Dalam kehidupan bermasyarakat, tentu kita pernah mendengar seseorang yang diberi julukan atau diberi gelar tertentu alasannya karakteristik yang menjadi miliknya. Dan seringkali orang yang diberi nama panggilan dipanggil dengan nama panggilannya. Mengganti nama seseorang dengan nama alias / nama panggilan disebut antonomasia yang akan kita bahas dalam artikel ini.
Berdasarkan uraian singkat diatas, majas antonomasia sanggup kita artikan sebagai gaya bahasa yang dipakai untuk menyebutkan seseorang/benda dengan ciri khas/sifat dari seseorang/benda tersebut. Dalam macam macam majas, majas antonomasia termasuk dalam kategori majas perbandingan.
Untuk lebih gampang dipahami, dibawah ini contoh-contoh dari majas antonomasia.
- Si buaya itu takkan pernah serius denganmu alasannya sudah banyak korban akhir bujuk rayunya.
- Si pecundang itu takkan berani mengambil keputusan tegas. Kau hanya akan dibuatnya menunggu tanpa kepastian.
- Setiap kali ku melihat si rambut indah itu, saya jadi teringat sosok mantan istriku yang dulu.
- Si kepala kerikil itu tidak akan mau mendengar nasehatmu meskipun mulutmu berbusa menasehatinya.
- Si keras hati itu akan tetap pada keputusannya meskipun kau membujuknya dengan banyak sekali macam cara.
- Setiap hari si ringan tangan itu bertengkar dengan istrinya.
- Si putih kapas itu menjadi bintang film iklan masakan ringan.
- Kau akan sengsara bila erat dengan si penghianat itu.
- Si pembohong itu berhasil menggelapkan dana dari rekeningku dan membawa uang puluhan juta.
- Si pengadu domba itu hanya akan merusak hubunganmu dengannya. Sebaiknya kau tidak usah berteman erat dengannya.
- Setiap hari ada saja tingkah si badung itu yang membuatku kesal.
- Si mata duitan itu hanya akan memanfaatkan kebaikanmu dan mengincar hartamu. Tidak ada ketulusan yang terpancar dari sikapnya.
- Si arogan itu senangnya dipuji oleh atasan. Dia tidak pernah memperhatikan teman-teman sekerjanya.
- Tak usah kesal dengan si ekspresi agresif itu. Dia memang begitu kepada semua orang.
- Si kaki panjang itu bisa menjadi pemenang dalam arena atletik kemarin.
- Bocah bongsor itu terpilih menjadi finalis dalam ajang bayi sehat nusantara.
- Kemana saja si pemalas itu? Dari tadi belum terlihat juga batang hidungnya.
- Kita tidak bisa mengandalkan si lamban itu dalam bekerja.
- Kapan kau mengajakku bertemu dengan si konglomerat itu?
- Si bau tanah renta itu hidup sebatangkara selama berpuluh-tahun di desa kami.
- Aku takkan mau mengajak si cupu itu bergabung dalam anggotaku.
- Si miskin itu hasilnya menjadi kaya raya semenjak anaknya bekerja di luar negeri dan menetap di sana.
- Kau jangan menjalin kekerabatan dengan si gelap mata itu. Nanti hidupmu akan sengsara dibuatnya.
- Mana mungkin si pendek itu bisa lolos dalam pemilihan gadis sampul?
- Katakan kepada si gempal itu. Tubuhnya yang padat berisi hanya menjadi beban bagi orangtuanya.
- Setiap ketika kerjanya hanya bersantai-santai. Sampai kapanpun si pelamun itu takkan sukses.
- Kapan lagi kau berkesempatan berkenalan dengan si wajah ayu itu?
- Sudah saatnya kau berbenah diri. Tubuhmu yang gemuk itu tak sedikitpun menciptakan orang melirikmu.
- Pagi-pagi begini si gimbal sudah mampir di warung kami. Seperti biasa, ia mau berhutang lagi.
- Kapan terakhir kali kau berjumpa dengan si tampan itu?
- Aku tidak mau menjalin kekerabatan dengan si tamak itu.
- Si penghasut itu hasilnya berhasil menciptakan pasangan suami istri tetangganya bercerai.
- Apapun yang kau lakukan, akan selalu salah di mata di sombong itu.
- Si ndeso itu telah menciptakan kami rugi berpuluh-puluh juta.
- Si rakus itu tak akan pernah puas, meskipun segunung emas harta yang dimilikinya.
- Aku sudah tetapkan untuk tidak bertemu lagi dengan si pemberi harapan palsu itu lagi.
- Si bijak itu selalu membuatku damai dan memberi jalan keluar setiap saya memiliki masalah.
- Kemarin si kaya itu mengundang puluhan anak yatim untuk program syukuran di rumahnya.
- Aku telah tetapkan kekerabatan dengan si buruk itu alasannya ia hanya mengincar hartaku.
- Dalam setiap kegundahanku, saya selalu merindukan si pelipur laraku.
- Dialah yang menjadi intan permata di hidupku.
- Si bedebah itu hasilnya dijatuhi eksekusi setimpal atas perbuatannya.
- Kau harus mengatur taktik untuk berkenalan dengan si pemalu itu alasannya ia populer susah untuk didekati.
- Si tangguh itu bisa menjadi tulang punggung keluarganya meskipun umurnya belum dewasa.
- Dari kecil si berdikari itu tidak pernah menyusahkan orang tuanya. Sebaliknya, setiap hari ia selalu membantu mereka meskipun ia sibuk.
- Tak heran jikalau ia memenangkan kompetisi itu. Ia memang populer dengan si kutu buku.
- Sejak pindah sekolah, sudah usang kita tak bertemu si ceking.
- Aku akan meminta si jangkung itu untuk mengambil layangan yang tersangkut di pohon jambu.
- Si congkak itu dijauhi oleh teman-temannya alasannya lagaknya yang angkuh.
- Kemarin, saya bertemu si cadel di salon ujung jalan itu.
- Si muka rino itu setiap hari bertandang ke rumahku.
- Si anggun itu tidak akan menerimamu yang hanya seorang pekerja agresif itu.
- Kapanpun kau perlu, si baik hati itu akan selalu membantumu.
- Si mata indah itu berhasil memukau penonton lewat penampilannya tadi malam di salah satu stasiun TV nasional.
- Sebaiknya kau bertanya kepada si pandai itu untuk menuntaskan PR matematikamu.
- Si baik hati itu akan selalu membantumu jikalau kau telah menjadi sahabat karibnya.
- Untuk apa kau mendekatinya? Si pemarah itu tidak akan membuatmu betah berteman dengannya.
- Si lincah itu bercita-cita menjadi seorang penari balet profesional.
- Dialah pemilik hatiku, si sederhana itu.
- Kau akan sulit bersama si peragu itu alasannya ia akan membuatmu usang menunggu.
- Tidak sulit bagi si arif itu untuk membantumu. Dia punya segudang wangsit yang bermanfaat bagimu.
- Si gemar memberi itu telah menyumbangkan hartanya untuk pembangunan pesantren dan rumah yatim piatu di desa kami.
- Aku bertengkar lagi dengan si perasa itu hanya alasannya salah paham.
- Aku tidak menyangka ternyata si keren itu sudah mengincarku semenjak lama.
- Si pemurah itu selalu saja memberi sedikit makannya untuk belum dewasa jalan setiap hari.
- Beberapa hari yang lalu, si pirang tiba menitipkan seruan pernikahannya untukmu.
- Kita pun bisa menyerupai si penyabar itu. Hanya saja perlu dilatih.
- Aku merasa beruntung mengenal si lemah lembut itu. Darinya saya banyak berguru menjadi penyabar.
- Aku sangat tersanjung alasannya si rupawan itu ingin meminangku.
- Setiap hari si banyak omong itu selalu saja protes terhadapku. Semua yang kulakukan tidak ada baiknya baginya.
Demikianlah uraian pembahasan perihal majas Antonomasia dan contohnya.Jika pembaca ingin menambahkan tumpuan di sekitar kalimat, pembaca sanggup membuka artikel kalimat deklaratif, kalimat interogatif, kalimat imperatif, pola kalimat klasifikasi, pola kalimat kalimat dalam bahasa Indonesia, pola kalimat generalisasi, pola kalimat peyorasi, ameliorian pola kalimat, kalimat sinestis, kalimat asosiasi dan penjelasannya. Semoga diskusi ini bermanfaat dan bisa meningkatkan wawasan pembaca, baik pada pembahasan paragraf khususnya, dan bahasa Indonesia secara umum. Semoga bermanfaat.
Buat lebih berguna, kongsi:

