Dampak Nyata Dan Negarif Globalisasi Dalam Kehidupan Manusia

Pembahasan kai ini yakni perihal dampak faktual dan negatif globalisasi dalam kehidupan manusia, imbas faktual dan negatif globalisasi, dampak globalisasi di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, sekaligus perihal pengertian dan ciri-ciri globalisasi.

Dampak Globalisasi terhadap Masyarakat

Beberapa kalangan beropini bahwa globalisasi merupakan bentuk gres dari imperialisme negara-negara kaya serta kuat terhadap negara-negara miskin dan lemah. Mengapa demikian?

Dalam pelaksanaannya terdapat kontrol yang kuat terhadap negara-negara berkembang itu dalam bentuk teori, ideologi, dan proses perubahan sosial mereka di negaranya sendiri.

Selain itu, sumbangan modal untuk pembangunan di negara-negara berkembang yang disediakan dari utang luar negeri merupakan bentuk dominasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Bagaimana dampak globalisasi terhadap masyarakat? Simaklah klarifikasi berikut ini.

Dampak Positif Globalisasi

Perubahan-perubahan yang terjadi pada kurun global mempunyai beberapa dampak faktual bagi masyarakat. Dampak faktual itu antara lain sebagai berikut.

1) Terjadinya Pertukaran Budaya

Adanya globalisasi menyebabkan demikian mudahnya budaya gila masuk dalam kehidupan masyarakat suatu negara. Demikian pula sebaliknya, kebudayaan di suatu negara sanggup gampang menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Di satu sisi kebudayaan yang masuk tersebut sanggup memperkaya dan melengkapi kebudayaan dalam sebuah masyarakat.

Jika kebudayaan gila yang masuk tersebut bertentangan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu yang ada, kemungkinan datangnya kebudayaan gres itu akan menyebabkan terjadinya konflik.

2) Ruang Sosial Masyarakat Semakin Terbuka

Melalui kemajuan teknologi, insan sanggup berkomunikasi dengan mudah. Dengan akomodasi chatting di internet, kau sanggup membuka lingkungan pergaulanmu secara luas.

Kamu sanggup berkomunikasi dengan temanteman barumu di dunia maya itu dengan murah dan mudah. Bahkan, dikala ini kau sanggup melihat lawan chatting-mu kalau kau mempunyai perangkat pelengkap berupa web camera.

Kamu sanggup membuka lingkungan pergaulan gres dan menciptakan komunitas sosial gres di ”dunia maya”. Semakin terbukanya ruang sosial mendorong cepatnya persebaran gosip antarindividu.

Mereka yang mempunyai persamaan hobi, pandangan, atau impian kemudian membentuk komunitas-komunitas sosial.

3) Masyarakat akan Semakin Maju

Perkembangan teknologi ataupun penemuan-penemuan gres di banyak sekali bidang akan segera disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Penemuan-penemuan gres yang ada akan sanggup dengan gampang dipelajari oleh masyarakat di belahan bumi yang lain.

Penemuan-penemuan gres itu akan mendorong penemuanpenemuan gres lain sehingga semakin tinggi tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.

4) Memacu Etos Kerja Masyarakat

Persaingan pada era global semakin terasa ketat. Kita harus bersaing dengan negara-negara lain di dunia yang telah mempunyai teknologi tinggi. Kita harus berjuang supaya kita tidak menjadi masyarakat yang terpinggirkan. Kita harus pantang mengalah menghadapi segala tantangan yang ada.

Adanya ketakutan-ketakutan menjadi komunitas masyarakat yang terpinggirkan dan adanya tekad yang kuat untuk berjuang supaya bisa bersaing dengan masyarakat lain, berdampak pada meningkatnya etos kerja masyarakat.

5) Mendorong Iklim Pemerintahan yang Efisien

Dalam globalisasi, efektivitas, dan efisien kerja menjadi tuntutan yang umum. Negara-negara yang korup dan tidak efisien akan dijauhi oleh investor asing.

Para pemilik modal yang ingin menanamkan modal tentu akan mempertimbangkan untung ruginya kalau ia menanamkan modal di Indonesia.

Jika kondisi pemerintahan tidak mendukung, para pemilik modal itu tentu akan berpikir dua kali dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

Dengan demikian, pemerintahan negara-negara di dunia akan terdorong untuk meningkatkan kinerja pemerintahannya supaya lebih efektif, efisien, tidak korup, dan transparan. Tumbuhnya iklim pemerintahan yang efisien dan higienis akan mendorong kemajuan negara yang bersangkutan.

Pembahasan kai ini yakni perihal dampak faktual dan negatif globalisasi dalam kehidupan m Dampak Positif Dan Negarif Globalisasi Dalam Kehidupan Manusia
Dampak Globalisasi

Dampak Negatif Globalisasi

Dampak negatif globalisasi bagi masyarakat Indonesia antara lain sanggup dijabarkan sebagai berikut.

1) Memicu Munculnya Neokolonialisme

Neokolonialisme adalah bentuk kolonialisme dalam wujud dan cara yang baru. Saat ini, kita dimanjakan oleh akomodasi yang ada. Fasilitas-fasilitas tersebut pada umumnya merupakan produk impor.

Misalnya, perangkat elektronik mobil, motor, atau perangkat elektronik yang berharga jutaan, tetapi juga barang-barang sepele yang biasa kita gunakan sehari-hari, ibarat sabun, sikat gigi, bolpoin, dan sepatu.

Membanjirnya produk luar negeri di Indonesia sanggup dikategorikan sebagai salah satu wujud neokolonialisme. Mengapa? Dengan banyak sekali cara bangsa-bangsa Barat berusaha supaya barang produksinya terjual.

Jumlah penduduk Indonesia yang besar, merupakan pasar yang prospektif bagi luar negeri. Apalagi ditunjang dengan harga yang terjangkau, menyebabkan barang-barang produksi luar negeri itu banyak dicari.

Pada kurun global, produk impor semakin membanjiri Indonesia. Akibatnya, produk dalam negeri yang pada umumnya lebih mahal dengan kualitas lebih rendah semakin terpuruk.

Produk dalam negeri tidak bisa bersaing dengan produk impor. Masyarakat Indonesia menjadi bergantung pada produksi luar negeri sehingga produksi dalam negeri terabaikan.

2) Menimbulkan Ketergantungan terhadap Negara Lain yang Lebih Maju

Bagi negara yang tidak mempunyai infrastruktur ekonomi nasional yang kuat, masuknya kekuatan ekonomi global melalui modal gila dan utang luar negeri, akan menyebabkan ketergantungan negara berkembang terhadap negara maju.

Sebagian besar negara berkembang, ibarat Indonesia akan melaksanakan banyak sekali upaya supaya investor gila sanggup masuk ke negara berkembang. Negara-negara berkembang tersebut berjanji akan memperlihatkan jaminan keamanan, potensi sumber daya alam, dan kemudahan-kemudahan lainnya.

Berbagai kemudahan itu kadang-kadang tanpa disertai syarat apa pun yang berkhasiat bagi penguatan ketahanan ekonomi negara yang bersangkutan. Akibatnya, negara-negara yang mempunyai modal besar sanggup mengolah kekayaan alam di negara-negara berkembang dengan begitu mudahnya.

3) Berkembangnya Pola Hidup Westernisasi

Pencetus inspirasi awal globalisasi yakni golongan negara-negara Barat yang mempunyai keunggulan dalam banyak sekali bidang. Oleh alasannya yakni itu, cara pengemasan globalisasi diubahsuaikan dengan budaya Barat pula.

Akibatnya, budaya Baratlah yang bisa mendominasi arah dan tujuan globalisasi itu sendiri. Berbagai ide, pikiran, budaya, diusahakan supaya tersebar di seluruh penjuru dunia, termasuk ke Indonesia.

Masuknya budaya dan gaya hidup Barat sering ditanggapi oleh masyarakat Indonesia secara berlebihan sehingga muncul istilah yang dikenal dengan westernisasi (pola hidup kebarat-baratan).

Pola hidup westernisasi ini tampak dari sikap dugem di diskotek, penyalahgunaan narkotik, seks bebas, dan lain-lain. Masyarakat Indonesia terutama generasi muda mulai lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia.

Gaya hidup mereka cenderung menggandakan budaya Barat yang dianggap sebagai kiblat kebudayaan oleh masyarakat dunia.

4) Pudarnya Nilai-Nilai Sosial dalam Masyarakat

Masuknya budaya Barat juga kuat terhadap nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Sebagai contoh, adanya sistem kebebasan dalam berusaha yang termuat dalam nilai-nilai globalisasi memunculkan sistem individualisme.

Masyarakat menjadi cenderung mementingkan kepentingan diri mereka sendiri. Nilai-nilai kebersamaan yang terlihat pada budaya bersama-sama dan musyawarah untuk mufakat lambat laun menjadi pudar.


Sumber https://www.berpendidikan.com
Buat lebih berguna, kongsi:
close