiba seg’ra! Mungkin malam saatnya,
Pagi, siang, entah senja. Hari gemilang berlimpah berkat:
Yesus ‘kan tiba seg’ra!
Di hadapanNya kelak sedih nestapa lenyap,
kita sujud menyembah: Yesus ‘kan tiba seg’ra!
Datang seg’ra, tiba seg’ra! Mungkin malam saatnya,
Pagi, siang, entah senja. Hari gemilang berlimpah berkat:
Yesus ‘kan tiba seg’ra!
KJ. 272 SEKAWANAN YANG ESA

Sekawanan yang esa dan Gembala satu jua,
bumi pun sejahtera, bila tiba hari Tuhan.
Bangkit dalam fajarNya: Yesus tiba segera!
Hai pengawal, tengoklah: masih jauhkah siang hari?
Hari Tuhan merekah; nanti tiada malam lagi!
Bangsa-bangsa, yakinlah: Yesus tiba segera!
Tuhan, halaulah gelap, gembalakan kawananMu,
banyak domba tersesat dar Dikau dan UmatMu.
Umat Yuhan, tabahlah: Yesus tiba segera!
Kabut hilang melenyap oleh fajar Hari Tuhan.
Akan Sumber Alhayat orang harus merindukan.
Pagi makin mencerah: Yesus tiba segera!
Isi kubur, siaplah bagi Raja Kebangkitan:
Hari KemuliaanNya di atasmu diterbitkan.
Tunggulah panggilanNya: Yesus tiba segera!
Hari Tuhan mulia! Yesus Kristus, Kaulah Surya,
Kau beri sejahtera dan senang sempurna.
Maranata, marilah, Yesus tiba segera!
KJ. 273 DATANGLAH, YA YESUS

Datanglah, ya Yesus, yang lama dinantikan; bebaskanlah
semua, kami yang disiksa dosa! Tuhan b’rikan kami sentosa
dan hiburan, harapan sekalian umat yang merindukanMu.
Datanglah, datanglah, Tuhan, datanglah!
Anak Allah Bapa, Kau yang menjadi Raja, yang menebus
umatMu; datanglah KerajaanMu! Perintahlah kami dengan
RohMu yang suci, dan usir kegelapan, pencobaan jauhkanlah.
Datanglah, datanglah, Tuhan datanglah!
KJ. 274 BILA NANTI YESUS DATANG

Bila nanti Yesus tiba menata intanNya,
tiap orang yang percaya, kepunyaanNya.
Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai
Intan permata di mahkotaNya.
Dikumpulkan, disatukan permata tercinta
yang dibasuh, disucikan dengan darahNya.
Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai
Intan permata di mahkotaNya.
Anak-anak yyang percaya dirangkul olehNya
dan menjadi mutiara kesayanganNya.
Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai
Intan permata di mahkotaNya.
Hai semua, renta muda, terimalah Dia!
Bagi kita tersedia daerah mulia.
Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai
Intan permata di mahkotaNya.
KJ. 275 TUHAN YESUS JURUS’LAMAT


Tuhan Yesus, Jurus’lamat, Yesus perlindunganku,
Yang menginjak ular jahat, Kau terang dan hidupku.
Hatiku merindu amat akan Dikau, Jurus’lamat.
Aku tunggu, datanglah! Yesus, tiba segera!
KJ. 276 BANGUNLAH! DENGAR SUARA

“Bangunlah!”, dengar bunyi memanggil tinggi di menara,
“Yerusalem, hai bangunlah!” Bergema bunyi lantang pertanda
sudah larut malam: “Hai para put’ri, jagalah! T’lah datang
Mempelai; pelita ambillah! Haleluya! Bersiaplah ke pestaNya
dan sambut Dia segera!”
Sion sangat bergembira ketika mendengar berita; terbangun Dia
segera. Yang dinanti sudah datang, penuh karunia, kebenaran:
cahaya fajar merekah. Pangeran mulia, ya Yesus marilah! Hosiana!
Semuanya ikut serta perjamuan bahagia.
Gloria! Mari bernyanyi teriring gambus dan kecapi, malaikat dan
manusia! Ada duab’las gapura terbuat dari mutiara di kota suci
mulia. Di manakah pernah daerah senang yang setara?
Bersoraklah, haleluya kini dan selamanya!
KJ. 277 TUHANKU SEG’RA ‘KAN KEMBALI

Tuhanku seg’ra ‘kan kembali ke dunia. Tak satu pun tahu
akan waktu tibaNya: di pagi cerlang pada ketika buana
ditinggalkan sang malam pekat.
Masih lamakah, Tuhanku? UmatMu berseru menyanyikan
Kristus datang. Haleluya! Amin. Haleluya! Amin.
Dan mungki datangNya ‘kan di tengah hari dan mungkin
di ketika menurun mentari, di malam gelap, waktu
orang tak nyana Kristus tiba ke dunia.
Masih lamakah, Tuhanku? UmatMu berseru menyanyikan
Kristus datang. Haleluya! Amin. Haleluya! Amin.
Dan k’lak membahanalah riuh “Hosana”. Malaikat pun
turun mengiring Rajanya. Parasnya cerlang dan penuh
kemuliaan serta kasih ‘kan umatNya.
Masih lamakah, Tuhanku? UmatMu berseru menyanyikan
Kristus datang. Haleluya! Amin. Haleluya! Amin.
Enyahlah derita, lenyap ratap tangis dan hilanglah maut,
tanda kuasa Iblis. Hatiku penuh mengenang ‘kan detiknya
milik Yesus dit’rimaNya.
Masih lamakah, Tuhanku? UmatMu berseru menyanyikan
Kristus datang. Haleluya! Amin. Haleluya! Amin.
KJ. 278 BILA SANGKAKALA MENGGEGAP

Bila sangkakala menggegap dan zaman berhenti, fajar baru
yang awet merekah; bila nanti dibacakan nama orang tertebus,
pada ketika itu saya pun serta.
Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, bila nama dibacakan,
Pada ketika itu saya pun serta.
Bila orang yang telah meninggal dalan Tuhannya dibangkitkan
pada pagi mulia dan berkumpul dalam rumah lestari dan megah,
pada ketika itu saya pun serta.
Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, bila nama dibacakan,
Pada ketika itu saya pun serta.
Dari pagi hingga malam, mari kita bekerja mewartakan kasih
Tuhan yang mesra. Bila dunia berakhir dan tugasku selesai,
Nun di rumah Tuhan saya pun serta.
Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, bila nama dibacakan,
Pada ketika itu saya pun serta.
KJ. 279 BUNGA ‘KAN LAYU KERING

Bunga ‘kan layu kering, sian diganti malam;
soal sandang pangan masih terus penting.
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru;
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru!
Bila kaurasa sepi, siapa yang memahami?
Jika kau menangis, siapa yang mengerti?
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru;
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru!
Yang kauterima lebih masih kaurasa kurang
dan yang kauperlukan tek pasti diberi.
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru;
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru!
Takkan di sana perlu surya dan sinar bulan,
kar’na wajah Tuhan ‘kan menyinarimu.
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru;
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru!
Hilanglah rasa sedih, Tuhan beserta kita;
hidup senang tak akan berhenti.
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru;
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru!
Songsonglah Hari Kekal! Nyanyilah bagi Allah;
kita selamanya olehNya dikenal.
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru;
Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru!
KJ. 280 AKU PERCAYA

Aku percaya Allah yang kekal, yang oleh Sabda kita kenal:
Bapa Pencipta alam semesta, yang mengasihi manusia.
Aku percaya Put’ra TunggalNya yang disalibkan di Golgota,
yang dari kubur bangun dan menang, naik ke sorga dalam terang.
Aku percaya pada Roh Kudus yang mendiami kita terus.
Aku percaya G’reja yang esa; ‘ku jadi suci di dalamnya.
KJ. 281 SEGALA BENUA DAN LANGIT PENUH

Segala benua dan langit penuh dengan bunyi Nama yang sangat

merdu, penghiburan orang berhati penat, pegharapan orang

yang sudah sesat. Nama itu suci kudus. Siapa belum mengenal Penebus?
Sesungguhnya Yesus yanglayak benar dib’ri Nama itu, kudus dan

besar, yang oleh sengsara kematianNya memb’ri keampunan

dan hening baka. Nama itu suci kudus. Siapa belum mengenal Penebus?
Sekalian bangsa sekali hendak berlutut di hadapan Yesus kelak,

dan kita kiranya menyanyi serta malaikat di sorga kebanggaan sembah:

“Yesus, Yesus, Tuhan Kudus, dipuji kekal namaMu, Penebus!”
KJ. 282 SELURUH UMAT TUHAN OLEHNYA DIKENAL

Seluruh umat Tuhan olehNya dikenal: besar kecil semua, sekarang

kekal. Mereka dijagai di dalam dunia; baik hidup maupun mati mereka

milikNya. Baik hidup maupun mati mereka milikNya.
Mereka dikenalNya yang hidup beriman, yang patuh dan percaya

berdasarkan Firman. Firmanlah yang menjadi santapan baka,

Firmanlah yang menjamin bertahan s’lamanya.
Mereka dikenalNya yang harapnya teguh, mengaku Yesus saja

Tuhannya yang kudus. Mereka disinari sabdaNya yang benar dan

Tumbuh tiap hari menghijau dan segar.
Mereka dikenalNya yang kasihnya penuh, yang ikut kehendakNya

dan hidup dalam Roh, berjalan dalam kasih dengan sesamanya dan

suka memberkati berdasarkan contohNya.
Begitu umat Tuhan olehNya dikenal besar-kecil semua, kini dan

kekal; mereka menghayati kuasa Roh Kudus iman, harapan, kasih

pegangannya terus.
Berikanlah, ya Tuhan, kepercayaan tetap teguh, harapan tak berkurang dan

kasih yang penuh. Di ketika Kau kembali, tempatkan umatMu yang

sudah Kaukenali di sisi kananMu.


KJ. 283 GEMBALAKU TUHAN

Gembalaku Tuhan! DombaNya senang: di rumput yang subur

kenyang ‘ku tertidur; dibimbingNya saya ke air tenang.
Gembalaku Tuhan! Jiwaku segar: demi harga tinggi namaNya

sendiri dituntunNya saya di jalan yang benar.
Gembalaku Tuhan! Gentarku lenyap: kendati ancaman lembah

kekelaman, petunjuk Tuhanku menghibur tetap.
Gembalaku Tuhan! Di gurun sepi diriku dijamu dimuka lawanku:

baik roti, baik anggur padaku dib’ri.
Gembalaku Tuhan! Kudapat daerah di dala rumahNya selama-lamanya;

di sana selalu kut’rima berkat.
KJ. 284 PENGIKUT KRISTUS, NYANYILAH

Pengikut Kristus, nyanyilah, bedendang dan menari,

terhibur oleh kurnia bersatu dalam kasih: Terang Ilahi

berseri, yang dari sorga diberi; harganya paling mahal.
Si jahat dan kuasa maut membuatku binasa. ‘Ku lahir

dalam kemelut, tersiksa oleh dosa. Semakin ake terjerat:

celaka saya yag sesat, dirasuk kejahatan.
Percuma perbuatanku, niatku sudah salah; durhaka keinginanku,

melawan aturan Allah. Berputus asa dan cemas di pintu maut

terhepas, ‘ku harus ke neraka!
Allahku pun terharulah melihatku melarat; Ia mengingat rahmatNya

dan ingin ‘ku selamat; berpaling Ia padaku dengan anugerah penuh,

berkurban yang termahal.
SabdaNya pada putraNya: “T’lah tiba zaman rahmat; pergilah Kau

ke dunia, s’lamatkan yang melarat. Supaya dosa tak tetap, kuasa maut

pun lenyap, berilah hidup baru!”
Sang Putra ptuh segera dan tiba kepadaku sebagai Anak Maria

menjadi sesamaku, mengambil rupa terendah dan oleh cara itulah

si Iblis Ia tangkap.
SabdaNya: “Dengan kasihKu hatimu kini tabah: diriKu ganti dirimu,

bagimu ‘Ku berlaga; engkau dan Aku satulah di dunia dan selamanya;

tiada yang pisahkan.”
“Telah tercurah darahKu dan rela Aku mati demi keselamatanmu:

percaya dalam hati! Dengan perangai suciKu Kuhapus dosa-dosamu

dan lkau beroleh rahmat.”
“Kepada Bapa ‘Ku pergi sehabis ‘Ku berkurban dan kepadamu Kuberi

Roh Kudus penghiburan yang mengajarkan padamu segala makna sabdaKu

Di dalam kebenaran.”
“KaryaKu dan ajaranKu mestilah kauterapkan, sehingga dunia penuh

semarak Kerajaan; hartamu pertahankanlah terhadap dalih dunia.

Hayatilah sabdaKu.”
KJ. 285 TUHANKULAH GEMBALAKU

Tuhankulah Gembalaku; oleh Nya ‘ku tent’ram di padang

hijau yang segar, di pinggir air tenang.
Jiwaku disegarkanNya dan kar’na namaNya ditunjukkanNya

jalanku yang lurus dan baka.
Tak usah takut hatiku di jurang maut gelap; Engkau sertaku,

tongkatMu menghiburku tetap.
Engkau beri hidanganku di muka lawanku; Engkau urapi

diriku dan cawanku penuh!
KebajikanMu Kauberi seumur hidupku; kelak ‘ku tinggal

s’lamanya di rumah Allahku.
KJ. 286 BUMI DAN LANGIT, PUJILAH

Bumi dan langit, pujilah Yang Tinggi dan Kudus:

FirmanNya mahamulia dan jalanNya tentu.
Betapa kasih hikmatNya! Kendati kita aib:

Sang Adam Baru menjelma, Penolong yang ajaib.
O hikmat kasih! Dialah tak jatuh diserang:

di dalam darah-daging pun berjuang danmenang.
Tak sekedar karunia yang dimilikiNya:

hakekat Allah yang kekal yaitu kodratNya.
Dialah Insan yang benar: set’ru dibantingNya.

Hukuman bagi insan pun ditanggung olehNya.
DukaNya di Getsemani, wafatNya di salib

teladan bagi muridNya menanggung yang pedih.
Bumi dan langit pujilah Yang Tinggi dan Kudus;

firmanNya mahamulia dan jalanNya tentu.
KJ. 287a SEKARANG B’RI SYUKUR

Sekarang b’ri syukur, hai hati mulut, tangan!

Sempurna dan besar segala karya Tuhan!

Dib’riNya kita pun anug’rah dan berkat

Yang tak terbilang, t’rus, semula dan tetap.
Yang Mahamulia memb’rikan sukacita,

hening sejahtera di dalam hidup kita.

KasihNya tak terp’ri mengasuh anakNya;

TolonganNya besar seluas dunia!
Muliakan Allahmu yang tiada terbandingi

Sang Bapa, Anak, Roh di takhta mahatinggi.

Tritunggal yang kudus kekal terpujilah,

Sekarang dan terus selama-lamanya!
KJ. 287b SEKARANG BERSYUKUR

Sekarang bersyukur, hai hati mulut, tangan!

Sempurna dan besar segala karya Tuhan!

Dib’riNya kita pun anug’rah dan berkat

Yang tak terbilang, t’rus, semula dan tetap.
KJ. 288 MARI, PUJI RAJA SORGA

Mari, puji Raja sorga, persembahan bawalah! DitebusNya

jiwa-raga, maka puji namaNya! Puji Dia, puji Dia,

puji Raja semesta
Puji Yang kekal rahmatNya bagi umat dalam aib,

dulu, kini, selamanya panjang sabar, mahabaik.

Puji Dia, puji Dia, yang setiaNya ajaib!
Bagai Bapa yang penyayang, siapa kita Ia tahu;

tangan kasihNya menatang di tengah ancaman maut.

Puji Dia, puji Dia, kasihNya seluas laut!
Kita bagai bunga saja, layu habis musimnya,

tapi keadaan Raja tak berubah, tak lemah.

Puji Dia, puji Dia, yang kekal kuasaNya!
Sujudlah, hai bala sorga, abdi Allah terdekat;

turut, bintang, bulan, surya, tiap waktu dan tempat.

Puji Dia, puji Dia, Sumber kasih dan berkat!
KJ. 289 TUHAN, PENCIPTA SEMESTA

Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah Yang Mahamulia;

sungguh besar karunia yang Kauberi.
KasihMu kasatmata terjelma di sinar surya yang cerah,

di sawah dan tuaiannya yang Kauberi.
Puji syukur terimalah atas berkat anugerah

di rumah yang sejahtera yang Kauberi.
Kau merelakan Put’raMu, supaya dunia ditebus;

denganNya kurnia penuh t’lah Kuberi.
Kau mencurahkan Roh Kudus dengan segala

yang perlu: hidup, kuasa, kasihMu Engkau beri.
Tidak terbalas kurnia, ampunan dosa dunia

dan pengharapan yang abadi yang Kauberi.
Hilanglah harta yang fana; yang kai cari hanyalah

harta sorgawi yang abadi yang Kauberi.
Pemb’rian kami s’lamanya dari tanganMu asalnya;

yang Kauterima itulah yang Kauberi.
Terima hormat dan sembah, terima hidup dan kerja

serta sekalian benda yang Kauberi.
KJ. 290 TAKKAH PATUT ‘KU BERNYANYI

Takkah patut ‘ku bernyanyi syukur bagi Tuhanku,

kar’na rahmat tak berbanding yang melimpah selalu?

Memang sungguh dan setia, tak terhingga kasihNya

Dan kekal bimbinganNya bagi yang mengabdi Dia.

Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap.
Bagai burung rajawali melindungi anaknya Tuhan pun

berkali-kali t’lah menolong hambaNya. Semenjak dikandung

ibu, waktu saya dibentuk, dan sepanjang umurku ditanganNya

saya hidup. Niar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!
Bahkan PutraNya sendiri rela diserahkanNya; ditebusNya saya ini

oleh kuasa darahNya. Sungguh saya takkan mampu, wahai Sumber

kurnia, dengan rohku yang lemah mengerti kedalamanMu.

Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!
Dalam dunia’ ku dikawal oleh Roh dan FirmanNya yang menuntun

dari awal saya dalam t’rang baka, hingga hatiku percaya makin kuat

dan teguh, bahwa kuasa seteru, maut dan Iblis, tak berdaya.

Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!
Langit, bumi, segalanya diciptakan bagiku; kutemukan semuanya

menyenangkan hatiku. Hewan, unggas dan tumbuhan, darat, laut,

udara pun jadi rahmat bagiku yang kudapat dari Tuhan
KJ. 291 MARI BERSYUKUR SEMUA

Mari bersyukur semua atas kebajikan Tuhan!

Kasih perjanjianNya sungguh kasatmata selamanya.
Langit bumi ciptaanNya mencerminkan kuasaNya.

Kasih perjanjianNya sungguh kasatmata selamanya.
UmatNya dibebaskanNya untuk hidup bersejaht’ra.

Kasih perjanjianNya sungguh kasatmata selamanya.
Dia yang mengingat kiat dalam susah dan derita.

Kasih perjanjianNya sungguh kasatmata selamanya.
Mari bersyukur semua atas kebajikan Tuhan.

Kasih perjanjianNya sungguh kasatmata selamanya.
KJ. 292 TABUH GENDANG!

Tabuh gendang! Sambil menari nyanyikan lagu yang merdu!

Bunyikanlah gambus, kecapi: mari memuji Allahmu! Karya

Besar yang agung benar t’lah dilakukanNya terhada umatNya!
Israel pun atas berkatNya riang gembira bermazmur. Ikut serta

kita percaya dan kepadaNya bersyukur: “Tuhanlah baik, kasihNya

gila kekal selamanya; terpuji namaNya!”
Dulu telah dari himpitan Ia bebaskan umatNya. Habis mendung

Ia berikan sinar mentari yang cerah! Puji terus yang Mahakudus:

Bebanmu yang berat digantiNya berkat!
KJ. 293 PUJI YESUS

Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Langit, bumi,

maklumkan kasihNya! Haleluya! Nyanyilah, para

malaikat: kuasa, hormat b’rilah kepadaNya. Selamanya

Yesus Gembala kita, siang malam kita didukungNya.

Puji Dia! B’ritakan keagunganNya! Puji Dia! Mari

Bernyanyilah!
Puji Yesus! Pujilaj Juruselamat! Pada salib dosa

dihapusNya. Gunung Batu dan Pengharapan Abadi

dinyatakan di Bikit Golgota. Haleluya! Hilanglah dukacita

oleh kuasa kasih setiaNya. Puji Dia! B’ritakan keagunganNya!

Puji Dia! Mari bernyanyilah!
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Hosiana! Soraknya bergema.

K’rajaanNya untuk selama-lamanya: Yesus Kristus Raja, Nabi,

Imam. Ia datang: Raja segala alam; kuasa, hormat hanya kepadaNya.

Puji Dia! B’ritakan keagunganNya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!
KJ. 294 BERIBU LIDAH PATUTLAH

Beribu pengecap patutlah memuji Tuhanku. Dan mewartakan

kuasaNya dengan kidung merdu.
Yesus, namaMu cukuplah menghibur yang sedih,

menciptakan hati yang tenteram, merawat yang pedih.
Dosa, betapapun besar, dibasuh darahNya.

Kuasa Iblis pun lenyap, lepas tawanannya.
Yang bisu-tuli, soraklah memuji Tabibmu;

yang buta, lumpuh dan lemah, berbangkitlah sembuh!
Tolonglah aku, ya Tuhan, mengangkat suaraku.

‘Kan kusebar di dunia agungnya namaMu.
KJ. 295 ANDAI ‘KU PUNYA BANYAK LIDAH

Andai ‘ku punya banyak pengecap dan punya bunyi yang besar,

akan kugubah madah indah dan ‘ku menyanyi bergemar memuji

kasih Allahku yang dicurahkan kepadaku.
Janganlah diam, hai jiwaku, dan kau, ragaku, bangunlah!

Nyatakanlah kegemaranmua atas berkat, anugerah, kar’na selama

Hidupku akan kupuji Allahku.
Hai rimba raya, hai belukar, desaukan kegirangannu. Hai margasatwa

sekalian, marilah, padu suaramu dengan gitaku yang gemar memuji

Yang Mahabesar.
KJ. 296 ANAK-ANAK, PUJI NAMA ALLAH

Anak-anak, puji nama Allah, agunglah kasihNya!

Anak-anak, puji nama Allah, agunglah kasihNya!
KJ. 297 KAU, YESUS, RAJA MAHAKAYA

Kau, Yesus, Raja Mahakaya, kau jadi miskin bagiku.

TakhtaMulah palungan saja, sangkar rendah istanaMu.

Kau, Yesus, Raja Mahakaya, kau jadi miskin bagiku.
Kau, Tuhan, Allah Mahamulia, Kau jadi insan bagiku.

Yang Kautebus di dalam dunia hidup kekal bersamamu.

Kau, Tuhan, Allah Mahamulia, Kau jadi insan bagiku.
Kau, Surya Kasih Mahatinggi, Kau, Jurus’lamat, kusembah

Imanuel, hatiku ini buatlah suci berserah. Kau, Surya Kasih

Maha tinggi, Kau, Jurus’lamat, kusembah.

KJ. 298 SELAMA BUMI DIDIAMI

Selama bumi didiami, berbunga t’rus, berbuah baik,

Engkau, ya Allah, Bapa kami; sembah syukur padaMu naik!
Selama orang berbahasa dan bangsa-bangsa bertemu,

sabda kasihMu berkuasa dan nama Yesus disebut.
Burung di langit Kausuapi, bunga di ladang berseri;

tak usah kami pun kuatir: seluruh hidup Kauberi.
Kaulah Terang dan Hidup kami; padaMu maut menyerah.

Kristuslah Roti yang sorgawi dan kami jadi TubuhNya.
Patut sujud segala mahluk yang hidup dari tanganMu;

ya Bapa, oleh hadiratMu harapan anakMu teguh.
KJ. 299 BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan sebab

Ia baik. Bersyukur kepada Tuhan.
KJ. 300 ANDAIKAN, YESUS, KAU BUKAN MILIKKU

Andaikan, Yesus, Kau bukan milikku dan tak Kaub’rikan darahMu

bagiku, ke mana saya mohon pengampunan dan perlindungan?
‘Ku tahu sungguh siapa Penghiburku; tak ada hati mirip hatiMu.

Kaulah, ya Tuhan, kau Yang Mahakasih; lain tiada lagi.
Aku sadari, bahwa saya ini mahluk terhina yang telah Kaupilih.

Itu semua murahMu belaka yang tak bertara.
Andaikan Tuhan tidak meraihku, tak mungkin saya akan mencariMu;

kar’na kasihMu Kaupeluk diriku dalam tanganMu.
Aku bersyukur dan memuji Tuhan, kar’na diriku ikut Kaumasukkan

dalam kawanan domba tebusanMu oleh darahMu

Kj. 301 - 400
KJ. 301 AKU BAWA DAN BERIKAN

Aku bawa dan berikan persembahanku pada Yesus,
Pada Yesus, pada Tuhan, Jurus’lamatku.
KJ. 302 KUB’RI PERSEMBAHAN

Kub’ri persembahan pada Tuhanku sambil
puji Yesus, Jurus’lamatku.
Dengan sukaria kub’ri padaMu dan
merasa kaya dalam Tuhanku.
Mari kawan-kawan rela hatilah bawa
persembahan; datanglah seg’ra.
KJ. 303a PUJILAH KHALIK SEMESTA

Pujilah Khalik semesta, Sumber segala kurnia;
Sorga dan bumi, puji t’rus Sang Bapa, Putra, Roh Kudus!
KJ. 303b PUJILAH KHALIK SEMESTA

Pujilah Khalik semesta, Sumber segala kurnia;
Sorga dan bumi, puji t’rus Sang Bapa, Putra, Roh Kudus!
KJ. 304 PANDANG, YA BAPA, DALAM RAHMATMU

Pandang, ya Bapa, dalam rahmatMu kami, umatMu yang berkumpul
ini, membawa anak padaMu di sini dalam percaya akan janjiMu.
Kami beroleh hidup yang abadi dari Engkau, ya Bapa yang di sorga,
dan anak ini Kaukuduskan juga: biarlah Kristus Sumber hidupnya!
Kiranya oleh Roh dan FirmanMu anakMu Kauterangi, Kaukuatkan,
hatinya pun kiranya Kaulayakkan untuk menjadi kediamanMu.
Buatlah beliau anakMu penuh dan namanya yang kini disebutkan
kautulis dalam Kitab Kehidupan jadi anggita tubuh PutraMu.
KJ. 305 ‘KU MENGASIHI YESUS, TUHANKU

‘Ku mengasihi Yesus, Tuhanku, Penghibur kalau hatiku
gelisah, Yang melepaskan orang dari susah. Wahai jiwaku,
puji Tuhanmu!
‘Ku mengasihi Yesus, Penebus: olehNya taurat tak mengutuk lagi;
lunaslah sudah utang yang ditagih; dosa dihapus darah Yang Kudus.
‘Ku mengasihi Yesus s’lamanya: Sabda dan RohNya menyucikan daku;
malu dosaku sudah Ia basuh; ‘ku dibarui turut citraNya.
 ‘Ku mengasihi Yesus, Sobatku: ketika aku, bagai kanak-kanak
jalan tertatih waktu mau melangkah, ‘ku dipegang tanganNya yang teguh.
 ‘Ku mengasihi Yesus tak henti: rela kupikul salib dan bebanNya
dan kulakukan titah dan pesanNya; jangan olehku Tuhanku sedih.
 ‘Ku mengasihi Yesus yang teguh memimpin daku hingga saya mati;
di ketika itu dosa tiada lagi dan ‘ku lega menuji Tuhanku.
Yang kukasihi, HariNya dekat. Nanti kulihat kemuliaan Tuhan
dan di terangNya Dia kuagungkan. Pujilah Tuhan, segenap jemaat.
KJ. 306 ‘KU TAHU, TUHANKU

‘Ku tahu, Tuhanku, Engkau milikku, Engkau pilihanku,
higienis hatiku. Pengasih, Pengampun, Juruselamatku,
Engkaulah kucinta kini tekadku.
Kucinta padaMu kar’na kasihMu. Kauhapus dosaku
dengan wafatMu; mahkota berduri t’lah melukaiMu.
Engkaulah kucinta: kini tekadku!
Tetap Kau kucinta hingga ajalku; kupuji namaMu
s’lama hayatku. Pun ketika sang maut renggutkan nyawaku,
Engkaulah kucinta: kini tekadku!
Di rumah mulia kekal awet kupuji namaMu tiada henti;
dengan sukacita ‘ku akan berseru:
Engkaulah kucinta: kini tekadku!
KJ. 307 YA TUHAN, PADA SAAT DIBAPTISKAN

Ya Tuhan, pada ketika dibaptiskan, kami terima tanda kasihMu;
air bah pernah membawa kematian, tetapi s’lamat isi baht’ra Nuh.
Firaun yang melawan tujuanMu di Laut Merah sudah tenggelam,
tapi umatMu sanggup hidup gres dan bersyukur di pantai seberang.
Dan Yunus yang menyangkal panggilannya Kautenggelamkan di gelora laut,
namun firmanMu mengembalikannya mejadi tanda hidup dari maut.
Dan Yesus juga rela dibaptiskan, di sungai Yordan kasatmata artinya:
ketika itu Dia Kautahbiskan untuk menghapus dosa dunia.
Ya Tuhan, pada ketika dibaptiskan kami beroleh pengasihanMu:
Kristus t’lah bangun dari kematian; dalamNya Kaubangkitkan kami pun.
KJ. 308 TUHAN, KAU KEKAL RAJA HATI KAMI

Tuhan, Kau kekal Raja hati kami; kami tak sesal ikut
firmanMu beriman teguh pada jalan damai.
Bimbing kami pun dalam pergumulan, biar bertekun
hingga akhirnya di terang abadi kami pandang Tuhan.
KJ. 309 BIAR ‘KU TUMBUH DI BATANGMU

Biar ‘ku tumbuh di batangMu, ya Pokok Anggur yang benar,
supaya Kau hidupkan daku menjadi ranting yang segar.
Jika Engkau beri berkat, saya berbuah yang lebat.
Tak mungkin saya ‘kan mandiri, saya lemah di luarMu.
Hanya di dalammu sendiri limpahlah hidup bagiku.
OlehMu buahku lebat; yang tak berbuah dikerat.
DenganMu saja ‘ku bersatu, tak tercerai sesaat pun.
KasihMu pandu di jalanku; ‘ku hidup oleh hidupMu.
Dengan salibMu ‘ku menang, jikalau Kauberi terang.
Diriku mulikMu abadi, Engkau tumbuhkan imanku.
Yang dalam saya Kaumulai Kausempurnakan bagiMu.
OlehMu kuncup merekah, hingga berbuah yang lebat.
KJ. 310 KUDUS, KUDUS, KUDUSLAH

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Mahakuasa! Sorga dan bumi
penuh kemuliaanMu! Hosana di daerah yang mahatinggi!
Diberkatilah Dia yang tiba dalam nama Tuhan! Hosana
di daerah yang mahatinggi!
KJ. 311a O ANAKDOMBA ALLAH

O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. Ampuni kami, o Yesus!
O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. Ampuni kami, o Yesus!
O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. B’ri kami damai, o Yesus!
KJ. 311b O ANAKDOMBA ALLAH

O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. Ampuni kami, o Yesus!
O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. Ampuni kami, o Yesus!
O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. B’ri kami damai, o Yesus!
KJ. 312a ANAKDOMBA ALLAH

Anakdomba Allah, Kauhapus dosa dunia; kasihani kami!
Anak domba Allah, Kau hapus dosa dunia; b’rilah kami damai!
Amin.
KJ 312b ANAKDOMBA ALLAH

Anakdomba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami!
Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia, berilah kami damai!
KJ. 313 HAI BERDANDANLAH, JIWAKU

Hai berdandanlah, jiwaku, tampil dari g’lap dosamu,
masuk di terang ceria, bersemaraklah mulia.
Kini kau diundang Tuhan turut dalam perjamuan.
Maharaja alam raya ingin dikau bersamaNya.
O betapa kurindukan kebajikanMu, ya Tuhan;
air mataku tercurah mendambakan roti sorga;
saya haus ‘kan minuman dari Raja kehidupan.
Dalam makan-minum itu ‘ku bersatu dengan Kristus.
Tapi ‘ku gentar mengingat akan keajaiban hikmat
yang mengisi perjamuan oleh kehadiran Tuhan,
hingga sungguh kuindahkan Tubuh Kristus yang
kumakan: tak terduga, ya Tuhanku, kebesaran kuasaMu.
Akal budi takkan bisa menguraikan mujizatMu:
walau orangnya ribuan, namun roti tidak kurang.
Roti itu tubuh Kristus, anggur itu darah Kristus.
O misteri kehadiran! Roh Kudus yang mengartikan.
Yesus, Surya kehidupan Sumber suka umat Tuhan,
Dasar keberadaanku, Sinar penerang jiwaku, perkenankanlah
hambaMu layak makan di mejaMu, yang bagiku kes’lamatan
dan bagiMu kemuliaan.
Tuhan, Kautinggalkan sorga kar’na kasihMu sempurna
dan tubuhMu Kaurelakan disalibkan, dimakamkan,
pun darahMu tanpa pamrih Kaucurahkan bagi kami,
biar kami dikenyangkan dan kasihMu dikenangkan.
Yesus Roti kehidupan, saya mohon pertolongan agar
jangan sia-sia santapanMu kuterima, tapi makin
kuhayati cinta kasih yang Kaubagi hingga nanti
‘ku dijamu oleh Dikau di sorgaMu.
KJ. 314 PUJILAH SUMBER HIDUPMU

Pujilah Sumber hidupmu; puji Dia di dalam sorga hingga kekal
abadi. Pujilah Sumber hidupmu! Bunyikan bersama suling dan rebana
sambil melagukan syukur bagi Tuhan. Pujilah sumber hidupmu!
Sion, elukan Rajamu; sungguh, dikaulah yang dicari sampai
didapatiNya. Sion, elukan Rajamu! Songsonglah Yang datang
dalam nama Tuhan dan terima Dia, jadilah milikNya!
Pujilah Sumber hidupmu!
Sion, Pengantinmu dekat; Ia membawa pelengkap mahal, tebusan
kasih. Sion, Pengantinmu dekat! Bangun bergembira dan menyambut Dia,
yang hendak menjadi milikmu abadi. Pujilah Sumber hidupmu!
Sion, terima Tuhanmu; ikut Dia di dalam dedikasi di bumi ini.
Sion, terima Tuhanmu! Minumlah cawanNya, pikullah bebanNya
Dan patuhi Dia tulus dan setia. Pujilah Sumber hidupmu!
KJ. 315 PUJILAH TUHAN, MULIAKAN DIA

Pujilah Tuhan, muliakan Dia yang telah menjamu kita:
Tubuh kudusNya sudah dipecahkan dandarahNya dicurahkan.
Tuhan, kasihanilah! Tuhan, Kau menjadi insan dilahirkan
oleh Maria, tubuhMu, darahMu kes’lamatan umatMu.
Tuhan, kasihanilah!
Tubuh kudusNya mati disalibkan; kita hidup kar’na Dia.
Dialah Roti kurnia sorgawi, Dia kita peringati, Tuhan,
kasihanilah! Tuhan, Kauberi darahMu yang menghapus
dosa umatMu; olehMu nyatalah kasih Allah yang baka.
Tuhan, kasihanilah!
Allah kiranya memberkati kita, hingga kita ikut Dia,
sungguh terpadu dalam kasih Tuhan, satu oleh Perjamuan.
Tuhan, kasihanilah! Tuhan, jangan Roh KudusMu
Meninggalkan kami, umatMu. B’rikanlah slamanya
Damai sejahtera. Tuhan, kasihanilah!
KJ. 316 BERKATILAH, YA TUHAN, NIKAH INI

Berkatilah, ya Tuhan, nikah ini; berkati
permulaannya disini dan niat sucinya.
Berkatilah yang bergandengan tangan,
baik dalam susah maupun kesenangan, berdasarkan janjinya.
Berkatilah rumah daerah berdiam;
beri sejahtera dan pengasihan sepanjang hidupnya.
Tetap teguh, sejiwa dan sehati
memikul salib Tuhan dalam kasih dan tanpa mengeluh.
Dengarkanlah, ya Tuhan, doa kami,
supaya keduanya menghayati Engkaulah Bapanya.
KJ. 317 HARI INI TUHAN BERKATI

Hari ini Tuhan berkati mempelai mengikat janji.
Moga-moga rumah tangganya Kauberi tent’ram bahagia!
Puji Tuhan, Puji Dia, Sang Pencipta manusia! Ia suka
Memberkati yang bersatu dalam kasih! Amin.
Yesus Kristus, Pengantin sorga, memberi kasih sempurna
dan berkurban untuk umatNya, tak pernah meninggalkannya.
Puji Tuhan, Puji Dia, Sang Pencipta manusia! Ia suka
Memberkati yang bersatu dalam kasih! Amin.
Bapa kami yang Mahaksih, cintaMu kekal abadi;
dalam suka ataupun sedih rahmatMu takkan berubah!
Puji Tuhan, Puji Dia, Sang Pencipta manusia! Ia suka
Memberkati yang bersatu dalam kasih! Amin.
Dalam Dikau, Sumber Kurnia, mempellai tetap setia.
Dalam Dikau, ya Jurus’lamat, umatMu beroleh rahmat!
Puji Tuhan, Puji Dia, Sang Pencipta manusia! Ia suka
Memberkati yang bersatu dalam kasih! Amin.
KJ. 318 BERBAHAGIA TIAP RUMAH TANGGA

Berbahagia tiap rumah tangga, di mana Kaulah Tamu yang tetap:
dan mencicipi tiap sukacita tanpa Tuhannya tiadalah lengkap;
di mana hati girang menyambutMu dan memandangMu dengan
berseri; tiap angota menanti sabdaMu dan taat akan Firman yang Kaub’ri.
Berbahagialah rumah yang sepakat hidup sehati dalam kasihMu,
serta tekun mencari hinga sanggup hening kekal di dalam sinarMu;
di mana suka-duka ‘kan dibagi; ikatan kasih semakin teguh; diluar
Tuhan tidak ada lagi yang sanggup memberi berkat penuh.
KJ. 319 PADAMU, YESUS, KAMI SERAHKAN

PadaMu, Yesus, kami serahkan orang terpilih dalam jemaat:
pakai mereka, alat di ladang, untuk mencari yang tersesat.
Untuk membina orang percaya, untuk menghibur yang tertekan,
untuk menghimbau, untuk menjaga dan menyatukan yang beriman.
Biar mereka jangan ditawan oleh jebakan hidup semu, tapi memakai
harta jabatan untuk memuji Sang Penebus.
KJ. 320 SYUKUR KAMI PADAMU

Syukur kami padaMu, Tuhan, Kepala G’reja;
sebagai TubuhMu kami Kaupelihara. O Tuhan,
urapilah pelayan jemaatMu menjadi gembala penuh
karuniaMu. Dengan api Roh Kudus kobarkanlah imannya
untuk mewartakan InjilMu di dunia.
O Tuhan, curahkanlah wibawa yang rasuli, biar dihayati
panggilanMu yang suci. KepadaMu sajalah harapannya selalu,
tetap dan setia, teguh pada FirmanMu; pun ia layakkanlah
bagiMu tiap hari, berani bersaksi dan ulet melayani.
KJ. 321 SETIAP PAGI RAHMATMU

Setiap pagi rahmatMu segar dan gres bagiku; sepanjang hari
tak henti karunia yang Kauberi.
O Bintang Fajar yang cerah, cahayaMu curahkanlah,
sehingga hati pun penuh dengan terang dan rahmatMu.
Halaukan g’lap di dunia, kuasa jahat usirlah;
berilh hening yang penuh, dibimbing oleh tanganMu.
Buatlah jalan kami t’rang meskipun dunia tak tent’ram;
dengan percaya yang teguh kuatkan kami, umatMu!
KJ. 322 TERANG MATAHARI

Terang matahari telah menyinari segala neg’ri,
dan gunung dan padang dan sawah dan ladang senang berseri.
Gembira sekali kulihat kembali terang merekah, dan Bapa
di sorga, yang Bapaku juga, hendak kusembah.
Syukur bagi Dia, Gembala yang setia, yang jaga tetap.
Anug’rahNya jua hariku semua, terang dan gelap.
Tenaga dan kuat, kerja yang kubuat, kepunyaanNya.
Dengan rendah hati hendak kuhormati Yang Mahaesa.
Sehari-harian besar pemberian kemurahanMu.
Ya Tuhan, kiranya kuingat s’lamanya kewajibanku.
KJ. 323 SINAR FAJAR YANG BAKA

Sinar fajar yang baka, Sinar dari T’rang Ilahi, pagi ini
biarlah Kauterangi hidup kami dan halaukan segenap yang gelap.
Bak embun di pagi t’rang membasahi tetumbuhan, o, segarkan yang
gersang: hati kami Kauhiburkan. UmatMu hidupkanlah s’lamanya.
Oleh nyala kasihMu hati cuek jadi hangat. Dalam batin yang
beku, o, nyalakanlah semangat, hingga kami tak lelap dalam g’lap.
Surya pagi mulia pada ketika Kau kembali, kami pun bangkitkanlah
pada fajar yang terakhir dalam sukacitaMu yang penuh.
SinarMu pancarkanlah, Surya Rahmat mahaindah, langkah kami
tuntunlah lewat sedih dan derita ke daerah bahagia, t’rang baka!
KJ. 324 KAU MUTIARA HATIKU

Kau Mutiara hatiku, ya Yesus, Kaulah hartaku, tetap mau
kumiliki. Ya, tinggallah selamanya dalam hatiku ini.
Tiada kasih yang teguh setara dengan kasihMu yang kukenal
di dunia; pun dalam maut saya terpaut padaMu sepenuhnya.
SabdaMu sungguh dan benar, menciptakan saya tak gentar, baik hidup
maupun mati. Kau milikku; ku milikmu dengan sebulat hati.
Sekarang surya terbenam, ya Tuhan, hari pun kelam. O, tinggallah
sertaku! Meski gelap, Kaulah tetap jadi terang umatMu!
KJ. 325 BILA ‘KU TERTIDUR NANTI

Bila ‘ku tertidur nanti, Kau menunggu diriku; b’rilah ‘ku
pikiran suci, jauhkan dari seteru. Walau tubuh tak sedar,
hati hamba tak gentar, kar’na Yesus di sampingku,
sukacita di hatiku.
Waktu siang atau malam pada Dikau ‘ku teduh; walau jalan
hidup suram, tinggal t’rus di sisiMu. Yesus, Pengharapanku,
Kaulah Jurus’lamatku; saya yakin Kau setia dulu, s’karang
dan s’lamanya.
Yesus Kristus, Anak Allah, bimbing saya yang penat; biar dalam
suka sedih ‘ku bertahan tak sesat! Bila tiba ajalku, itu untung bagiku:
saya ‘kan bersama Tuhan hidup dalam kesukaan.
KJ. 326 PUJIAN MALAM KUNYANYIKAN

Pujian malam kunyanyikan; syukur, ya Tuhan, padaMu.
Meskipun sinar surya hilang, Engkau tetap cahayaku.
Tiada sayang ibu-bapak yang menandingi sayangMu:
Tak putus ‘ku Kau pelihara, Kau Sumber rahmat bagiku.
Dengan setia Kau menjaga, mengasuh dan membimbingku.
Engkau sertaku tiap saat, pun dalam susah dan keluh.
Sekarang tiba malam hari; tubuhku melepas lelah. Telah
Kautolong dari pagi: syukurku, Tuhan t’rimalah!
Anug’rah yang Engkau berikan tak beralaskan jasaku:
jikalau dosaku Kauingat ‘ku layak t’rima murkaMu.
Syukur, di dalam darah Kristus pengampunanMu
Tertera dan oleh pendamaian itu Kaunuat hatiku lega.
Ya Tuhan, malam ini uga padaMu saya berserah.
Semoga ‘ku bernyanyi pula ketika fajar merekah.
Dan bila Kau memanggil saya selagi saya terlelap,
Kiranya di depan takhtaMu sejahteraMu kukecap.
Kutahu siapa ‘ku percaya, baik siang atau malam pun:
Kau Gunung Batu kes’lamatan, landasan pengharapanku!
Sesudah hariku berakhir dan saya tamat berlelah, ‘kan
Kusyukuri hari-hari yang t’lah kaub’ri di dunia.
KJ. 327 HARI PUN BERLALU

Hari pun berlalu, malam mendekat;
bayang senjakala makin menggelap.
Yesus, b’rilah hening bagi yang lelah
biar kami tidur di berkatMulah.
Biar tiap anak yakin Kau serta
Kau menjaga beliau den sesamanya.
Suruhlah malaikat melindungiku
di sepanjang malam kondusif dan teduh
Bila pagi datang, saya bangunlah
melayani Dikau tanpa bercela.
KJ. 328 YA TUHAN, HARI T’LAH BERAKHIR

Ya Tuhan, hari t’lah berakhir, Kau ganti malam yang teduh;
kebanggaan pagi kami ganti kebanggaan malam bagiMu.
Syukur! GerejaMu berjaga berdasarkan jam gilirannya, tetap
umatMu beribadah seputar bola dunia.
Berurut pulau dan benua menyambut fajar yang cerah,
tak putus umatMu semua bersilih-ganti menyembah.
Di sini hari sudah lalu, di sana pagi merekah:
selalu oleh bunyi gres karyaMu dimuliakanlah!
Sedangkan kuasa dunia goncang, kekal, ya Tuhan, takhtaMu;
akhirnya bangsa-bangsa tiba menyambut KerajaanMu.
KJ. 329 TINGGAL SERTAKU

Tinggal sertaku; hari t’lah senja. G’lap makin turun, Tuhan
tinggallah! Lain pertolongan tiada kutemu: Maha Penolong,
tinggal sertaku!
Hidupku surut, kematian mendekat, nikmat duniawi hanyut melenyap.
Tiada yang tahan, tiad yang teguh; Kau yang abadi, tinggal sertaku!
Aku perlukan Dikau tiap jam; dalam cobaan Kaulah kupegang.
Siapa penuntun yang setaraMu? Sian dan malam tinggal sertaku!
Aku tak takut, kar’na Kau dekat; susah tak pahit sedih tak berat.
Kubur dan maut, di mana jayamu?Tuhan yang bangun tinggal sertaku!
B’rilah salibMu kasatmata di depan; tunjukkan jalan yang menuju t’rang.
Fajar menghalau kabut dan mendung. Tuhan, kekal Kau tinggal sertaku!

KJ. 330 KAU, ALLAH, BENTENG YANG BAKA

Kau, Allah, benteng yang baka, suaka yang teguh,
dahulu dan selamanya harapan umatMu.
Sejak dahulu takhtaMu pelindung kaum kudus;
dengan kuasa tanganMu Kaubela kami t’rus.
Tatkala alam semesta belum Engkau bentuk,
Engkaulah Allah yang abadi dan tiada akhirMu.
Seribu tahun bagiMu sehari sajalah,
sesingkat jaga malam pun berganti tugasnya.
Daging dan darah mengejar kasus yang fana;
di arus waktu sebentar lenyap semuanya.
Terhanyutlah insan di zaman yang deras;
sepintas mimpi umurnya yang tiada berbekas.
Ya Tuhan, kau kekal teguh Pelindung kaum kudus;
kiranya dalam rumahMu umatMu umatMu tinggal t’rus!
KJ. 331 SIANG, MALAM, MUSIM, TAHUN

Siang, malam, musim, tahun gilir ganti melenyap; bayang-
bayangnya berlalu, tiada satu yang tetap. Hidup kita menjalani
jangka waktu dunia; tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya.
Orang hidup ditinggalkan oleh pendahulunya, kita pun menuju
makam yang fana. Dari bumi kita lahir dan kembali padaNya;
tanpa rahmat yang ilahi, apakah manusia?
Sungguh, Allah mengasihi dunia ciptaanNya: dalam PutraNya
sendiri Ia tinggal beserta. Yang percaya kepadaNya, tak binasa
tenggelam, tapi hidup selamanya dalam Dia yang menang.
Walau zaman menghanyutkan tiap hal di dunia, pengasihanMu,
ya Tuhan, untuk s’lama-lamanya! Di segala perubahan, dalam
sedih apapun, dalam Kristus saya aman: kau menjadi Bapaku!
Bapa, Sumber pengasihan, Bapa dalam t’rang dan g’lap. Bapa
dalam kematian, pun di kubur yang senyap, setiaMu tak berubah,
kasihMu tetap teguh: Bapa, kepadaMu jua kusarahkan diriku.
Siang, malam, musim, tahun, biar kau melenyap; dalam suka
dan dukaku rahmat Allahku tetap! TanganNya menuntun daku
lewat zaman dunia dan akhirnya ‘ku selalu tinggal dalam rumahNya.
KJ. 332 KEKUATAN SERTA PENGHIBURAN

Kekuatan serta penghiburan diberikan Tuhan padaku. Tiap hari
saya dibimbingNya; tipa jam dihibur hatiku. Dan sesuai dengan
hikmat Tuhan ‘ku dib’rikan apa yang perlu. Suka dan derita
bergantian memeperkuat imanku.
Tiap hari Tuhan besertaku, diberi rahmatNya tiap jam. DiangkatNya
bia saya jatuh, dihalauNya musuhku kejam. Yang namaNya
Raja Mahakuasa, Bapa yang kekal dan abadi, mengimbangi duka
dengan suka dan menghibur yang sedih.
KJ. 333 SAYUR KUBIS JATUH HARGA

Sayur kubis jatuh harga, pohon tomat kena hama, cengkeh pun
Tidak berbunga dan jualanku tidak laku, Namun saya puji Tuhan
Dan bersorak sukaria kar’na Dia Pohon s’lamatku! Butir padi tak
berisi, sampar ayam pun berjangkit, binatang ternak sudah habis,
kar’na terpaksa saya jual. KepadaNya ‘ku percaya, saya tidak akan
jatuh: Tuhan Allah kekuatanku.
KJ. 334 JANGAN TAKUT, HAI TANAH

Jangan takut, hai tanah, sorak-sorai bergembira, kar’na besarlah
karya Allah, ciptaanNya mulia.
Pengirikan pun penuh dengan padi, lumbung-lumbung limpah ruah
Isinya. Pengirikan pun penuh dengan padi, lumbung-lumbung
Limpah ruah isinya.
Jangan takut, hai satwa yang di gurun dan di hutan,
kar’na menghijau padang raya, pohon-pohon berbuah.
Pengirikan pun penuh dengan padi, lumbung-lumbung limpah ruah
Isinya. Pengirikan pun penuh dengan padi, lumbung-lumbung
Limpah ruah isinya.
Mari umat percaya, sorak-sorai bagi Allah,
kar’na besar kemurahanNya dalam hujan berkatNya.
Pengirikan pun penuh dengan padi, lumbung-lumbung limpah ruah
Isinya. Pengirikan pun penuh dengan padi, lumbung-lumbung
Limpah ruah isinya.
KJ. 335 MANUSIA YANG MELUKU

Manusia yang meluku, menaburkan benih, tetapi kesuburan
Tuhanlah yang memb’ri. Air hujan dikirimNya dan
panas yang segar. Akhirnya padi tumbuh, menghijau dan mekar.
Apa pun yang baik semata anugerah. Dan kar’na itu pujilah kasihNya yang mesra.
Semua diciptaNya, yang jauh, yang dekat: samudera yang luas dan
rimba yang lebat. Tak satu dilupakan, semua dibela, dan kita dib’ri
makan tak kunjung bersela.
Apa pun yang baik semata anugerah. Dan kar’na itu pujilah kasihNya yang mesra.
Ya Bapa, t’rima kasih; yang sudi kau memb’ri kepada ciptaanMu:
berkat dan rezeki. Tiada teruraikan kasihMu yang besar; terpujilah Kau,
Bapa, rahmani dan jabar.
Apa pun yang baik semata anugerah. Dan kar’na itu pujilah kasihNya yang mesra.
KJ. 336 INDONESIAKU, NEGARAKU

Indonesia, negaraku, Tuhan yang memb’rikannya;
kuserahkan di doaku pada Yang Mahaesa.
Bangsa, rakyat Indonesia, Tuhanlah pelindungnya;
dalam sedih serta suka Tuhan yang dipandangnya.
Kemakmuran, kesuburan, Tuhan saja sumbernya;
keadilan, keamanan, Tuhan menetapkannya.
Dirgahayu Indonesia, bangsa serta alamnya;
kini dansepanjang masa, s’lalu Tuhan sertanya.
KJ. 337 BETAPA KITA TIDAK BERSYUKUR

Betapa kita tidak bersyukur bertanah air kaya dan subur;
lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah.
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa.
Alangkah indah pagi merekah bermandi cah’ya surya nan cerah,
ditingkah kicau burung tak henti, bunga pun bangun harum berseri.
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa.
Bumi yang hijau, langitnya terang, berpadu dalam warna cemerlang;
indah jelita, hening dan teduh, persada kita jaya dan teguh.
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa.
KJ. 338 MARILAH, MARILAH, HAI SAUDARA

Marilah, marilah, hai saudara, menyebarkan terang dunia!
Banyak orang kemalangan menderita, diliputi kegelapan kemelut.
Marilah, marilah, hai saudara, menyebarkan terang dunia!
Ada juga yang digoda kemewahan, tapi tidak mengenal bahagia.
Marilah, marilah, hai saudara, menyebarkan terang dunia!
Tak terbilang yang sengsara dlam hati, kekurangan cinta kasih yang benar.
Marilah, marilah, hai saudara, menyebarkan terang dunia!
Tuhan Allah mengasihi dunia ini, Yesus Kristus menerangi yang gelap.
KJ. 339 MAJU, LASKAR KRISTUS

Maju, laskar Kristus, lawan kuasa g’lap! Ikut salib Yesus,
sungguh dan tetap! Rajamu sendiri jalan di depan; majulah,
iringi panji cemerlang!
Maju, laskar Kristus, lawan kuasa g’lap! Ikut salib Yesus,
sungguh dan tetap!
Saat dianjungkan panji Penebus, kuasa Iblis mundur, dikalahkan
t’rus. Goncamglah neraka, kar’na mendengar sorak-soraianmu
nyaring menggegar.
Maju, laskar Kristus, lawan kuasa g’lap! Ikut salib Yesus,
sungguh dan tetap!
Bagai laskar jaya G’reja maju t’rus di jejak teladan saksi yang kudus.
Kita satu tubuh yang kudus dan am; satu pengharapan, satu pun iman.
Maju, laskar Kristus, lawan kuasa g’lap! Ikut salib Yesus,
sungguh dan tetap!
Kuasa duniawi timbul-tenggelam, tapi G’reja Kristus takkan terbenam!
Alam maut tak sanggup menjatuhkannya: Kristus memenuhi isi janjiNya.
Maju, laskar Kristus, lawan kuasa g’lap! Ikut salib Yesus,
sungguh dan tetap!
Kar’na itu, maju! Ikut salib t’rus, turutlah memuji Raja Penebus:
“Hormat, kemuliaan, Tuhan, t’rimalah!” Insan dan malaikat sujud menyembah.
Maju, laskar Kristus, lawan kuasa g’lap! Ikut salib Yesus,
sungguh dan tetap!
KJ. 340 HAI BANGKIT BAGI YESUS

Hai bangun bagi Yesus, pendekar salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.
Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g’lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.
Hai bangun bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t’rus!
Hai bangun bagi Yesus! Tak lama masa p’rang: gaduhnya ‘kan diganti
nyanyian pemenang. Yang jaya diberikan mahkota yang baka, bersama
raja mulia berkuasa s’lamanya.
KJ. 341 KUASAMU DAN NAMAMULAH

KuasaMu dan namaMulah hendak kami sebar dan kar’na itu,
ya Tuhan, kami takkan gentar. Bagaikan padi segenggam
mestilah mati dipendam, supaya tumbuh dan segar, di panas
surya mekar berbuahlah. Tuaian pun besar.
Teladan sudah Kauberi deni deritaMu dan melalui salibMu
Kaut’rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, mirip segenggam
Benih, melintas kubr yang gelap, biar kelak ‘kan menetap
BersamaMu di Firdaus gemerlap.
Bagaikan padi, Tuhan pun dikubur, dipendam, kembali bangkit
merebut umatMu terkeram. Ya Tuhan, kirim apalah penabur yang
t’lah mengalah hidupnya untuk kuasaMu, memberitakan namaMu,
biar seg’ra buahnya milikMu.
KJ. 342 KELUAR DARI KAUM

Keluar dari kaum dan rumah bapakmu, serahkan dirimu
kepada darah rahma Hu. Percaya sabdaNya. Berjalan dengan
suka ke tanah air abadi yang tertentu di muka.
Pergi dengan seg’ra ke lorong negeri dan simpangannya yang
jelek dan keji. B’ri rumahKu penuh. Jemput segala orang
ke rumah s’lamatKu; tempatnya tidak kurang.
Keluar! Ajarlah seluruh dunia. Taburkan InjilKu di sawah-
ladangnya! Mau t’rang, maupun gelap di rumah dan kerjamu,
baik ingatlah tetap: ‘Ku menyertai kamu.
KJ. 343 DUNIA DALAM RAWA PAYA

Dunia dalam rawa paya berjuang t’rus. Kristen, manakah
cahaya Injil kudus? Biar dalam g’lap gulita bergemilang
t’rang berita: Satu saja Tuhan kita, Sang Penebus.
Bangunkan komplotan sidang Jemaat dan kumpulkan domba
Tuhan yang tersesat. Satu Sabda berkuasa mempersatukan bahasa
Sekalipun kaum dan masa, jauh dan dekat.
Yang menunjuk ujung jalan: T’rang Al Kalam. Yang memimpin
pekerjaan: Raja Imam. Jangan turut impian dunia yang bergempita.
Satu saja Tuhan kita: Raja Salam.
KJ. 344 INGAT AKAN NAMA YESUS

Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih: Nama
itu menghiburmu k’mana saja kau pergi.
Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!
Bawa nama Tuhan Yesus, itulah perisaimu.
Bila tiba pencobaan, itu yang menolongmu.
Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!
Sungguh agung nama Yesus, hati kita bergemar.
Bila kita dirangkulNya, sukacita pun besar.
Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!
Bila mendengar namaNya, oke kita menyembah
dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya.
Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!
KJ. 345 SERTAI KAMI, TUHAN

Sertai kami, Tuhan, dengan anug’rahMu; berilah
pertolongan melawan si set’ru.
Sertai kami, Tuhan, di dalam FirmanMu,
sehingga kebajikan dan s’lamt pun penuh.
Sertai kami, Tuhan, dengan cahayaMu;
jadikan kebenaran pemandu yang teguh.
Sertai kami, Tuhan; berkatMu turunlah.
KuasaMu kaulimpahkan penuh karunia.
Sertai kami, Tuhan, Pelindung yang teguh,
supaya tak tergoda tipu muslihat penyemu.
Sertai kami, Tuhan, dengan setiaMu;
berilah keteguhan di tiap kemelut.
KJ. 346 TUHAN ALLAH BESERTA ENGKAU

Tuhan Allah beserta engkau hingga bertemu kembali; kasih
Kristus mengawali, Tuhan Allah beserta engkau!
Sampai bertemu, bertemu, hingga lagi kita bertemu; sampai
bertemu, bertemu, Tuhan Allah beserta engkau!
Tuhan Allah beserta engkau, sayapNya pernaunganmu,
sabda Kristus santapanmu, Tuhan Allah beserta engkau!
Sampai bertemu, bertemu, hingga lagi kita bertemu; sampai
bertemu, bertemu, Tuhan Allah beserta engkau!
Tuhan Allah beserta engkau dalam susah dan keluhmu;
rangkulanNya menghiburmu, Tuhan Allah beserta engkau!
Sampai bertemu, bertemu, hingga lagi kita bertemu; sampai
bertemu, bertemu, Tuhan Allah beserta engkau!
Tuhan Allah beserta engkau! Panji kasih peganganmu,
maut pun kalah di depanmu, Tuhan Allah beserta engkau!
Sampai bertemu, bertemu, hingga lagi kita bertemu; sampai
bertemu, bertemu, Tuhan Allah beserta engkau!
KJ. 347 HALELUYA, HORMAT SEPENUHNYA

Haleluya, hormat sepenuhnya, kuasa hikamt dan syukur,
dalam sorga, maupun dalam dunia, Tuhan, layak bagiMu!
B’rolah kami kasihMu, ya Bpa, dan anug’rahMu, ya Putra
Allah, hingga kami, umatMu, satu dalam Roh Kudus.
KJ. 348 ANUG’RAH TUHAN KITA YESUS KRISTUS

Anug’rah Tuhan kita, Yesus Kristus, pengasihan Allah,
komplotan dalam Roh Kudus kiranya menyertai kita. Amin.
KJ. 349 HALELUYA, PUJILAH TUHANMU
Haleluya! Pujilah Tuhanmu! Haleluya! Pujilah Tuhanmu!
Haleluya! Amin. Haleluya! Amin. Haleluya! Amin.
KJ. 350 O, BERKATI KAMI

O, berkati kami dan lindungi kami, Tuhan,
b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahMu!
WajahMu kiranya ramah bercahaya,
pada kami b’rikanlah hening dan sejahtera!
Amin, amin, amin. Kami sungguh yakin
dan padaMu bersyukur dalam nama Put’raMu!
KJ. 351 PINTU SATU-SATUNYA

Pintu satu-satunya: Tuhan Yesus! Hai tempuhlah
jalanNya: jalan lurus. Buang rantai dan beban, ikut Dia.
Pikul salibmu dengan sukaria.
Satu sabda bawalah: Sabda Allah! Cari kebenaranNya
tiap kala. Tutur-kata dunia: tipu daya Roh Kudus
terimalah dan percaya.
Mari, hidup di terang Kerajaan! Oleh Yesus kau menang;
hai, bertahan! Ikut tuhanmu terus dengan suka:
rumah Allah yang kudus t’lah terbuka.
KJ. 352 HAI, JANGAN SENDIRIAN

Hai, jangan sendirian jalanmu kautempuh: bebanmu jadi
ringan bersama Tuhanmu! Jikalau kau bersusah dan berkeluh-kesah
hai, pikullah semua bersamaNya! Hai, pikullah semua bersamaNya!
Tuhanmu bersedia menjadi Kawanmu; dengan menyambut Dia,
hatimu pun sembuh. Air mata Ia hapus dan jiwamu lega:
arahkanlah matamu kepadaNya! Arahkanlah matamu kepadaNya!
Hai, marilah semua yang susah dan penat, ikuti Yesus jua:
bebanNya tak berat. Derita yang kautanggung berakhir segera:
serahkan keluhanmu ditanganNya! Serahkanlah keluhanmu di tanganNya!
Akhirnya sedih dunia tak lagi dikenal dan sukacita sorga warisanmu kekal.
Di sana kau berjumpa dengan umat kudus, bersama mengagungkan
Sang Penebus. Bersama mengagungkan sang Penebus.
KJ. 353 SUNGGUH LEMBUT TUHAN YESUS MEMANGGIL

Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, memanggil saya dan kau.
Lihatlah Dia prihatin menunggu saya dan kau.
“Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!” Sungguh
lembut Tuhan Yesus memanggil, “Kau yang sesat, marilah!”
Janganlah ragu, Tuhanmu mengajak, mengajak saya dan kau;
Janganlah enggan mendapatkan kasihNya terhadap saya dan kau.
“Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!” Sungguh
lembut Tuhan Yesus memanggil, “Kau yang sesat, marilah!”
Waktu serta kesempatan berlalu yang dib’ri saya dan kau;
nanti gelap kematian membayang mangancam saya dan kau.
“Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!” Sungguh
lembut Tuhan Yesus memanggil, “Kau yang sesat, marilah!”
Yesus berjanji memb’rikan kasihNya kepada saya dan kau.
Ia mengampuni orang berdosa mirip saya dan kau.
“Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!” Sungguh
lembut Tuhan Yesus memanggil, “Kau yang sesat, marilah!”
KJ. 354 DENGAN LEMBUT TUHANKU

Dengan lembut tuhanku di dalam kasihNya mencari akan
daku yang hilang, bercela. Bahana syukur terdengar,
seisi sorga mengg’legar.
KasihNya mencari, darah melunasi; ‘ku diraih kembali
PadaNya, ‘ku selamat oleh rahmatNya.
Dosaku t’lah dibasuh sehingga ‘ku sembuh; bisikNya kepadaku,
“Engkaulah milikKu!” SuaraNya yang lembut merdu
telah menghibur hatiku.
KasihNya mencari, darah melunasi; ‘ku diraih kembali
PadaNya, ‘ku selamat oleh rahmatNya.
Padaku ditunjukkan semua lukaNya, mahkota duri tajam,
curahan darahNya. ‘Ku takjub kar’na Tuhanku menjadi
kurban bagiku.
KasihNya mencari, darah melunasi; ‘ku diraih kembali
PadaNya, ‘ku selamat oleh rahmatNya.
Di haribaan Tuhan kulihat kasihNya dan dalam kekaguman
kuhitung berkatNya. Tak kunjung puas rasanya memuji-
muji namaNya.
KasihNya mencari, darah melunasi; ‘ku diraih kembali
PadaNya, ‘ku selamat oleh rahmatNya.
Kunanti hari Tuhan yang indah dan cerah di kala Tuhan
tiba memanggil umatNya berkumpul pada sisiNya
jadi pengantin suciNya.
KasihNya mencari, darah melunasi; ‘ku diraih kembali
PadaNya, ‘ku selamat oleh rahmatNya.
KJ. 355 YESUS MEMANGGIL

Yesus memanggil, “Mari seg’ra!” Ikutlah jalan s’lamat baka;
jangan sesat, dengar sabdaNya, “Hai marilah seg’ra!”
Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa hati pun tent’ram
Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.
Hai marilah, kecil dan besar, biar hatimu girang benar.
Pilihlah Yesus jangan gentar. Hai mari datanglah!
Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa hati pun tent’ram
Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.
Jangan kaulupa, Ia serta; p’rintah kasihNya patuhilah.
Mari dengar lembut suaraNya, “AnakKu, datanglah!”
Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa hati pun tent’ram
Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.
KJ. 356 TINGGALLAH DALAM YESUS

Tinggallah dalam Yesus, jadilah muridNya, b’lajarlah
Firman Tuhan, taat kepadanya. Tinggallah dalam Yesus,
Andalkan kuasaNya. Dialah Pokok yang benar, kitalah rantingNya.
Kita sebagai ranting pasti berbuahlah, asal dengan setia
tinggal di dalamNya. Tinggallah dalam Yesus, muliakan namaNya:
hidup berlimpah kurnia hanya di dalamNya!
KJ. 357 DENGAR PANGGILAN TUHAN

Dengar panggilan Tuhan, dan oleh kuasaNya kau
jadi anak Tuhan, pelayan umatNya.
Gunakanlah bakatmu, pemb’rian kasihNya;
amalkan karyamu bagi manusia.
Percaya pada Tuhan, tanganNya pandumu,
dan kasih anug’rahNya rujukan bgimu.
Berikanlah pemberian bagi sesamamu;
pancarkan cahya Tuhan di dalam hidupmu.
KJ. 358 SEMUA YANG LETIH LESU

Semua yang letih lesu, berdosa, bercela, terima rahmat
Tuhanmu, percaya sabdaNya.
Datang saja pada Yesus; kini saatnya!
Datang saja pada Yesus, t’rima rahmatNya.
Cucuran darah Almasih memb’ri berkat penuh,
membasuh hati yang keji; jiwa tenang teduh.
Datang saja pada Yesus; kini saatnya!
Datang saja pada Yesus, t’rima rahmatNya.
Dialah Jalan yang benar ke hening yang baka.
Percayalah kepadaNya dan t’rima berkatNya.
Datang saja pada Yesus; kini saatnya!
Datang saja pada Yesus, t’rima rahmatNya.
Bersama, mari ikutlah ke sorga mulia,
daerah kekal sejahtera, penuh bahagia.
Datang saja pada Yesus; kini saatnya!
Datang saja pada Yesus, t’rima rahmatNya.
KJ. 359 MARILAH DATANG KEPADAKU

Marilah tiba kepadaKu, semua yang letih lesu;
‘kan Kuberikan kelegaan: mari tiba padaKu!
Yang berbeban berat, hai tiba dengan bebanmu padaKu;
pikullah kuk yang Aku pasang dan mencar ilmu padaKu!
Aku lembut dan rendah hati; jiwamu Kuberi lega:
kuk yang Kupasang itu yummy dan bebanKu ringanlah!
KJ. 360 BIAR KANAK-KANAK DATANG KEPADAKU

“Biar kanak-kanak tiba kepadaKu” itu sabda Yesus; Dia memanggilku.
Kini saya tiba siap menghadapNya, kini saya datang; Yesus memanggilku.
 “Biar kanak-kanak tiba kepadaKu” itu sabda Yesus, Dia memanggilku.
Dalam kesukaran susah tak terhibur, padaNya ‘ku datang; Yesus memanggilku.
KJ. 361 DI SALIBMU ‘KU SUJUD

Di salibMu ‘ku sujud, miskin, buta dan lemah;
Yesus, Kau harapanku, biar saya s’lamatlah.
‘Ku percaya padaMu, Anakdomba Golgota.
Di salibMu ‘ku sujud: diriku s’lamatkanlah!
Dalam hidup yang cemar kurindukan Tuhanku.
Suara Yesus terdengar, “Kuhapuskan dosamu.”
‘Ku percaya padaMu, Anakdomba Golgota.
Di salibMu ‘ku sujud: diriku s’lamatkanlah!
Kuserahkan padaMu hartaku semuanya,
bahkan jiwa-ragaku milikMu seluruhnya.
‘Ku percaya padaMu, Anakdomba Golgota.
Di salibMu ‘ku sujud: diriku s’lamatkanlah!
Janji Tuhan kupegang; ‘ku dibasuh darahNya.
‘Ku bersujud, beriman, tersalib bersamaNya.
‘Ku percaya padaMu, Anakdomba Golgota.
Di salibMu ‘ku sujud: diriku s’lamatkanlah!
KJ. 362 AKU MILIKMU, YESUS TUHANKU

Aku milikMu, Yesus, Tuhanku; kudengar suaraMu.
‘Ku merindukan tiba mendekat dan diraih olehMu.
Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu. Raih
Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.
Aku hambaMu, Kausucikanlah oleh kasih kurnia,
hingga jiwaku memegang teguh kehendakMu yang mulia.
Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu. Raih
Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.
Sungguh indahnya walau sejenak besertaMu, Allahku;
dalam doaku sungguh akrabnya bersekutu denganMu.
Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu. Raih
Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.
Dalam dunia tak seutuhnya kupahami kasihMu,
sukacita pun barulah lengkap, bila ‘ku di rumahMu.
Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu. Raih
Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.
KJ. 363 BAGI YESUS KUSERAHKAN

Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya; hati dan
perbuatanku, pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya,
pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya, pun
waktuku milikNya.
Tanganku kerja bagiNya, kakiku mengikutNya; mataku
memandang Yesus; yang kupuji Dialah! Bagi Yesus semuanya,
yang kupuji Dialah! Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!
Ya, semenjak kupandang Yesus, kutinggalkan dosaku; pada Dia ‘ku terpaut,
Dia Jurus’lamatku. Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus’lamatku.
Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus’lamatku.
O, betapa mengagumkan! Maharaja semesta mau memanggilku
sahabat; saya dilindungiNya! Bagi Yesus semuanya saya dilindungiNya!
Bagi Yesus semuanya; saya dilindungiNya!
KJ. 364 BERSERAH KEPADA YESUS

Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku;
kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.
Aku berserah, saya berserah;
kepadaMu, Jurus’lamat, saya berserah!
Berserah kepada Yesus di kakiNya ‘ku sujud.
Nikmat dunia kutinggalkan; Tuhan, t’rima anakMu!
Aku berserah, saya berserah;
kepadaMu, Jurus’lamat, saya berserah!
Berserah kepada Yesus saya jadi milikMu.
B’rilah RohMu meyakinkan bahwa Kau pun milikku!
Aku berserah, saya berserah;
kepadaMu, Jurus’lamat, saya berserah!
Berserah kepada Yesus kuberikan diriku.
B’ri kasihMu dan kuasaMu, ya, berkati anakMu!
Aku berserah, saya berserah;
kepadaMu, Jurus’lamat, saya berserah!
Berserah kepada Yesus kurasakan apiNya.
Kar’na s’lamat yang tepat puji, puji namaNya!
Aku berserah, saya berserah;
kepadaMu, Jurus’lamat, saya berserah!
KJ. 365a TUHAN, AMBIL HIDUPKU

Tuhan, ambil hidupku dan kuduskan bagiMu;
pun waktuku pakailah memujiMu s’lamanya.
Tanganku gerakkanlah, kasihMu pendorongnya,
dan jadikan langkahku berkenan kepadaMu.
Buatlah suaraku hanya mengagungkanMu dan
sertakan lidahku jadi saksi InjilMu.
Harta kekayaanku jadi alat bagiMu;
logika budi dan kerja, Tuhan, pergunakanlah!
KehendakMu sajalah dalam saya terjelma;
jadikanlah hatiku takhta kebesaranMu.
Limpah-ruah kasihku kuserahkan padaMu:
diriku seutuhnya milikMu selamanya.
KJ. 365b TUHAN, AMBIL HIDUPKU

Tuhan, ambil hidupku dan kuduskan bagiMu;
pun waktuku pakailah memujiMu s’lamanya,
memujiMu s’lamanya.
KJ. 365c TUHAN, AMBIL HIDUPKU

Tuhan, ambil hidupku dan kuduskan bagiMu;
pun waktuku pakailah memujiMu s’lamanya.
KJ. 366 YA KASIH YANG MERANGKULKU

Ya Kasih yang merangkulku, Penghibur jiwa yang lelah,
kub’ri kembali hidupku, supaya dalam sumberMu bertambah murnilah.
Ya Cahya yang t’rang benderang, Penyuluh di jalan yang gelap,
obor hatiku yang remang hendak kusulut padaMu, biar bertambah t’rang.
Ya Sukacita yang penuh di balik tangis dan erang, sentiasa Kau
menantiku. ‘Ku yakin, setelah gelap bersinar surya t’rang.
KJ. 367 PADAMU, TUHAN DAN ALLAHKU

PadaMu, Tuhan dan Allahku, kupersembahkan hidupku:
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh.
Hatiku yang Engkau pulihkan padaMu juga kuberikan.
Di dalam Yesus Kaunyatakan, ya Bapa, isi hatiMu:
curahan kasih, kesukaan Engkau limpahkan bagiku.
Andaikan orang menyadari, niscaya, Tuhan, Kau dicari.
Kumuliakan kuasa kasih, yang dalam Yesus terjelma;
‘ku berserah sebulat hati di dalam arus rahmatNya.
Diriku tak kuingat lagi, lautan kasih kuselami.
Betapa Kau mencari aku, hatiMu rindu padaku.
Kauraih saya kepadaMu menciptakan saya milikMu.
Diriku sudah Kaukasihi, Kau jualah yang saya pilih.
NamaMu, Yesus, suci agung, ya Sumber kasih kurnia;
padamu datanglah umatMu mencari hidup yang baka.
Yang bertelut bertadah-tangan, berlimpah-limpah Kaukenyangkan.
Ya Yesus, namaMu kiranya dalam hatiku tertera, supaya
dalam hidupku nyatalah: Seluruh kata dan
kerjaku biar penuh dengan namaMu.
KJ. 368 PADA KAKI SALIBMU

Pada kaki salibMu, Yesus, ‘ku berlindung;
Air hayat Golgota pancaran yang agung.
SalibMu, salibMu yang kumuliakan
Hingga dalam sorga k’lak ada perhentian.
Pada kaki salibMu kasihMu kut’rima;
Sinar Bintang Fajar t’rang yang memb’ri cahaya.
SalibMu, salibMu yang kumuliakan
Hingga dalam sorga k’lak ada perhenti
Pada kaki salibMu kuingat kurbanMu,
dalam jalan hidupku kukenang selalu.
SalibMu, salibMu yang kumuliakan
Hingga dalam sorga k’lak ada perhenti
Pada kaki salibMu ‘ku tetap percaya,
hingga dalam sorga k’lak jiwaku bahagia.
SalibMu, salibMu yang kumuliakan
Hingga dalam sorga k’lak ada perhenti
KJ. 369a YA YESUS, ‘KU BERJANJI

Ya Yesus, ‘ku berjanji setia padaMu;
kupinta Kau selalu dekat, ya Tuhanku.
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat,
kar’na Engkau Temanku, Pemimpin terdekat.
Dekaplah aku, Tuhan, diribut dunia penuh
kilauan hampa dan bunyi godanya.
Di dalam dan di luar si jahat mendesak.
Perisai lawan dosa, ya Tuhan, Kau tetap.
Ya Yesus, Kau berjanji kepada umatMu:
di dalam kemuliaan Kausambut hambaMu.
Dan saya pun berjanji setia padaMu.
Berikanlah karunia mengikutMu teguh.
KJ. 369b YA YESUS, ‘KU BERJANJI

Ya Yesus, ‘ku berjanji setia padaMu;
kupinta Kau selalu dekat, ya Tuhanku.
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat,
kar’na Engkau Temanku, Pemimpin terdekat.
KJ. 370 ‘KU MAU BERJALAN DENAGAN JURUS’LAMATKU

‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah
berbunga dan berair sejuk. Ya, ke mana juga saya mau
mengikutNya. Sampai saya tiba di neg’ri baka.
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan
MengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana
Juga ‘ku mengikutNya!
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah gelap,
di angin ribut yang menderu. Aku takkan takut di ancaman apa pun,
bila ‘ku dibimbing tangan Tuhanku.
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan
MengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana
Juga ‘ku mengikutNya!
Bersama Jurus’lamat hatiku teguh dilembah dan bukit yang
perlu kutempuh. Tuhanku membimbing saya pada jalanNya
yang menuju rumah Allah yang baka.
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan
MengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana
Juga ‘ku mengikutNya!
KJ. 371 AKU RINDU PADA YESUS

Aku rindu pada Yesus, Jurus’lamat dan Tuhanku;
pada Dia ‘ku mengaku dosa dan kesalahanku.
Yesus, b’rikanlah berkatMu.
Aku cinta pada Yesus yang mencariku selalu.
Pada Dia ‘ku mengaduh; waktu tersesat jalanku,
Yesus pun memanggil aku.
Aku ikut jalan Yesus; Dialah Terang bagiku.
Yesus, t’rimalah hidupku; Yesus, bimbinglah
Tanganku, jangan terlepas dariMu.
KJ. 372 INGINKAH KAU IKUT TUHAN

Inginkah kau ikut Tuhan? Pikul salib! Jangan bimbang,
jangan sungkan: ikut Tabib!
Pikullah salibmu saja, ikut terus; lihatlah mahkota
Raja agung yang kudus!
Haruslah kausangkal diri: pikul salib!
Di godaan dunia ini ikut Tabib!
Pikullah salibmu saja, ikut terus; lihatlah mahkota
Raja agung yang kudus!
Apapun kesusahanmu, jangan lemah:
Tuhan Yesus besertamu, ikut tetap!
Pikullah salibmu saja, ikut terus; lihatlah mahkota
Raja agung yang kudus!
KJ. 373 AKU MAU MENGERTI

Aku mau mengerti kasih Tuhanku,
Ia disalibkan untuk diriku.
Jika ‘ku berdoa mohon padaNya,
dosaku semua diampuniNya.
Jika ‘ku percaya, turut p’rintahNya,
apapun terjadi saya anakNya.
Sungguh baik Tuhanku, agung kasihNya,
kuserahkan diri jadi milikNya.
KJ. 374 ‘KU BERSANDAR PADANYA

‘Ku bersandar padaNya; ‘ku berharap s’lamanya
pada Tuhan Allah Bapa hingga s’lama-lamanya.
Kupuji nama Tuhan dalam kerendahanku;
saya puji Allah Bapa hingga s’lama-lamanya.
Meski susah sengsara dalam dunia yang fana,
saya rindu ikut Yesus hingga s’lama-lamanya.
KJ. 375 SAYA MAU IKUT YESUS

Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai
s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita
dalam dunia, saya mau ikut Yesus hingga s’lama-lamanya.
KJ. 376 IKUT DIKAU SAJA, TUHAN

Ikut dikau saja, Tuhan, jalan hening bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku senang penuh!
Ikut Dikau di sengsara, kar’na janjiMu teguh:
atas kuasa kegelapan ‘ku menang bersamaMu.
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku senang penuh!
Ikut dan menyangkal diri, saya buang yang fana,
hanya turut kehendakMu dan padaMu berserah.
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku senang penuh!
Ikut dalam kesucian, lahir, batin yang bersih;
saya rindu mengikuti suri yang Engkau beri.
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku senang penuh!
KJ. 377 SANG RAJALAH GEMBALAKU

Sang Rajalah gembalaku yang baik dan Penyayang.
Tak kurang saya apapun selama ‘ku milikNya.
Ke sumber air yang tenang, ke padang rumput subur
selalu ‘ku dibimbingNya dan jiwaku terhibur.
Di kala saya tersesat, olehNya ‘ku dicari;
di dalam kasih dan rahmat dibawa ‘ku kembali.
Di bayang maut yang gelap tiada saya takut.
Engkau bersamaku tetap; salibMu yang memandu.
Engkau hidangkan bagiku karunia Roh berlimpah;
kudapat dalam kasihMu segala sukacita.
Sepanjang jalan hidupku kebaianMu sertaku;
kekal ‘ku mau memujiMu di rumahMu, Tuhanku.
KJ. 378 YANG DIPERBUAT ALLAHKU

Yang diperbuat Allahku, kebaikan semuanya.
RancanganNya tetap teguh; ‘ku berserah padanya.
Tuhankulah selamanya yang ingin kuandalkan:
PadaNya saya aman.
Yang diperbuat Allahku, tak usah kuragukan
dan jalan lurus kutempuh berkat pimpinan Tuhan.
Anug’rah dan kasihNya pedoman dibahaya:
Hidupku di tanganNya.
Yang diperbuat Allahku dengan pengasuhanNya
menciptakan jiwaku sembuh: tepat pengobatanNya.
Mujarablah nasihatNya: saya percaya Dia,
Tabibku yang setia.
Yang diperbuat Allahku tak sungkan kuterima;
tetap di marabaya pun Terang hidupku Dia.
Di waktuNya ternyatalah betapa mengagumkan
tujuan kasih Tuhan.
Yang diperbuat Allahku, mengubah kepahitan,
sehingga cawan sedih pun mengandung kemanisan
dan akhirnya senang mengisi lubuk hati;
resah pun tiada lagi.
Yang diperbuat Allahku pegangan abadi;
bencana, maut, kemelut tak risau kuhadapi:
terasalah rangkulanNya daerah hatiku aman,
kuasaNya kuandalkan.
KJ. 379 YANG MAU DIBIMBING OLEH TUHAN

Yang mau dibimbing oleh Tuhan dan berharap tak henti,
akan mendapat pertolongan, bahkan di ketika terpedih.
Tuhanlah dasar imannya, bukanlah pasir alasnya.
Apa gunanya tawar hati, hanya menangis tersedu?
Apa gunanya tiap pagi kita mulai berkeluh?
Jikalau kita bersedih, tambah berat beban salib.
Biar jiwamu kautenangkan, tabahkan hati yang sendu:
Yang Mahatahu kauandalkan, kasihNya cukup bagimu.
Tuhan telah memilihmu dan Ia tahu yang kau perlu.
PadaNya ada sukacita; nantikan saja waktunya.
Bila kau tulus dan setia, Tuhan menolong segera.
Ia ber berkat penuh yang tak terduga olehmu.
Jangan kausangka bahwa Tuhan ‘kan meninggalkan anakNya
dan bahwa hanya kemujuran tan dan bukti kasihNya.
Nanti bagimu nyatalah betapa agung maksudNya.
Tidak tidak mungkin bagi Allah mengubah gambaran dunia:
orang yang kaya dipapakan, yang miskin jadi mulia.
Yang Mahaadil Dialah dalam segala tindakNya.
Tetaplah kau di jalan Tuhan, setia dalam tugasmu:
dengan berkat yang tak berkurang dibaruiNya hidupmu.
Yang kepadaNya berserah tak ditinggalkan olehNya.
KJ. 380 ASAL YESUS JUA TUHAN HIDUPKU

Asal Yesus jua Tuhan hidupku, oleh janjiNya semua
rasa jiwaku teduh. Sampai waktu mati saya bersyukur, bersuka hati.
Asal Yesus jua Tuhan hidupku, oleh sabdaNya semua
suka-citaku penuh. Biar ‘ku setia dan di jalanNya kuikut Dia.
Asal Yesus jua Tuhan hidupku, penghiburanNya semua
meringankan susahku. Apa yang kubuat, dalam Dia juga saya kuat.
Oleh Yesus jua dunia sembuh. Hai saudaraku semua,
Yesus juga Tuhanmu! Mari ikut Dia: s’lamat KerajaanNya sedia.
KJ. 381 YANG MAHAKASIH

Yang Mahakasih ya itu Allah; Allah Pengasih pun bagiku.
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Walau dirantai oleh dosaku, walau dirantai tak terlepas,
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Walaupun maut upah dosaku, walaupun maut mengancamku,
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Allah mengutus Yesus, Tuhanku; Allah mengutus Sang Penebus.
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Yesuslah Kurban Tebusan dosa; Yesuslah Kurban pun bagiku.
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Sabda dan RohNya penuh anug’rah; Sabda dan RohNya mengundangku.
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Sabda kasihNya penawar haus; Sabda KasihNya air hidupku.
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Kasih sorgawi sumber selamat; Kasih sorgawi penghiburku.
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
O Kasih Allah, pelipur lara; o Kasih Allah, bahagiaku!
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Hati dan jiwa bersukacita; hati dan jiwa sejahtera.
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Akulah waris suka sorgawi; akulah waris daerah kekal.
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
Engkau kupuji kasih abadi; Engkau jupuji selamanya.
Aku selamatlah oleh kasihNya, oleh kasihNya kepadaku.
KJ. 382 YA YESUS TERKASIH

Ya Yesus terkasih, Engkau Tuhanku, kubuang
dosaku demi namaMu. Kau Jurus’lamatku, Pengasih
benar. Kasihku padaMu semakin besar.
Engkau lebih dulu mengasihiku; Kauhapus dosaku
dengan darahMu. Menanggung sengsara kau tidak gentar;
kasihku padaMu semakin besar.
Selama ‘ku hidup kupuji terus kasihMu yang tulus
kekal dan kudus; dan bila ‘ku mati. ‘ku yakin benar:
Kasihku padaMu semakin besar.
Di sorga nulia ‘ku pasti senang memujiMu, Yesus,
di dalam terang. Nyanyianku ini tetap terdengar:
Kasihku padaMu semakin besar.
KJ. 383 SUNGGUH INDAH KABAR MULIA

Sungguh indah kabar mulia; hai percayalah! Yesus Kristus
tak berubah s’lama-lamanya! DarahNya tetap menghapus
dosa dan cela. Ia hibur yang berduka. Puji namaNya!
Baik kemarin, hari ini, s’lama-lamanya Yesus Kristus
tak berubah, puji namaNya! Puji namaNya, puji namaNya!
Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya!
Ia cari yang berdosa, cari dikau pun. Datanglah, rendahkan hati,
s’rahkan dirimu! Dulukala Ia sambut orang bercela;
kini dikau pun disambut, diampuniNya.
Baik kemarin, hari ini, s’lama-lamanya Yesus Kristus
tak berubah, puji namaNya! Puji namaNya, puji namaNya!
Badai dan gelora maritim tunduk padaNya; kini juga angin ribut hati
ditenangkanNya. Ia yang telah bergumul di Getsemani,
mendampingi kita dalam ketika yang pedih.
Baik kemarin, hari ini, s’lama-lamanya Yesus Kristus
tak berubah, puji namaNya! Puji namaNya, puji namaNya!
Yesus yang telah ampuni Petrus yang sesat dan menghapus
kebimbangan Tomas yang bersyak dan selalu mengasihi
murid-muridNya Ia mau menyambut dikau dalam kasihNya.
Baik kemarin, hari ini, s’lama-lamanya Yesus Kristus
tak berubah, puji namaNya! Puji namaNya, puji namaNya!
Waktu murid ke Emaus Yesus beserta; kita pun di jalan
hidup disertaiNya. Yang terangkat dan kembali,Yesus inilah!
Kita ‘kan melihat Dia tiba segera!
Baik kemarin, hari ini, s’lama-lamanya Yesus Kristus
tak berubah, puji namaNya! Puji namaNya, puji namaNya!
KJ. 384 ALLAH BAPA MELINDUNGI

Allah Bapa melindungi anak-anakNya di bumi;
burung-burung dalam sarang tak kenal naungan seimbang.
Suara bawah umur Bpa siang-malam didengarNya;
tiap kali m’reka minta, pertolongan diberiNya.
Anak-anak milik Bapa disertai, diasuhNya;
tanganNya lembut dan berpengaruh mencegah niat si jahat.
Anak-anak melik Bapa tak pernah ditinggalkanNya;
dilimpahkan cinta kasih, biar m’reka baik dan suci.
KJ. 385 BURUNG PIPIT YANG KECIL

Burung pipit yang kecil dikasihi Tuhan.
Terlebih diriku dikasihi Tuhan.
Bunga bakung di padang diberi keindahan.
Terlebih diriku, dikasihi Tuhan.
Burung yang besar, kecil, bunga indah warnannya,
satu tak terlupa, oleh Penciptanya.
KJ. 386 MANISNYA NAMA PENEBUS

Manisnya nama Penebus untuk yang beriman;
pelipur hati yang sendu; yang takut pun tent’ram.
Olehnya pulih yang resah, yang luka pun sembuh,
yang rindu dipuaskannya, tertampung yang lesu.
Namanya Gunung Batuku, Perisai mulia,
Khazanah rahamat yang penuh, berlimpah kurnia.
Ya Yesus, Dikau Tuhanku, Jalanku, Hidupku,
Nabi,Imam dan Rajaku, terima syukurku.
Sekarang batinku lemah, terbatas budiku;
tepat pujiku kelak di muka takhtaMu.
KasihMu ingin kusebar sepanjang hidupku;
merdu namaMu penyegar pun pada ajalku.
KJ. 387 ‘KU HERAN, ALLAH MAU MEMB’RI

‘Ku heran, Allah mau memb’ri rahmatNya padaku
dan Kristus sudi menebus yang hina bagaiku!
Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan saya yakin
‘kan kuasaNya, Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!
‘Ku heran, oleh rahmatNya. Hatiku beriman
dan oleh kuasa SabdaNya jiwaku pun tent’ram.
Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan saya yakin
‘kan kuasaNya, Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!
‘Ku heran, oleh Roh Kudus ‘ku sadar dosaku
dan dalam Firman kukenal sipa Penebus.
Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan saya yakin
‘kan kuasaNya, Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!
Seluruh jalan hidupku tetap rahasia
seb’lum ‘ku jumpa ajalku dan nampak wajahNya.
Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan saya yakin
‘kan kuasaNya, Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!
Ku tidak tahu harinya k’lak kembali Tuhanku,
‘ku sudah mati ataukah ‘ku pribadi bertemu.
Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan saya yakin
‘kan kuasaNya, Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!
KJ. 388 S’LAMAT DI TANGAN YESUS

S’lamat di tangan Yesus, kondusif pelukanNya; dalam
teduh kasihNya saya bahagia. Lagu merdu malaikat
olehku terdengar dari neg’ri mulia: hening sejahtera.
S’lamat di tangan Yesus, kondusif pelukanNya; dalam
teduh kasihNya saya bahagia.
S’lamat di tangan Yesus, saya tent’ram penuh; dosa pun
dan cobaan jauh dari diriku. Duka, cemas dan bimbang,
kuasanya tak tetap; goda dan air mata akan seg’ra lenyap.
S’lamat di tangan Yesus, kondusif pelukanNya; dalam
teduh kasihNya saya bahagia.
Yesus, Perlindunganku, t’lah mati bagiku; padaNya
‘ku percaya: Yesus kekal teguh. Biar bertabah hati
‘ku manantikanNya hingga hariNya tiba dan fajar merekah.
S’lamat di tangan Yesus, kondusif pelukanNya; dalam
teduh kasihNya saya bahagia.
KJ. 389 BESARLAH KASIH BAPAKU

Besarlah kasih Bapaku, selalu melingkupiku;
di mana-mana diriku diasuhNya.
Betapa kasihNya besar! Tak usah hatiku gentar,
‘ku berbahagia benar, diasuhNya.
Ya Bapa, dalam kasihMu arahkan tiap langkahku;
‘ku yakin Kau tetap teguh mengasuhku.
Ya Bapa, atas kasihMu yang s’lalu menaungiku,
kunaikkan t’rima kasihku kepadaMu.
KJ. 390 TUHAN TIDAK LUPA

Tuhan tidak lupa akn orang yang penat,
orang yang berduka dan pikulanya berat.
Tuhan tidak lupa bila orang berseru;
Ia menawarkan pertolongan yang perlu.
S’lalu angkat muka dan berharap padaNya.
Tuhan tidak lupa akan anak-anakNya.
KJ. 391 PUJI TUHAN, HALELUYA

Puji Tuhan , haleluya! Puji Tuhan, haleluya,
kini dan selamanya! Amin.
Mengapa, orang Kristen, harapanmu lemah?
Tuhanmu berkuasa diatas dunia!
Puji Tuhan , haleluya! Puji Tuhan, haleluya,
kini dan selamanya! Amin.
Segala sesuatu ditanggung Tuhanmu.
Mengapa lagi takut? Percayalah teguh!
Puji Tuhan , haleluya! Puji Tuhan, haleluya,
kini dan selamanya! Amin.
Ikutilah Rajamu yang bangun dan menang;
bebanmu jadi ringan, gelapmu pun terang.
Puji Tuhan , haleluya! Puji Tuhan, haleluya,
kini dan selamanya! Amin.
Sampaikanlah firmanNya di mana-mana pun,
Serta perbuatanNya teruskan bertekun!
Puji Tuhan , haleluya! Puji Tuhan, haleluya,
kini dan selamanya! Amin.
Damaikanlah sengketa, satukan yang pecah,
Ampuni yang bersalah, lindungi yang lemah!
Puji Tuhan , haleluya! Puji Tuhan, haleluya,
kini dan selamanya! Amin.
Kendati kuasa dunia selalu menentang,
Penindas akan jatuh dan salib t’lah menang!
KJ. 392 ‘KU BERBAHAGIA

“Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi
kepunyaanku! Aku warisNya, ‘ku ditebus,
ciptaan gres Rohulkudus.
Aku bernyanyi senang memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi senang memuji Yesus selamanya.
Pasrah sempurna, nikmat penuh; suka sorgawi
melimpahiku. Lagu malaikat amat merdu;
kasih dan rahmat besertaku.
Aku bernyanyi senang memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi senang memuji Yesus selamanya.
Aku serahkan diri penuh, dalam Tuhanku
hatiku teduh. Sambil menyongsaong kembaliNya,
‘ku diliputi anugerah.
Aku bernyanyi senang memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi senang memuji Yesus selamanya.
KJ. 393 TUHAN, BETAPA BANYAKNYA

Tuhan, betapa baiknya berkat yang Kauberi,
istimewa rahmatMu dan hidup abadi.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku!
Padaku telah Kauberi hidup senang abadi.
Sanak saudara dan sahabat Kaub’ri kepadaku;
berkat terindah ialah ‘ku jadi anakMu.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku!
Padaku telah Kauberi hidup senang abadi.
Setiap hari rahmatMu tiada putusnya:
hendak kupuji namaMu tetap selamanya.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku!
Padaku telah Kauberi hidup senang abadi.
KJ. 394 SALIB KRISTUS KUBANGGAKAN

Salib Kristus kubanggakan, s’panjang zaman
t’rus tegak; pada salib terpusatkan sinar Injil gemerlap.
Bila ‘ku dilanda susah, putus harap dan resah,
kuasa salib tak berubah memberi sejahtera.
Bila ‘ku bersukacita dalam jalan hidupku,
cah’ya salib menawarkan senang yang penuh.
Sukacita dan sengsara dikuduskan salibNya
ada hening tak bertara kesukaan yang baka.
Salib Kristus kubanggakan, s’panjang zaman
t’rus tegak; pada salib terpusatkan sinar Injil gemerlap.
KJ. 395 BETAPA INDAH HARINYA

Betapa indah harinya ketika kupilih Penebus.
Alangkah sukacitanya, ‘ku memb’ritakannya terus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. ‘Ku
diajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
Betapa indah janjiNya yang t’lah mengikat
hatiku; kub’ri kasihku padaNya serta menyanyi bersyukur!
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. ‘Ku
diajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
Sudah ‘ku jadi milikNya, Ia pun milikku kekal.
Yakin penuh ‘ku ikutlah: bunyi Tuhan kukenal.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. ‘Ku
diajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
Sentosalah, hai hatiku, Pelindungmu percayalah!
Jangan tinggalkan Tuhanmu, Sumber segala kurnia.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. ‘Ku
diajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
Setiap komitmen hatiku kembali kubaruilah;
hingga kepada ajalku kupuji pengasihanNya.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. ‘Ku
diajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
KJ. 396 YESUS SEGALA-GALANYA

Yesus segala-galanya, Mentari hidupku. Sehari-hari
Dialah Penopang yang teguh. Bila ‘ku susah, berkesah,
Aku pergi kepadaNya: Sandaranku, Penghiburku, Sobatku.
Yesus segala-galanya, Kawanku abadi; setiap tiba padaNya,
berkatNya diberi. Surya dan hujan berselang, hasil
tumbuhan dan kembang: semuanya karunia Sobatku.
Yesus segala-galanya, setia padaku; tak akan ‘ku
menyangkalNya, Teman setiaku. BersamaNya ‘ku tak
sesat, Ia menjagaku tetap: Ia tetap Kawan erat, Sobatku.
Yesus segala-galanya, Temanku terdekat; padaNya aku
berserah kini dan tetap. Hidupku indah mulia,
bersanmaNya bahagia, hidup kekal, kar’na kenal Sobatku.
KJ. 397 TERPUJI ENGKAU, ALLAH MAHABESAR

Terpuji Engkau, Allah Mahabesar, kar’na Yesus
t’lah bangun dan hidup kekal.
Haleluya, puji Tuhan! Haleluya! Amin!
Jiwa kami Kaujadikan segar abadi!
Terpuji Engkau yang telah memberi
Jurus’lamat manusia, Terang Ilahi.
Haleluya, puji Tuhan! Haleluya! Amin!
Jiwa kami Kaujadikan segar abadi!
Dimuliakanlah Anakdomba kudus yang
mengurbankan diri, jadi Penebus.
Haleluya, puji Tuhan! Haleluya! Amin!
Jiwa kami Kaujadikan segar abadi!
Berilah, Tuhan, kasih abadiMu;
jiwa kami penuhi dengan apaiMu!
Haleluya, puji Tuhan! Haleluya! Amin!
Jiwa kami Kaujadikan segar abadi!
KJ. 398 SUKACITA HATIKU

Sukacita hatiku: saya domba Tuhanku dan selalu
‘ku diasuh oleh Yesus, Gembalaku. Ia sayang padaku,
dikenalNya namaku.
Gembalaku, tongkatMu yang menjaga jalanku,
dan terus kuikut Dikau ke tegalan rumput hijau;
di telaga yang tenang saya puas dan tent’ram.
Sungguh, saya dombaNya yang kekal bahagia:
nanti ‘ku dipanggul pulang arah ke pangkuan Tuhan.
Dalam rumah Bapaku sukacitaku penuh.
KJ. 399 BERSUKACITALAH

Bersukacitalah, bersukacitalah senantiasa, senantiasa.
Tetaplah berdoa, tetaplah berdoa. Bersukacitalah!
KJ. 400 KUDAKI JALAN MULIA

Kudaki jalan mulia; tetap doaku inilah:
“Ke daerah tinggi dan teguh, Tuhan, mantapkan langkahku!”
Ya Tuhan, angkat diriku lebih dekat kepadaMu;
Di daerah tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!
Ku tidak mau menetap di dalam bimbang dan gelap;
rinduankui, tujuanku: daerah yang tinggi dan teguh.
Ya Tuhan, angkat diriku lebih dekat kepadaMu;
Di daerah tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!
‘Ku ingin hidup yang benar, jauh dari tindak yang cemar;
umatku kudus memanggilku ke daerah tinggi dan teguh.
Ya Tuhan, angkat diriku lebih dekat kepadaMu;
Di daerah tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!
Ingin kucapai puncak t’rang yang paling agung cemerlang.
Ya Tuhan, bimbing diriku makin dekat kepadaMu.
Ya Tuhan, angkat diriku lebih dekat kepadaMu;
Di daerah tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!

Kj. 401 - 478
KJ. 401 MAKIN DEKAT, TUHAN

Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun
saliblah mengengkatku, inilah laguku: Dekat kepadaMu;
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu.
Berbantal watu pun ‘ku mau rebah, bagai musafir
yang lunglai, lelah, asal di mimpiku dekat kepadaMu;
makin dekat, Tuhan, kepadaMu.
Buatlah tanggaMu tampak jelas, dan para malakMu
yang bergegas mengimbau diriku dekat kepadaMu;
makin dekat, Tuhan, kepadaMu.
Batu deritaku ‘kan kubentuk menjadi Betelku,
kokoh teguh. Jiwaku berseru, dekat kepadaMu;
makin dekat, Tuhan, kepadaMu.
KJ. 402 KUPERLUKAN JURUS’LAMAT

Kuperlukan Jurus’lamat, biar jangan ‘ku sesat;
s’lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.
Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
Bila Tuhanku membimbing, ‘ku di malam pun tent’ram.
Kuperlukan Jurus’lamat, kar’na imanku lemah.
HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya.
Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
Bila Tuhanku membimbing, ‘ku di malam pun tent’ram.
Kuperlukan Jurus’lamat dalam langkah juangku;
siang malam, suka sedih dengan Tuhan kutempuh.
Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
Bila Tuhanku membimbing, ‘ku di malam pun tent’ram.
Kuperlukan Jurus’lamat, ahgar ‘ku dibimbingNya
melintasi arus Yordan ke Neg’ri Bahagia.
Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
Bila Tuhanku membimbing, ‘ku di malam pun tent’ram.
KJ. 403 HUJAN BERKAT ‘KAN TERCURAH

Hujan berkat ‘kan tercurah, itulah komitmen kudus:
hidup segar dari sorga ‘kan diberi Penebus.
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
Hujan berkat ‘kan tercurah, hidup kembali segar.
Di atas bukit dan lurah bunyi derai terdengar.
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
Hujan berkat ‘kan tercurah. Kini kami berseru,
“B’rilah dengan limpah ruah, biar genap sabdaMu!”
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
Hujan berkat ‘kan tercurah; kami menantikannya.
Hati kami telah buka, Yesus, Kauisi deg’ra!
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
KJ. 404 ‘KU DISALIBKAN DENGAN TUHANKU

‘Ku disalibkan dengan Tuhanku; hidupNya pun diberi padaku.
Memandang padaMu, ya Tuhanku, ‘ku tiap ketika benar milikMu.
Setiap ketika hatiku kenal kasih ilahi dan hidup kekal. Memandang
PadaMu, ya Tuhanku, ‘ku tiap ketika benar miliMu.
Di pencobaanTuhanku dekat, turut memikul beban yang berat,
di kedukaan Teman yang erat; setia ketika dib’riNya berkat.
Setiap ketika hatiku kenal kasih ilahi dan hidup kekal. Memandang
PadaMu, ya Tuhanku, ‘ku tiap ketika benar miliMu.
Tiada tangisan dan hati sedih, tiada keluh di ancaman ngeri
yang oleh Yesus tak dimengerti setiap saat, dengan tak henti.
Setiap ketika hatiku kenal kasih ilahi dan hidup kekal. Memandang
PadaMu, ya Tuhanku, ‘ku tiap ketika benar miliMu.
Kelemahanku dirasakanNya; bila ‘ku sakit, dipulihkanNya;
setiap saat, gelap dan cerah, Yesus, Tuhanku, menyucikannya.
Setiap ketika hatiku kenal kasih ilahi dan hidup kekal. Memandang
PadaMu, ya Tuhanku, ‘ku tiap ketika benar miliMu.
KJ. 405 KAULAH, YA TUHAN, SURYA HIDUPKU

Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku; asal Kau ada, yang lain
tak perlu. Siang dan malam Engkau kukenang; di hadiratMu
jiwaku tenang!
Kaulah Hikmatku, Firman hidupku; Kau besertaku dan ‘ku
besertaMu. Engkau Bapaku , saya anakMu; denganMu, Tuhan,
‘ku satu penuh.
Kaulah bagiku daerah berteduh; Kaulah perisai dan benteng
teguh. Sukacitaku kekal dalamMu; Kuasa sorgawi,
Engkau kuasaku!
Tak kuhiraukan kebanggaan fana; hanya Engkaulah pusaka
baka! Raja di sorga, Engkau bagiku harta abadi, senang penuh!
Bila saatnya ‘ku menang, t’rimalah daku di sorga cerlang!
Apa pun kini hendak kutemu, Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku!
KJ. 406 YA TUHAN, BIMBING AKU

Ya Tuhan, bimbing saya di jalanku, sehingga ‘ku
selalu bersamaMu. Engganlah ‘ku melangkah setapak pun,
‘pabila Kau tak ada disampingku.
Lindungilah hatiku di rahmatMu dan buatlah batinku
tenang teduh. Dekat kakiMu saja ‘ku mau rebah dan
tidak ragu-ragu ‘ku berserah.
Dan bila tak kurasa kuasaMu, Engkau senantiasa
di sampingku. Ya Tuhan, bimbing saya di jalanku,
sehingga ‘ku selalu bersamaMu.
KJ. 407 TUHAN, KAU GEMBALA KAMI

Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami dombaMu;
b’rilah kami menikmati hikamt pengurbananMu.
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milikMu,
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milikMu.
Kau Pengawal yang setia, Kawan hidup terdekat.
Jauhkan kami dari dosa, panggil pulang yang sesat.
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami mohon b’ri berkat.
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami mohon, b’ri berkat.
JanjiMu, Kaut’rima kami, walau hina bercela;
yang berdosa Kausucikan, Kaubebaskan yang lemah.
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kini kami berserah.
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kini kami berserah.
KehendakMu kami cari, ingin turut maksudMu.
Tuhan, isi hati kami dengan kasihMu penuh.
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasihMu.
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasihMu.
KJ. 408 DI JALANKU ‘KU DIIRING

Di jalanku ‘ku diiring oleh Yesus Tuhanku.
Apakah yang kurang lagi, jikalau Dia Panduku?
Diberi hening sorgawi, asal imanku teguh.
Suka-duka dipakaiNya untuk kebaikanku;
Suka-duka dipakaiNya untuk kebaikanku.
Di jalanku yang berliku dihiburNya hatiku;
bila tiba pencobaan dikuatkan imanku.
Jika saya kehausan dan langkahku tak tetap,
dari cadas didepanku tiba air yang sedap;
dari cadas didepanku tiba air yang sedap.
Di jalanku kasatmata sangat kasih Tuhan yang mesra.
Dijanjikan perhentian di rumahNya yang baka.
Jika jiwaku membubung meninggalkan dunia,
Kunyanyikan tak hentinya kasih dan pimpinanNya;
Kunyanyikan tak hentinya kasih dan pimpinanNya.
KJ. 409 YESUS, KAU NAHKODAKU

Yesus, Kau Nahkodaku di samud’ra hidupku.
Badai topan menggeram dan gelombang menyerang.
Kemudikan bidukku, Yesus, Kau Nahkodaku!
Bak diusap bundanya ronta anak mereda,
ombak dashyat pun teduh, turut p’rintahMu penuh.
‘Kau Penguasa maritim seru, Yesus, Kau Nahkodaku!
Bila tiba saatku melabuhkan bidukku,
waktu ombak mengglegar, b’ri sabdaMu kudengar,
“Jangan takut, anakKu, ‘Ku tetap Nahkodamu!”
KJ. 410 TENANGLAH KINI HATIKU

Tenanglah kini hatiku: Tuhan memimpin langkahku.
Di tiap ketika dan kerja tetap kurasa tanganNya.
Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.
Di malam yang gelap benar, di taman indah dan segar,
di taupan dan di maritim tenang tetap tanganku dipegang.
Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.
Tak kusesalkan hidupku, betapa juga nasibku,
alasannya yaitu Engkau dekat, tanganMu kupegang erat.
Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.
‘Pabila tamat tugasku, kaub’rikan kemenanganMu;
tak kutakuti maut eram, alasannya yaitu tanganku Kaugenggam.
Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.
KJ. 411 YA CAHYA KASIH, JALANKU KELAM

Ya Cahya kasih, jalanku kelam; o, bimbinglah!
Rumahku jauh, gelap pun mencekam; o, bimbinglah!
Tak usah nampak final jalanku; cukup selangkah saja bagiku.
Semula saya rasa tak perlu bimbinganMu, tetapi kini
kupegang teguh bimbinganMu. Dulu ‘ku hidup
congkak-bermegah; ya Tuhanku, jangan Kau ingatlah!
‘Ku yakin kuasa dan anug’rahMu membmbingku.
Di bukit, ngarai, di samud’ra pun Kau bimbing t’rus.
Fajar terbit dan nampak bagiku senyum malaikat yang menyambutku.
KJ. 412 TUNTUN AKU, TUHAN ALLAH

Tuntun aku, Tuhan Allah, lewat gurun dunia.
Kau perkasa dan setia; bimbing saya yang lemah.
Roti sorga, Roti sorga, puaskanlah jiwaku,
puaskanlah jiwaku.
Buka sumber Air Hidup, penyembuhan jiwaku,
dan berjalanlah di muka dengan tiang awanMu.
Jurus’lamat, Jurus’lamat, Kau Perisai hidupku,
Kau Perisai hidupku.
Pada batas Sungai Yordan hapuskanlah takutku.
Ya Penumpas kuasa maut, tuntun saya sertaMu.
Pujianku, pujianku bagiMu selamanya, bagiMu selamanya.
KJ. 413 TUHAN, PIMPIN ANAKMU

Tuhan, pimpin anakMu, biar tidak tersesat.
Akan jauhlah seteru, bila Kau tetap dekat
Tuhan pimpin! Arus hidup menderas;
Agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat.
Hanya Dikau sajalah Perlindungan yang teguh.
Bila hidup menekan, Kau harapanku penuh.
Tuhan pimpin! Arus hidup menderas;
Agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat.
Sampai final hidupku, Tuhan, pimpin ‘ku terus.
K’lak kupuji, kusembah Kau Tuhanku Penebus.
Tuhan pimpin! Arus hidup menderas;
Agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat.
KJ 414 YESUS PIMPIN LANGKAHKU

Yesus, pimpin langkahku, setiap hari di jalanMu;
Pimpin logika budiku untuk mengerti maksudMu.
KJ. 415 GEMBALA BAIK BERSULING NAN MERDU

Gembala baik, bersuling nan merdu, membimbing saya pada
air tenang dan membaringkan saya berteduh di padang rumput
hijau berkenan.
O, Gembala itu Tuhanku, menciptakan saya tent’ram hening.
Mengalir dalam sungai kasihku kuasa hening cerlang, bening.
Kepada domba haus dan lesu Gembala baik memb’rikan
air segar; ke dalam hati haus dan sendu dib’riNya
air hidup yang benar.
O, Gembala itu Tuhanku, menciptakan saya tent’ram hening.
Mengalir dalam sungai kasihku kuasa hening cerlang, bening.
Di jalan maut kelam sekalipun ‘ku tidak takut pada seteru,
alasannya yaitu Gembala yaitu Teman dan Jurus’lamat bagi diriku.
O, Gembala itu Tuhanku, menciptakan saya tent’ram hening.
Mengalir dalam sungai kasihku kuasa hening cerlang, bening.
KJ. 416 TERSEMBUNYI UJUNG JALAN

Tersembunyi ujung jalan, hampir atau masih jauh;
‘ku dibimbing tangan Tuhan ke neg’ri yang tak ‘ku tahu.
Bapa, bimbing saya ikut, pa juga maksudMu, tak bersangsi atau
Takut, beriman tetap teguh.
Meski langkahMu semua tersembunyi bagiku, hatiku
berdasarkan jua dan memuji kasihMu. Meski kini tak ‘ku nampak,
nanti ‘ku berbagia, apabila t’rangMu tampak dengan kemuliaannya.
Tuhan, janganlah biarkan kutentukan nasibku. B’rilah hanya
kudengarkan keputusan hikmatMu. Aku ini pun selaku kanak-kanak
yang bebal. Bapa jua bimbing saya ke kehidupan kekal.
Dengan bapa saya maju dalam malam yang kelam
ke neg’ri yang tak kutahu dengan mata terpejam…
KJ. 417 SERAHKAN PADA TUHAN

Serahkan pada Tuhan seluruh jalanmu;
kuatirmu semua ditanggungNya penuh.
Sedangkan angin lau dituntun tanganNya,
Pun jalan di depanmu, Tuhan mengaturnya.
Hendaklah kau percaya kepada Tuhanmu;
pasti kau bahagia, kerjamu pun teguh.
Usahamu sendiri takkan menolongmu;
Tuhanmu mengingini doamu yang tekun.
Ya Bapa yang rahmani, Kau sungguh mengenal
yang baik bagi kami di dalam tiap hal.
Setia kaulakukan maksudMu yang tetap;
Terwujudlah semua tepat dan lengkap.
Dan waktu setan maju berontak menyerang,
tak usah ragu-ragu: Allahmu yang menang!
Mustahil Allah mundur di dalam maksudNya;
RencanaNya tak luntur, teguh selamanya.
Beban kekuatiran lepaskan sajalah;
segala kesedihan tinggalkan segera.
Tak bisa kauatasi segala-galanya;
Rajamu yang awet menyelesaikannya.
Tentulah kadang kala tak nampak tanganNya,
bagaikan t’lah terhadang terang anugerah,
seperti Tuhan tak lagi mendengar
keluhan dan permintaan di ketika kau gentar.
Tetap senantiasa percayalah teguh;
tak mungkin kau binasa di pergumulanmu.
Tuhanmu mengalihkan yang paling susah
pun menjadi kebajikan di jalan hidupmu.
Alihkanlah, ya Tuhan, segala kemelut
dan bimbing kami pula berjuang bertekun.
Setia Kau menjaga, membimbing umatMu
Di dalam perjalanan menuju sorgaMu.
KJ. 418 BAHT’RA YANG DIPANDU YESUS

Baht’ra yang dipandu Yesus, panji salib tandanya,
itu baht’ra kes’lamatan bagi orang yang resah.
Meskipun angin ribut menyesah dan ombak menderu,
Dipandu Tuhan baht’raNya ke pantai yang teduh.
Hai pedosa, mari lihat panji salib terbentang!
Ikut baht’ra Jurus’lamat, biar jangan tenggelam!
Meskipun angin ribut menyesah dan ombak menderu,
Dipandu Tuhan baht’raNya ke pantai yang teduh.
Matahari tampak lagi, angin ribut topan pun reda;
bunyi riak mengiringi lagu doa yang lega.
Bersyukurlah dan angkatlah nyanyian yang merdu:
Dipandu Tuhan baht’raNya ke pantai yang teduh!
KJ. 419 YESUS, PIMPINLAH

Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.
B’rilah kami pun kepercayaan yang teguh,
biar jangan ditaklukkan oleh susah dan
keluhan, tapi bertekun ikut jalanMu.
Bila ditekan sedih dan beban,
bagi kami dan sesama, o, berilah ketabahan
dan tunjukkanlah final yang cerah.
Aturlah terus langkah umatMu
dan berilah pertolongan di setiap pencobaan,
hingga kami pun masuk rumahMu.
KJ. 420 YESUS, KAWAN ANAK-ANAK

Yesus, Kawan anak-anak, juga Kawanku,
bimbing tangan tuntun saya sertaMu.
Ajar saya melaksanakan yang benar dan laik,
pimpin saya memikirkan hal yang baik.
Bimbing saya tiap ketika hingga ‘ku besar,
mendengar pesan FirmanMu yang benar.
Tuhan takkan meninggalkan aku, kawanMu;
kuserahkan s’luruh hidup padaMu.
KJ. 421 YESUS SAJA KAWANKU MUSAFIR

Yesus saja Kawanku musafir, dengan Yesus jalanku senang.
Jalan dan tujuan dalam Dia. Hati dan hidupku pun tenang,
Hati dan hidupku pun tenang.
Di jalanku menempuh lautan, melintasi gunung dan lembah,
Jika bukan Dia memanduku, tak kucapai rumahNya baka,
tak kucapai rumahNya baka.
Harapanku di kala ‘ku bangun , Penjagaku jikalau ‘ku rebah,
Penasihat pada persimpangan, Penghiburku jikalau ‘ku lelah,
Penghiburku jikalau ‘ku lelah.
Yesuslah tetap daerah ‘ku mampir, Dia roti, air yang sejuk.
Berserah kepada pengasihNya tubuh dan jiwaku ‘kan teduh,
Badan da jiwaku ‘kan teduh.
Hingga malam hidup akan turun, ‘ku dipanggil ke rumah baka,
dengan Dia masuk dalam Damai, jadi tamu tidak semengga,
jadi tamu tidak semengga.
KJ. 422 YESUS BERPESAN

Yesus berpesan: Dalam malam g’lap kau harus jadi
lilin gemerlap; anak masing-masing di sekitarnya,
dalam dunia ini bersinarlah!
Yesus berpesan: Bersinarlah t’rang; lilinmu Kulihat
malam dan siang. Anak masing-masing di sekitarnya,
untuk hormat Tuhan bersinarlah!
Yesus berpesan: Dunia penuh banyak macam dosa,
sedih dan keluh; anak masing-masing di sekitarnya,
untuk sesamamu bersinarlah!
KJ. 423 AKU DAPAT DI HATIKU

Aku sanggup di hatiku mutiara yang permai:
Tuhan Yesus, Kawan karib, takkan lagi tercerai.
Aku sanggup di t’lingaku bunyi lagu yang kudus:
Jurus’lamat besertaku dan dosaku ditebus.
Aku sanggup di mataku pemandangan mulia:
bumi gres yang membawa hening dan bahagia.
Aku sanggup di tanganku bunga-bunga berseri:
bunga Injil bagi kau yang kudapat kuberi.
KJ. 424 YESUS MENGINGINKAN DAKU

Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya,
di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkanNya.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, saya bersinar terus.
Yesus menginginkan daku menolong orang lain,
manis dan sopan selalu, ketika ‘ku bermain.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, saya bersinar terus.
Ku mohon Yesus menolong menjaga hatiku,
biar higienis dan bersinar menggandakan Tuhanku.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, saya bersinar terus.
Aku ingin bersinar dan melayaniNya,
hingga di sorga ‘ku hidup senang bersamaNya.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, saya bersinar terus.
KJ. 425 BERKUMANDANG SUARA DARI SEBERANG

Berkumandang bunyi dari seberang, “Kirimlah cahyamu!”
Banyak jiwa dalam dosa mengerang, “Kirimlah cahyamu!”
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
Kita t’lah dengar jeritan dari jauh, “Kirimlah cahyamu!”
Bantuanmu b’rikan, janganlah jemu, “Kirimlah cahyamu!”
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
Jangan kita tinggal membisu mendengar: “Kirimlah cahyamu!”
Injil Tuhan haruslah kita sebar, “Kirimlah cahyamu!”
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
KJ. 426 KITA HARUS MEMBAWA BERITA

Kita harus membawa informasi pada dunia dalam gelap
perihal kebenaran dan kasih dan hening yang menetap,
dan hening yang menetap.
Karna g’lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t’rang.
Kuasa Kristus ‘kan nyatalah, rahamani dan cemerlang.
Kita harus menyanyikan gita melembutkan hati keras,
supaya senjata Iblis remuk dan seg’ra lepas,
remuk dan seg’ra lepas.
Karna g’lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t’rang.
Kuasa Kristus ‘kan nyatalah, rahamani dan cemerlang.
Kita harus membawa berita: Allah itu kasih belas.
Dib’rikan Putra tunggalNya, supaya kita lepas,
supaya kita lepas.
Karna g’lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t’rang.
Kuasa Kristus ‘kan nyatalah, rahamani dan cemerlang.
Kita harus bersaksi di dunia perihal kuasa darah kudus.
Semoga yang masih sangsi terima Sang Penebus,
Terima Sang Penebus.
Karna g’lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t’rang.
Kuasa Kristus ‘kan nyatalah, rahamani dan cemerlang.
KJ. 427 ‘KU SUKA MENUTURKAN

‘Ku suka menuturkan kisah mulia, kisah Tuhan Yesus
dan cinta kasihNya. ‘Ku suka menuturkan kisah yang benar,
penawar hati rindu, pelipur terbesar.
‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memasyurkan cerita
Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.
 ‘Ku suka menuturkan kisah mulia yang sungguh melebihi
impian dunia. ‘Ku suka menuturkan semua padamu,
alasannya yaitu kisah itu membawa s’lamatku.
‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memasyurkan cerita
Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.
‘Ku suka menuturkan kisah mulia; setiap kuulangi
bertambah manisnya. ‘Ku suka menuturkan sabdaNya
yang besar; dan yang belum percaya, supaya mendengar.
‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memasyurkan cerita
Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.
‘Ku suka menuturkan kisah mulia; pun bagi
yang percaya tak hilang indahnya. Dan nanti kunyanyikan
di sorga yang kekal kisah termulia yang lama kukenal.
‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memasyurkan cerita
Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.
KJ. 428 LIHATLAH SEKELILINGMU

Lihatlah sekelilingmu, pandanglah ke ladang-ladang
yang menguning dan sudah matang, sudah matang
untuk dituai!
Lihatlah sekelilingmu, pandanglah ke ladang-ladang
yang menguning dan sudah matang, sudah matang
untuk dituai!
Apa arti ladang-ladang, apa yang perlu dituai?
Ladang itu seluruh dunia, manusialah tuaiaannya.
Lihatlah sekelilingmu, pandanglah ke ladang-ladang
yang menguning dan sudah matang, sudah matang
untuk dituai!
Milik siapa ladang itu? Untuk siapa tuaiannya?
Milik Allah dan untuk Allah isi dunia kerajaanNya.
Lihatlah sekelilingmu, pandanglah ke ladang-ladang
yang menguning dan sudah matang, sudah matang
untuk dituai!
Bukankah seisi dunia dicemarkan oleh dosa?
Tapi Allah mengutus Jurus’lamat untuk semua.
Lihatlah sekelilingmu, pandanglah ke ladang-ladang
yang menguning dan sudah matang, sudah matang
untuk dituai!
Memang banyaklah tuaian; pekerja hanya sedikit.
Minta Dia yang punya ladang mengirimkan penuai lagi.
Lihatlah sekelilingmu, pandanglah ke ladang-ladang
yang menguning dan sudah matang, sudah matang
untuk dituai!
Apa kita pun terpilih mengerjakan kiprah itu?
Kita juga dipilih Tuhan dan diutus ke dalam dunia.
Lihatlah sekelilingmu, pandanglah ke ladang-ladang
yang menguning dan sudah matang, sudah matang
untuk dituai!
KJ. 429 MASIH BANYAK ORANG BERJALAN

Masih banyak orang berjalan dalam kuasa yang gelap.
Tuhan, tolong kami sadarkan tiap orang yang sesat.
O, berilah keselamatan pada orang yang Kautebus,
biar mereka mendapatkan perjanjianMu yang kudus.
Andaikata dulu muridMu tidak sudi bekerja mengabarkan
cinta kasihMu pada dunia bercela, maka Injil yang
Kauberikan pasti kini tak tersebar, sehingga dunia akan hilang,
Tetap berdosa, bercemar.
Utus kami menjadi saksi yang setia beriman, mengisahkan
kasih sorgawi pada orang berbeban. Roh Kuduslah yang
mengurapi, biar kami tetap tekun di dalam kasih melayani
setiap orang berkeluh.
KJ. 430 HARUSKAH HANYA PENEBUS

Haruskah hanya hanya Penebus memikul salib b’rat?
O, tidak, tapi kita pun tak luput berpenat.
Kupikul salibku terus sehingga akhirnya kudapat
dari Penebus mahkota yang baka.
Kelak di pinggir maritim kristal mahkota itu pun
kus’rahkan sambil bersyukur di kaki Penebus.
Betapa orang yang kudus, sehabis berlelah,
di sorga berbahagia terhapus d’ritanya.
O, salib, kau junjunganku, mahkota mulia.
Kau, Yesus, kebangkitanku, hidupku s’lamanya.
KJ. 431 MARI MENJADI PENJALA ORANG

Mari menjadi penjala orang. Mari mencari jiwa yang hilang;
Dalam kepercayaan yang teguh isi pukatmu penuh. Bawa jiwa yang
Berharga masuk rumah Bapa.
KJ. 432 JIKA PADAKU DITANYAKAN

Jika padaku ditanyakan apa akan kub’ritakan pada dunia
yang penuh penderitaan, ‘kan kusampaikan kabar baik pada
orang-orang miskin, pembebasan bagi orang yang ditawan;
yang buta sanggup penglihatan, yang tertindas dibebaskan;
sungguh tahun rahmat sudah tiba. K’rajaan Allah penuh
kurnia itu informasi bagi isi dunia.
Jika padaku ditanyakan apa akan kusampaikan pada dunia
yang penuh dengan cobaan, saya bersaksi dengan kata, tapi
juga dengan karya memberikan kasih Allah yang sejati.
T’lah tersedia bagi kita pengampunan dan anug’rah,
kes’lamatan dalam Kristus, PuteraNya. K’rajaan Allah
penuh kurnia itu informasi bagi isi dunia.
KJ. 433 AKU SUKA MEMBAGI

Aku suka membagi pada orang tak punya,
biar Tuhan dipuji tiap orang di dunia.
Pun kepada Tuhanku kuberi persembahan;
tangan kiri tak tahu apa laris yang kanan.
Janda miskin pun layak persembahan syukurnya,
memberi lebih banyak daripada yang kaya.
KJ. 434 ALLAH ADALAH KASIH DAN SUMBER KASIH

Allah yaitu Kasih dan Sumber kasih. Bukalah hatimu bagi FirmanNya.
FirmanNya: “Kamu dalam dunia, bukan dari dunia. Akulah yang memikul sengsaramu.”
Allah yaitu Kasih dan Sumber kasih. Bukalah hatimu bagi FirmanNya.
FirmanNya: “Musuhmu kasihilah dan berdoa baginya. Musuhmu kasihilah dan berdoa baginya: Aku yang mendamaikan sengketamu.”
Allah yaitu Kasih dan Sumber kasih. Bukalah hatimu bagi FirmanNya.
FirmanNya: “Gandum harus dipendam, gres banyak buahnya. Gandum harus dipendam, gres banyak buahnya: demikian kasihKu di dalammu.”
Allah yaitu Kasih dan Sumber kasih. Bukalah hatimu bagi FirmanNya.
FirmanNya: “Jangan hatimu gentar, jangan bimbang dan sendu. Jangan hatimu gentar, jangan bimbang dan sendu: Aku ‘kan besertamu selamanya.”
KJ. 435 KETIKA TUHANKU DISALIB

Ketika Tuhanku disalib, dosaku pun dipaku serta.
Terharu hatiku menjerit: kasihMu tiada imbangNya!
Tetapi dari maut ngeri Tuhanku bangun agung megah
dan kidung gres ‘ku diberi: kasihMu jaya selamanya!
Di saorga tinggi mahaterang Tuhanku naik takhta baka.
Bergaung madah dengan tembang: kasihMu adil dan mulia!
SabdaMu kuamalkan terus dan dari pagi hingga petang
‘ku ikut dikau, o Penebus: di dalam kasihMu ‘ku menang!
KJ. 436 LAWANLAH GODAAN

Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan
kau tambah teguh; nafsu kejahatan harus kautentang;
harap akan Yesus: pasti kau menang.
Mintalah pada Tuhan, biar kau dikuatkan;
Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.
Tinggalkan yang jahat, dosa dicegah; tindakanmu
tulus tiada bercela: junjung kebenaran, hidup dalam
t’rang, harap akan Yesus: pasti kau menang.
Mintalah pada Tuhan, biar kau dikuatkan;
Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.
Allah menawarkan tajuk mulia bagi yang berjaya
di dalam iman; Kristus memulihkan kau yang
tertekan, harap akan Yesus: pasti kau menang.
Mintalah pada Tuhan, biar kau dikuatkan;
Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.
KJ. 437 KUCOBA

Kucoba, teman, di dalam dunia berkasih sayang! Amin, amin.
Buktikan, teman, di dalam dunia kasih sayangmu! Amin, amin.
Kucoba, teman, di dalam dunia bersukacita. Amin, amin.
Buktikan, teman, di dalam dunia dunia sukacitamu! Amin, amin.
Kucoba, teman, di dalam hening sejaht’ra. Amin, amin.
Buktikan, teman, di dalam dunia hening sejaht’ra. Amin, amin.
Kucoba, teman, di dalam dunia tetap bersabar. Amin, amin.
Buktikan, teman, di dalam dunia kessabaranmu! Amin, amin.
Kucoba, teman, di dalam dunia bermurah hati. Amin, amin.
Buktikan, teman, di dalam dunia murah hatimu! Amin, amin.
Kucoba, teman, di dalam dunia berbuat baik. Amin, amin.
Buktikan, teman, di dalam dunia kebaikanmu! Amin, amin.
Kucoba, teman, di dalam dunia tetap setia. Amin, amin.
Buktikan , teman, di dalam dunia tetap setia Amin, amin.
Kucoba, teman, di dalam dunia lemah lembut. Amin, amin.
Buktikan, teman, di dalam dunia lemah lembutmu! Amin, amin.
Kucoba, teman, di dalam dunia kuasai diri. Amin, amin.
Buktikan, teman, di dalam dunia kuasai diri! Amin, amin.
KJ. 438 APAPUN JUGA MENIMPAMU

Apapun juga menimpamu, Tuhan menjagamu.
Naungan kasihNya pelindungmu, Tuhan menjagamu.
Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.
Bila menanggung beban berat, Tuhan menjagamu.
Masa depanmu kelam pekat? Tuhan menjagamu.
Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.
DipeliharaNya hidupmu; Tuhan menjagamu
dan didengarkanNya doamu; Tuhan menjagamu.
Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.
Cobaan apa mengganggumu? Tuhan menjagamu.
Buatlah Yesus sandaranmu; Dia menjagamu.
Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.
KJ. 439 BILA TOPAN K’RAS MELANDA HIDUPMU

Bila topan k’ras melanda hidupmu, bila frustasi dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau pasti kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau pasti kagum oleh kasihNya.
Adakah beban menciptakan kau penat, salib yang kaupikul menekan berat?
Hitunglah berkatNya, pasti kau lega dan bernyanyi t’rus penuh bahagia!
Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau pasti kagum oleh kasihNya.
Bila kau memandang harta orang lain, ingat komitmen Kristus yang lebih permai;
hitunglah berkat yang tidak terbeli milikmu di sorga tiada terperi.
Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau pasti kagum oleh kasihNya.
Dalam pergumulanmu di dunia janganlah kuatir, Tuhan adalah!
Hitunglah berkat sepanjang hidupmu, yakinlah, malaikat meyertaimu!
Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau pasti kagum oleh kasihNya.
KJ. 440 DI BADAI TOPAN DUNIA

Di angin ribut topan dunia Tuhanlah Perlindunganmu;
kendati goncang semesta, Tuhanlah Perlindunganmu!
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia;
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, daerah berlindung yang teguh.
Baik siang maupun malam g’lap, Tuhanlah Perlindunganmu;
pasti takutmu lenyap, Tuhanlah perlindunganmu!
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia;
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, daerah berlindung yang teguh.
Dan biar angin ribut menyerang, Tuhanlah Perlindunganmu;
padaNya kau tetap tent’ram, Tuhanlah Perlindunganmu!
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia;
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, daerah berlindung yang teguh.
Ya Gunung Batu yang tetap, Engkaulah Perlindunganku;
di tiap waktu dan daerah Engkaulah Perlindunganku!
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia;
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, daerah berlindung yang teguh.
KJ. 441 ‘KU INGIN MENYERAHKAN

‘Ku ingin menyerahkan seluruh hidupku, sekalipun tak layak,
kepada Tuhanku. Kubunuh keinginan dan hasrat hatiku, supaya
hanya Tuhan mengisi hidupku.
Di waktu kesusahan tak usah ‘ku gentar; dib’riNya perlindungan,
hatiku pun segar. DarahNya dicurahkan, nyawaNya pun dib’ri,
teruraslah jiwaku, hidupku berseri.
Tentu beban tak tanggal, lenyap serta merta, dan salib yang kupikul
tak jatuh segera. Kendati demikian, bertambah dayaku, sebab
pengasihanNya menopang hidupku.
Setiap saya jatuh, dirangkul ‘ku erat, tak kunjung dibiarkan anakNya
tersesat. Dan RohNya menerangkan kasihNya yang besar, sehingga
dalam susah hatiku bergemar.
KasihNya menetukan waktuNya tepat memanggil saya pulang,
yang rindu dan penat. Di sorga kusampaikan pujian, syukurku,
alasannya yaitu db’ri ujian di dalam hidupku.
KJ. 442 TENTERAMLAH, HAI JIWAKU

Tenteramlah, hai jiwaku: Allah Raja semesta.
Dunia berubah, tak berubah Khaliknya.
Orang cari perubahan, menyesal sesudahnya,
sambil ingin hal yang baru, rindu masa silamnya.
Tenteramlah, hai jiwaku, dan rindukan Allahmu.
Biar dunia berubah, Allah Raja hidupmu!
KJ. 443 KAU SUKACITA

Kau sukacita dalam derita, Yesus Kristus mulia.
Sudah Kaubawa kurnia sorga, Jurus’lamat dunia.
Kau melepaskan kami yang malang; padaMu saja
kami percaya, tidak ‘kan jatuh. Haleluya! Dalam
kasihMu kami berlindung. Tiada kuasa yang
memisahkan kami daripadaMu. Haleluya!
Bila Kau hadir, kami tak kuatir kuasa Iblis,
kuasa maut. Kau mengalahkan tiap ancaman;
Kau enyahkan kemelut. NamaMu, Tuhan, kami
Agungkan. Di hadapanMu kami umatMu bersukaria.
Haleluya! Kar’na percaya kami pun jaya; puji-pujian
Kami nyanyikan: Tuhan setia! Haleluya!
KJ. 444 MENGUCAP SYUKURLAH

Mengucap syukurlah di dalam segala hal, alasannya yaitu itulah
Yang dikehendaki Allah di dalam Yesus Kristus bagimu.
Mengucap syukurlah! Mengucap syukurlah!
KJ. 445 HARAP AKAN TUHAN

Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan
dalam susahmu. Jangan resah, sabar berserah,
kar’na habis malam pagi merekah. Dalam derita
dan kemelut Tuhan yang setia, Penolongmu!
Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan
dalam susahmu. Walau sendu, hatimu remuk,
Tuhan mengatasi tiap kemelut. Ya Tuhan, tolong
‘ku yang lemah: setiaMu kokoh selamanya!
Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan
dalam susahmu. Jalan sedih nanti berhenti;
Yesus menawarkan hidup abadi. Habis derita di dunia,
purna sukacita. Haleluya!
KJ. 446 SETIALAH

Setialah kepada Tuhanmu, hai mitra yang penat.
Setialah, sokonganNya tentu di jalan yang berat.
‘Kan tiba Raja yang berjaya menolong orang
yang percaya. Setialah!
Setialah percaya Penebus, percaya janjiNya.
Seialah, berjuanglah terus di fajar merekah.
DiputuskanNya rantai setan: kau bebas dari kesempitan.
Setialah!
Setialah! Bertahanlah tetap sehingga kau menang.
Setialah! Selamatmu genap, sehabis berperang.
Meski bertambah marabaya, t’lah hampir habis susah payah.
Setialah!
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh.
Setialah! Sehabis berperang terima upahmu: mahkota
Hidup diberiNya; kaumasuk dalam t’rang ceria.
Setialah!
KJ. 447 DALAM RUMAH YANG GEMBIRA

Dalam rumah yang gembira bunga Injil berseri; dalam kasih
yang setia ‘ku berbakti tak henti. Rut, Deborah dan Maria
jadi teladan bagiku. ‘Ku berjanji dan sedia, mara sanggup kutempuh.
Dukacita dan keluhan tak menggoncang hatiku. Sukacita sabda
Tuhan, itulah pelitaku. Lihatlah sesama kita dalam susah terbenam,
Mari angkatlah pelita dan pancarkanlah terang.
Menyebarkan sukacita dan menghibur yang lelah, itulah panggilan
kita dalam dunia yang resah. Kita binalah bersama tunas bangsa
yang besar dalam hidup sederhana, dalam kasih yang segar.
KJ. 448 ALANGKAH INDAHNYA

Alangkah indahnya serikat beriman, cerminan kasih
Tuhannya di dalam sorga t’rang.
Baik suka, baik keluh berpadu berserah;
segala doa bertemu di takhta rahmatNya.
Sengsara dan beban ‘kan ringan rasanya,
alasannya yaitu saudara seiman memikulnya serta.
Kendati sebentar berpisah tersedu,
di dalam Kristus kita k’lak kembali bertemu!
KJ. 449 TUHAN DALAM SORGA

Tuhan dalam sorga, Khalik dunia,
mengenal semua anak-anakNya.
Ia mendengarkan doa dan keluh;
Tuhan siang-malam Bapa bagimu!
Hidup dan kuliner diberikanNya,
Yang membuka tangan untuk yang lemah.
Mari kita cari kerajaanNya
tiap-tiap hari bagi dunia!
KJ. 450 HIDUP KITA YANG BENAR

Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur.
Dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur.
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
Biar angin ribut menyerang, biar ombak menyerang,
saya akan bersyukur kepada Tuhanku.
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
Apa arti hidupmu? Bukankah ungkapan syukur,
kar’na Kristus, Penebus, berkurban bagimu!
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
Bertekun bersykurlah hingga suaraNya kaudengar:
“Sungguh indah anakKu, ungkapan syukurmu.”
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
Tuhan Yesus, tolonglah, sempurnakan syukurku.
Roh Kudus berkuasalah di dalam hidupku!
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
KJ. 451 BILA YESUS BERADA DI TENGAH KELUARGA

Bila Yesus berada di tengah keluarga,
bahagialah kita, bahagialah kita.
Bila Yesus berkuasa di tengah keluarga,
pasti kita bahagia, pasti kita bahagia.
KJ. 452 NAIKKAN DOA TAK ENGGAN

Naikan doa tak enggan; Yesus pasti berkenan.
Doa itu p’rintahNya: Ia tak menolaknya.
Maharaja Dialah, tak terbatas kuasaNya:
minta saja apapun; pasti sanggup Tuhanmu!
Dosa sarat menekan; Tuhan, angkatlah beban
dan sucikan diriku oleh curah darahMu!
B’rikanlah sentosaMu dan kuasai diriku.
Penebusku, Kau berhak jadi Rajaku tetap.0
Biar oleh kasihMu bersemangat langkahku:
Kau Pembimbing dan Teman hingga final yang terang.
JalanMu tunukkanlah, jiwaku kuatkanlah,
hingga hidup matiku memenuhi maksudMu.
KJ. 453 YESUS KAWAN YANG SEJATI

Yesus Kawan yang sejati bagi kita yang lemah.
Tiap hal boleh dibawa dalam doa padaNya.
O, betapa kita susah dan percuma berlelah,
Bila kurang pasrah diri dalam Doa padaNya.
Jika oleh pencobaan kacau-balau hidupmu,
jangan kau berputus asa; pada Tuhan berseru!
Yesus Kawan yang setia, tidak ada taraNya.
Ia tahu kelemahanmu; naikkan doa padaNya!
Adakah hatimu sarat, jiwa-ragamu lelah?
Yesuslah Penolong kita; naikkan doa padaNya!
Biar mitra lain menghilang, Yesus Kawan yang baka.
Ia mau menghibur kita atas doa padaNya.
KJ. 454 INDAHNYA SAAT TEDUH

Indahnya ketika teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku kondusif dan
Segar; ‘ku bebas dari seteru di dalam saaat yang teduh.
Indahnya ketika yang teduh dengan senang penuh.
Betapa rindu hatiku kepada ketika doaku.
Bersama orang yang kudus kucari wajah Penebus;
Dengan genbira dan teguh kunanti ketika yang teduh.
Indahnya ketika yang teduh penampung permohonanku
kepada yang Mahabenar yang bersedia mendengar.
Sejak kulihat wajahNya, ‘ku yakin pada firmanNya
dan menyerahkan bimbangku di dalam ketika yang teduh.
KJ. 455 MINTALAH

Mintalah, mintalah, maka ‘kan dib’ri padamu;
Carilah, carilah, maka engkau ‘kan mendapat;
Ketoklah, ketoklah, maka pintu ‘kan dibuka,
Maka pintu ‘kan dibuka, dibuka bagimu.
KJ. 456 BAPA KAMI YANG DI SORGA

Bapa kami yang di sorga, saya tiba padaMu;
Tuhanku yang mahamurah, dengarlah sembahyangku.
Ajar saya pun mengikut jejak kaki Tuhanku;
bimbing saya s’lalu patu pada Dikau, Allahku.
KJ. 457 YA TUHAN, TIAP JAM

Ya Tuhan, tiap jam ‘ku memerlukanMu,
Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!
Ya Tuhan, tiap jam dampingi hambaMu;
jikalau Kau dekat, enyah penggodaku.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!
Ya Tuhan, tiap jam, di suka-dukaku,
jikalau Tuhan jauh, percuma hidupku.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!
Ya Tuhan, tiap jam ajarkan maksudMu;
b’ri janjiMu genap di dalam hidupku.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!
Ya Tuhan, tiap jam kupuji namaMu;
Tuhanku yang kudus, kekal ‘ku milikMu!
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!
KJ. 458 YA TUHAN DALAM SORGA T’RANG

Ya Tuhan dalam sorga t’rang, pun dalam hati beriman,
Kau tetap bersamaku dan menjaga hidupku.
Ya Tuhan, Kau Pelindungku, luruskan jalan hidupku;
bimbing aku, anakMu, rajin ikut firmanMu.
KJ. 459 YA BAPA, JAMAH ANAKMU

Ya Bapa, jamah anakMu serta ampunilah, lenyapkan kerisauanku,
berilah kedamaianMu dan hidup berserah.
MuridMu taat mendengar panggilan kasihMu; jadikan
saya pun sedar mengikutMu dengan benar dan beriman teguh.
Betapa suci dan teduh, betapa khidmatnya, keika Yesus
bertelut esa denganMu, Allahku, di hening yang baka.
Ya Tuhanku, tenangkanlah gejolak nafsuku; prahara, api
dan gempa redalah bila kudengar suaraMu yang lembut.
Turunkanlah sejahtera yang murni kolam embun, teduhkan hati
yang resah; di hidupku wujudkanlah indahnya damaiMu.
KJ. 460 JIKA JIWAKU BERDOA

Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku, bimbing saya t’rima
saja pemberian tanganMu dan mengaku, s’perti Yesus
di depan sengsaraNya: Jangan kehendakku, Bapa,
kehendakMu jadilah.
Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku,
biar saya pun sepakat dengan maksud hikmatMu,
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.
Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja proteksi hidupku.
‘Ku mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.
KJ. 461 DENGAN KASIHMU, YA TUHAN

Dengan kasihMu, ya Tuhan, Kau jaga burung dan ikan,
Kauhias lembah dan hutan dengan kembang dan rumputan.
Engkau pun menjaga kami, kuliner kami Kaujamin,
pakaian serta naungan. Terima kasih, o Tuhan.
Sebab itu tak kuatir semua orang yang tahir, yang kar’na
tebusan Kristus beroleh kasih yang kudus.
KJ. 462 TOLONG AKU, TUHAN

Tolong aku, Tuhan, bimbing tanganku,
jangan sia-sia karya hidupku.
Ajar aku, Tuhan, rajin bekerja,
menunaikan kiprah dalam dunia.
Ajar ‘ku mengatur maksud hidupku,
jangan mementingkan hanya diriku.
Tuhan yang abadi, bina hatiku
memperlihatkan kasih ‘kan sesamaku.
KJ. 463 TUHAN, DATANG SEGERA

Tuhan, tiba segera, tiba padaku! PadaMu saya berserah,
saya berserah. Pintu bibirku, ya Tuhan, Engkau jaga; jangan
hatiku memihak kejahatan. Tuhan, tiba segera, tiba padaku!
PadaMu saya berserah, saya berserah.
Tuhan, saya dijerat oleh seteru! PadaMu saya berserah, saya berserah,
Roh dan tubuhku kumohon Kaulepaskan dari belenggu kuasa kegelapan.
Tuhan, saya dijerat oleh seteru! PadaMu saya berserah, saya berserah.
KJ. 464 TUHAN, PECAHKANLAH ROTI HAYAT

Tuhan, pecahkanlah roti hayat, bagai di tasik dulu Kaubuat.
Kau kerinduanku, ya Tuhanku, Dikau kucari dalam sabdaMu.
O, kebenaranMu berkatilah mirip roti di Galilea,
hingga merdekalah nuraniku dan saya hidup hening dalamMu.
Kau Roti Hidupku, Firman kudus; bimbing ‘ku makan roti itu t’rus.
Kau kes’lamatankau dan hidupku; b’ri kucintai kebenaranMu.
Utuslah Roh Kudus kepadaku, biar terbuka mata hatiku,
hingga terang benar ajaranMu dan Kau kurangkul dalam sabdaMu.
KJ. 465 SYUKUR KUPANJATKAN

Syukur kupanjatkan padaMu, Tuhanku,
atas penjagaan di malam yang lalu.
Izinkanlah kami ke sekolah lagi;
b’ri kami kiranya berpengaruh dan sentosa.
Ampuni dosaku dan kesalahanku.
B’rikan bimbinganMu, ke sorga jalanku.
KJ. 466a YA TUHAN, ISI HIDUPKU

Ya Tuhan, isi hidupku dengan anugerah,
supaya dalam diriku citraMu nyatalah.
Janganlah hanya bibirku atau pun hatiku,
seluruh hidup jadilah kebanggaan bagiMu.
Kiranya tiap langkahku dan pekerjaanku
pun yang biasa dan kecil memuji namaMu.
Biar seluruh hidupku kebanggaan bagiMu,
sehingga dari saya pun terpancar kasihMu.
Begitulah kini pun anakMu yang lemah
mulai memuji namaMu dengan sesungguhnya.
Maka setiap saatku mulia dan kudus
dan hidupku seluruhnya bersamaMu terus.
KJ. 466b YA TUHAN, ISI HIDUPKU

Ya Tuhan, isi hidupku dengan anugerah,
supaya dalam diriku citraMu nyatalah.
KJ. 467 TUHANKU, BILA HATI KAWANKU

Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.
Jikalau tuturku tak semena dan saya tolak orang berkesah,
pikiran dan tuturku bercela, ampunilah.
Dan hari ini saya bersembah serta padaMu, Bapa, berserah,
berikan daku kasihMu mesra. Amin, amin.
KJ. 468 B’RILAH, BAPA, HARI INI

B’rilah, Bapa, hari ini kami makan secukupnya.
Dan ampuni salah kami; kami saling mengampuni:
Datang KerajaanMu! Amin.
Bukan untuk hari esok berlebihan kami cari; hanya
untuk hari ini kami mohon secukupnya: damai
KerajaanMu! Amin.
B’rilah, Bapa, hari ini pengampunan secukupnya;
biar kami membagikan ampun dan kuliner pula
dalam KerajaanMu! Amin.
KJ. 469 YA TUHAN, T’RIMA KASIH

Ya Tuhan, t’rima kasih atas yang Engkau beri:
Makanan dan minuman dan segala rezeki.
Haleluya, Haleluya, Haleluya! Amin.
KJ. 470 PUJI, SYUKUR, HORMAT

Puji, syukur, hormat angkatlah kepada
Sang Pencipta. Haleluya!
KJ. 471 ATAS MAKANANKU INI

Atas makananku ini yang telah Tuhan beri, terima kasih.
Bahkan lantaran darahMu yang menghapus dosaku,
Tuhan, Kaulah Roti Hidup, Engkaulah yang menawarkan kehidupan;
Kaulah Roti yang benar menciptakan jiwaku segar, terima kasih.
Haleluya!
KJ. 472 HALELUYA, HALELUYA

Haleluya, Haleluya, Haleluya, Haleluya;
Haleluya, Haleluya, Haleluya, Haleluya;
Puji Tuhan, Haleluya, Yesus Kristus Haleluya;
puji Tuhan, Haleluya, Yesus Kristus, Haleluya.
Anak Allah, Haleluya, Jurus’lamat, Haleluya;
Anak Allah, Haleluya, Jurus’lamat, Haleluya,
Sudah bangkit, Haleluya, akan datang, Haleluya;
Sudah bangkit, Haleluya, akan datang, Haleluya.
Puji Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah, Jurus’lamat;
Haleluya, Haleluya!
KJ. 473 HALELUYA

Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
KJ. 474 KEPADAMU PUJI-PUJIAN

KepadaMu puji-pujian, madah syukur dan segala
Kemuliaan, ya Bapa, Putra, Roh Kudus, hingga kekal abadi!
KJ. 475 KAR’NA ENGKAULAH

Kar’na Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa
Dan kemuliaan hingga selama-lamanya. Amin.
KJ. 476 AMIN

Amin, amin.
KJ. 477 AMIN, AMIN

Amin, amin.
KJ. 478 AMIN, AMIN, AMIN

Amin, amin,amin.
Amin, amin, amin.
Amin, amin, amin.


Sumber https://www.isplbwiki.net
Buat lebih berguna, kongsi:
close