66 Macam-Macam Majas Perulangan Dan Pola Kalimat Majas Perulangan

Macam Macam Majas Perulangan dan Contohnya – Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang menciptakan sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam memberikan pikiran dan perasaan, baik secara verbal maupun tertulis.[1]

Majas dipakai dalam penulisan karya sastra, termasuk di dalamnya puisi dan prosa. Umumnya puisi sanggup mempergunakan lebih banyak majas dibandingkan dengan prosa.Majas perulangan yakni gaya bahasa yang memakai kata-kata kias untuk menyatakan penegasan kata atau kalimat yang dimaksud. Penggunaan kata-kata kias ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesan kalimat kepada para pendengar dan pembaca. Majas Perulangan dibagi menjadi 5 jenis majas yaitu majas aliterasi, majas pleonasme, majas antanaklasis, majas repetisi, dan majas paralelisme. Berikut klarifikasi dari masing-masing jenis majas tersebut :

1. Majas Repetisi
Sesuai dengan namanya, majas repetisi yakni majas yang memuat perulangan kata, frasa, atau klausa yang masih terkait satu sama lain. Perulangan ini ditujukan untuk menegaskan makna dalam kalimat tersebut. Contoh:

  • Semua yang kurencanakan selalu gagal, semua yang kurencanakan selalu tidak disetujui, dan semua yang kurencanakan selalu saja diprotes.

Pengulangan pada kalimat tersebut yakni cuilan “semua yang kurencanakan”. Pengulangan ini ditujukan untuk menegaskan hal yang dituliskan sesudah cuilan kalimat yang diulang.

  • Hanya kaulah yang saya cintai, hanya kamu lah yang saya rindukan, hanya kamu lah yang aku
  • Terus saja dia bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin.


2. Majas Paralelisme
Jenis majas perulangan yang terakhir yakni majas paralelisme. Majas paralelisme merupakan gaya bahasa yang memakai kesejajaran antara dua hal dalam menyatakan suatu hal. Pengungkapan analogi dua hal ini ditujukan untuk menegaskan hal yang dimaksud. Contoh:

  • Ayah bekerja siang dan malam hanya untuk keluarga.

Majas paralelisme dalam kalimat tersebut dinyatakan dalam “siang dan malam”. Dua kondisi ini saling bertentangan dan dipakai untuk menegaskan cuilan kalimat “ayah bekerja”.



  • Dalam pertumbuhan perekonomian, produsen dan konsumen mempunyai kiprah yang sama.
  • Baik renta maupun muda ikut turun pribadi dalam agresi 212.

3. Majas Aliterasi
Majas aliteras iadalah gaya bahasa yang mempunyai kata-kata dengan fragmen kata yang sama pada suku kata pertama. Penggunaan gaya bahasa ini biasanya dalam puisi atau karya sastra lain yang mempunyai tuntutan dalam irama. Pengulangan suku kata pertama pada penggunaan master alliteration biasanya terjadi setidaknya dua kali, dan tentu saja lebih. Contoh:

  • Dalam mencapai tujuannya, Riko memandu rawe rawe rantas malang malang putung. 
  • Perjalanan itu bagaikan seorang pengembara melintasi samudra melintasi samudra. 
  • Mari kita tersenyum senyum serakah satu sama lain.

Perhatikan suku kata tebal di masing-masing kalimat di atas, yang semuanya memberikan kesamaan dalam suku kata awal. Dan karakteristik penggunaan master aliterasi.

4. Majas Pleonasme
Majas pleonasme yakni penggunaan kata-kata yang berlebihan. Ini dimaksudkan sebagai bentuk penegasan makna kata. Penggunaan berlebihan ini sebetulnya sanggup dihilangkan alasannya keberadaannya tidak terlalu diperlukan. Keberadaan kata-kata ini hanyalah bentuk penggunaan master pleaspong yang membuatnya lebih jelas. Contoh :

  • Secara tiba-tiba saya dan adikku jatuh ke bawah secara bersama-sama.

Kata ”ke bawah” sebetulnya tidak dibutuhkan alasannya kata “jatuh” sudah memberikan arahnya ke bawah.

  • Pasukan diminta mundur ke belakang alasannya sudah kehabisan amunisi.

Kata ”ke belakang” sebetulnya tidak dibutuhkan alasannya kata “mundur” sudah memberikan arahnya ke belakang.

  • Kami mendongakkan kepala ke atas untuk melihat atraksi pesawat milik Tentara Nasional Indonesia AU.

Kata ”ke atas” sebetulnya tidak dibutuhkan alasannya kata “mendongakkan” sudah memberikan arahnya ke atas.

5. Majas Antanaklasis
Majas Antanaklasis merupakan majas yang memuat pengulangan kata akan tetapi mempunyai makna yang berbeda. Makara misalkan ada dua kata yang diulang maka kata pertama yang disebut mempunyai makna yang berbeda dengan kata kedua. Contoh:

  • Si bunga desa itu selalu membawa banyak sekali macam bunga di tangannya.

Terdapat kata yang di ulang dalam kalimat tersebut yaitu bunga. Yang pertama yakni “bunga desa” yang berarti perempuan tercantik di desa, sedangkan ‘bunga” yang kedua berarti bunga sungguhan.

  • Ibu merasa terluka alasannya buah hatinya menjadi buah bibir di desa alasannya gosip murahan.

Buah hati dan buah bibir merupakan dua hal yang berbeda dan mempunyai makna yang berbeda. Buah hati bermakna anak kesayangan sedangkan buah bibir bermakna pembicaraan.

  • Kepala divisi sumber daya insan di kantor ini selalu menyiapkan oleh-oleh untuk anak buahnya ketika sedang kiprah ke luar kota.

Buah tangan bermakna oleh-oleh, sedangkan anak buah yakni karyawan atau pegawai.




Contoh Majas Perulangan

Agar lebih memahami macam macam majas perulangan, berikut disajikan teladan kalimat yang memuat setiap macam dari majas perulangan.


Majas Repetisi

  • Aku sudah bilang jangan datang, saya sudah bilang jangan telepon, saya sudah bilang jangan mencariku, kenapa kamu tak paham juga.
  • Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit menangis, sedikit-sedikit galau, kenapa kamu ini sangat labil sekali menjadi perempuan.
  • Ibu dan ayah terus berdoa, berdoa, dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan putra-putrinya.
  • Yang ada di pikiranku wacana perlombaan ini hanyalah menang, menang, dan menang.
  • Selamat tinggal ayah, selamat tinggal ibu, selamat tinggal seluruh keluargaku, doakan supaya saya sukses merantau di negeri orang.
  • Setiap hari, setiap jam, setiap detik, saya terus memikirkan bagaimana keluar dari permasalahan ini.
  • Tika dipanggil oleh guru BP alasannya ia terus saja melongo ketika pelajaran berlangsung, melongo ketika dipanggil guru, bahkan melongo ketika diberi pertanyaan oleh guru.
  • Dia selalu saja mencari titik lemahku, tidak bisa ini lah, tidak bisa itulah, tidak cekatan lah, tidak peka lah, saya bosan sekali mendengarnya.
  • Dia, dia, dan dia saja yang terus ayah bicarakan dari kemarin.
  • Main Hp, main Hp, main Hp saja yang Gisel lakukan ketika berada di rumah.



Majas Paralelisme


  • Naik angkot, jauh erat tetap membayar dengan jumlah yang sama.
  • Ayah selalu bersama dengan putra-putrinya baik ketika berangkat maupun pulang
  • Berat ringan amalan baik seseorang akan menentukan posisinya di nirwana atau neraka.
  • Siang malam ibu selalu menunggu telepon dari kakak, tapi tak kunjung tiba jua.
  • Naik turun harga minyak dunia kuat terhadap harga minyak dalam negeri.
  • Pria dan perempuan mempunyai hak yang sama dalam berpolitik.
  • Tebal tipis dompet seorang laki-laki menjadi pertimbangan Lily untuk menentukan suami.
  • Hidup mati seseorang bukanlah kewenangan manusia, melainkan kewenangan mutlak Tuhan.
  • Transaksi jual beli narkoba berhasil digagalkan pihak kepolisian.
  • Pedagang dan pembeli tentunya ingin menerima untung.

Majas Aliterasi

  • Ingatlah selalu dulu perjalan kita memupuk cinta merajut asa.
  • Kita semua heran melihat tingkah Rudi, sedari tadi mondar mandir mencari makan malam.
  • Ayah mengamati tingkah seseorang yang celingak celinguk di kegelapan malam.
  • Terima kasih saya ucapkan untuk mu kanda, kamu kuatkan kalbuku kasih.
  • Sudahi saja sumpah serapahmu itu.
  • Dulu kamu sombong kepada saudara, kemana sekarang kamu kembali?
  • Semalaman abang mengunci diri di kamar, ternyata ia tidur terlentang tinggalkan tangis.
  • Keluargamu memang populer biadab di desa ini, tapi adinda belum berarti bahwa bungamu pun biadab.
  • Tak ingatkah kamu kita pernah berjanji bahagia susah sehidup semati.
  • Akhlakmu bisa runtuhkan keangkuhanku, sungguh tepat ibarat sang surya.


Majas Pleonasme

  • Burung itu terbang turun rendah dan tiba-tiba menabrak tanah.
  • Adik mempunyai kiprah mendaftar hewan-hewan berkaki empat ibarat kambing, sapi, macan, buaya, dan rusa.
  • Para turis mendaftar banyak sekali macam macam kawasan wisata di Jogja.
  • Karena tidak hati-hati ketika memakai pisau, tanganku terluka dan mengeluarkan darah merah yang segar.
  • Putri menyukai jus mangga yang dicampur dengan es dingin.
  • Hana terkena tumpahan rebusan air panas ketika bermain di meja.
  • Mereka selalu menyebut keluarga mereka yakni keluarga miskin yang tak punya apa-apa.
  • Rima mempunyai mimpi menikah ketika turun salju putih.
  • Adik hanya mau makan memakai telur dadar goreng untuk sarapannya.
  • Ketika pindahan Kirana tetapkan menjual barang-barang elektroniknya ibarat TV, HP, Printer, dan Monitor.


Majas Antanaklasis

  • Hati-hati terhadap ular kobra, bisa ular tersebut bisa menjadikan kematian.
  • Sungguh aneh, seluruh kepala keluarga di desa ini berkepala botak.
  • Karena merasa geli ketika memerah susu sapi, muka Rini hingga memerah.
  • Ada kabar jelek dari kepala sekolah, tadi pagi dia dikabarkan jatuh dan kepalanya terbentur batu.
  • Tukang foto kopi itu bekerja sambil menikmati secangkir kopi.
  • Joe membaca novel setebal 1000 halaman di halaman belakang rumah.
  • Ayah hasilnya menemukan akar permasalahan atas persoalan mengenai akar beringin yang merobohkan dinding pagar.
  • Akibat insiden pecahnya hiasan beling di pesta semalam, Lisa selalu melihat mata Putri berkaca-kaca sepanjang hari ini.
  • Saat keadaan menjadi genting alasannya gosip tsunami, Pak Wiroto justru naik ke atas genting rumah
  • Tepat tanggal dua puluh lima Maret kemarin, gigi Yuyun tanggal untuk yang pertama kalinya.



Sekian pembahasan mengenai macam macam majas perulangan dan contohnya. Semoga pembahasan yang disajikan dalam artikel ini sanggup secara gampang dipahami. Terima kasih.

Sumber https://www.isplbwiki.net
Buat lebih berguna, kongsi:
close