Contoh Karangan Deskripsi Singkat Dalam Bahasa Indonesia – Deskripsi yaitu salah satu jenis esai. Esai ini mempunyai karakteristik menggambarkan kejadian atau objek sehingga pembaca sanggup merasa seakan-akan merasa, melihat, atau mengalami hal-hal yang dibicarakan sendiri. Panca indera memainkan tugas penting dalam esai ini. Untuk lebih meningkatkan pemahaman pembaca, berikut beberapa teladan deskripsi singkat wacana aneka macam topik. Selamat menyimak!
1. Gempa Bumi
Pagi itu jam 5:30 sore. Setiap anggota keluarga saya sibuk dengan bisnis mereka. Saya sedang mempersiapkan mandi untuk pergi ke sekolah. Ketika saya di kamar mandi dan berkemas-kemas untuk mandi tiba-tiba ada kejutan besar. Selama beberapa detik pertama saya tidak menyadari itu yaitu gempa bumi. Kejutan semakin keras dan saya memutuskan untuk keluar dari kamar mandi. Di luar kamar mandi sudah terlihat ibu dan kakakku berpegangan pada tembok. Ada rumah dua lantai di sebelah kiri goyangnya. Hanya hitungan detik gedung gudang di sebelah kanan kamar mandi ambruk.
Sumur kanan sempurna di sebelah kanan saya, itu eksklusif runtuh. Syok berlangsung sekitar 5 menit. Setelah guncangan selesai, kami bergegas keluar rumah untuk melihat keadaan lingkungan. Betapa terkejutnya kami melihat semua orang melarikan diri, berteriak-teriak sebab tsunami. Bahkan ada seorang warga yang lari dengan darah mengalir dari kepalanya. Semua berlarian mencari kawasan yang aman. Rumah dan harta mereka ditinggalkan.
2. Bayi Kecilku
Saat itu pada 26 Januari 2017 pukul 03.30 WIB terdengar bunyi tangisan bayi mungil. Tangisan itu diikuti dengan ucapan syukur dari seluruh keluarga. Saat itu lahir bayi mungil dengan berat 2,75 kg dan panjang 45 cm. Bayi terlihat sangat kecil dikala disandingkan dengan bayi lain di kamar bayi. Selain bayi kecilku ada bayi yang terlihat sangat besar. Berat mencapai 3,9 kg dengan panjang 50 cm. Meskipun bayi saya yaitu yang terkecil dari semua bayi lainnya, tetapi menangis sanggup menciptakan bayi lain berdiri dari tidur nyenyak mereka.
3. Rumah Kosong
Di samping rumah saya yaitu rumah kosong yang tidak berpenghuni selama 13 tahun. Cat dinding putih sekarang telah bermetamorfosis hitam. Pintu dan jendela sudah rusak dan keropos. Seluruh halaman depan penuh dengan gulma. Rumput liar bahkan tumbuh hampir setinggi rumah. Tidak hanya di halaman, di atap rumah juga ada flora liar yang tumbuh. Selain rumput liar, halaman depan dipenuhi mangga busuk yang jatuh. Memang ada pohon mangga di halaman depan rumah ini. Setiap beberapa bulan, pohon itu sangat berbuah. Tapi tidak ada yang berani mengambilnya. Setiap warga yang berniat membawanya ke sana yaitu kejadian absurd dari dalam rumah. Akibatnya mangga menjadi busuk dan gugur.
4. Monumen Yogya Kembali
Salah satu museum bersejarah wacana usaha kemerdekaan Republik Indonesia di Yogyakarta yaitu Museum Yogya Kembali. Jika dilihat dari luar, museum ini berbentuk kerucut. Museum Yogya Kembali terdiri dari 3 lantai lengkap dengan ruang perpustakaan dan ruang serba guna. Ketika Anda memasuki museum ini, Anda akan menemukan di pintu rana sejumlah 422 nama satria yang meninggal di wilayah Whrkreise III (RIS). Di lantai pertama ada empat museum yang menyimpan benda-benda bersejarah, menyerupai senjata, telepon, mesin tik, dll. Lantai kedua ada ruang diorama yang menceritakan usaha rakyat Indonesia. Di luar lantai dua ada relief dengan sekitar 40 relief. Di lantai tiga ada patung dan ruangan ini khusus dipakai untuk memperingati dan berdoa bagi para satria yang gugur. Di tengah-tengah ruang lantai ketiga ada tiang bendera dengan bendera Merah-Putih berkibar.
5. Rumah Mungilku Istanaku
Rumah saya yaitu rumah kecil di depan masjid. Rumah itu mempunyai luas sekitar 36 meter persegi. Dengan cat hijau muda untuk menciptakan rumah terlihat keren di mata. Halaman yang sempit di depan rumah penuh dengan flora yang ditanam di pipa. Setiap flora tumbuh subur, bahkan flora cabai mempunyai banyak buah. Rumah saya terdiri dari 1 ruang tamu, 1 kamar tidur, 1 ruang duduk, dapur dan 1 kamar mandi. Di ruang tamu hanya berisi karpet sebagai kawasan duduk dan rak buku yang dipasang di dinding. Agar suasana harum, ada pewangi semprotan otomatis yang melekat di dinding. Semua barang di rumah selalu tertata rapi. Lantai keramik putih menciptakan rumah kecil ini tampak lebar.
6. Tips Memilih Ikan Segar
Ikan yaitu kuliner dengan kandungan gizi tinggi. Dari bawah umur sampai orang cukup umur disarankan untuk menambahkan ikan di sajian makanan. Namun, kandungan nutrisi ini mungkin tidak didapatkan jikalau kita menentukan ikan dengan salah. Ikan yang baik sanggup dikenali oleh beberapa karakteristiknya. Mata ikan segar akan terlihat jernih, cembung atau menonjol. Jika ikan masih segar, mata akan terlihat menyerupai dikala ikan masih hidup. Insang ikan segar juga berwarna merah gelap dan terang. Jika kita mencium amis dari insang ini, maka akan tercium aroma ikan segar segar menyerupai ikan segar. Jika ikan tidak segar maka baunya akan tercium dikala dicium. Keistimewaan lain dari ikan segar yaitu dikala kita menekan daging maka akan terasa keras, Berbeda dengan ikan busuk yang akan sangat lunak dan gampang hancur. Memperhitungkan kondisi ikan berarti memperhatikan asupan nutrisi yang akan dikonsumsi.
7. Pencuri Pembobol Brankas
Tadi malam, brankas rumah Herman telah dibobol oleh pencuri. Tn. Herman menangkap pencuri, tetapi ia dibentuk pingsan. Pak Herman dipukul dengan balok kayu di kepalanya. Masih terlihat memar yang sangat besar dan merah di pelipis kanan Pak Herman. Kepada warga, Pak Herman menceritakan karakteristik pencuri. Ketinggian pencuri yaitu sekitar 160 cm dengan badan kurus untuk ukuran seorang pria, mungkin hanya sekitar 60 kg. Pencuri itu tidak berbulu atau telanjang. Ada luka menyerupai jahitan di punggung pencuri. Warna kulitnya disamarkan dengan baik. Dan apa yang paling diingat oleh Tuan Herman yaitu pencuri yang pincang.
Sekian pembahasan mengenai teladan karangan deskripsi singkat dalam bahasa Indonesia. Semoga teladan karangan yang diberikan pada kesempatan kali ini semakin menambah pemahaman Anda wacana karangan deskripsi. Nantikan artikel bahasa Indonesia dengan bahan pembahasan lainnya. Terima kasih.
Buat lebih berguna, kongsi:

