6 Alasan Mahasiswa Menunda Kelulusan Ala Pustamun

Pernah dengar kredo 'lulus itu pada waktu yang tepat, bukan sempurna waktu' apakah ini sesat?

Mungkin perlu kita telaah alasan-alasan mengapa seorang mahasiswa menunda kelulusan. Berikut ini merupakan opini saya ihwal alasan mahasiswa menunda kelulusan dari kampus. Tentu berasal dari pengalaman langsung juga dari hasil diskusi (lebih tepatnya: ngobrol) dengan teman-teman. Sekaligus juga menurut hasil pengamatan terhadap fenomena-fenomena penundaan kelulusan.

Pengamatan yang saya lakukan tentu tanpa metodologi apalagi rancangan penelitian, ini yakni pengamatan sekenanya. Berikut merupakan alasan mahasiswa menunda kelulusannya.

1. Belum Selesai Mata Kuliah

Sebenarnya alasan ini bukan merupakan alasan yang sengaja. Lebih tepatnya, bukan alasan menunda alasannya terpaksa tertunda. Karena jumlah SKS yang ditempuh oleh yang bersangkutan masih belum tuntas, maka belum sanggup proses kiprah final dan otomatis belum sanggup lulus. Jika mahasiswa ini memaksa keluar dari kampus, maka ada cara yang paling mudah, yaitu: tidak usah dilanjutkan. hehehe.


2. Belum Tahu Mau ke Mana

Alasan ini biasanya dimiliki oleh mahasiswa gundah yang tidak mengetahui hendak ke mana, mau ngapain, atau mau melaksanakan apa sesudah lulus nanti. Meskipun sudah tidak ada matakuliah yang ditempuh, tetapi mahasiswa yang mengalami hal ini biasanya malas untuk mengerjakan skripsi. Malas juga biasanya mencari dan menunggu dosen untuk bimbingan skripsi. Ada tiga alasan dalam 'tidak tahu mau ke mana'.

a) mahasiswa yang tidak yakin sanggup bekerja sesudah lulus. Maka sambil menunggu kawasan kerja maka menunda dulu kelulusan. Setelah dipastikan menemukan kawasan kerja, maka mahasiswa tipe ini akan segera meluluskan diri.

b) mahasiswa yang tidak punya uang untuk lanjut studi ke jenjang berikutnya. Biasanya mahasiswa yang tipe ini dari ekonomi lemah. Ingin melanjutkan kuliah tetapi tidak punya biaya. Maka supaya tampak masih kuliah maka tunda dulu kelulusannya.

c) masih menunggu calon istri/suami ini alasan untuk mahasiswa yang ingin menikah tetapi masih belum mempunyai calon yang pas. Maka sambil menunggu calon atau gebetan yang masih di kampus menunda dulu kelulusan. Tentu penundaan kelulusan ini merupakan modus. Modus asmara.

3. Belum Punya Uang

Alasan ini biasanya dimiliki oleh mahasiswa yang menunda kelulusan alasannya ingin menikmati uang beasiswa. Kondisi ini cukup rawan alasannya (berdasarkan pengalaman pribadi) beasiswa untuk mahasiswa tingkat final sanggup disetop oleh pihak kampus. Saya pernah mengalami hal ini, punya jatah beasiswa dari teman-teman di UKM makanya menunda kelulusan. Tetapi alasannya penundaannya berkelanjutan maka penundaannya berderet dan terlalu usang hingga tidak sanggup beasiswa.

4. Masih Aktif di UKM dan BEM

Alasan ini ini biasanya dimiliki oleh pencetus kampus baik yang ada di organisasi intra kampus maupun ekstra kampus dengan segala bentuknya. Biasanya yang menunda kelulusan yakni yang mempunyai karir menanjak di organisasai. Alasan ini cukup krusial dan penting bagi sebagian mahasiswa alasannya masih menunggu link-link dan lompatan besar dalam karirnya nanti. Setuju atau tidak, organisasi merupakan kerikil loncatan yang ideal untuk meraih sasaran (posisi) selepas dari masa studi di kampus oleh mahasiswa. Tidak sedikit pula mahasiswa yang gagal lulus tapi berhasil meraih posisi strategis alasannya aktif di organisasi kemahasiswaan.

5. Kaprikornus Tim Sukses Caleg atau dalam Pilkada

Alasan ini saya ketahui sendiri, dilakukan oleh mahasiswa yang kuliah di Surabaya jurusan komputer. alasannya sangat handal dalam dunia perkomputeran dan orang tuanya terlibat aktif dalam dukung mendukung calon Bupati Jember (pada waktu itu), maka beliau menunda kelulusan. Bahkan menunda kuliahnya. Dia 'berhenti' setahun dari kampusnya. Aktif di markas tim sukses salah satu calon bupati. Mungkin ada impian untuk menjadi tim hebat bupati dan sebagainya. Tapi sayangnya calon yang didukungnya kalah. Ini namanya tim sukses yang tidak sukses. hahahaha.

6. Alasan Keluarga

Alasan ini biasanya dialami oleh mahasiswa yang dalam keluarganya terlibat masalah. Misalnya orang tuanya mengalami kesulitan ekonomi sehingga harus membantu orang renta terlebih dahulu untuk mencari uang sebagai biaya hidup dan biaya kuliah.

Alasan lain yakni alasannya problem kesehatan keluarga. Bagi mahasiswa yang jauh dari keluarga. Misalnya orang tuanya sakit maka harus menemani orang renta terlebih dahulu. Alasan ini juga yang menciptakan saya menunda kelulusan, tentu di samping alasan-alasan lain (sempat jadi panitia pilkades dan tim sukses calon legislatif juga sih. hahaha).

Kalau kamu, menunda kelulusan alasannya alasan nomor berapa? atau punya alasan lain?
Buat lebih berguna, kongsi:
close